
tok
tok
tok
" Masuk." ucap daddy Alvonso
ceklek
Pintu terbuka tampak Alvonso dan istrinya Kelly membuka pintu dan masuk ke dalam kamar daddy Alvonso dan mommy Laras. Mereka berdua mencium punggung tangan mommy Laras dan daddy Alvonso secara bergantian.
" Pada mau kemana?" tanya mommy Laras
" Kami mau pergi ke rumah sakit mom." jawab Alvonso
" Berdua saja?" tanya daddy Alvonso
" Tidak dad, kami pergi dengan Alvian." ucap Alvonso
tok
tok
tok
" Masuk." ucap daddy Alvonso
ceklek
Pintu terbuka tampak Alvian dan istrinya dokter Amelia membuka pintu dan masuk ke dalam kamar daddy Alvonso dan mommy Laras. Mereka berdua mencium punggung tangan mommy Laras dan daddy Alvonso secara bergantian.
" Lho kak, kok bawa istrinya?" tanya Alvian dengan nada polos
" Istriku ingin ikut, Lho kamu juga bawa istrimu?" tanya Alvonso
" Hehehehe sama kak, istriku ingin ikut. Padahal aku ada rencana mau bermesraan dengan istriku biar kak Alvonso kepengen gitu." ucap Alvian keceplosan.
" Kamu itu ya dek mirip daddy senangnya usil." omel Alvonso
" Hei tunggu kenapa nama daddy di sebut? daddy saja tidak ikut mengobrol tapi kenapa nama daddy di sebut?" protes daddy Alvonso sambil bangun dari ranjangnya dan berdiri di tengah-tengah anaknya.
" Apakah sebelumya kalian berdua juga ngomongin daddy sebanyak dua kali?" tanya Daddy Alvonso sambil menatap Alvonso dan Alvian dengan tatapan selidik.
" Waktu membawa Angelina, Alvian yang ngomongin daddy kalau yang barusan Alvonso daddy hehehehe." ucap Alvonso sambil senyum pepsodent.
" Terus yang ke dua? kamu Alvian?" tanya daddy Alvonso sambil menatap tajam ke Alvian
" Hehehehe iya dad waktu di kamar kami berdua ngomongin daddy." Jawab Alvian sambil senyum pepsodent begitu pula dengan dokter Amelia.
" Tuh kan mom benar mereka yang ngomongin Daddy." ucap daddy Alvonso membalikkan badannya untuk mengadu ke istrinya seperti anak kecil
" Daddy kok tahu kalau kita ngomongin daddy?" tanya Alvian dan Alvonso penasaran.
" Karena dari tadi daddy batuk - batuk sampai dua kali." ucap mommy Laras menjelaskan ke dua anaknya.
__ADS_1
Daddy Alvonso membalikkan badannya lagi. Ke dua tangannya diarahkan ke telinga anaknya. Tangan kanan menarik telinga Alvonso dan tangan kirinya menarik telinga Alvian.
" Aduh... daddy sakit... malu dad sama istriku." ucap Alvonso sambil memegangi telinganya.
" Iya dad ampun sakit...aku malu sama istriku." ucap Alvian sambil memegangi telinganya.
" Salah siapa ngomongin daddy dan bikin daddy batuk - batuk." omel daddy Alvonso.
" Tapi kan benar dad kalau daddy itu usil makanya sifat daddy nurunin ke Alvian." ucap Alvian sambil memegangi telinganya.
Daddy Alvonso melepaskan ke dua tangannya yang tadi menjewer telinga ke dua anaknya sambil jari telunjuk dan ibu jari di tempelkan di dagunya.
" Benar juga ya kalau Daddy itu suka usil jadi kamu ngikutin sifat daddy." ucap daddy Alvonso sambil tersenyum.
" Baru sadar kan dad." jawab Alvonso dan Alvian serempak.
" Tetap saja kalian salah bikin daddy batuk lain kali Daddy potong uang saku kalian." ancam daddy Alvonso.
" Tidak takut kami kan sudah kerja bukan anak kecil lagi." jawab Alvonso dan Alvian serempak.
" Aish... kok daddy bisa lupa ya?" ucap daddy Alvonso sambil menepuk keningnya
Semuanya menahan senyum betapa lucunya daddy Alvonso.
" Sudahlah kalian berangkat nanti keburu malam, oh ya bagaimana keadaan Angelina?" tanya mommy Laras mengalihkan pembicaraan.
" Angelina terluka di perut mom, tadi kak Alvonso yang melihat Angelina melompat-lompat dari pohon ke pohon seperti tupai pas sampai di luar mansion Angelina pingsan dan langsung di bawa ke rumah sakit." ucap Alvian
" Mommy dan Max susah meretas cctv mansion milik Alex jadi tidak tahu apa yang terjadi di dalam nya. Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang buruk karena Charli kakaknya akan marah besar jika terjadi sesuatu dengan adik kesayangannya." ucap mommy Laras
" Baik dad. Mommy dan daddy kami berangkat dulu." pamit mereka serempak.
" Ok. Hati - hati di jalan." ucap mereka serempak
Alvonso, Alvian, dokter Amelia dan Kelly mencium punggung tangan mommy Laras dan daddy Alvonso secara bergantian. Merekapun pergi meninggalkan hotel tersebut.
" Daddy, mommy tidak mengerti kenapa Angelina bisa terluka? terus Debby tiba - tiba di serang dan di bantu oleh Harlan dan Arlan itu saja mereka masih kalah padahal mereka bertiga jago berkelahi hingga datang Alex dan Leo dan juga anak buah Kennath. Kata Arlan mereka semua jago bela diri makanya agak sulit mengalahkan mereka. Apakah ada yang membocorkan rencana kita?" tanya mommy Laras sambil duduk di kepala ranjang dan berfikir siapa yang membocorkan rencana mereka yang di susun rapi.
" Daddy juga sependapat dengan mommy, apakah Louis atau pamannya ataukah ada orang lain yang membocorkan rahasia ini. Tapi siapa ya mom?" tanya daddy Alvonso.
" Mommy minta bantuan anak - anak tidak mungkin karena mereka pasti sudah tidur dan apalagi besok pagi hari pernikahan Debby dan Inge hingga sore, mereka butuh istirahat yang cukup."ucap mommy Laras.
" Benar kata mommy mereka butuh istirahat yang cukup. Sepertinya besok rencana membebaskan mommynya mereka dan juga Louis sepertinya di pending dulu." usul daddy Alvonso.
" Benar kata daddy, kalau ada kesempatan kita bebaskan mereka dari pamannya yang haus akan kekayaan dengan cara merampas dengan cara paksa." ucap mommy Laras.
" Sayang..." panggil daddy Alvonso
" Pasti ngajakin gituan." tebak mommy Laras
" Hehehehe... habis enak sayang." ucap daddy Alvonso sambil senyum pepsodent.
" Aduh Daddy sudah punya cucu banyak juga senang banget." ucap mommy Laras
" Walau Daddy sudah tua tapi semangat bertempur masih kuat sayang. Dua ronde ya sayang? punya Daddy sudah on melihat mommy yang semakin bertambah cantik." ucap daddy Alvonso
__ADS_1
" Kalau ada maunya bilang cantik." ucap mommy Laras
" Istriku memang cantik makanya Daddy cinta banget sama mommy. Mommy memang tidak cinta ya sama daddy?" tanya daddy Alvonso
cup
" Tentu saja honey, mommy cinta mati sama daddy." ucap mommy Laras sambil mengecup bibir suaminya.
" Terima kasih sayang, dua ronde ya?" ajak daddy Alvonso
" Ok.." jawab mommy Laras pasrah karena mommy Laras tahu sifat mesum suaminya.
Akhirnya merekapun melakukan kegiatan olahraga malam di atas ranjang hingga dua ronde setelah selesai barulah mereka istirahat.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1