
Gadis cantik itu menyiram di kepala Mira membuat pakaian Mira langsung kotor dan lengket karena terkena juice jambu dan alpukat. Mira terkejut dan berteriak karena hawa dingin dari ke dua juice mengenai kepala dan lehernya.
" Ups maaf tidak sengaja." ucap gadis cantik itu sambil tersenyum meledek.
" Hei nona, ganti juice jambu dan alpulkat yang nona siram ke wajah nona itu." ucap ke dua pengunjung restoran bersamaan dengan nada kesal sambil menunjuk ke Mira sebagai korban dan menatap tajam ke arah gadis cantik itu.
Charli sangat kesal sambil menggengam erat ke dua tangannya kemudian mengangkat tangannya hendak menampar gadis cantik itu tapi tangan kirinyanya di tahan oleh Mira dan tangan kanannya membelai punggung Charli agar mengurai emosinya sambil menggelengkan kepalanya sebagai tanda dirinya tidak ingin ada keributan.
Charli menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian memberi kode ke salah satu anak buah mafianya yang tidak jauh dari restoran xxxx.
" Ini saya ganti pakai uang." ucap gadis cantik itu sambil mengeluarkan 2 lembar kertas berwarna merah.
Charli yang masih emosi tanpa sadar menarik dengan kasar tangan Mira membuat Mira meringis kesakitan. Mira tahu Charli sedang menahan amarah karena itu Mira menahan rasa sakit ditangannya. Charli membawanya ke sebuah butik plus salon yang kebetulan berdekatan dengan restoran xxxx.
" Cari dres kemudian mandi di butik ini." perintah Charli sambil melepaskan tanganya.
" Baik." jawab Mira singkat sambil mencari pakaian dres yang akan dikenakan.
" Mana managernya?" tanya Charli dengan nada dingin
" Sebentar tuan akan saya panggilkan managernya." ucap pelayan dengan nada sopan.
Pelayan itupun pergi meninggalkan Charli untuk memanggil managernya. Tidak berapa lama manager itupun datang menemui Charli.
" Saya tuan, ada apa?" tanya manager itu menunduk dengan sopan.
" Kekasihku sedang mencari dres siapkan di kamar mandi handuk, shampoo dan sabun yang mahal dan rias wajahnya." perintah Charli dengan nada dingin
" Baik tuan." jawab manager tersebut.
Manager tersebut memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan semua yang diperintahkan. Selesai memilih Mira mendekati Charli untuk bertanya.
" Kamar mandinya dimana?" bisik Mira karena merasa tidak enak hati dirinya kotor terkena noda karena dirinya ditatap oleh banyak orang.
Charli memberi kode ke arah manager yang masih ada di situ. Manager yang mengerti kode tersebut dengan sopan memberitahukan tempat kamar mandi. Mira hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah kamar mandi.
Charli melihat Mira jalan ke arah kamar mandi hingga tidak terlihat. Charli menatap tajam ke arah pengunjung yang tadi menatap aneh ke arah Mira.
" Jika mata kalian menatap aneh atau mengatakan sesuatu ke kekasihku maka bersiaplah kalian kehilangan mata kalian." ucap Charli dengan nada dingin.
Merekapun langsung pergi meninggalkan butik karena takut mendengar ucapan Charli. Charli mendekati manager tersebut.
__ADS_1
" Pilihkan dres yang termahal untuk kekasihku dan tidak ada wanita lain yang memilikinya." perintah Charli.
" Baik tuan." jawab manager itu sambil menundukkan kepalanya setengah sebagai penghormatan kemudian meninggalkan Charli sendiri.
Charli mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya.
" Bagaimana sudah di tangkap dan di bawa ke markas?" tanya Charli sambil menatap ke arah dimana Mira tadi jalan ke arah kamar mandi.
" Sudah tuan." jawab anak buah mafia.
" Bagus lakukan bergiliran sampai mati karena hari ini saya banyak pekerjaan jadi tidak ada waktu untuk menyiksanya." ucap Charli
" Apa tuan tidak ingin mencobanya?" tanya anak buah mafia.
" Saat ini tidak tertarik lakukanlah." perintah Charli.
tut tut tut
Ponsel dimatikan secara sepihak kemudian Charli memasukkan kembali ponselnya ke celana panjangnya.
Charli duduk di kursi menunggu Mira datang sambil memainkan ponsel untuk melanjutkan pekerjaan kantor.
" Cantik." ucap Charli tanpa sadar sambil menatap Mira tanpa kedip
" Aku tahu aku cantik." ucap Mira percaya diri sambil tersenyum
" Aish menyesal memujimu." ucap Charli
Mira hanya tersenyum melihat Charli yang menggemaskan.
" Kita langsung ke kantor." ucap Charli
" Tapi apa tanggapan orang kantor kalau aku berubah seperti ini. Maksudku pakaian kerjaku ganti nanti di kira kita habis..."ucap Mira sambil menggantungkan kalimatnya karena tidak enak meneruskan kata - katanya.
Charli yang mengerti perkataan Mira hanya tersenyum.
" Kalau sampai mereka menghinamu maka aku akan memecatnya." ucap Charli
" Kenapa di pecat kan kasihan." protes Mira
" Kamu tahu aku tidak suka perkataanku di bantah dan tidak menerima penolakan. Buat apa memperkerjakan orang tapi mulutnya tidak bisa di jaga. Aku harap kamu mengerti apa yang aku katakan." ucap Charli tegas
__ADS_1
" Kamu ke kantor bareng sama aku saja dan tenang aku akan membelamu."sambung Charli.
Mira hanya menghembuskan nafasnya perlahan dan menatap wajah tanpan Charli
" Baiklah." jawab Mira singkat.
Charli berjalan menuju ke kasir dan diikuti oleh Mira di sampingnya. Charli membayar semua belanjaannya membuat Mira membulatkan matanya karena semua totalnya Rp. 1 milyar 328 juta. Maklum semua yang di beli barang branded yang harganya ratusan juta dan Charli membeli 8 dres untuk Mira. Charli menggandeng tangan Mira membuat Mira meringis kesakitan membuat Charli melepaskan tangannya.
" Kenapa tanganmu?" tanya Charli yang melihat pergelangan tangan Mira memerah.
" Waktu kita keluar dari restoran kak Charli memegang tanganku dengan kencang dan jadi seperti ini." ucap Mira sambil memperlihatkan pergelangan tangannya yang memerah.
Charli berusaha mengingat kejadian tadi kemudian menatap Mira dengan tatapan bersalah.
" Maafkan aku tanganmu jadi memerah seperti ini tadi aku emosi sekali dengan wanita itu." ucap Charli sambil memegang tangan Mira dengan lembut kemudian meniupnya.
deg
Jantung Mira berdebar kencang mendapat perlakuan manis bosnya.
" Tidak apa - apa, aku mengerti kita pulang yuk?" ajak Mira lembut sambil melepaskan tangannya karena jantungnya tidak berhenti berdetak kencang.
Mira tidak ingin terhanyut dengan perasaannya karena dirinya takut perasaannya tidak di balas mengingat dia adalah bosnya sedangkan dirinya hanyalah seorang sekretaris.
Sampai di mobil Charli mengambil obat salep dan dengan perlahan tangan kiri Charli memegang tangan Mira kemudian ditaruh di pahanya membuat Mira terkejut dan menariknya tapi di tatap tajam oleh Charli membuat Mira tidak jadi melakukannya.
Charli membuka tutup salep khusus lebam kemudian mengangkat tangan mira kemudian mengoleskan ke lengan Mira sambil meniupnya hawa dingin dan mint masuk ke hidung Mira membuat jantungnya berdetak dengan cepat membuat Mira memalingkan wajahnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
" Sudah mendingan?" tanya Charli dengan nada lembut
Mira memalingkan wajahnya ke arah Charli dan tersenyum.
" Sudah, terima kasih." jawab Mira
" Sekali lagi aku minta maaf." ucap Charli
" Tidak apa - apa santai saja. Kita berangkat ke kantor ya? pekerjaanku masih banyak apalagi hari ini kan harus selesai." ucap Mira
" Ok." jawab Charli singkat.
Selesai melakukannya tangan Mira di taruh di paha Mira kemudian Charli menutup kembali salep kemudian menaruhnya di kotak p3k. Charli melanjutkan kembali perjalanan menuju ke kantor.
__ADS_1