Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Penyesalan Terdalam Ketiga Pria Psychopath


__ADS_3

" Mommy, daddy dan kakakku Emma maafkan Mira yang belum bisa membahagiakan kalian bertiga, maafkan Mira yang jarang memberikan kabar karena kesibukanku karena pekerjaan dan kuliah tapi yang pasti Mira sayang kalian semua. Jika takdirku mati dibunuh oleh kekasihku Charli, Mira mohon jangan membenci kekasihku karena jika lakukan itu sama saja membenci Mira karena Mira sangat mencintai kekasihku jantung hatiku Charli." ucap Mira


" Buat jantung hatiku Charli. Honey terima kasih kebahagiaan yang honey berikan padaku walau hanya dua hari aku sangat bahagia bisa mengenalmu. Awalnya aku takut tapi sekarang tidak lagi. Jika honey menyiksaku aku tidak akan melawan lakukanlah sesuka honey, hanya satu pintaku akulah wanita terakhir yang mati di tanganmu. Kita bertiga aku, Denisa dan Amora mempunyai perasaan yang sama akan di siksa oleh orang yang kami cintai. Hilangkan jiwa psychopath jangan tanganmu di nodai untuk menyiksa dan membunuh sudah cukup aku wanita terakhir. Oh iya honey dokumen dan kartu kredit serta kartu debit aku simpan di laci milikmu, maaf kemarin aku pakai buat membantu orang yang membutuhkan. Tapi honey tenang uangnya sudah aku kembalikan. Uang itu hasil tabungan waktu aku kecil hingga sekarang. Selamat tinggal honey aku sangat sangat dan sangat mencintaimu." ucap Mira sambil tersenyum.


" Buat suamiku dan juga dua sahabat suamiku sekaligus kekasih 2 sahabatku. Aku berharap persahabatan kalian langgeng dan saling percaya tidak ada kata pengkhiatan seperti persahabatan ke dua sahabat mommyku dan juga dua sahabat daddy yang sampai sekarang masih bersahabat bahkan anak - anak mommy dan daddy menikah dengan anak - anak sahabat mommy dan daddy. Jika kami bertiga diijinkan Tuhan untuk hidup, aku ingin seperti orang tuaku anak - anak kami bisa menikah dengan anak - anak sahabatku sekaligus sahabat suamiku. Jadi kita menjadi 6 sahabat yang tidak terpisahkan seperti orang tuaku." ucap Denisa sambil tersenyum dan membelai perutnya yang masih datar.


" Honey, ketika aku test pack hasilnya positif aku senang sekali bisa memberikan hadiah berharga untukmu. Tapi aku merasakan kalau hari ini kita akan berpisah agak lama. Maafkan kalau aku belum sepenuhnya menjadi istri yang baik untukmu. Honey, aku sangat sangat dan sangat bahagia menikah dengamu, jaga dirimu baik - baik. Aku mohon jangan lukai atau membunuh orang lain begitu juga aku mohon buat 2 sahabat suamiku jangan lukai dan membunuhnya karena kami bertiga tidak ingin orang yang kami cintai musuhnya semakin tambah." ucap Denisa.


" Apa yang diucapkan sahabatku Denisa aku setuju, buat belahan jiwaku Baron dan dua sahabat belahan jiwaku, berusahalah menjadi sahabat yang baik dan tidak ada kata pengkhianatan dan jangan lukai orang lain lagi apalagi membunuh. Jaga diri kalian baik - baik." ucap Amora


" Honey, sama seperti yang dikatakan ke dua sahabatku. Hanya aku tambahkan hilangkan jiwa psychopath kalian bertiga dan tahan emosi kalian. Menyiksa ataupun membunuh itu tidak baik, hiduplah secara normal. Kami mohon dengan sangat hilangkanlah. Kami semua sangat sangat dan sangat mencintai pasangan kami masing - masing." ucap Mira


" Bye honey, jaga diri kalian." ucap mereka serempak.


" Oh ya, aku berubah pikiran nanti aku hubungi Alan agar ke mansionku mengambil 2 dokumenku kemudian ke mansion Mira dan dilanjutkan ke apartemen Amora karena mansionku paling jauh jadi ku rasa notarisnya sudah selesai membuat dua dokumen yang kalian butuhkan. Nanti kalian print dan tanda tangani dan berikan pada Alan ketika kita berada di rumah sakit. Aku merasakan kalau malam ini kita bertiga akan masuk ke rumah sakit antara hidup dan mati. Jika di antara kita ada yang hidup dan ada juga yang mati. Aku minta yang hidup kunjungi makamnya. Apapun yang terjadi dengan diri kita jangan membenci pasangan kita masing - masing. Buat Mira selain dua dokumen berikan juga ke Alan rekaman percakapan kita." ucap Denisa


" Ok. Semoga kita bisa berkumpul di alam yang berbeda." ucap Mira spontan.


" Hahahaha... tawa mereka bertiga.

__ADS_1


Bukan tawa kebahagiaan tapi tawa kesedihan karena akan berpisah dengan orang - orang yang dicintainya.


" Sudah malam, kita akhiri percakapannya apalagi Amora mau membeli martabak." ucap Denisa.


" Hati - hati Amora." ucap Denisa


" Hati - hati." ucap Mira


" Terima kasih Denisa dan Mira, sebelum putus kita berikan kecupan terakhir kita buat pasangan kita masing - masing." ucap Amora.


Mereka bertiga melambaikan tangan sambil memberikan kecupan dengan cara tangan kanannya ditutup di mulut kemudian direntangkan ke depan sambil mengucapkan salam perpisahan sambil tersenyum tulus walau ke tiga wanita cantik matanya sudah sembab karena kebanyakan menangis.


Mommy Laras mematikan ponselnya dan menatap ke tiga pria tampan itu yang sedang mengusap wajahnya dan air matanya mengalir dengan deras. Penyesalan Terdalam Ketiga Pria Psychopath yang menyiksa pasangan yang sangat mereka cintai hanya karena cemburu.


" Kalian bertiga sangat menyesal bukan karena orang yang kalian cintai terbaring lemah tidak berdaya antara hidup dan mati. Itu yang dirasakan oleh keluarga yang kalian siksa kemudian kalian bunuh." ucap mommy Laras


brugh


Mommy Laras berdiri dan berjalan ke tengah - tengah ke tiga pria tampan kemudian berlutut dihadapan mereka sambil menangis membuat ke tiga pria tampan itu terkejut sontak ke tiga pria tampan itu berdiri dan mengangkat mommy Laras berdiri tapi mommy Laras menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Mommy mohon hilangkan jiwa psychopath kalian bertiga, jika kalian tetap melakukan itu sia - sia pengorbanan Denisa, Mira dan Amora. Mommy bertanya sama kamu Max apakah Max mencintai istrimu dan sangat menyesal menyiksanya?" tanya mommy Laras


Ketiga pria tampan itu ikut berlutut di hadapan mommy Laras.


Tubuh Max bergetar hatinya sangat menyesal karena tidak mempercayai istri tercintanya terlebih ada anak mereka di janin istrinya yang Max sangat harapkan kini terbaring antara hidup dan mati. Max tidak memperdulikan dianggap cengeng oleh orang lain karena hatinya sangat hancur.


" Aku sangat sangat dan sangat mencintai Denisa dan sungguh sangat menyesal. Max bodoh sangat bodoh Max pintar IT tapi tidak menyelidikinya lebih dulu." ucap Max lirih sambil air matanya keluar menyesali perbuatannya.


" Berdirilah kalian." ucap mommy Laras sambil berdiri.


Merekapun berdiri saling berhadapan mommy Laras memegang ke dua pipi Max agar menatap mata mommy Laras.


" Kalau kamu mencintai putriku rubahlah dirimu Max hilangkan jiwa psychopathmu, hilangkan emosimu yang ingin menyiksa dan membunuh, mommy mohon padamu Max berjanjilah pada mommy dan daddy." pinta mommy Laras.


" Baik mom, Max berjanji." ucap Max lirih


Mommy Laras memeluk Max dan Max membalas pelukan mommy Laras.


" Terima kasih Max mommy percaya padamu." ucap mommy Laras.

__ADS_1


Mommy Laras melepaskan pelukan Max begitu pula dengan Max. Mommy Laras berjalan ke arah Baron dan kini mereka saling berhadapan hanya saja Baron menangis dengan tubuh gemetar menyesali perbuatannya sambil menundukkan kepalanya.


__ADS_2