
" Itulah yang terjadi." ucap Amora
" Berarti kamu sama sekali tidak meminum obatnya?" tanya Denisa yang duduk di samping ranjang kiri Amora.
" Iya karena aku tidak tahu di mana obat itu." ucap Amora
" Kamu bagaimana Denisa?" tanya Amora
" Aku meminum tapi belum ada setengah jam lebih suamiku datang dan aku berusaha mengulur waktu. Aku juga sempat di siksa tapi hanya sebentar karena obatnya sudah mulai bekerja dan perutku terasa sangat sakit kemudian aku tidak ingat apa yang terjadi, tahu - tahu sudah berada di rumah sakit." ucap Denisa
" Sekarang bagaimana keadaanmu?" tanya Amora
" Sudah mulai membaik besok siang aku boleh pulang." ucap Denisa
" Aku sangat senang mendengarnya, oh ya bagaimana dengan janinnya? apakah baik - baik saja?" tanya Amora dengan nada kuatir
" Baik - baik saja." ucap Denisa
" Syukurlah aku ikut senang." ucap Amora sambil tersenyum.
" Amora apakah kamu mau makan? mommy suapin ya?" ucap mommy Laras.
" Tidak mommy, Amora belum merasakan lapar." ucap Amora.
" Makanlah sedikit yang penting ada yang masuk ke perut." bujuk mommy Laras.
" Maaf mommy, Amora lagi tidak ingin makan." tolak Amora dengan nada lembut.
" Baiklah, tapi kalau lapar makan ya?" pinta mommy Laras
" Baik mom, terima kasih atas perhatian mommy." ucap Amora.
" Kamukan sudah mommy anggap anak mommy sendiri.
" Sekali lagi terima kasih mommy sudah menganggap Amora anak mommy." ucap Amora sambil tersenyum.
" Amora." panggil mommy Laras yang berdiri di samping kanan Amora sambil memegang bahu Amora dengan tangan kirinya dan tangan kanannya mommy Laras memegang ponselnya untuk merekam percakapan mommy Laras dan Amora.
" Iya mom." jawab Amora
" Apakah kamu masih mencintai Baron?" tanya mommy Laras
" Aku sangat mencintainya mom tapi aku buta dan aku tidak ingin menyusahkannya." ucap Amora tanpa sadar airmatanya keluar.
" Kalian berdua saling mencintai, menikahlah dengan Baron." pinta mommy Laras.
" Mommy, aku sekarang bukan wanita yang sempurna. Aku buta apa bisa aku menjadi istri yang baik buat suamiku Baron? Aku tidak bisa melakukan pekerjaan seorang istri menyiapkan air hangat, memasak, menyiapkan pakaian kerja, mengantar sampai depan ketika suamiku berangkat ke kantor dan masih banyak lagi." ucap Amora dengan nada sedih.
" Mommy rasa Baron akan menerimamu apa adanya." ucap mommy Laras
" Tapi mommy aku tidak ingin menjadi beban suamiku Baron." ucap mommy Laras.
Mommy Laras hanya menghembuskan nafasnya perlahan dan menatap wajah Amora kemudian menghapuskan air mata yang keluar dari mata indah Amora.
" Pikirkan dulu Amora sebelum nantinya kamu menyesal." pinta mommy Laras
__ADS_1
" Aku sudah pikirkan mom, aku sangat mencintai kekasihku Baron dan ingin menikah dengannya tapi Amora tidak boleh egois mom, kekasihku sangat tampan dan kaya pasti ada orang yang lebih baik dari Amora. Bukankah cinta tidak harus saling memiliki." ucap Amora
" Iya betul, mommy tidak akan memaksamu dan mommy berharap kamu selalu bahagia." ucap mommy Laras.
" Terima kasih mommy." jawab Amora
" Sama - sama. Oh iya Denisa mau di sini atau istirahat?" tanya mommy Laras sambil mematikan rekaman suaranya.
" Denisa mau istirahat mom, maaf Amora badanku masih lemas." ucap Denisa
" Tidak apa - apa Denisa. Istirahatlah kasihan ada bayi didalam kandunganmu." ucap Amora.
" Ok. Nanti sore aku ke sini lagi." ucap Denisa
" Ok." jawab Amora singkat
" Mommy dan Denisa akan pergi dulu." pamit mommy Laras.
" Iya mom." jawab Amora sambil tersenyum.
Mommy Laras berjalan dengan memutar ranjang ke arah Denisa kemudian mendorong kursi roda menuju ke luar. Sampai di luar mereka berdua melihat Max dan Baron sedang mengobrol. Max melihat mommy Laras mendorong kursi roda Denisa dan Max mengambil alih untuk mendorong kursi roda Denisa.
" Honey, aku ingin menengok Mira." pinta Denisa
" Makan saja dulu nanti selesai makan boleh melihat Mira." ucap Max dengan nada lembut.
" Baiklah." jawab Denisa pasrah.
" Mommy, Max mau menemani Denisa ke ruang perawatan." pamit Max
" Ok." jawab mommy Laras singkat
" Ok." jawab Baron singkat
Max mendorong kursi roda Denisa menuju ke ruang perawatan vvip 1. Kini tinggallah mommy Laras dan Baron. Mereka duduk di ruang tunggu luar perawatan vvip 2.
Di rumah sakit besar milik dokter Kennath ada 6 ruang perawatan vvip dan di lengkapi ruang tunggu di luar maupun di dalam.
" Mommy, gimana Amora? Apakah Amora mau menikah denganku?" tanya Baron sambil memandang wajah mommy Laras.
" Dengarkanlah percakapan mommy dengan Amora." pinta mommy Laras sambil memberikan ponselnya.
Baron menerima ponsel yang diberikan mommy Laras dan memutar percakapan mereka berdua. Setelah selesai mendengarkan Baron memberikannya kembali ke mommy Laras.
" Baron, mommy tanya sekali lagi. Apakah kamu mencintai Amora dalam kondisi buta?" tanya mommy Laras.
" Mommy, Amora buta juga karena ulahku dan tentu saja aku mau menerima dirinya apa adanya. Bagi Baron, Amora adalah wanita yang cocok buat Baron dan Baron ingin menikah dengan Amora." ucap Baron.
" Sekarang masuklah ke dalam dan bilang padanya kalau kamu mau menerima Amora apa adanya jika dia tidak mau katakanlah...." pinta mommy Laras sambil membisikkan sesuatylu ke telinga Baron.
Baron yang mendengar bisikkan mommy hanya tersenyum dan setuju ide mommynya.
" Baik mom. Terima kasih
Baron berdiri dan berjalan menuju ke ruang perawatan vvip untuk menemui calon istrinya. Baron membuka pintu dan melihat Amora sedang berbaring sambil membuka matanya.
__ADS_1
" Siapa itu?" tany Amora
Baron terdiam dan berjalan masuk ke dalam dan duduk di samping ranjang rumah sakit.
" Honey." panggil Amora lirih sambil tangannya mencari tangan Baron
Baron yang mengerti langsung memegang tangan Amora dengan menggunakan tangan kanannya. Hati Baron sangat senang mendengar kekasihnya memanggil dirinya seperti dulu dengan sebutan Honey.
" Iya sayang aku Baron." ucap Baron lembut sambil membelai rambut Amora.
" Honey, bolehkah menolongku mengambil air minum? aku sangat haus." pinta Amora berharap.
" Baik sayang." ucap Baron sambil tersenyum walau dirinya tahu Amora tidak melihat senyumannya.
Baron mengambil gelas yang berisi air minum dan memberikannya ke Amora. Amora hanya meminum setengahnya saja. Baronpun menaruh gelasnya kembali. Baron melihat mangkok yang berisi bubur belum di sentuh oleh Amora.
" Sayang aku suapin makan bubur ya?" ucap Baron.
" Aku tidak lapar honey." ucap Amora
" Bagaimana kalau makan bubur dengan cara berbeda?" ucap Baron
" Maksudnya?" tanya Amora bingung.
" Buka mulutmu." pinta Baron
" Buat apa?" tanya Amora bingung.
" Bukalah nanti kamu akan tahu." ucap Baron sambil berdiri dan mengambil mangkok yang berisi bubur.
Amorapun membuka mulutnya dan Baron mengambil sesendok bubur dan dimasukkan ke dalam mulutnya. Wajah Baron didekatkan ke wajah Amora dan memasukkan bubur ayam yang berada di dalam mulutnya ke mulut Amora dengan menggunakan lidahnya. Amora terkejut mendapatkan perlakuan kekasihnya kemudian memakan buburnya.
" Mau makan yang seperti tadi atau makan dengan menggunakan sendok?" goda Baron.
" Pakai sendok saja." ucap Amora dengan wajah yang sudah memerah karena malu.
" Baiklah sekarang a lagi." ucap Baron sambil tersenyum melihat wajah Amora yang bersemu merah.
Amora pun membuka mulutnya suapan demi suapan akhirnya bubur itupun habis tanpa sisa.
" Anak pintar sekarang minum dulu ya?" ucap Baron
Baron menaruh mangkok kemudian mengambil gelas yang berisi air minum yang tinggal setengah. Baron memberikan gelas tersebut ke Amora dan Amora meminumnya. Selesai minum Baron menaruh gelasnya kembali.
" Sayang, besok kita menikah ya?" pinta Baron
" Honey aku buta, carilah wanita yang lebih baik dariku. Honney tenang saja semua aset yang honey berikan padaku sudah aku kembalikan." ucap Amora sambil tersenyum walau hatinya sangat terluka dan bertentangan dengan kata hatinya.
" Bagiku kamulah wanita yang terbaik. Maafkan perbuatanku, aku sangat menyesal melakukan itu padamu. Aku mohon berikan padaku kesempatan ke dua." pinta Baron sambil menggenggam tangan Amora dan mengecup punggung tangan Amora.
" Honey aku buta, aku tidak mungkin bisa menjalan kewajiban sebagai seorang istri. Tidak bisa masak, tidak bisa menyiapkan air hangat untuk honey mandi dan juga tidak bisa menyiapkan pakaian kerja honey dan masih banyak lagi yang tidak bisa aku lakukan." ucap Amora
" Masih diluaran sana yang lebih baik dariku karena itu aku meminta padamu untuk melupakanku." sambung Amora sambil menahan air matanya agar tidak keluar.
Baron memegang ke dua pipi Amora dengan lembut.
__ADS_1
" Sayang, aku ingin kamu jujur padaku. Apakah kamu tidak mencintaiku?" tanya Baron
" Tentu saja aku sangat mencintaimu honey tapi aku tidak boleh egois. Bukankah cinta itu tidak harus saling memiliki?" ucap Amora