Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Amora dan Mira Bersedia Menikah


__ADS_3

" Kalau kamu memang mencintaiku menikahlah denganku. Tapi jika kamu tidak mencintaiku maka aku akan pergi dari kehidupanmu dan juga pergi dari dunia ini." ucap Baron


" Apa maksudmu honey? Honey ingin bunuh diri?" tanya Amora dengan nada terkejut sambil menggenggam ke dua tangan Baron yang memegang pipinya.


" Ya, sekarang jawablah pertanyaanku sekali lagi. Apakah kamu mencintaiku atau tidak?" tanya Baron


Amora terdiam sambil menghembuskan nafasnya secara perlahan.


" Apakah honey serius ingin menikah denganku dengan kondisi aku buta?" tanya Amora dengan nada serius.


" Ya aku serius, mau menikah denganmu. Bagaimana jawabanmu?" tanya Baron penuh harap.


" Aku bersedia menikah denganmu honey." ucap Amora sambil tersenyum dan menarik ke dua tangan Baron dari pipinya dan pindahkan ke bagian perutnya.


cup


" Terima kasih sayang sudah memberikan kesempatan ke dua untukku." ucap Baron sambil mengecup bibir Amora.


Baron sangat bahagia karena Amora bersedia menikah dengan dirinya dan diberikan kesempatan ke dua.


" Besok berarti kita menikah di sini dengan mengundang ke dua sahabatku." ucap Baron


" Juga sahabatmu Denisa dan keluarga besar Denisa." sambung Baron yang mengetahui kalau calon istrinya ingin mengatakannya.


" Kenapa cepat sekali?" tanya Amora


" Lebih cepat lebih baik." ucap Baron.


" Menikah secara sederhana yang penting kita sudah resmi menikah dan mengenai resepsi pesta satu bulan kemudian." sambung Baron


" Terserah honey aku ikut saja." ucap Amora sambil tersenyum malu


Baron tersenyum melihat calon istrinya tersenyum malu membuatnya gemas.


" Sayang, jika sudah sembuh kita bisa mainkan?" bisik Baron


" Honey kenapa jadi mesum sich!" ucap Amora


" Mesum sama kamu saja sayang." ucap Baron


" Gombal." ucap Amora.


" Gombal itu rambut yang dikepang tebal - tebal ya?" tanya Baron


" Itu Gimbal honey." ucap Amora


" Bukannya gimbal itu yang berada di dalam tubuh kita?" tanya Federick.


" Itu ginjal honey." ucap Amora sambil tersenyum membuat Federick sangat senang melihat wanita yang dicintainya tersenyum.


" Setahuku ginjal itu temannya genap." ucap Federick


" Bukan ginjal honey tapi ganjil." ucap Amora


" Sejak kapan di ganti semuanya? kok aku baru tahu ya?" ucap Baron

__ADS_1


" Honey ih gemesin." ucap Amora dengan nada kesal.


" Hahaha... lucunya calon istriku yang kesal." ledek Baron sambil tertawa.


Amora ingin sekali bisa mencubit pinggang Baron yang sangat lucu dan bisa membuatnya tertawa tapi sayang itu tidak mungkin karena dirinya tidak tahu dimana letak pinggangnya karena dirinya buta.


" Sudah makan dan minum obat, sekarang tidurlah." ucap Baron dengan nada lembut sambil merapikan selimut Amora.


" Ok." jawab Amora singkat sambil memejamkan matanya.


Baron menatap waja cantik calon istrinya, dirinya berjanji untuk tidak menyakiti istrinya untuk ke dua kalinya.


Tidak berapa lama Amora membuka matanya.


" Honey." panggil Amora


" Iya sayang." jawab Baron


"Honey, aku ingin tidur di peluk oleh honey." pinta Amora sambil menggeserkan tubuhnya secara perlahan.


" Baiklah." Jawab Baron singkat.


Baron berbaring di samping Amora dan memeluk Amora dari arah belakang. Tidak membutuhkan waktu lama mereka berdua sudah tertidur pulas.


xxxx


Sesuai janjinya Max mengantar Denisa ke ruangan Mira sahabatnya bertepatan dengan mommy Laras hendak masuk ke dalam ruang perawatan vvip 3.


" Max kamu temani Charli saja biar mommy yang mendorong kursi roda Denisa." ucap mommy Laras


Max memberikan kursi roda ke mommy Laras untuk di dorong sedangkan Max membalikkan badannya untuk duduk di samping Charli yang sedang menatap langit - langit rumah sakit.


ceklek


Mommy Laras membuka pintu lebar kemudian mendorong kursi roda ke arah Mira yang sedang berbaring. Setelah selesai mommy Laras menutup kembali pintu tersebut dengan rapat agar Max dab Charli tidak mendengar percakapan mereka.


" Siapa ya?" tanya Mira sambil tangannya menggapai.


Denisa yang mengerti langsung memegang tangan Mira.


" Aku Denisa, aku ke sini sama mommyku." ucap Denisa


" Denisa, kenapa aku buta dan lumpuh? sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Mira dengan nada bingung.


Denisa memandang mommy Laras untuk mencari jawaban yang tepat. Mommy Laras menghembuskan nafasnya secara perlahan.


" Ada kejadian yang tidak menyenangkan hingga terjadi seperti ini." ucap mommy Laras


" Kejadian apa mom?" tanya Mira penasaran


" Kamu belum sembuh kata dokter pelan - pelan saja untuk mengingatnya karena bisa membahayakan jiwamu." ucap mommy Laras


" Aku tidak perduli dengan diriku sendiri mom, apalagi aku buta, lumpuh dan hilang ingatan." ucap Mira dan tidak berapa lama air mata Mira keluar.


Mommy Laras menghapus air mata Mira dengan lembut.

__ADS_1


" Kami semua perduli padamu jadi jangan katakan seperti itu." pinta mommy Laras dengan nada sendu.


" Tapi mom, sekarang hidupku hanya menyusahkan orang lain dan lagi mana ada laki - laki yang mau denganku." ucap Mira dengan nada lirih.


" Sayang, jangan begitu mommy dan daddy sudah menganggapmu anak mommy dan kami tidak merasakan kalau kamu menyusahkan kami. Apalagi ada kok seorang pria yang menerimamu apa adanya." ucap mommy Laras dengan nada lembut.


" Siapa laki - laki itu mom? apakah Mira mengenalnya?" tanya Mira penasaran.


" Charli." ucap mommy Laras


" Charli?" tanya Mira ulang


" Iya Charli, dia mau menerimamu apa adanya. Charli itu calon suamimu tapi karena kejadian yang tidak menyenangkan pernikahannya batal." ucap mommy Laras


" Apakah Charli tidak menyesal menikah denganku mom? Mom tahukan kalau aku buta, lumpuh dan di tambah amnesia." ucap Mira dengan nada sedih.


" Tidak, Charli sangat tulus mencintaimu dan mencintaimu apa adanya." ucap mommy Laras.


" Benar kata mommy, aku melihat kekasihmu sekarang kurus, tidak mau makan dan pakaiannya menjadi lusuh karena memikirkan kamu terus." sambung Denisa.


" Baiklah." ucap Mira dengan nada kurang yakin.


" Yakinlah Charli sangat mencintaimu." ucap mommy Laras yang tahu kalau Mira masih ragu.


" Baiklah mom." jawab Mira singkat


" Oh iya kamu belum makan, aku suapin ya?" tanya Denisa


" Aku tidak lapar." ucap Mira.


" Yakin?" tanya mommy Laras


" Yakin mom." jawab Mira


" Ok deh, mommy dan Denisa ingin istirahat nanti Charli akan menemanimu." ucap mommy Laras sambil mengedipkan matanya ke anaknya Denisa.


Denisa yang mengerti akan kedipan mommynya hanya mengganggukkan kepalanya.


" Apakah Charli mau menemaniku?" tanya Mira penuh harap.


" Tentu saja mau, kenapa tidak?" tanya mommy Laras.


" Baiklah mom." jawab Mira sambil tersenyum.


" Aku mau masuk ke ruang perawatan dulu ya?" pamit Denisa


" Ok. Jawab Mira


Mommy Laras dan Denisa keluar dari ruang perawatan, mereka melihat Charli sedang menatap langit - langit. Charli yang melihat suara pintu ruang perawatan vvip membuatnya tersadar dari lamunanya dan menatap mommy Laras.


" Mommy, gimana apakah Mira bersedia menikah denganku?" tanya Charli penuh harap.


" Bersedia tapi sepertinya kurang yakin, kamu temuilah dan yakinkan dirinya jika kamu mau menerima Mira apa adanya." ucap mommy Laras sambil tersenyum.


" Terima kasih mommy." jawab Charli tersenyum sambil memeluk mommy Laras.

__ADS_1


" Jangan peluk - peluk." ucap seorang pria paruh baya.


__ADS_2