Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Mencintai Inge


__ADS_3

" Kenapa dimasukkan di dalam sich!!" omel wanita itu.


Teman baiknya tidak memperdulikannya yang penting dirinya sangat menikmati jepitan kerisnya.


" Gimana enak?" tanya Alex


" Iyalah enak kerisku terasa di jepit bikin aku merem melek." ucap teman baiknya.


" Aish sial, kepalaku pusing banget, pengen tapi Adi kecilku tidak berpengaruh." omel Alex sambil memandangi wanita yang sedang kelelahan karena habis bermain dengan teman baiknya.


" Ingin lagi." ucap teman baiknya sambil menind*h kembali wanita itu.


" Tidak mau, punyaku masih perih." tolak wanita itu


plak


" Kamu itu sudah aku bayar jangan protes." omel teman baiknya sambil menamparnya.


" Breng**k sakit pokoknya bayarnya harus dobel punyaku sakit dan perih." omel wanita itu yang tidak mengetahui sifat Alex dan teman baiknya yang juga sama - sama seorang psycophath yang tidak mengetahui kalau nyawanya sebentar lagi akan melayang.


" Tenang saja, nanti aku tambahin bonusnya." ucap teman baiknya dengan nada santai dan langsung menancapkan kerisnya tanpa pemanasan terlebih dahulu.


" Akhhhh... si*l sakit." teriak wanita itu.


Teman baiknya tidak memperdulikannya asalkan dirinya merasa terpuaskan. Berkali - kali teman baiknya mengeluarkan laharnya dan wanita itu hanya istirahat 10 menit lalu teman baiknya melakukannya kembali hingga wanita itu pingsan tidak sadarkan diri.


Teman baiknya setelah selesai keluar laharnya langsung melepaskan kerisnya dan berdiri dari ranjangnya.


" Dia pingsan, sudah lama aku tidak menyiksa orang." ucap Alex


" Ya benar aku juga sama, kita siksa dia lalu kita bunuh." ucap teman baiknya.


Alex mengambil pisau lipatnya yang di simpan di celananya di dekat ranjang. Alex maju ke arah wanita yang sudah pingsan dan pisau lipatnya hendak ditusukkan ke bola matanya tapi lagi - lagi bayangan Inge datang dengan wajah sedih sambil menggeleng - gelengkan kepalanya seakan mengatakan jangan melakukannya.


" Argh si*l, kamu aja yang menyiksanya dan membunuhnya." ucap Alex sambil menyimpan kembali pisau lipatnya di saku celana panjangnya kemudian membalikkan badannya dan memunguti pakaian nya kemudian memakainya kembali.


Alex berjalan dengan santai menuju pintu keluar bertepatan teriakan wanita itu yang menyayat hati. Alex membalikkan badannya ternyata teman baiknya sedang melukis wajah wanita itu dengan pisau lipatnya hingga wanita yang pingsan terpaksa terbangun karena wajahnya kesakitan.


" Akhhhh sakit..." teriak wanita itu.


Alex membalikkan badannya baru saja menyentuh gagang pintu temannya yang sedang asyik menyiksa memanggilnya.


" Breng**k sakit.." maki wanita itu.


plak


" Kamu mau kemana?" tanya temannya sambil menampar wanita itu kemudian melukisnya kembali tanpa menatap Alex


" Aku mau ke tempat Inge, entah kenapa aku sangat merindukannya dan aku ingin melakukannya lagi bersama Inge." ucap Alex


" Akhhhh sakit..." teriak wanita itu kembali.


" Apakah Inge mau kembali denganmu? mengingat kamu memilih mantanmu." ucap teman baiknya dengan nada santai.


Kini teman baiknya melukis tubuh polos wanita itu hingga seprei berwarna putih terkena noda darah dan semakin lama berubah menjadi merah, darah dari wanita itu.

__ADS_1


" Maulah apalagi dua hari lagi aku dan Inge akan menikah. Aku tinggal minta maaf dan urusan selesai. Kepalaku sangat pusing jika tidak melakukannya kamu tahu sendirilah." ucap Alex sambil membuka gagang pintu dan menutupnya kembali tanpa memperdulikan teriakan wanita itu yang bisa dipastikan mati karena kehabisan darah.


xxxxxxx


Kini Alex sudah sampai di hotel milik keluarga daddy Alvonso. Alex berjalan ke arah kamar Inge, Alex tahu karena waktu pernah diberitahukan oleh Inge.


Alex menekan pin yang sudah diberitahukan oleh Inge karena itulah dirinya sudah hapal nomer pin kamar hotel tempat dimana Inge menginap.


klik


Pintu kamar terbuka, suasanya sangat gelap, Alex pun meraba dinding untuk mencari saklar.


ctak


Anggap saja suara pencetan saklar lampu


Kamar Inge yang semula gelap gulita menjadi terang dan Alex langsung menutup pintu kamar Inge. Alex melihat sekeliling kamarnya yang dipenuhi oleh foto - foto Alex membuat hatinya terasa sakit.


" Sayang maafkan aku." panggil Alex


hening


hening


Alex melihat ke arah ranjang dan melihat orang sedang tertidur dengan tubuh ditutupi oleh selimut. Alex mendekati ranjang tersebut secara perlahan - lahan.


hap


Alex langsung melompat ditubuh yang ditutupi selimut. Alex sangat terkejut karena merasakan bukan tubuh manusia atau tepatnya tubuh Inge yang sangat dirindukannya tapi seperti bantal. Alex menggulingkan tubuhnya dan menarik selimut.


" Inge kamu kemana?" tanya Alex


Alex memeriksa seluruh ruangan kamar Inge tapi tidak ada. Alex mengecek lemari milik Inge tapi masih utuh tidak ada jejak kalau Inge kabur.


" Arghhhh... Inge kamu di mana?"teriak Alex frustasi.


Alex keluar dari kamar Inge dan ingin menemui anak buahnya yang menjaganya di lobby hotel. Matanya membulat sempurna melihat anak buahnya tergeletak di lantai paling pojok dengan pisau tertancap di dadanya.


" Apa yang terjadi apakah Inge di culik? tapi siapa yang menculiknya?" tanya Alex pada dirinya sendiri.


Alex berlari menuju ke parkiran mobil, sampai di parkiran Alex masuk ke dalam mobil dan mencari signal GPS di ponsel milik Inge tapi ternyata ponselnya berada di kamar Inge.


" Inge apa yang terjadi denganmu? kamu kemana?" ucap Alex.


Ke dua tangan Alex disenderkan di stir kemudi untuk dijadikan bantalan wajah Alex. Tidak berapa lama butiran bening keluar dari mata Alex.


" Sayang aku sangat menyesal maafkan aku, kamu di mana sayang? aku berjanji tidak akan melukai hatimu lagi aku sangat mencintaimu sayang." lirih Alex


Alex mengambil ponselnya untuk menghubungi sahabat baiknya yang ahli dalam bidang IT.


" Hallo bro." panggil sahabatnya


" Waktu itu aku membelikan kalung dan jam tangan untuk kekasihku kamu lacak dia ada di mana sekarang." perintah Alex


" Baik." ucap sahabatnya.

__ADS_1


tut tut tut tut tut tut


Alex langsung mematikan dan kembali berbaring di stir kemudi hingga 20 menit kemudian ponselnya berdering.


" Hallo, gimana?" tanya Alex


" Signal GPS-nya ada di hotel xxxx milik keluarga besar daddy Alvonso." ucap sahabatnya.


" Ok. Terima kasih." ucap Alex.


" Akhhhh... kamu di mana Inge... maafkan aku." ucap Alex sambil berteriak kemudian menangis.


" Kamu bodoh Alex kenapa kamu tidak sadar kalau kamu mencintai Inge, kenapa kamu menyia - nyiakan orang sebaik Inge." ucap Alex memarahi dirinya sendiri.


Alex mengendarai mobil menuju ke suatu tempat yang biasa dia kunjungi ketika hatinya terasa kosong.


xxxxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2