
Alvian duduk di kursi pengemudi dan di sampingnya istrinya dokter Amelia sedangkan di kursi belakang pengemudi kakaknya Alvonso dengan Kelly.
Alvian mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit milik dokter Kennath.
" Alvian, menurutmu apa yang terjadi dengan Angelina? kenapa dia bisa terluka?" tanya Alvonso
" Tidak tahu kak, Alvian juga bingung." ucap Alvian.
" Oh iya kak Alvonso dan kak Alvian, Leo menginap di hotel kita." ucap dokter Amelia memberitahukan informasi.
" Kok menginap di hotel kita?" tanya Alvonso dan Alvian bersamaan.
" Debby di serang sekelompok orang yang bisa bela diri. Dennis, Arlan dan Harlan ikut membantu Debby tapi hampir saja kalah dan untung saja datang Alex dan Leo membantu Debby." ucap Amelia
" Lalu?" tanya Alvonso
" Alex melindungi Debby hingga Alex yang terluka dan di rawat di rumah sakit milik paman Kennath." ucap Kelly
" Kata mommy besok selain pernikahan Debby dengan Leo juga pernikahan Alex dengan Inge." ucap dokter Amelia.
" Kenapa bisa? bukannya Inge bersembunyi di rumah paman Kennath?" tanya Alvonso dengan nada terkejut
" Memang benar, tapi pas tahu kalau Alex terluka Inge langsung ke rumah sakit tapi ketahuan oleh Alex dan Alex meminta kesempatan ke dua ke Inge dan menyesali perbuatannya kemudian meminta mommy dan daddy untuk menikah bersamaan dengan Debby dengan Leo." jawab Kelly menjelaskan ke suaminya.
" Oh begitu. Alvian menurutmu terasa aneh tidak?" tanya Alvonso
" Aneh kenapa kak?" tanya Alvian
" Pertama Debby tiba - tiba di serang orang yang bisa bela diri dan yang ke dua Angelina tiba - tiba terluka. Apakah pegawai hotel atau pelayan hotel menjadi mata - mata atau bisa juga ada orang yang sengaja memasang cctv tanpa sepengetahuan kita." ucap Alvonso
" Bisa juga kak, kakak waktu kita membicarakan tentang rencana mommy dan Daddy kan kita berada di ruang keluarga. Kakak telepon Max cari cctv yang mencurigakan yang bukan milik kita." usul Alvian
" Bagus juga usulmu, kakak akan menghubungi Max." ucap Alvonso
Alvonso pun menghubungi Max dan panggilan pertama langsung di angkat oleh Max.
" Hallo kak, ada apa kakak telepon malam - malam begini?" tanya Max
" Max, coba kamu masuk ke ruang keluarga dan mencari CCTV Yang Tersembunyi tapi bukan milik kita." perintah Alvonso
" Maksud kakak?" tanya Max dengan nada bingung.
" Maksud kakak, kakak curiga karena rencana yang Daddy dan mommy susun sepertinya mereka tahu karena Debby di serang orang yang bisa bela diri dan Angelina juga terluka. Ini kakak dan Alvian lagi di rumah sakit mau menengok Angelina." ucap Alvonso
" Max, jangan bilang sama Charli kalau adiknya Angelina terluka nanti mommy sama daddy yang akan bilang ke Charly." teriak Alvian
" Alvian jangan teriak - teriak, telinga kakak sampai sakit apalagi istriku." omel Alvonso
" Hehehehe... maaf kak biar Max dengar, kamu dengarkan Max?" tanya Alvian
" Kak Alvonso bilang ke kak Alvian kalau Max dengar." ucap Max
" Tuh Al, Max dengar suara cemprengmu." ledek Alvonso
" Ih kakak nyebelin." gerutu Alvian
__ADS_1
Alvonso tersenyum mendengar gerutu an adiknya Alvian.
" Iya kak, aku akan mengecek ke ruang keluarga dan aku tidak akan bilang ke Charly." ucap Max.
" Kalau ada sesuatu yang mencurigakan lapor ke mommy atau daddy saja." perintah Alvonso
" Baik kak." jawab Max
tut tut tut tut tut tut
Merekapun mematikan ponselnya secara bersamaan.
" Honey, siapa yang telephone malam - malam begini?" tanya Dennisa
" Kak Alvonso katanya curiga ada cctv musuh yang di pasang di ruang keluarga. Sayang, aku mau ke ruang keluarga mau mengecek." ucap Max sambil membawa tas yang berisi perlengkapan seperti obeng, kotak tempat menaruh cctv yang kedap suara dan lainnya yang di simpannya di dalam tas.
" Aku ikut ya honey." ucap Dennisa.
" Ok." Jawab Max
Mereka berdua keluar dari kamarnya, sampai di luar kamar mereka berjalan ke arah pintu lift dan tidak sengaja bertemu dengan Dennis dan Arlan yang juga sedang keluar dari kamarnya.
" Mau kemana?" tanya Dennis dan Arlan bersamaan.
" Ikut kami nanti kita bicarakan di dalam lift." bisik Max.
" Ok." Jawab mereka serempak
Mereka berempat masuk ke dalam pintu lift, Max dan Dennisa melihat ke sekeliling ruangan pintu lift dan tidak ada yang mencurigakan. Max menekan tombol menuju ke ruang keluarga dan sekaligus ruang makan.
" Ada apa?" tanya Dennis dengan nada bingung
" Aku kurang mengerti." ucap Dennis
" Sama aku juga kurang mengerti." sambung Arlan.
" Rencana mommy dan daddy sepertinya di ketahui oleh musuh terbukti Debby di serang oleh orang yang bisa bela diri dan Angelina terluka." ucap Max menjelaskan.
" Benar Max, kami saja hampir kalah oleh mereka, untung saja ada Alex dan Leo datang beserta anak buah paman Kennath." ucap Arlan
" Kak Angelina kenapa bisa terluka?" tanya Dennis.
" Kakak kurang tahu Den." ucap Max
" Kak Alvonso dan kak Alvian sedang dalam perjalanan ke rumah sakit mau melihat Angelina. Oh ya kata kak Alvian jangan bilang dulu ke Charli." sambung Max
" Mudah - mudahan tidak terjadi yang serius dengan Angelina." ucap Dennis dan Arlan bersamaan.
" Amin." Jawab Max dan Dennisa.
Ting
Pintu lift terbuka mereka keluar dari pintu lift dan masuk ke dalam ruang keluarga. Mereka berempat mencari sesuatu yang mencurigakan. Mata elang Max melihat di dekat lukisan ada chip yang sangat kecil.
" Dennis, di dekat lukisan ada chip seperti rekaman cctv apakah itu milik keluargamu? setahu kakak baru melihatnya." bisik Max
__ADS_1
Dennis menengok ke arah samping dan melihatnya.
" Iya benar." ucap Dennis sambil mendekati lukisan tersebut dan menarik chipnya.
" Aku simpan di mana?" tanya Dennis.
" Simpan di sini saja." ucap Max mengambil kotak berwarna hitam di dalam tasnya dan membukanya.
Dennis menaruh chip tersebut ke dalam kotak tersebut. Merekapun mencari kembali hingga Arlan menunjuk gantungan pakaian.
" Lihat gantungan pakaian tersebut ada titik kecil sepertinya camera cctv dan apalagi bentuknya berbeda dengan yang di sebelahnya." bisik Arlan.
" Ini harus di buka dengan menggunakan obeng , aku harus ke kamarku dulu." ucap Dennis.
" Tidak usah aku sudah membawanya." Kata Max sambil mengeluarkan satu set obeng berbagai bentuk di dalam tas.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx