
Selesai makan Mira mencuci piring dengan di bantu Charli. Selesai mencuci piring mereka berdua duduk di ruang tamu.
" Sayang, ini dua kartu buatmu, kartu kredit tanpa batas dan kartu debit ada saldo 100 juta gunakan sesukamu, nanti kita menikah aku tambahkan saldo tabungannya ." ucap Charli sambil memberikan ke dua kartu ke Mira.
" Tidak honey, aku tidak mau." tolak Mira sambil ke dua tangannya mendorong dua kartu yang diberikan ke Mira.
Charli memegang tangan kanan Mira dan menaruhnya di tangan Mira.
" Kamu tahu sayang aku tidak suka..." ucapan Charli terpotong oleh kecupan Mira di bibirnya.
cup
" Penolakan." sambung Mira sambil tersenyum.
" Itu tahu sayang." jawab Charli sambil tersenyum.
Mira menerima ke dua kartu itu dan di simpan di laci dekat ruang tamu karena dirinya tahu kekasihnya tidak bisa menerima penolakan.
brugh
Charli menarik tangan Mira membuat Mira menabrak tubuh Charli. Charli memeluk Mira kemudian mengecup bibir Mira yang sudah menjadi candunya. Ciuman singkat menjadi luma**n hingga Mira di dorong menuju sofa.
Kini Mira berada di bawah dan Charli di atas perlahan tapi pasti kini mereka sudah polos tanpa sehelai benangpun. Charli sangat mahir memberikan titik ransangan membuat Mira beberapa kali orga**e dan Charli semakin semangat.
" Hiks... hiks... sakit..." isak Mira ketika tubuhnya akan dimasuki sedikit oleh adik kecil Charli.
Charli menghentikan dan menghapus air mata Mira dengan kedua tangannya.
" Nanti lama - lama enak sayang." ucap Charli dengan nada berat karena dirinya ingin menuntaskannya.
" Hiks... hiks... jangan diteruskan honey, kita menikah dulu baru kita lakukan." mohon Mira sambil terisak
Charli menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian mengangkat tubuhnya dari tubuh Mira. Charli memunguti pakaiannya dan berjalan ke atas menuju kamar Mira untuk melanjutkan di kamar mandi.
Mira yang melihat Charli menaiki anak tangga langsung memunguti pakaian dan berjalan menuju ke kamar mandi lantai bawah yang tidak seluas di lantai atas.
Kini Mira sudah mandi dan berpakaian kembali dan duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Charli yang belum turun dari kamarnya.
tap
tap
tap
Bunyi suara sepatu pantopel milik Charli berbenturan dengan lantai anak tangga membuat Mira berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati tangga.
grep
Mira memeluk Charli tetapi Charli tidak membalas pelukan Mira membuat Mira mendorong perlahan tubuh Charli dan menatap wajah tampan Charli.
" Honey maafkan aku." ucap Mira lirih
hening
hening
" Honey, hiks... hiks... jangan diam saja aku tidak sanggup orang yang kucintai mendiamkan aku." ucap Mira sambil terisak.
Charli diam hanya menghapus air mata Mira dengan menggunakan ibu jari.
__ADS_1
" Besok tidak usah kerja." ucap Charli dengan nada dingin
" Kenapa?" tanya Mira terkejut dan air mata mengalir kembali.
" Lusa kitakan menikah jadi besok sayangku datang ke butik mencoba gaun pengantin dan sayangku nanti di antar oleh anak buahku. Maaf aku tidak bisa menemanimu karena besok siang aku ada meating dan juga aku akan bertemu dengan klien." ucap Charli sambil menghapus kembali air mata Mira dengan ibu jarinya.
" Kita tetap akan menikahkan? sayangku tidak marah padaku?" tanya Mira yang belum menyambung perkataan Charli
ctak
Charli menyetil kening Mira membuat Mira mengusap keningnya dan Charli membantu mengusap kening Mira sambil meniup kening Mira.
" Tentu saja sayang kita tetap akan menikah, aku pikir lebih nikmat kita melakukan itu di malam pertama kita nanti dan bersiaplah sayangku untuk susah bangun dari tempat tidur. ucap Charli sambil tersenyum dan membalas pelukan kekasihnya.
" Aku pikir kekasihku marah padaku karena aku tanya kekasihku diam saja." ucap Mira
" Sengaja, aku ingin lihat kalau kekasihku aku diamkan bagaimana reaksinya." goda Charli sambil tersenyum
" Honey, jahat." ucap Mira sambil memukul - mukul dada Charli.
Charli hanya tersenyum apalagi pukulan Mira tidak berasa di dadanya karena Mira memukulnya secara pelan.
" Sayang aku pulang dulu." ucap Charli
" Baik honey, hati - hati di jalan." ucap Mira
Charli tersenyum dan Mira membalas senyuman Mira. Mira mengantar Charli sampai di depan pintu dan menguncinya. Mira menaiki anak tangga untuk beristirahat.
xxxx
Charli mengendarai mobil mewahnya dengan santai dan mata elangnya melihat ada dua mobil mengikutinya. Charli menghubungi ke dua sahabatnya dan anak buah mafia sampai di jalan yang sepi mobil Charli di hadang oleh dua buah mobil.
" Siapa yang menyuruhmu?" tanya Charli dengan nada dingin.
" Baiklah karena sebentar lagi kamu akan mati maka aku beritahukan siapa yang menyuruhku. Orang yang menyuruhku adalah Adam." ucap salah satu dari mereka
" Adam, aku hanya mengenal Adam Smith dia adalah pegawaiku yang aku pecat dua hari yang lalu karena 7 hari tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan." ucap Charli.
Sebuah mobil berhenti di belakang mobil Charli. Keluarlah seorang pria tampan bersamaan ke 5 orang anak buahnya.
" Betul katamu akulah orangnya." ucap Adam Smith yang baru saja datang.
Charli membalikkan badannya dan menatap Adam dengan sinis.
" Wah... wah... duitmu banyak juga?sampai - sampai anak buah banyak sekali." ucap Charli
" Kebetulan kakakku seorang ketua mafia karena itulah aku meminta bantuan kakakku untuk membunuhmu." ucap Adam sambil tersenyum sinis
" Kenapa ingin membunuhku? apa karena aku pecat? itukan salahmu karena tidak masuk kerja selama 7 hari tanpa pemberitahuan." ucap Charli sinis
" Kamu salah, aku ingin membunuhmu karena kamu tid***i kekasihku dan selanjutnya di bunuh." ucap Adam sambil memberikan tatapan membunuh.
Adam memanggilnya bukan tuan lagi seperti beberapa hari yang lalu karena dirinya telah di pecat.
" Kekasihmu yang mana ya?" tanya Charli sambil berfikir karena dirinya sudah banyak melakukannya bersama para wanita.
" Cih, pasti wanita banyak yang kamu tid**i sampai lupa. Dia adalah sekretarismu 1 minggu yang lalu." ucap Adam sinis.
" Oh, bukannya itu sudah lama? kenapa tahu kalau itu perbuatanku?" tanya Charli santai sambil berusaha mengulur waktu.
__ADS_1
" Awalnya aku tidak tahu karena aku pikir kekasihku mengalami korban pemerko***n dan di bunuh. Tapi hati kecilku mengatakan kalau kekasihku dibunuh karena itulah aku menyewa seorang ahli it untuk meretas cctv perusahaanmu dan ternyata benar kamu membunuh kekasihku." ucap Adam naik tiga oktaf sambil matanya menatap tajam dan ingin secepatnya Charli sekaligus mantan bosnya mati di tangan Adam.
" Apakah di cctv kamu tidak melihat kalau kekasihmu berusaha menggodaku hingga dia berani membuka seluruh pakaiannya hingga polos. Laki - laki mana yang tidak tergoda melihatnya." ledek Charli.
" Tapi bukan berarti harus di bunuh!!" bentak Adam
" Hei dengar ya? setelah kami melakukan itu dia meminta barang - barang mewah dan aku memberinya. Aku membunuhnya ketika dia meminta setengah aset hartaku. Cih cewek murahan itu kamu bela - belain!!!." bentak Charli yang tidak terima dirinya di bentak karena dasarnya Charli tidak suka mendengar suara orang memarahi dirinya.
Adam terdiam mendengar ucapan mantan bosnya Charli yang benar adanya. Adam mengingat dialah pria pertama yang melakukannya dan kekasihnya selalu bersedia melakukannya berulang - ulang walau dirinya tahu kekasihnya selalu meminta barang - barang mewah dirinya selalu berusaha memenuhinya. Tapi mata hatinya tertutup karena dirinya sangat mencintai kekasihnya.
" Apalagi kami melakukan suka sama suka dan satu lagi dia sudah kehilangan mahkota berharganya. Apa dirimu yang mengambilnya? atau pria lain lagi?" ledek Charli
" Diam!!!! serang dia dan bunuh!!!" teriak Adam menyuruh anak buahnya.
.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx