Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Angelina Pingsan


__ADS_3

ceklek


Inge membuka pintu dan melihat Alex sedang berbaring. Inge berjalan ke arah ranjang milik Alex dan duduk di samping Alex sambil menggenggam tangan Alex.


" Honey, aku sangat mencintaimu. Hatiku sangat sakit melihat orang yang kucintai terluka." ucap Inge sambil mengecup punggung tangan Alex dan tanpa sadar air matanya keluar.


" Inge jangan pergi, aku sangat mencintaimu." lirih Alex yang masih memejamkan matanya.


Inge mendekatkan wajahnya ke wajah Alex hingga air mata jatuh di wajah Alex.


tes


tes


tes


cup


Inge mengecup bibir Alex dan menarik wajahnya tapi tangan Alex menahan tengkuk Inge. Alex pun ******* bibir Inge yang sudah menjadi candunya. Inge pun membalas ciuman Alex karena Inge juga sangat merindukan Alex.


Inge menepuk dada Alex ketika kehabisan nafas dan Alexpun melepaskan ciumannya sambil membuka matanya dan tersenyum menatap wajah cantik Inge yang sangat dirindukannya. Ingepun langsung menegakkan tubuhnya dan bersiap ingin pergi tapi tangannya di tahan oleh Alex.


" Sayang, jangan pergi aku mohon maafkan aku." mohon Alex


" Bukannya kak Alex sudah bertemu mantan kak Alex? hubungi dia kak pasti dia akan datang biarkan aku pergi." pinta Inge berusaha tidak mengeluarkan air matanya lagi.


" Apakah kamu tidak mencintaiku?" tanya Alex. Hati Alex terasa sakit ketika mendengar Inge memanggil dirinya dengan sebutan kak Alex bukan honey.


" Aku sangat mencintaimu kak Alex tapi cinta itu tidak harus saling memiliki karena itu aku merelakan orang yang kucintai menikah dengan wanita lain." ucap Inge sambil menunduk dan tidak terasa air mata yang di tahan akhirnya keluar.


Alex berusaha untuk duduk dan memegang wajah Inge agar menatap wajahnya. Ke dua ibu jarinya menghapus air mata Inge.


" Aku juga sangat mencintaimu dan tidak ada wanita lain. Maafkan aku, aku mohon berikan aku kesempatan ke dua." mohon Alex dengan wajah memelas.


Inge menatap Alex tidak tega dan hanya menganggukkan kepalanya. Alex yang melihat Inge menganggukkan kepalanya sangat senang dan memeluk Inge.


" Terima kasih, telah memberikan kesempatan ke dua untukku. Aku berjanji untuk selalu setia padamu." ucap Alex


" Aku mohon jangan lukai hatiku lagi karena jika itu terjadi lagi aku akan benar - benar pergi dari kehidupanmu." ancam Inge


" Iya aku janji. Jangan panggil kak Alex panggil aku honey seperti biasanya." mohon Alex.


" Baik honey, aku pegang janjimu." ucap Inge


" Terima kasih sayang sudah memberikan kesempatan ke dua untukku." ucap Alex sambil tersenyum.


Inge hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Aku sangat merindukanmu sayang, aku mencarimu sampai aku ke hotel tempatmu menginap tapi kamu tidak ada. Katanya kamu di culik? bagaimana keadaanmu? kamu bisa bebas dari penculik bagaimana bisa? apakah penculiknya sudah di hukum?" tanya Alex dengan beruntun


" Honey tanyalah satu - satu. Iya benar aku di culik tapi keluarga besar Alvonso menolongku dan berhasil menangkap penculik dan aku baik - baik saja seperti honey lihat." Jawab Inge berbohong sambil memeluk Alex agar Alex tidak membaca wajahnya kalau dirinya berbohong.


" Kenapa kamu memelukku? kangen ya?" tanya Alex sambil mendorong tubuh Inge.


" Iya aku kangen banget sama honey, biarkan seperti ini dulu honey." pinta Inge sambil menghirup aroma Alex yang sangat dirindukannya.


" Kenapa keluarga besar Alvonso tahu tempat penculiknya?" tanya Alex sambil menahan hasratnya karena mulut Inge yang menciumi leher Alex.


" Honey, aku pengen." ucap Inge tanpa menjawab pertanyaan Alex

__ADS_1


" Pengen apa?" tanya Alex


" Perut honey masih sakit?" tanya Inge sambil menatap Alex dengan tatapan mesum


" Masih, kenapa?" tanya Alex


" Tidak, lupakanlah." ucap Inge sambil tersenyum malu.


" Kamu ingin melakukannya?" tanya Alex yang mengerti tatapan Inge


Inge hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum malu.


" Kamu kenapa malu? kok tumben jadi mesum?" goda Alex.


" Tidak tahu honey kok aku jadi seperti ini." ucap Inge


" Tidak apa-apa sayang, aku suka." bisik Alex


" Ini di rumah sakit sayang nanti kalau honey sudah sehat saja." ucap Inge


" Besok kita menikah sayang bareng dengan adikku Leo, agar kita puas melakukannya tanpa ada rasa dosa." ucap Alex


" Terima kasih sayang." Jawab Inge sambil memeluk Alex


" Kita main yuk tapi sebelum main kamu kunci dulu pintunya." bisik Alex


" Besok saja kak, mommy dan daddy ada di luar sebentar lagi datang." ucap Inge


ceklek


Mommy dan Daddy membuka pintu kamar perawatan Alex sambil tersenyum. Sedangkan Inge membalikkan badannya dan membalas senyuman Daddy Alvonso dan mommy Laras.


" Sudah dad. Oh ya dad bisakah besok aku dan Inge menikah?" tanya Alex


" Bisa saja, apakah Inge bersedia?" tanya Daddy Alvonso


" Bersedia dad." Jawab Inge sambil tersenyum malu.


" Tapi kamu lagi luka Lex?" tanya mommy Laras


" Luka ini tidak seberapa asalkan aku bisa menikah dengan Inge." Jawab Alex.


" Ok, mommy akan mengurus semuanya dan kamu Inge kamu pulang karena besok pagi akan menikah dengan Alex." ucap mommy Laras


" Baik mom." Jawab Inge


Inge membalikkan badannya dan menatap Alex sambil membenarkan selimutnya.


" Honey aku pulang dulu ya dan honey juga harus istirahat karena besok kita akan menikah." ucap Inge


" Ok. Hati - hati." Jawab Alex


" Hmm.. Alex nanti ada yang menjaga anak buah Daddy, kalau ada apa-apa kabarin kami." ucap Daddy Alvonso


" Baik dad." terima kasih." Jawab Alex terharu karena dirinya diperhatikan oleh daddy Alvonso.


" Kami tinggal pulang ya? maaf tidak bisa menemani karena besok kami sangat sibuk mengurus pernikahan kalian dan juga pernikahan Leo dengan Debby." Ucap mommy Laras.


" Baik mom." Jawab Alex sambil tersenyum

__ADS_1


Daddy Alvonso, mommy Laras dan Inge pergi meninggalkan Alex sendirian. Alex yang juga lelah tidak berapa lama akhirnya tertidur pulas.


xxxxxxx


Angelina melihat Louis sudah tertidur pulas membuat Angelina melepaskan tangan Louis dan berusaha turun dari ranjang sambil menahan rasa perih di bagian intimnya dan juga bagian perutnya.


Angelina memakai pakaiannya kemudian membalikkan badannya menatap dengan sendu wajah Louis.


Setelah puas memandangi wajah Louis, Angelina membalikkan badannya kembali dan berjalan ke arah meja dan menulis sesuatu untuk Louis sambil mengusap air matanya.


Angela berjalan dengan perlahan menuju ke arah balkon kamarnya dan melihat dari atas balkon tidak ada yang menjaga terlebih banyak pohon besar.


Angela menaiki balkon kemudian meloncat ke arah pohon sambil meringis menahan sakit. Loncatan pertama berhasil Angela pun melanjutkan meloncat kembali ke arah pohon yang berada di sebrang hingga akhirnya sampai di luar mansion.


Kepala Angelina merasa pusing karena kekurangan banyak darah tapi berusaha untuk sadar hingga ada seseorang yang memegang tangan Angelina.


bruk


Angelina langsung pingsan seketika dan seseorang itu menahan tubuh Angelina agar tidak jatuh di tanah.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2