Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Debby dan Leo


__ADS_3

Seperti perkataan Alvian, Debby mengendarai mobil dengan cepat, Charli yang duduk di kursi belakang sambil pahanya digunakan sebagai bantalan kepala Mira yang sedang berbaring tangan kirinya memegang pegangan mobil sedangkan tangan kanannya menahan kepala Mira agar tidak terjatuh.


" Debby kurangi sedikit, nanti Mira bisa jatuh." protes Charli


Debby diam hanya mengurangi laju mobilnya tidak terlalu kencang seperti tadi. Hingga tidak terasa mereka sampai di rumah sakit. Debby menghentikan mobilnya dan Charli langsung membuka pintu mobil kemudian menggendong Mira sedangkan Debby keluar memanggil suster.


" Suster... suster..." panggil Debby


Dua orang suster langsung mendorong brankar dan Charli merebahkan perlahan tubuh Mira. Charli mengikuti suster yang mendorong brankar menuju ke ruang UGD sedangkan Debby membalikkan badannya untuk memarkirkan mobilnya di tempat parkir.


Debby mematikan mesin mobilnya kemudian membuka pintu mobil untuk turun dari mobil setelah turun Debby menutup pintu kembali dan menekan remote mobil agar terkunci.


Baru saja membalikkan badannya seorang pria menghadang jalannya sambil menarik pinggang Debby sambil menatapnya dengan tatapan tajam.



" Kak Leo." panggil Debby sambil tersenyum


Leo hanya diam tidak menjawab sapaan Debby.


" Kak Leo ada apa?" tanya Debby sambil wajahnya didekatkan ke arah Leo



Wajah mereka sangat dekat, Debby dan Leo saling menatap. Ke dua jantung mereka saling berdetak kencang dan hembusan nafas mereka terasa di wajah mereka berdua.


" Ikut aku." ucap Leo sambil menarik tangan Debby.


" Kita mau kemana?" tanya Debby


" Ikut saja dan jangan banyak tanya." ucap Leo dengan nada dingin.


Debby hanya pasrah dan mengikuti langkah Leo hingga Leo membukakan pintu mobil di samping pengemudi.


" Masuk." ucap Leo dengan nada dingin


Debby langsung masuk ke dalam mobil, Leo menutup mobilnya kemudian memutar arah dan duduk di samping mobil. Leo mengendarai mobil tanpa bicara dan sekali - kali Debby melirik Leo begitu pula dengan Leo.


" Kak Leo sebenarnya ada apa?" tanya Debby


hening


hening


" Kalau diam saja aku turun." ucap Debby yang mulai kesal


Leo mengendarai mobil dengan kencang membuat Debby bertambah kesal.


" Kalau berani turun." ucap Leo yang masih dengan nadanya dingin.


Debby menghembuskan nafasnya secara kasar kemudian menatap Leo.

__ADS_1


" Baiklah." Jawab Debby santai sambil melepaskan sabuk pengaman kemudian membuka pintu mobil dan siap turun dengan kondisi mobil masih kencang.


Leo menarik tangan Debby agar tidak melakukannya.


" Tutup pintu mobilnya." perintah Leo


" Tutup saja sendiri." ucap Debby


cittttt


Leo menghentikan mobilnya membuat Debby nyaris kepalanya membentur dashboard mobil untunglah tangan kiri Leo menghalanginya. Leo menahan sakit pada punggung tangannya. Untunglah jalanan agak sepi sehingga terhindar dari kecelakaan.


" Kamu mau mati ya turun dari mobil." bentak Leo sambil menutup pintu mobil kemudian menguncinya.


Leo mengendarai mobil kembali sedangkan Debby hanya menatap Leo dengan tajam hatinya sangat sakit karena baru kali ini dirinya di bentak oleh seseorang terlebih Debby sudah mulai ada perasaan suka terhadap Leo.


Debby memalingkan wajahnya agar Leo tidak melihat kalau Debby mengeluarkan air mata tapi tatapan tajam Leo mengetahuinya kalau Debby mengeluarkan air mata.


Leo hanya diam tetap mengendarai mobil hingga sampailah mereka di apartemen milik Leo. Leo menghentikan mobilnya dan menarik tangan Debby untuk masuk ke apartemen Leo.


" Buat apa kita ke sini?" tanya Debby


" Kamu akan tahu." jawab Leo


Debby hanya bisa diam dan mengikuti langkah Leo. Leo menekan pin apartemen nya kemudian masuk ke dalam apartemen.


Debby membulatkan matanya sempurna melihat betapa berantakan apartemen Leo. Di lantai banyak botol dan kaleng bekas minuman alkohol yang berserakan di lantai.



" Iya kenapa?" tanya Leo


" Kak Leo sangat tampan tapi kok rumahnya mirip kapal pecah tidak sesuai." ledek Debby


" Kalau begitu rapikan!!" perintah Leo


" Aku?" tanya Debby sambil menunjuk dirinya sendiri


" Iya kamu? siapa lagi. Jangan - jangan ngga bisa merapikan hanya bisa ngomong doang." ledek Leo


" Mau taruhan?" ajak Debby


" Taruhan apa?" tanya Leo sambil menaikan satu alis matanya .


" Jika apartemen kak Leo bersih aku minta kak Leo masakkin buatku tapi kalau apartemen nya tidak bersih maka aku yang masak. Bagaimana setuju?" tanya Debby


" Aku tidak setuju." ucap Leo


" Kenapa?" tanya Debby


" Yang pertama kamu tidak mungkin bisa membersihkan apartemen ku sampai bersih dan ke dua kamu tidak mungkin bisa masak. Pasti masakkanmu rasanya asin, pahit dan bisa aku masuk ke rumah sakit." ucap Leo sambil tersenyum meremehkan kemampuan Debby

__ADS_1


" Lalu apa taruhannya kalau menang dan yang kalah? tanya Debby


" Kalau kamu menang baik aku akan masak tapi kalau aku yang menang aku akan menciummu. Bagaimana?" tanya Leo


" Ok, deal. Selagi aku membereskan kak Leo membeli bahan makanan." ucap Debby


" Buat apa?" tanya Leo


" Buat kak Leo masak pasti kak Leo kalah." ledek Debby


" Tidak mungkin aku kalah." ucap Leo dengan percaya diri.


Debby hanya diam dan mengeluarkan ponselnya kemudian mengetik sesuatu membuat Leo penasaran.


" Mau minta bantuan ya?" ledek Leo


" Tidak, aku mau kirim pesan ke kak Leo untuk membeli bahan makanan." ucap Debby yang masih mengetik pesan.


" Kak Leo berapa nomer ponselnya?" tanya Debby


" Buat apa?" tanya Leo


" Buat ngirim pesan ke kak Leo lah masa ke mommy ku." ucap Debby


" 00xx xxxx 1334 itu nomer ponselku." ucap Leo


Debby mengetik nomer Leo kemudian mengirimnya dan tidak berapa lama ponsel milik Leo bergetar sekali. Leo membuka ponselnya dan melihat pesan dari Debby yang berisi bahan - bahan untuk di masak.


" Kok sudah ada namanya Belahan Jiwaku?" guman Debby


" Kenapa Deb?" tanya Leo sebenarnya dia mendengar nya hanya pura - pura tidak dengar.


" Kok di ponselnya tulisannya Belahan Jiwaku kapan aku menyimpan nomer kak Leo?" tanya Debby sambil memperlihatkan ponselnya ke Leo


" Mana aku tahu." ucap Leo acuh.


" Nomer ponselmu ada dua ya?" tanya Leo


" Tidak hanya satu ini kenapa?" tanya Debby


" Ah tidak apa - apa hanya saja waktu itu sahabatmu memberikan nomer mu tapi nomernya beda." ucap Leo


" Coba aku lihat nomernya?" tanya Debby


Leo memperlihatkan nomer yang waktu itu diberikan Celine waktu di cafe ke Debby. Debby menerima ponsel Leo dan melihatnya.


" Ini nomer ponsel milik Celine." ucap Debby sambil memberikan ponselnya ke Leo


" Sudah kak Leo beli bahan makanan aku membereskan apartemen kak Leo. Dari tadi kita ngobrol terus, kalau sudah beres baru kita mengobrol." ucap Debby.


" Ok. Jawab Leo

__ADS_1


Leopun pergi meninggalkan Debby sedangkan Debby mencari kantong plastik untuk membuang sampah yang berserakkan di lantai.


__ADS_2