
Max dengan senang hati membuka mulutnya untuk disuapi oleh istri tercintanya. Hatinya sangat bahagia mendapat perlakuan manis istrinya. Selesai makan Denisa menaruh mangkuk tersebut di meja kemudian mengambil minuman untuk Max.
Selesai makan dan minum Denisa mengeluarkan ponselnya di dalam tasnya kemudian mengetik sesuatu setelah selesai Denisa menaruh ponselnya di dalam tas.
" Sayang sedang kirim pesan ke siapa?" tanya Max dengan nada cemburu.
Denisa tersenyum menatap wajah tampan suaminya.
" Aku mengirim pesan ke butik langgananku membeli 2 stel pakaian untuk aku ganti hari ini dan besok pagi. Lihatlah honey pakaianku banyak noda darahmu." ucap Denisa sambil berdiri dan memperlihatkan pakaiannya.
Max melihat memang pakaian Denisa banyak noda darahnya.
" Honey cemburu ya?" sambung Denisa
" Tentu saja sayang aku cemburu." ucap Max jujur
" Percayalah padaku honey aku sangat mencintaimu dan tidak mempunyai rencana sedikitpun untuk mengkhianatimu." ucap Denisa jujur.
" Terima kasih sayang." ucap Max tersenyum bahagia.
Denisa menatap wajah tampan suaminya.
" Honey aku ingin honey jujur padaku." pinta Denisa sambil duduk di samping Max.
" Apa sayang?" tanya Max
" Apakah yang dikatakan wanita tadi benar atau bohong?" tanya Denisa sambil menatap mata Max
" Bohong sayang, bagaimana mungkin aku sangat puas dengan permainanmu." bisik Max sambil menatap mata Denisa dengan tatapan menggoda.
Denisa melihat mata Max tidak ada satupun kebohongan.
" Ketika wanita itu memelukmu terlebih wanita itu tanpa busana apakah adik kecilmu tegang?" tanya Denisa menyelidik
" Adik kecilku hanya tegang bila dekat denganmu." jawab Max sambil memegang tangan Denisa dan diarahkan ke adik kecilnya.
Denisa menarik tangannya kemudian menatap tajam ke arah suaminya membuat Max tertawa melihat betapa menggemaskan istrinya.
" Hahahaha... Sayang kamu sangat menggemaskan." ucap Max sambil tertawa.
" Honey sudahlah." ucap Denisa sambil menutup wajahnya dengan menggunakan ke dua tangannya.
Max melepaskan ke dua tangan Denisa kemudian mengecupnya dan mengenggamnya sambil menatap mata Denisa.
" Sayang, aku sangat mencintaimu dengan tulus walau di luar banyak wanita cantik dan menawarkan tidur denganku agar mempunyai anak tapi aku tidak mau... sangat.. sangat dan sangat tidak mau bahkan memikirkannya tidak ada sedikitpun dalam pikiranku. Aku sangat mencintaimu apa adanya, apapun dirimu aku menerimamu apa adanya. Berjanjilah padaku untuk percaya padaku dan jangan tinggalkan aku." pinta Max dengan tulus.
" Hiks... hiks.. aku sangat mencintaimu honey." isak Denisa sambil memeluk suaminya.
Max pun membalas pelukan istrinya dan mengusap punggungnya.
" Sudah sayang jangan menangis air matamu sangat berharga. Hatiku sangat sakit bila orang yang aku cintai menangis." ucap Max dengan nada lembut.
Denisa melepaskan pelukan dan menatap wajah tampan suaminya.
" Honey, kamu sangat tampan pasti banyak wanita yang menyukaimu." ucap Denisa sambil menatap mata Max dengan sendu
Max menghapus air mata Denisa dengan menggunakan ke dua ibu jari tangannya.
" Aku tidak perduli sayang karena hanya kamu yang aku cintai." ucap Max dengan tulus
" Apa yang membuat honey mencintaiku?" tanya Denisa bingung
__ADS_1
" Aku merasa nyaman bila berada di dekatmu, hari - hariku sangat berarti sejak kamu hadir dalam kehidupanku. Sayang maukah kamu menerima pria yang tidak sempurna ini?" tanya Max lirih
" Honey, kamu itu sangat sempurna kenapa bilang seperti itu?" tanya Denisa bingung
" Apakah kamu tidak tahu kalau aku seorang psychopath?" tanya Max dengan nada serius
deg
Denisa baru teringat dengan wanita yang di siksa oleh Max membuat jantung Denisa berdetak kencang.
" Denisa tolong aku hilangkan jiwa psychopathku. Jangan tinggalkan aku dan pergi menjauh dariku." pinta Max dengan nada lirih
" Aku.." ucap Denisa tidak sanggup melanjutkan kata - katanya karena dirinya sangat takut jika jiwa psychopath Max muncul dan melukai dirinya.
Max mengeluarkan pisau lipat dari saku celana panjang yang berada di belakang.
" Sayang pergilah aku tahu kamu pasti takut denganku, biarkan aku mati menyusul mommy dan daddyku. Semoga kamu bahagia sayang, maafkan suamimu ini yang banyak kekurangan." ucap Max dengan nada lirih.
Max mengarahkan pisau lipat itu ke arah dadanya tepat di jantungnya berada.
" Aku sangat mencintaimu sayang." ucap Max sambil menatap sendu istrinya
Denisa terkejut dan menahan tangan Max sambil mengambil pisau lipatnya kemudian menjatuhkannya ke lantai.
cling
" Honey, maafkan aku. Aku mohon jangan lakukan itu." pinta Denisa lirih sambil memeluk suaminya sambil menangis
" Sayang, apakah kamu mau menerimaku seorang psychopath?" tanya Max lirih dan membalas pelukan istrinya.
" Iya honey aku menerimamu dan aku akan berusaha untuk menghilangkan jiwa psychopathmu." ucap Denisa
" Jika takdirku mati di tanganmu aku rela dan aku hanya pinta berhentilah menjadi seorang psychopath." ucap Denisa dengan nada yakin.
" Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu." ucap Max tulus
" Aku juga sangat mencintaimu honey." ucap Denisa tulus.
tok
tok
tok
ceklek
Seorang gadis cantik membuka pintu kemudian Denisa berdiri menghampiri gadis tersebut. Gadis itu memberikan paper bag ke Denisa dan Denisa menerimanya.
" Terima kasih." jawab Denisa sambil tersenyum
" Sama - sama nona." jawab gadis cantik tersebut sambil membalas senyuman Denisa.
Gadis itupun pergi meninggalkan mereka berdua.
" Honey aku mandi dulu ya badanku sangat gerah." ucap Denisa
" Baiklah sayang." ucap Max
Denisa pun masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa paper bag. 15 menit kemudian Denisa sudah keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti pakaiannya.
Denisa menaruh kembali paper bag di sofa kemudian berjalan mendekati ranjang suaminya.
__ADS_1
" Sayang, aku mengantuk temani aku tidur sayang." pinta Max sambil menggeserkan tubuhnya.
" Baik honey." jawab Denisa sambil berbaring di samping ranjang rumah sakit.
" Sayang jika aku sembuh jatahnya dobel ya?" bisik Max sambil memeluk istrinya dan mencium tubuh Denisa yang sangat harum habis mandi.
" Honey, kenapa honey sangat mesum?" tanya Denisa sambil membalas pelukan suaminya.
" Tidak tahu sayang dekat denganmu rasanya ingin melakukan enak - enak terus." bisik Max
" Sudahlah honey aku sangat mengantuk, tidurlah." ucap Denisa mengalihkan pembicaraan karena merasa adik kecil milik Max terasa mengganjal di perutnya.
" Sayang satu ronde ya?" pinta Max
" Honey ini rumah sakit kalau pulang honey bisa puas menikmati dan aku kasih dobel." janji Denisa
" Janji ya sayang." ucap Max
" Iya honey sekarang kita tidur ya, aku mengantuk sekali honey." ucal Denisa dengan tak henti - hentinya menguap.
" Baiklah sayang." ucap Max sambil menahan hasratnya dan memejamkan matanya.
Tidak berapa lama mereka berdua sudah masuk ke dalam mimpi indah.
xxxx
Pagi hari yang indah Denisa membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya. Denisa mengangkat tangan kanannya dan membelai wajah suaminya.
" Aku sangat mencintaimu honey, aku harap sikap manismu padaku tidak akan pernah berubah. ucap Denisa
Aku juga sangat mencintaimu sayang dan aku minta jangan tinggalkan aku." ucap Max sambil membuka matanya dan menatap wajah cantik istrinya.
" Honey sudah bangun? maafkan aku yang telah mengganggu tidurmu." ucap Denisa sambil menatap sendu suaminya
cup
Max mengecup bibir istrinya kemudian menatap istrinya dengan tatapan teduh.
" Tidak sayang aku sudah bangun dari tadi tapi ketika matamu perlahan membuka, mataku kembali terpejam." ucap Max
" Memang kenapa honey?" tanya Denisa bingung
" Aku ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh istri tercintaku." ucap Max
Denisa hanya tersenyum malu dan mengusap wajah Max dengan lembut.
" Aku mencintaimu honey." ucap Denisa tulus
" Aku juga sayang sangat mencintaimu." ucap Max sambil menggenggam tangan Denisa yang berada di wajahnya.
" Honey aku mau mandi dulu ya?" ucap Denisa
" Ciuman paginya sayang." pinta Max manja
cup
Denisa mengecup bibir suaminya kemudian turun dari ranjang.
" Terima kasih sayang atas vitamin paginya." ucap Max
Denisa hanya tersenyum sambil berdiri dan mengambil paperbag yang berada di sofa kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1