
Daddy Alvonso melepaskan tangannya yang tadi menarik telinga Max. Max pun mengusap telinganya yang sudah memerah.
" Daddy dan mommy kenapa tidak menjewer Baron dan Charli?" protes Max
" Baron dan Charli mempunyai ke dua orang tua biar mereka yang melakukannya. Sedangkan kamu Max sudah kami anggap sebagai anak kami jadi jika ada anak yang nakal maka kami tidak segan - segan menjewer telingannya." ucap daddy Alvonso dengan nada tulus.
Max, Baron dan Charli merasa terharu mendengar ucapan daddy Alvonso terlebih Max. Max memeluk daddy Alvonso sambil menangis. Daddy Alvonso membalas pelukan Max sambil mengusap punggung Max seperti mommy Laras lakukan.
" Daddy, maafkan Max karena menyiksa Denisa. Max janji untuk tidak melakukan itu lagi." ucap Max tulus
" Daddy percaya kini kamu menyesalinya apalagi di dalam perut istrimu ada anak yang sangat kamu harapkan. Anggaplah ini pelajaran buatmu untuk menahan emosi dan tidak percaya dengan orang yang menfitnahmu. Ini juga berlaku buat kalian berdua Charli dan Baron." jawab daddy Alvonso sambil menatap ke Baron dan Charli.
" Baik dad." jawab Max
" Baik paman." jawab Charli dan Baron bersamaan.
Daddy Alvonso melepaskan pelukan Max dan berjalan mendekati mereka. Seperti anak kecil mereka takut berjalan mundur sambil memegang ke dua telinganya takut di jewer oleh daddy Alvonso membuat daddy Alvonso menghentikan langkahnya.
" Kenapa kalian mundur? dan kenapa telingan kalian berdua di tutup semua?" tanya daddy Alvonso bingung
" Apa paman ingin menjewer telingaku?" tanya Charli
" Seperti paman menjewer telinga Max." sambung Baron
" Jangan panggil paman, panggilan daddy sama seperti Max yang memanggilku daddy. Kalian memanggil istriku mommy masa memanggilku paman." ucap daddy Alvonso dengan nada cemberut.
" Bolehkah?" tanya mereka serempak dengab mata berbinar.
" Tentu saja, daddy senang anak daddy nambah 2 lagi." ucap daddy Alvonso
" Daddy." panggil mereka serempak lagi.
" Kalau manggil sambil memeluk daddy." ucap daddy Alvonso sambil merentangkan ke dua tangannya untuk minta di peluk.
Baron dan Charli langsung berjalan cepat dan memeluk daddy Alvonso kanan dan kiri. Daddy Alvonso memeluk ke dua pria tersebut sambil mengusap ke dua punggung pria tersebut.
" Anggaplah kami sebagai orang tua kalian." ucap daddy Alvonso dengan tulus.
" Apa daddy dan mommy tidak takut dengan kami?" tanya Baron dengan nada terkejut.
Daddy Alvonso melepaskan pelukannya begitu pula dengan mereka melepaskan pelukannya. Daddy Alvonso menatap wajah mereka satu persatu.
" Kenapa kami mesti takut?" tanya daddy Alvonso.
" Mommy dan daddy tahu kalau kami adalah seorang ..." ucap Charli yang menjawab pertanyaan Baron dan tidak meneruskan perkataannya karena mereka pasti sudah tahu jawabannya.
" Mommy dan daddy tahu maksud perkataan kalian dan jawabannya tidak. Waktu mommy sendiri di sini bersama Baron dan Charli apakah mommy merasa takut dengan kalian berdua?" tanya mommy Laras dengan nada lembut.
" Tidak." jawab mereka serempak
__ADS_1
" Kalian sudah tahukan jawabannya. Kami tidak takut malah kami berharap agar bisa mengubah kalian bertiga menjadi orang yang penuh kasih sayang terhadap keluarga dan orang lain. Tidak ada lagi rasa kebencian, penyiksaan dan pembunuhan lagi." ucap mommy Laras lembut.
" Tapi jika jiwa psychopath kami muncul bagaiamana?" tanya Charli
" Jika itu terjadi berarti sudah takdir kami mati di tangan kalian. Kami hanya bisa pasrah dan berharap kamilah orang yang terakhir mati di tangan kalian." ucap daddy Alvonso
" Hidup dan mati sudah di tulis yang di atas dan kita tidak tahu kapan itu terjadi. Siap tidak siap kita harus menerimanya. Karena itulah kami berusaha agar kalian berubah." sambung daddy Alvonso dengan kata - kata bijaknya membuat hati mereka tersentuh.
" Jika kami takut tidak mungkin kami berani berdiri di hadapan kalian seperti ini karena pada dasarnya kalian bertiga orang baik hanya saja tidak bisa mengendalikan emosi jika di ganggu." ucap mommy Laras.
" Sekarang kita ke ruang ugd melihat Denisa, Amora dan Mira." sambung mommy Laras.
Merekapun keluar dari ruangan itu menuju ugd, sampai di ugd sudah ada keluarga besar Alvonso beserta cucu - cucunya dan 2 keluarga sahabatnya. Charli dan Baron diperkenalkan oleh mereka membuat mereka berdua merasakan kehangatan sebuah keluarga.
" Max." panggil kak Alvonso dan kak Alvian bersamaan
" Iya kak." ucap Max
" Jangan lakukan itu lagi." pinta kak Alvonso
" Banyakin sabar dan percaya dengan istrimu. Jangan percaya dengan orang yang ingin memisahkan kalian." sambung kak Alvian
" Iya kak, Max sangat menyesal." ucap Max lirih sambil matanya mulai berkaca - kaca.
Kak Alvonso dan kak Alvian langsung memeluk Max dan Max pun membalas pelukan ke dua kakak iparnya. Setelah agak lama mereka melepaskan pelukannya.
" Mommy dan daddy juga semuanya Alvonso, istriku dan anak - anakku mau pamit dulu." ucap kak Alvonso
" La dan Alvonso kami juga pamit ya? kalau ada apa - apa kabarin kami." ucap keluarga Ronald
" Ok hati - hati di jalan." ucap mommy Laras.
Merekapun satu persatu meninggalkan tempat itu hingga meninggalkan mommy Laras, daddy Alvonso, Max, Baron dan Charli. Max menatap mereka yang membawa pasangannya beserta anak - anak mereka membuat hatinya semakin hancur.
Mommy Laras yang mengerti perasaan Max hanya mengusap punggung Max.
" Daddy siapa pelakunya?" tanya Max penasaran
" Orang yang kalian bunuh beberapa hari yang lalu kakaknya membalas dendam pada kalian bertiga. Kalian kenal Adam?" tanya Daddy Alvonso.
" Kami sangat kenal berarti yang melakukannya kakaknya Adam?" tanya Max terkejut
Baron dan Charli ikut terkejut mendengar ucalan daddy Alvonso.
" Iya benar karena itulah mommy meminta kalian untuk bisa menahan emosi kalian jika tidak orang yang kalian cintai akan terluka dan berbaring padahal mereka sama sekali tidak bersalah." ucap mommy Laras.
" Anggaplah ini pelajaran buat kalian untuk bisa menahan emosi dan mempercayai pasangan kalian." sambung daddy Alvonso.
" Kami janji untuk menahan emosi." ucap mereka serempak.
__ADS_1
" Bagus, sekarang berdoalah agar orang yang kalian cintai operasinya berjalan lancar dan kalian bisa bertemu dengannya." ucap mommy Laras
" Iya mom." jawab mereka serempak
.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx