
Max kini sudah sampai di rumah sakit dan memarkirkan mobilnya. Max berjalan menuju ke ruangan ugd dan di sana sudah ada keluarga besar Alvonso.
" Habis dari mana Max?" tanya mommy Laras
" Kapan sampai Mom?" tanya Max menjawab pertanyaan Mommy Laras dengan pertanyaan juga.
" Sudah dari tadi, kamu dari mana Max?" tanya Mommy Laras ulang
" Mencari orang yang mencelakakan Denisa mom." ucap Max
" Sudah kamu ketemukan Max?" tanya daddy Alvonso
" Sudah dad." jawab Max jujur
" Kemana orangnya?" tanya daddy Alvonso
" Sudah ma*i dad." ucap Max jujur
" Kamu yang membunuhnya Max?" bisik mommy Laras.
" Bukan, teman - temanku yang melakukannya." ucap Max
" Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Max
Max pun menceritakan semua yang terjadi waktu Denisa ditemukan di mansion milik Max.
ceklek
Pintu terbuka tampak dua orang perawat mendorong brankar milik Denisa dan juga dua orang dokter. Siapa lagi kalau bukan dokter Kennath yang kebetulan pemilik rumah sakit tersebut dan dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut. Semua berdiri dan mendekati dokter Kennath sedangkan dokter satunya pergi ke ruang pribadinya.
" Gimana Ken?" tanya daddy Alvonso
Dokter Kennath menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menatap satu persatu anggota keluarga besarnya.
" Denisa sekarang di ruang perawatan, jangan membicarakan dulu kalau dirinya keguguran. Kalau sudah kuat kalian boleh membicarakan. Satu lagi akibat luka di perut sangat sulit buat Denisa mempunyai anak." ucap dokter Kennath sedih.
" Makasih Ken." ucap daddy Alvonso dengan nada sedih.
Dokter Kennath hanya menganggukkan kepala. Dirinya juga merasa sedih karena sudah menganggap Denisa sebagai putrinya.
" Max, mommy ingin menanyakan sesuatu padamu." ucal mommy Laras
" Tanyakan saja mom." ucap Max dengan nada sedih karena kehilangan ke dua anaknya yang belum sempat di lihatnya.
" Kalian masuklah ke ruang perawatan tungguin Denisa, mommy dan daddy akan berbicara dengan Max." ucap mommy Laras.
" Baik mom." ucap mereka serempak
" Ingat pesan mommy jangan membicarakan tentang keguguran biar mommy akan berbicara dengan Denisa." ucap Mommy Laras lagi
" Baik mom." jawab mereka setempak lagi.
__ADS_1
Kak Alvonso beserta keluarga kecilnya, Kak Alvian beserta keluarga kecilnya, Kak Alviana beserta keluarga besarnya, Kak Harlan beserta keluarga kecilnya, Kak Debby dan kak Denis semua menunggu adik kesayangannya di ruang perawatan. Sedangkan dokter Kennath berjalan menuju ke ruangan pribadinya untuk mengganti pakaian bekas operasi tadi.
Kini tinggallah daddy Alvonso, mommy Laras dan Max yang berada di luar ruang perawatan vvip tempat Denisa sedang di rawat.
" Max, kemungkinan Denisa tidak mempunyai anak. Apakah kamu tetap mencintai Denisa?" tanya mommy Laras tanpa basa basi
" Tentu saja Max akan selalu mencintai Denisa. Dari pertama sebelum menikah dan sesudah menikah Max akan selalu mencintai Denisa. Memang kenapa mom?" tanya Max bingung
" Semua orang pasti menginginkan anak Max sedangkan Denisa akan sulit mempunyai anak." ucap mommy Laras lirih
" Max tahu mom dan Max akui sangat menginginkan anak tapi Max sangat mencintai Denisa dan tidak mungkin Max berpisah atau menikahi wanita lain untuk mendapatkan anak karena hati Max sudah sepenuhnya milik Denisa. Apalagi Max mempunyai ponakan banyak, Max bisa menganggap mereka anak - anak Max." ucap Max tegas
" Terima kasih Max, mommy sangat senang mendengarnya." ucap mommy Laras tulus
" Max, jika istrimu sedih atau marah - marah, daddy mohon kamu memberinya semangat dan juga sabar jangan ikut - ikutan marah. Berilah semangat untuk istrimu karena daddy yakin bukan kamu saja yang sedih kehilangan anak - anak tapi istrimu lebih terpukul lagi." ucap daddy Alvonso
" Iya dad, Max akan ingat pesan daddy." ucap Max
" Bagus, daddy mempercayakan putri daddy padamu." ucap daddy Alvonso sambil memeluk Max
" Terima kasih dad." ucap Max tulus sambil membalas pelukan daddy Alvonso.
" Daddy dan Max kita masuk ke ruang perawatan Denisa. Max kamu bicaralah dengan Denisa dari hati ke hati nanti kita semua pergi keluar." ucap mommy Laras
" Baik mom." jawab Max.
Setelah selesai bercakap - cakap mereka bertiga masuk ke dalam ruang perawatan. Mereka bertiga melihat Denis sedang bercakap - cakap dengan kakak - kakaknya dan juga kakak - kakak iparnya.
" Kita pergi kemana mom?" tanya Alviana
" Sudah lama anak - anak mommy dan daddy jarang berkumpul semuanya jadi mommy ingin kita pergi jalan - jalan mengelilingi kota." ucap mommy Laras
" Baik mom." jawab mereka serempak
" Mommy, daddy dan semua kakakku curang." ucap Denisa cemberut
" Curang kenapa sayang?" tanya mommy Laras bingung
" Akukan lagi sakit gimana mau ikut?" ucap Denisa cemberut
" Nanti kalau kamu sudah sehat kita semua liburan ke Bali selama satu minggu." ucap daddy Alvonso
"Benarkah dad?" tanya Denisa dengan mata berbinar sambil tersenyum bahagia.
" Benar sayang karena itu cepat sembuh ya?" ucap daddy Alvonso sambil memeluk putrinya kemudian mengecupnya.
cup
" Daddy dan mommy dan kita semuanya sayang padamu." ucap daddy Alvonso tulus
" Denisa juga sangat sayang pada mommy, daddy dan semua kakak - kakakku." ucap Denisa sambil membalas pelukan daddy Alvonso.
__ADS_1
Mommy Laras dan semua kakak - kakaknya bergantian mengecup dan memeluk Denisa membuat hati Max bahagia melihat keluarga besarnya saling menyayangi. Kehangatan Keluarga Besar Alvonso terasa sekali di hati Max membuat Max berjanji untuk selalu setia pada istrinya dan akan melindungi istrinya dengan sepenuh jiwanya.
Selesai mengecup dan memeluk Denisa mereka semua pergi meninggalkan Denisa dan Max berdua di ruang perawatan vvip.
.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1