
Sampai di kantor mereka berjalan bersamaan ke lobby menuju pintu lift dan benar saja banyak wanita mencibir Mira.
" Wih pakaiannya ganti, aku rasa dia habis merayu bos untuk tidur bersama." cibir wanita pertama.
" Cih, dasar wanita murahan." ucap wanita ke dua
" Iya wanita murahan dan tidak tahu malu."ucap wanita ke tiga
" Pegawai baru merayu bos." ucap wanita ke empat.
Dan masih banyak cibiran membuat Mira meneteskan air mata dan berlari meninggalkan Charli karena tidak kuat mendengar cibiran pegawai kantor, Mira masuk ke dalam pintu lift karyawan yang kebetulan semua orang sedang keluar dari pintu lift sehingga lift itu kosong. Hal itu membuat Charli menghentikan langkahnya. Charli membalikkan badannya sambil matanya menatap tajam.
" Kalian semua di pecat, Heru." panggil Charli sambil menatap tajam ke arah mereka
Heru adalah kepala HRD yang kebetulan ada di situ.
" Ada apa tuan?" tanya kepala HRD
" Kamu bikin surat pemecatan buat mereka yang telah menghina sekretarisku. Asal kalian tahu semua bahwa tuduhan kalian salah. Sektetarisku mengganti pakaian karena seorang pelayan tidak sengaja menumpahkan juice dan mengenai kepala sekretarisku karena itulah sekretarisku mengganti pakaian baru." ucap Charli sambil berjalan ke pintu lift khusus CEO
" Baik tuan." jawab kepala HRD
" Tuan maafkan kami." pinta mereka serempak yang sebentar lagi akan di pencat.
Charli tidak memperdulikan ucapan minta maaf mereka. Charli tetap masuk ke dalam lift dan membalikkan badannya sambil menatap tajam ke arah mereka bersamaaan lift tertutup.
ting
Pintu lift terbuka, Charli berjalan menuju ke ruangan sekretaris yang kebetulan dekat dengan pintu lift. Charli melihat Mira sedang mengetik pekerjaan dan terdengar bunyi suara printer.
" Kamu tidak apa - apa kan Mira?" tanya Charli
Mira menatap Charli sambil tersenyum.
" Tidak apa - apa tuan." jawab Mira yang masih tersenyum menahan luka dan Charli tahu itu dan terlebih mata sembab Mira membuat hati Charli sakit.
" Akukan sudah bilang kalau berdua panggil namaku kenapa masih memanggil nama tuan?" tanya Charli
" Maaf tuan saya takut nanti tiba - tiba ada yang datang. Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Mira sambil tersenyum.
__ADS_1
" Tidak ada lanjutkan saja pekerjaannya." jawab Charli dengan nada dingin kemudian Charli melanjutkan perjalanan menuju ke ruang kerjanya.
Mira melanjutkan pekerjaannya kembali. Charli hatinya merasa sakit melihat Mira matanya sembab dan sekaligus agak kesal ketika Mira memanggil dirinya dengan sebutan tuan kembali.
Charli melanjutkan pekerjaan kembali hingga tidak terasa jam 3 siang pintu ruangan Charli di ketuk.
" Masuk." teriak Charli
ceklek
Mira membuka pintu ruangan Charli sambil tersenyum. Mira berjalan sambil membawa beberapa dokumen menuju ke meja Chari. Charli yang sedang sibuk mengerjakan laptop mendengar suara sepatu heels langsung mengangkat kepalanya.
" Mira duduklah." pinta Charli sambil menunjukkan kursinya.
" Terima kasih tuan." jawab Mira
Charli menatap tajam ke arah Mira membuat Mira memejamkan matanya kemudian menghembuskan nafasnya perlahan. Mira membuka matanya dan menatap wajah tampan Charli.
" Terima kasih kak Charli, ini dokumennya sudah aku kerjakan semuanya." ucap Mira
" Bagus, duduk di situ aku akan mengeceknya." ucap Charli
Charli mulai mengecek satu persatu isi dokumen. Charli tersenyum karena tidak ada satupun yang salah.
" Aku sangat senang pekerjaanmu tidak ada satupun yang salah. Ini kerjakan dokumen lagi dan digunakan besok pagi untuk meating di kantor." ucap Charli sambil memberikan dokumen.
" Kak Charli bolehkah?... " tanya Mira sambil menggantungkan kalimatnya.
" Mau minta apa? mobil, apartemen, perhiasan atau apa? aku akan belikan apapun yang kamu minta." ucap Charli sambil mengetes apakah Mira mata duitan atau matre.
Charli tidak ingin hatinya sakit lagi ketika sudah mencintainya terlalu dalam ternyata Mira hanya memanfaatkan dirinya.
" Aish memangnya aku cewek matre. Aku tidak butuh itu sudah cukup bagiku apa yang kupunya saat ini." ucap Mira dengan nada cemberut sambil bibir bawahnya di majukan ke depan.
deg
Jantung Charli berdetak kencang melihat bibir Mira membuatnya ingin merasakannya.
( " Aduh kenapa aku jadi mesum lagi padahal Mira tidak menggodaku. Sabar - sabar nanti kalau langsung ku cium pasti dia berhenti kerja dan aku tidak bertemu lagi tapikan jika Mira berhenti kerja harus membayar denda 1 milyar belum lagi di tambah pakaian yang tadi aku beli. Hehehe... aku bikin tambah banyak utangmu agar kamu tidak bisa keluar. Kamu memang gadis berbeda Mira dan aku tidak salah memilihmu. Bagaimanapun kamu harus aku dapatkan Mira." ucap Charli dalam hati ).
__ADS_1
" Kak Charli... kak Charli..." panggil Mira sambil memegang tangan Charli
Charli terkejut dari lamunannya dan matanya turun ke bawah melihat Mira memegang tangannya membuat jantunya berdetak kencang. Mira yang tersadar dari tatapan Charli langsung melepas tangannya yang memegang tangan Charli.
" Maaf kak Charli karena aku memanggil beberapa kali kak Charli diam saja. Ada masalah kak?" tanya Mira dengan nada lembut.
" Tidak ada. Oh ya kamu minta apa?" tanya Charli ulang sambil berusaha menetralkan jantungnya dan rasa gugupnya.
" Hmmm... aku ingin keluar kerja." cicit Mira
Charli yang semula tersenyum ke arah Mira membuat senyumannya memudar.
" Kenapa?" tanya Charli singkat dengan nada dingin
" Karena orang kantor membicarakan kita, aku tidak ingin orang - orang menjelekkan kak Charli biarlah namaku dijelek -jelekkan asalkan kak Charli tidak." ucap Mira dan tidak berapa lama Mira mengeluarkan air mata
Charli berdiri dan berjalan ke arah Mira dan menarik tangan Mira dengan lembut kemudian memeluknya. Mira terkejut dan akhirnya membalas pelukan Charli yang terasa nyaman. Pelukan ke dua bagi Mira setelah ayahnya tapi bagi Charli pelukan yang ke sekian wanita.
" Kenapa kamu perduli padaku?" tanya Charli sambil mendorong sedikit tubuhnya agar bisa melihat wajah Mira.
" Karena aku melihat kak Charli baik dan aku tidak rela jika orang menjelekkan kak Charli." ucap Mira sambil menatap wajah tampan Charli.
Charli tersenyum dan melepaskan pelukannya kemudian menghapus air mata Mira dengan menggunakan ke dua ibu jarinya kemudian memeluknya kembali. Jantung Charli dan Mira berdetak kencang. Charli menatap bibir Mira dan ingin merasakannya.
cup
Charli yang sudah tidak tahan mengecup bibir Mira dan terasa manis. Mira terkejut karena ciuman itu merupakan ciuman pertamanya.
" Ciuman pertamaku." ucap Mira
Charli tersenyum dan bahagia karena dirinya yang berhasil mencium Mira untuk pertama kalinya.
" Aku balikin lagi ciumannya." ucap Charli
Charli sengaja berbicara seperti itu karena dirinya merasa candu dengan bibir Mira.
cup
Charli mengecup bibir Mira kemudian tidak berapa lama menjadi *******. Mira yang merasa kaku hanya menikmati ciuman. Charli menggigit bibir atas Mira agar terbuka setelah terbuka barulah Charli memasukkan lidahnya ke mulut Mira. Tangan Charli tidak tinggal diam tangan kirinya masuk ke dalam dres dan tangan kanannya memegang salah satu gunung kembar Mira dan membelainya dari luar.
__ADS_1
Charli merasakan ciumannya berubah asin, Charli melepaskan ke dua tangannya dan bibirnya. Charli menghapus air mata Mira dengan menggunakan ke dua jarinya kemudian memeluknya.