
" Apakah seorang istri menghubungi suaminya tidak boleh?" ucap Denisa dengan nada kesal.
" Boleh banget sayang, kenapa kangen ya?" goda Max
" Iya kangen banget malah, kapan pulang?" tanya Denisa lembut
Max tersenyum bahagia mendengar ucapan istrinya.
" Sayangku pandai menggombal ya? siapa yang mengajari?" goda Max
" Siapa yang gombal? aku serius honey aku kangen banget dan ingin dipeluk dirimu." ucap Denisa tersenyum malu.
" Terima kasih sayang, aku sangat senang mendengarnya." ucap Max sambil tersenyum bahagia.
Sontak Baron dan Charli saling menatap karena baru kali ini melihat senyuman Max karena Max selalu memasang wajah menyeramkan, dingin dan tidak pernah senyum.
" Honey, aku ingin makan rujak. Honey sebelum pulang beli bahan dan buah - buahhan nanti aku yang meracik bumbunya." pinta Denisa manja.
" Aku sudah beli sayang." ucap Max
" Lho kok?" ucap Denisa bingung
" Iya sayang, tadi aku pas lagi di jalan ingin makan rujak dan aku pergi ke mall untuk membeli bahan - bahannya dan juga buah - buahhan. Kenapa bisa samaan ya?" tanya Max dengan nada bingung.
" Kita kan sehati honey." ucap Denisa
" Hahahaha..." tawa Max pecah mendengar ucapan Denisa
Baron dan Charli terkejut sambil saling menatap kembali karena baru kali ini Max tertawa lepas tanpa beban.
" Honey kenapa tertawa? apa perkataanku lucu?" tanya Denisa dengan nada kesal
" Tidak sayang, aku sangat senang mendengar ucapanmu. Bersiap - siaplah habis makan rujak aku akan memakanmu." goda Max
" Aku tidak takut honey, aku akan pakai lingernie menunggumu pulang dan memakanku." ucap Denisa ikut menggoda suaminya.
" Aduh sayang sudah dulu ya?" pinta Max yang berusaha menahan hasratnya karena kalimat vulgar istrinya.
" Kenapa honey?" tanya Denisa bingung
__ADS_1
" Gara - gara kalimat vulgarmu adik kecilku meronta, aku akan secepatnya pulang untuk memakanmu." ucap Max sambil menahan hasratnya.
" Hahaha... yang mulai duluan kan kamu honey." ucap Denisa tertawa lepas
" Kamu benar - benar nakal ya sayang, awas aku bikin supaya tidak bangun dari ranjang." goda Max
" Hahaha... tidak takut." ucap Denisa sambil tertawa lepas kembali.
" Aishhh... kenapa sekarang istriku semesum ini?" tanya Max bingung.
" Itukan karena kamu honey." ucap Denisa
" Kok aku?" tanya Max bingung
" Honey kan sering mesum sama aku jadi aku ikutan mesum. Apakah honey marah karena aku seperti wanita murahan?" tanya Denisa dengan nada sedih
" Tidak sayang, aku sangat senang kalau sayangku mesum sama aku." ucap Max serius karena Max mendengar suara istrinya seperti sedih.
" Terima kasih honey, pulanglah cepat." pinta Denisa manja.
" Baik sayang, muachhh..." ucap Max sambil memberikan kecupan jarak jauh
tut tut tut
Denisa mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban Max membuat Max hanya menggelengkan kepalanya mendengar suara istrinya. Max menaruh ponselnya kembali dan menatap ke dua temannya yang menertawakan dirinya.
" Hahahaha... sangat lucu." ucap Baron dan Charli bersamaan
" Apa yang lucu?" tanya Max sambil menaikkan salah satu alis matanya
" Lihatlah Max kamu sangat senang menyiksa wanita tapi sama istrimu kamu sangat tunduk. Apalagi aku benar - benar heran sama kamu Max melihat tubuh mulus tapi adik kecilmu tidak tegang." ucap Baron
" Dulu sebelum kami menikah aku sempat menyiksa istriku karena aku pikir dia sama sama seperti wanita lain di luar sana tapi ternyata aku salah besar. Aku sangat menyesal dan berjanji pada diriku untuk tidak menyiksa dan setia. Mengenai adik kecilku aku juga tidak mengerti, sepertinya adik kecilku sangat setia dengan istriku." ucap Max santai.
" Bisa jadi." jawab mereka serempak
" Aku harap kalian bertemu dengan jodohnya dan berhenti menjadi laki - laki yang suka celap celup sana sini. Hanya setia satu wanita saja." ucap Max dengan nada serius
" Sebenarnya aku juga sudah bosan tapi aku belum menemukan seseorang yang tulus semuanya palsu." ucap Baron
__ADS_1
" Baron aku tahu dulu kamu itu sangat kaya raya dan mencintai seseorang dengan tulus tanpa merusak kehormatannya. Sampai kamu memberikan apapun yang di minta sampai kamu jatuh miskin dan wanita itu setelah mengetahui dirimu miskin dia pergi meninggalkanmu dan mencari pria lain untuk dijadikan mangsa baru hingga wanita itu mati di bunuh oleh kekasihnya yang baru berjalan dua bulan. Sejak saat itu kamu sangat membenci wanita dan mempermainkannya. Betul bukan?" ucap Max
" Dari mana kamu tahu?" tanya Baron terkejut
" Apapun tentangmu aku tahu semua. Kamu juga bisa kaya kembali karena kamu jadi ketua mafia. Aku bukan tipe orang yang suka mengusik orang kecuali orang itu mengusikku dan mengusik istriku. Aku hanya berharap saja agar kamu bisa bertemu dengan seseorang yang tulus mencintaimu apa adanya, kalian berdua sahabatku aku ingin kalian menikah dengan seseorang yang baik dan tulus mencintai kalian." ucap Max tulus.
" Aku tahu kamu memang sahabat baikku, aku tidak salah memilihmu sebagai sahabatku." ucap Baron sambil memeluk Max
Maxpun tersenyum dan membalas pelukan Baron kemudian melepaskannya.
" Untung dirimu tidak tahu masalaluku." ucap Charli sambil tersenyum.
" Kata siapa aku tahu semua tentang masa lalumu." ucap Max sambil tersenyum meledek.
Senyuman Charli langsung memudar ketika mendengar ucapan Max.
" Apa yang kamu tahu tentang diriku?" tanya Charli dengan nada dingin.
" Apakah kamu ingin mendengarnya?" tanya Max
" Aku penasaran masa lalu Charli karena Charli sangat tertutup padaku. Katakan Ali bagaimana masa lalu Charli." pinta Baron
Charli menatap tajam ke arah ketua mafia.
" Charli, kamu sudah tahu masa laluku apakah aku salah ingin mengetahuinya? kita bertiga bersahabat jadi kita semestinya terbuka satu sama lain dan tidak ada yang disembunyikan." Protes Baron.
Charli menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menatap mata Max.
" Ali ceritakan masa laluku jika tahu masa laluku aku kasih jempol dua karena bisa mengetahui masa laluku." ucap Charli yang masih menatap Max.
" Kamu dulu mencintai seorang gadis hingga kalian melakukan hubungan suami istri. Tapi lama - lama gadis itu merasa bosan dan meminta untuk putus tetapi kamu tidak ingin berpisah dan berjanji untuk menikah tapi gadis itu tetap keras kepala hingga akhirnya dia melakukan rencana untuk membunuhmu dengan cara menjual tubuh saudaranya untuk melakukan hubungan suami istri ke seorang ketua mafia dan meminta imbalan untuk membunuhmu. Kamu terluka parah dan akan mati dan bertepatan bertemu dengan Baron. Baron menolongmu hingga kamu selamat. Dalam kondisi terluka parah kamu sempat menembak ketua mafia hingga mati. Baron membunuh semua anggota mafia." ucap Max dengan nada serius.
" Kamu di rawat Baron di rumah sakit setelah sembuh kamu membunuh gadis itu dengan cara di tembak dahinya. Ketika Baron bertanya masa lalumu tidak pernah di jawab karena itu sangat menyakitkan. Benar bukan?" tanya Max
Charli terdiam karena apa yang dikatakan Max adalah benar.
" Ketika sudah menemukan kembali seseorang yang tepat tapi ternyata wanita itu berkhianat. Sejak saat itulah kamu sering bercin*a dengan banyak wanita untuk membalas sakit hati." ucap Max
" Kamu hebat Ali bisa tahu tentang kami, semua yang kamu katakan benar semua aku sangat membenci wanita." ucap Charli memuji Max
__ADS_1
Max tersenyum kemudian Charli memeluk Max dan Max pun ikut membalas pelukan Charli diikuti oleh Baron. Ke tiga pria tampan itu saling berpelukan dan bersyukur mereka bertiga menjadi sahabat baik.