Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Emosi


__ADS_3

" Kak Leo." panggil Debby


cup


Leo mencium bibir Debby


" Kak Leo kenapa mencium bibir.." ucapan Debby terpotong oleh ciuman Leo


cup


" Kitakan pasangan kekasih jadi mulai sekarang panggil aku honey dan aku panggil kamu sayang." ucap Leo


" Sejak kapan?" tanya Debby pura - pura lupa


ctak


" Aduh." ucap Debby sambil mengusap keningnya yang di sentil Leo


" Sejak di apartemen kitakan sudah menjadi kekasih. Apa kamu lupa apa yang kita lakukan waktu itu." bisik Leo sambil menjilat telinga Debby.


" Sudah jangan diomongi lagi." ucap Debby malu sambil menahan geli ketika telinganya di jilat oleh Leo.


" Panggil aku honey dan kamu ku panggil sayang kalau melanggar kamu akan kucium." ucap Leo


" Kak Leo eh maksudku honey adikku kan lagi hamil menurut honey kalau dibelikan sepatu bagaimana?" tanya Debby


" Boleh juga idemu, tapi beli sepatu haknya jangan yang tinggi kan lagi hamil." ucap Leo


cup


" Terima kasih honey." jawab Debby sambil mengecup pipi Leo.


Debby pun mencari sepatu dan setelah menemukan Debby menanyakan ke pelayan toko ukuran sepatu adiknya Dennisa.


" Sayang kamu tidak beli sepatu juga?" tanya Leo


" Tidak, sepatuku banyak yang ada memenuhi lemari." ucap Debby


" Kalau tas bagaimana? tenang aku yang bayarin." ucap Leo


" Tidak, aku kan hanya menemani Kak Leo mencari kado buat adikku." ucap Debby sambil mencubit hidung mancung Leo.


" Kalau baju atau perhiasan?" tawar Leo lagi.


" Tidak mau honey." tolak Debby secara halus


" Kenapa? tenang saja aku yang bayarin." ucap Leo sambil mengusap rambut Debby.


" Bukan begitu honey, aku tidak begitu suka belanja barang - barang mewah. Semua yang aku punya sudah ada." tolak Debby lagi.


Seorang pelayan toko datang menemui Debby dan memberikan kotak yang berisi sepatu.


" Terima kasih mba." jawab Debby sambil menerima kotak itu.


" Sama - sama nona." jawab pelayan toko dengan ramah.


" Kita ke kasir yuk? ukuran sepatunya sudah dapat." sambung Debby sambil menarik tangan Leo agar tidak memaksanya membeli barang.


" Totalnya Rp. 16,500,000." jawab kasirnya

__ADS_1


Leo membuka dompetnya dan mengambil kartu kredit tanpa batas dan diberikan ke kasir sedangkan Debby membuka isi kotaknya.


" Honey sepatunya baguskan?" tanya Debby sambil memperlihatkan sepatunya.



" Bagus sayang kamu mau?" tanya Leo


" Tidak honey." jawab Debby sambil memasukkan kembali sepatunya ke kotak sepatu.


" Honey sepertinya mereka masih lama kita tunggu di luar yuk." ajak Debby


" Ok." jawab Leo singkat sambil membawa paper bag.


Debby dan Leo keluar dari toko sepatu dan tas sambil mencari tempat duduk.


" Honey itu ada es krim kita ke sana yuk?" ajak Debby sambil menunjuk ke arah stand penjual es krim dan Debby menarik perlahan tangan Leo.


" Honey mau beli rasa apa?" tanya Debby


" Tidak sayang kamu saja yang beli." tolak Leo secara halus.


" Ok. Paman, saya mau rasa coklat yang jumbo ya?" pinta Debby.


" Baik nona." jawab penjual es krim.


Tidak berapa lama es krim pesanan Debby selesai dan Leo membayarnya.


" Honey kita duduk di situ saja sekalian kasih tahu kak Alex." jawab Debby.


" Ok sayang." jawab Leo


" Honey cobain deh enak lho?" tawar Debby sambil menyendokkan es krim ke mulut Leo.


Leo pun membuka mulutnya walau dia tidak begitu suka rasa manis tapi karena kekasihnya memintanya membuat dirinya membuka mulutnya. Tidak berapa lama Alex datang membawa banyak paper bag di tangan kanan dan kirinya sedangkan kekasihnya tidak memegang apapun.


" Kamu tidak belanja Deb?" tanya Alex dengan nada bingung karena dirinya hanya melihat Leo membawa satu bungkusan paper bag.


" Tidak kak, kan aku hanya menemani kak Leo beli hadiah buat adikku Dennisa." ucap Debby sambil menyuapi es krim ke mulut Leo.


" Honey, aku lapar makan yuk?" ajak gadis itu manja karena dirinya sangat kesal kekasihnya berbicara dengan Debby.


" Kalian mau makan?" tanya Alex


" Sayang kamu mau makan?" tanya Leo


" Boleh." ucap Debby


Merekapun berjalan ke arah restoran dengan pasangan masing-masing.


" Kita makan di restoran itu ya honey." ucap kekasihnya dengan nada manja.


" Ok." jawab Alex singkat


Merekapun masuk ke dalam restoran, Debby dan Leo duduk berdampingan sedangkan Alex dan kekasihnya juga duduk berdampingan hanya saja saling berhadapan.


" Honey aku ingin pesan xxxx dan minumannya juice alpukat." ucap gadis itu dengan nada manja.


Debby berinisiatif menulis pesanan mereka.

__ADS_1


" Kalau kak Alex memesan apa?" tanya Debby dengan nada sopan.


" Hei kamu itu tanya sama kekasih mu saja mau pesan apa? jangan tanya kekasihku?" omel gadis itu.


Debby menghembuskan nafasnya secara perlahan sambil tersenyum.


" Maaf kak, aku kan yang menulis pesanan dan kak Alex adalah yang paling tua jadi kak Alex dulu yang dipesankan baru kekasihku." ucap Debby bersabar


" Maksudmu kekasihku sudah tua?" omel gadis itu lagi.


" Bukan begitu kak, kekasihku mempunyai seorang kakak dan sebagai adik harus menghormati kakaknya. Di keluargaku selalu mengajarkan untuk menghormati orang lebih tua." ucap Debby berusaha bersabar.


Alex dan Leo sengaja tidak membelanya karena mereka ingin tahu sifat kekasihnya masing - masing.


" Kak Alex memesan apa?" tanya ulang Debby


" Aku ingin pesan xxxx dan minumnya lemon tea." ucap Alex


" Kalau honey pasti sama ya kayak kak Alex." tebak Debby sambil tersenyum.


" Pintar." ucap Leo singkat sambil mengusap lembut rambut Debby.


Debby pun melambaikan tangannya ke arah pelayan. Pelayan itu pun mencatat pesanan Debby setelah selesai pelayan itupun meninggalkan mereka berempat. Tidak berapa lama ponsel milik Debby berdering. Debby mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya. Setelah tahu Debby menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo Dennisa?" sapa Debby


" Hallo kak, ada di mana?" tanya Dennisa


" Ada di mall, kenapa?" tanya Debby.


" Kak aku ingin dibelikan spaghetti bolognese." minta Dennisa.


" Ok." Jawab Debby singkat.


" Terima kasih ya kak." jawab Dennisa


" Sama - sama sayang." jawab Debby


Tut Tut Tut Tut


" Cih di sebelah sudah pacar masih sempat-sempatnya pacaran sama orang lain. Leo kamu tidak marah kekasih mu pacaran dengan orang lain?" ucap gadis itu berusaha memanasi Leo.


" Tidak." jawab Leo santai walau hatinya ingin memotong lidah kekasih kakaknya.


" Kenapa tidak marah?" tanya gadis itu dengan nada kesal.


" Karena yang di telepon itu adiknya jadi buat apa aku marah." ucap Leo dengan nada santai.


" Dari mana tahu kalau itu adiknya." ucap gadis itu berusaha memanasi Leo.


" Tadi kekasihku memanggilnya Dennisa dan aku juga melihat nama yang menelephonenya adalah Dennisa." ucap Leo


" Bisa saja manggilnya dan tulis namanya Dennisa tapi yang bicara cowok." ucap gadis itu tidak mau kalah.


" Suaranya juga suara cewek." ucap Leo sambil menggenggam tangannya menahan emosi.


xxxxx


Maaf nama Leon author ganti nama Alex karena ada permintaan dari pembaca. Setelah author pikir benar juga terkadang author salah ketik nama adiknya tapi yang terketik nama kakaknya. Terima kasih atas komentarnya.

__ADS_1


xxxxxxx


__ADS_2