
Adegan dewasa jika belum cukup umur dan tidak suka silahkan di skipp. Terima kasih
Baron memesan kamar hotel vvip kemudian menarik kembali tangan Amora menuju kamar yang sudah di pesannya. Baron menempelkan kartu kemudian pintu itupun terbuka. Baron menarik tangan Amora supaya masuk ke dalam kamar kemudian menguncinya.
grep
deg
Tubuh Baron membeku ketika Amora memeluknya kemudian tangan kanan Amora turun ke bawah dan membelai adik kecil Baron membuat adik kecilnya menegang seketika.
Baron merasa frutrasi antara ingin menerkam atau tidak, tapi akal sehatnya melarang membuat Baron melepaskan pelukannya dan menarik kembali Amora menuju ke kamar mandi menuju ke shower.
Baron menyalakan showernya Amora menghadap dinding sedangkan Baron berada di belakang Amora dan tiba - tiba Amora membalikkan badannya.
cup
Amora mengecup bibir Baron singkat membuat tubuh Baron semakin membeku. Baron tanpa sadar membalas kecupan bibir Amora yang dirasa manis. Kecupan ringan menjadi ******n kemudian bibir Baron pindah ke leher memberi tanda kemerahan.
Tangan Baron tidak bisa diam kedua tangannya membelai dua gunung kembar dari luar membuat Amora mendesah dan menempelkan bagian bawahnya ke adik kecil Baron membuat Baron semakin tidak terkendali.
srett
Baron menarik paksa dres Amora dilanjutkan membuka dua gunung kembar milik Amora kemudian segitiga permuda. Baron mematikan shower kemudian membuka seluruh pakaiannya dengan di bantu Amora. Kini tubuh mereka menjadi polos.
Baron menggendong Amora ala bridal style menuju ke arah ranjang. Baron menurunkan secara perlahan kemudian memberikan pemanasan dan di rasa cukup Baron mulai melakukan penyatuan.
jleb
" Akhhh... sakit..." rintih Amora
" Sabar sayang, nanti lama - lama enak." ucap Baron dengan nada mulai berat.
Baron mendiamkan adik kecilnya di dalam tubuh Amora setelah Amora sudah merasa santai Baron mulai menggoyangkan pinggulnya sambil memberikan titik sensitif agar Amora juga ikut menikmati.
Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua hingga berkali - kali Baron menyemburkan laharnya ke rahim Amora.
Tidak berapa lama Amora tumbang tetapi Baron masih ketagihan dengan tubuh Amora dan tidak berapa lama Baron ikut tumbang kemudian memeluk Amora.
cup
" Terima kasih sayang sudah menjaga kehormatanmu untukku. Aku berjanji akan menikahimu asalkan kamu setia padaku kamu akan hidup enak tapi jika tidak dengan sangat terpaksa aku akan membunuhmu." ucap Baron sambil membelai wajah Amora.
Baron menghubungi Max untuk meretas cctv restoran xxxx dan meminta tolong jika sudah tahu siapa orangnya untuk menghubungi anggota mafia untuk menangkapnya dan di bawa ke markas. Selesai menghubungi Baron menaruhnya di meja kemudian memeluk Amora yang sudah tertidur pulas.
__ADS_1
xxxxx
Charli sudah sampai di perusahaan milik sahabatnya karena sahabatnya Baron sedang menemui kliennya. Walau Baron sebagai CEO jarang ke perusahaan semua di tangani oleh Charli karena Baron lebih menyukai bertemu klien sambil mencari mangsa baru karena Baron adalah casanova sejati. Baron melihat kalau masih belum tersentuh pria maka Baron tidak memakai pengaman dan jika sudah kehilangan mahkota berharganya maka Baron memakai pengaman karena takut tertular penyakit HIV.
Charli duduk di kursi kebesarannya sambil menatap dokumen yang menumpuk. Charli menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian mengecek satu persatu.
brak
" Semua salah tidak ada satupun yang benar." ucap Charli dengan nada kesal sambil menggebrak mejanya.
Charli menghubungi bagian hrd kemudian dilanjutkan menghubungi sekretaris yang baru berkerja selama tiga hari.
tok
tok
tok
" Masuk." ucap Charli dengan nada satu oktaf
ceklek
Seorang gadis cantik dan seksi masuk kedalam ruangan Charli sambil tersenyum menggoda dan mengedipkan matanya dan tidak perduli dengan tatapan tajam Charli. Charli yang sangat kesal karena pekerjaannya tidak beres semakin bertambah kesal.
Anggap aja suara lemparan kertas dokumen.
Charli melempar puluhan dokumen ke wajah sekretaris barunya dengan tatapan membunuh membuat senyuman yang menggoda langsung memudar seketika. Lemparan dokumen itu mengenai wajah mulus sekretaris itu dan membuatnya sakit dan tergores hingga berdarah.
" Apa ini!! semua dokumen salah semua tidak ada satupun yang betul. Kamu bisa kerja ngga sich!!!!" bentak Charli.
" Maaf tuan saya akan perbaiki." ucap sekretaris barunya.
" Perbaiki... perbaiki terus tapi tidak ada yang benar sudah tiga hari kamu kerja denganku tapi tidak ada satupun yang benar!!!" bentak Charli
Sekretarik cantik dan seksi dengan percaya dirinya berjalan ke arah Charli dan memeluknya sambil mengecup bibirnya agar bosnya diam.
brugh
Charli mendorong sekretaris itu hingga terjatuh di lantai sambil menatap tajam. Walau dirinya casanova juga sama seperti sahabatnya tapi pekerjaan nomer satu terlebih saat ini dirinya sangat kesal karena semua dokumen harus sudah selesai hari ini. Karena itulah dirinya saat ini tidak ada minat untuk melayaninya.
Karena Charli tahu jika dirinya melayaninya yang ada wanita itu pasti akan merasa besar kepala dan semaunya bekerja. Hal itulah Charli menghindari untuk tidak melayaninya walau hatinya ingin.
Charli mendekati sekretaris yang sedang terduduk di lantai setelah dekat Charli juga duduk agar sejajar dengan sekretarisnya kemudian tangan kirinya mencengkram leher dengan kuat membuat sekretaris itu kesulitan bernafas dan matanya memerah menahan rasa sakit di lehernya.
__ADS_1
" Kamu pikir dengan kecantikanmu dan seksimu maka aku luluh hah!!!" bentak Charli
Tangan kanan Charli di angkat ke atas hendak menampar pipi sekretaris barunya tapi tangan kekarnya di tahan oleh tangan mungil membuat dirinya marah dan memalingkan wajahnya.
Seorang gadis cantik dan seksi memegang tangan Charli sambil menatapnya tajam dan tidak memperdulikan tatapan horor Charli.
Charli terbangun dan ingin memukul gadis itu karena dirinya sangat marah tingkat tinggi dan tidak memperdulikan gadis cantik sekalipun di hadapannya. Gadis itu menghindari pukulan Charli sambil tersenyum.
Mereka saling memukul dan menghindar membuat Charli kesal. Tanpa sengaja kaki gadis itu menginjak tangan sekretaris tersebut membuat sekretaris itu menjerit kesakitan membuat gadis itu terkejut dan membalikkan tubuhnya membuat dirinya lengah hal itu tidak di sia - siakan oleh Charli.
duag
bruk
grep
Charli memukul pundak gadis itu ketika gadis itu membalikkan badannya untuk melihat sekretaris tersebut dan Charli langsung memukul punggung gadis itu dan membuatnya pingsan. Sebelum terjatuh tubuh gadis itu terjatuh, sebelum jatuh ke lantai Charli menahannya dengan menggunakan tangannya kemudian mengangkatnya ke kamar pribadinya. Setelah membaringkan di ranjang Charli kembali ke ruangan kerjanya dan menarik tangan sekretaris itu.
srettt
Charli menarik pakaian sekretarisnya hingga tanpa sehelai benangpun kemudian Charli melepaskan semua pakaiannya hingga tanpa sehelai benangpun membuat sekretaris itu tersenyum bahagia karena akhirnya berhasil bosnya akan menid**i dirinya.
Charli mendorong kasar ke arah sofa kemudian menindi*nya.
" Kamu ingin ini bukan." ucap Charli sambil menyatukan tanpa pemanasan terlebih dahulu.
" Akhh sakit..." teriak sekretaris tersebut .
Charli menulikan pendengarannya yang penting hasratnya terpenuhi setelah berkali - kali barulah Charli berhenti dan memakai celana boxernya dan dilanjutkan celana panjangnya hanya menyisakan tubuhnya yang seksi. Charli menghubungi salah satu anak buahnya. Tidak berapa lama anak buahpun datang.
" Bawa dia ke markas berikan ke anak buah lakukan secara bergiliran hingga dia mati keenakkan." ucap Charli tanpa rasa dosa sedikitpun.
deg
Jantung sekretaris itu berdetak kencang, dirinya sangat terkejut karena ternyata impian yang akan hidup enak sebentar lagi akan terwujud ternyata hanya sekedar impian saja.
" Baik tuan." jawab anggota mafia sambil menatap nanar tubuh mulus sekretaris bosnya.
" Berikan jasmu tutupi tubuhnya dan ambil pakaiannya." ucap Charli dingin.
" Tuan, aku mohon maaf jangan lakukan ini. Aku berjanji untuk memperbaiki pekerjaanku." pinta sekretaris dengan deraian air mata.
" Cepat pergi." usir Charli
__ADS_1
" Baik tuan." ucap anggota mafia sambil melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh mulus sekretaris tanpa sehelai benangpun membuat adik kecilnya mulai sesak.