Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Max dan Denisa


__ADS_3

Dua Hari Kemudian


Tidak terasa Max bekerja dan kuliah sudah 3 hari. Seperti biasa sebelum kuliah Max masuk ke kantin untuk mengisi bahan bakar dan kedua gadis itu masih saja mendekati Max dan mencoba mencari perhatian.


" Ali, malam minggu ada acara tidak?" tanya Valen


" Tidak." jawab Max singkat


" Kita jalan - jalan yuk?"ajak Valen dengan penuh harap.


" Boleh, alamat rumahmu?" tanya Max tanpa basa basi.


" Apartemen Lotus." ucap Valen dengan wajah berbinar karena usahanya selama ini membuahkan hasil


" Aku ikut ya?" pinta Alena dengan penuh harapan


" Tidak!" ucap Valen tegas tanpa menunggu jawaban dari Max.


( " Huh mau ikut, sudah tahu aku yang mengajak duluan, gangguin aja." omel Valen dalam hati ).


( " Enak aja pergi berdua, ngga tahu apa kalau aku juga ingin ikut, bukan kamu aja yang naksir aku juga jatuh cinta sama Ali" omel Alena dalam hati ).


" Sudah jangan ribut, aku jemput kalian berdua." ucap Max yang tidak menyukai keributan.


" Tapi...." ucapan Valen terpotong oleh Max


" Kalau tidak setuju batalkan saja." ucap Max tidak perduli dengan protesan Valen. Max berbicara sambil berdiri meninggalkan mereka berdua.


Valen menatap tajam ke arah Alena begitu pula dengan Alena tidak mau kalah, ikutan menatap tajam ke arah Valen.


Tanpa sepengetahuan Max seseorang menatap tajam ke arah Max dengan memendam perasaan amarah.


Max memasuki ruang kuliah dan mengikuti mata kuliah pertama. Selesai mata kuliah pertama Max beristirahat di taman belakang kampus di mana ada danau yang lumayan dalam.


Max duduk sambil memandangi danau, seseorang yang melihat Max sendiri berjalan perlahan mendekati Max. Telinga Max yang sangat tajam mendengar suara langkah kaki mendekati dirinya.


byur


akhhh


" Tolong..." ucap orang itu sambil melambaikan tangannya.


Ketika orang itu ingin mendorong Max ke danau, Max terlebih dulu menggeser tubuhnya hingga hasilnya orang itulah yang tercebur di danau tersebut.


Max menatap orang itu dengan datar yang meminta pertolongannya karena ternyata orang yang mendorong Max itu tidak bisa berenang.


" Aku sudah memberi kesempatan pertama hanya melukai wajahmu tapi ternyata kesempatan yang kuberikan itu kamu sia - siakan, terimalah akibat perbuatanmu." ucap Max sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan orang yang sedang tenggelam. Max tidak memperdulikan orang itu meminta bantuan dirinya.


Ya, orang itu adalah pria tampan yang sempat Max lukai wajahnya dua hari yang lalu. Perlahan pria itu masuk ke dalam danau dan tidak berapa lama jasad pria itu mengambang.


Max melanjutkan jam ke dua mata kuliah setelah satu jam setengah mata kuliah Max sudah selesai. Max pulang dengan mengendarai mobil menuju mansion.

__ADS_1


Di dalam perjalanan Max melihat perkelahian yang tidak seimbang dua orang melawan 10 orang. Max yang melihat mereka berdua terdesak membuat Max menghentikan mobilnya.


Max turun dari mobil dan berjalan menuju ke arah mereka.


bugh


bugh


bugh


Max membantu ke dua pria itu dan tidak membutuhkan waktu lama Max berhasil melumpuhkan mereka.


" Terima kasih atas bantuan tuan." ucap mereka serempak


Max hanya menganggukkan kepalanya dan membalikkan badannya. Baru beberapa langkah Max di panggil oleh mereka.


" Maaf tuan, siapa nama tuan?" tanya salah satu dari mereka


" Ali." ucap Max singkat


Max sengaja memakai nama Ali karena Max ingin menutupi identitas dirinya. Nama Ali di ambil dari Alionso tiga huruf dari depan.


" Tuan Ali, bolehkah kita berbicara sebentar." pinta salah satu dari mereka


Max membalikkan badannya dan menatap mereka dengan tajam.


" Ada apa? saya tidak ada waktu untuk berbicara." ucap Max dengan nada dingin


" Saya tidak perlu basa basi. Kami ingin melakukan kerjasama dengan tuan. Apakah tuan setuju?" tanya salah satu pria tersebut.


" Sebelumnya perkenalkan nama saya Baron ketua mafia." ucap Baron memperkenalkan diri sambil tangan kanannya diangkat.


" Ali." ucap Max ulang dan membalas uluran tangan


" Saya Charli wakil mafia." ucap Charli memperkenalkan dirinya.


Max dan Charli saling berjabat tangan kemudian melepaskan jabatan tangan tersebut.


" Karena tuan sudah menolong kami bagaimana kalau kita bersahabat. Jika tuan membutuhkan pertolongan kami maka kami akan membantu tuan dan begitu pula sebaliknya." ucap Baron


" Baik saya setuju." ucap Max


" Kalau tuan ingin bergabung menjadi anggota mafia boleh saja." tawar Baron


" Ok." jawab Max tanpa berfikir


Mereka berbincang sambil memberikan nomer ponsel masing - masing.


" Malam minggu kami biasa pergi ke club, apakah tuan Ali mau bergabung dengan kami?" tawar dua pria tersebut.


" Kalau saya bawa dua teman saya boleh?" tanya Max

__ADS_1


" Laki - laki atau perempuan?" tanya Charli


" Perempuan." ucap Max singkat


" Dua - duanya?" tanya Charli memastikan


" Ya dua - duanya perempuan. Maaf sudah malam saya ingin pulang." ucap Max


" Baiklah, silahkan tuan Ali dan sekali lagi terima kasih atas bantuannya." ucap Baron


Max hanya menganggukkan kepalanya dan membalikkan badannya menuju ke mobil. Max melanjutkan perjalanan menuju ke mansionnya.


xxxx


Di negara yang sama dan di kota yang sama tapi di tempat yang berbeda. Seorang gadis yang sangat cantik dan seksi siapa lagi kalau bukan Denisa.


Denisa yang bekerja sebagai CEO mengerjakan berkas - berkas dokumen yang menumpuk hingga tidak terasa sudah malam.


Denisa pulang jam 10 malam berjalan menuju parkiran tanpa rasa takut. Denisa berjalan menuju mobil kesayangannya berwarna merah.



Denisa mengendarai mobil dengan santai membelah jalan raya yang berlalu lalang. Di tempat yang sepi mobil Denisa di hadang sebuah mobil.


cittt


Denisa mengerem mobilnya mendadak, tanpa rasa takut Denisa turun dari mobil dan berjalan mendekati mobil itu. 4 orang pria keluar dari mobil itu menatap Denisa dengan tatapan lapar karena melihat Denisa yang sangat cantik dan seksi.


" Bisakah mobil tuan minggir, saya mau lewat." ucap Denisa dengan nada lembut


" Waoooww gadis cantik dan seksi plus mobil mewah sungguh beruntung kita malam ini." ucap salah satu dari mereka tanpa berhenti menatap Denisa dari atas sampai ke bawah


" Apa maumu tuan?" tanya Denisa tanpa basa basi dan tidak ada rasa takut.


" Aku ingin dirimu dan juga mobil mewahmu." ucap salah satu dari mereka dengan ucapan menggoda Denisa.


" Kalau tidak saya berikan bagaimana?" tanya Denisa sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Jangan salahkan kami jika kami memaksanya." ucap mereka serempak


" Silahkan, saya tidak takut." ucap Denisa


bugh


bugh


bugh


bugh


Denisa berhasil menghindar serangan mereka berempat kemudian memukul kembali ke mereka berempat.

__ADS_1


1 jam lamanya Denisa melawan mereka berempat dan Denis berhasil membuat ke 4 pria itu babak belur. Denisa mengambil ponselnya dari balik blazernya kemudian menghubungi kantor polisi.


Selesai menghubungi kepolisian Denisa mengambil tali di bagasi mobil kemudian mengikat ke 4 pria tersebut. Setelah selesai mengingkat Denisa memundurkan mobil kemudian melajukan mobilnya menuju ke apartemennya.


__ADS_2