Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Tiga Sahabat


__ADS_3

" Mommy masih ada rekaman cctv di mansionmu yang sekarang milik Mira dan sekaligus di tempati Mira, mau melihat apa yang dilakukan Mira?" tanya mommy Laras


" Boleh mom." jawab Charli yang masih belum percaya.


Mommy Laras mengutak atik kembali laptopnya. Setelah agak lama mommy Laras meminta Charli untuk melihat apa yang terjadi di mansion milik Mira yang diberikan oleh Charli.


Ketika Charli menonton di layar proyektor Max dan Baron membuka pintu membuat Charli dan mommy Laras memalingkan wajahnya ke arah pintu.


" Mommy, siapa pelakunya?" tanya Max


" Iya mommy, kami akan menghukumnya." sambung Baron


" Semua sudah di tangkap dan di bawa ke markas." ucap mommy Laras santai


" Siapa yang menangkapnya?" tanya ke tiga pria tampan itu serentak


" Suamiku, ke dua sahabat suamiku dan ke tiga anakku Alvonso dan Alvian, Denis, menantuku Arlan dan Harlan serta di bantu beberapa anggota mafia." ucap mommy Laras


" Kalau begitu kami akan ke sa..." ucap Max dan Charli bersamaan tapi terpotong oleh mommy Laras.


" Tidak perlu ke sana, kalian berdua tontonlah rekaman cctv di layar proyektor." perintah mommy Laras yang tahu mereka ingin pergi ke markas.


" Tapi mom..." jawab Max dan Baron yang secara bersamaan terpotong oleh tatapan mommy Laras yang horor.


glek


Max dan Baron yang dipenuhi emosi untuk menghukum mereka tapi ketika melihat tatapan horor mommy Laras membuat mereka menelan saliva dengan kasar. Akhirnya mereka duduk sambil memperhatikan layar proyektor.


Rekaman CCTV MANSION


Jam 17.00 hari Mira masuk ke dalam mansion, sambil membalas sapaan para bodyguard dan para pelayan sambil berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Mira membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamarnya kemudian menutup pintunya. Mira menaruh tasnya di sofa kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Selesai mandi Mira menggunakan jubah handuk dan berjalan keluar kamar mandi menuju ke lemari pakaian mengambil pakaian santai dan menaruhnya di ranjang tempat tidurnya.


Mira menarik tali jubah handuk dan hendak membukanya namun langsung di skip oleh mommy Laras membuat Charli cemberut karena Mira sudah menggunakan pakaian.

__ADS_1


Mira berjalan menuju ke meja rias dan duduk untuk menyisir rambutnya yang panjang, setelah selesai Mira menggunakan cream malam untuk wajahnya. Setelah selesai Mira kemudian berdiri dari kursi riasnya dan berjalan menuju meja untuk mengambil laptopnya.


Mira duduk di sofa kemudian menyalakan laptopnya, setelah laptop menyala sempurna Mira menghubungi dua sahabatnya Denisa dan Amora dengan menggunakan laptopnya.


Tampak Denisa masih berbaring di ranjang dan menatap ponselnya sedangkan Amora berbaring di sofa ruang tamu.


" Hallo Denisa." sapa Mira


" Hallo Amora." sapa Mira


" Hoam... Ada apa Mir?" tanya Denisa sambil menguap.


" Ada apa Mir?.. masih ngantuk." ucap Amora.


" Kalian berdua jam segini masih tidur?" tanya Mira terkejut


" Iya nih badanku dari pagi cape banget rasanya seperti habis di lindas truk." ucap Denisa


" Kalau aku badanku cape banget, padahal tadi aku bangun siang jam 11 terus buru - buru mandi untuk mencari gaun pengantin setelah dapat aku langsung pulang dan tidur lagi." keluh Amora


" Apa Denisa di gempur suaminya dan kamu Amora juga sama digempur calon suamimu?" goda Mira


" Hehehe... enak banget tahu, nanti kalau kamu nikah dengan Charli bisa kamu rasakan betapa enaknya." ucap Denisa sambil wajahnya memerah.


" Benar banget aku saja jadi ketagihan dan terkadang sengaja menggodanya." ucap Amora sambil wajahnya ditutupi bantal


" Tapi kenapa waktu calon suamiku awal pertama kali mau masuk ke punyaku terasa sakit banget padahal baru sedikit." ucap Mira polos.


" Awalnya sakit tapi setelah itu enak." ucap Amora sambil tersenyum.


" Hehe... awalnya sakit nanti lama - lama enak dan minta tambah." sambung Denisa sambil tersenyum dan memukul - mukul bantalnya.


" Kamu kenapa Denisa?" tanya Amora dan Denisa bingung


" Hehehe.. aku ingat tadi pagi ketika suamiku lagi tidur terus aku pura - pura tertidur sambil tangan kananku membelai kerisnya eh akhirnya bangun dan kita melakukan lagi padahal semalam sudah." ucap Denisa polos


" What??? kamu kenapa semesum ini Denisa?" tanya Amora dan Mira dengan nada terkejut.

__ADS_1


" Ngga tahu nih kenapa aku bisa semesum ini padahal tidak pernah aku seperti ini. Yang lebih mesum awal pernikahan suamiku. Apa aku ketularan suamiku yang mesum ya?" tanya Denisa polos.


Amora dan Mira tertawa mendengar ucapan polos Denisa.


" Ada apa Mir? aku masih ngantuk kebetulan suamiku katanya pulang malam jadi aku mau tidur lagi." ucap Denisa


" Sama Mir, aku juga ngantuk, calon suamiku katanya hari ini lembur pulang tengah malam jadi aku melanjutkan tidur lagi. Apalagi kan besok kami menikah sama seperti dirimu yang akan menikah dengan Charli." ucap Amora.


" Ini calon suamiku memberikan mansion dan mobil atas namaku, aku awalnya menolaknya tapi calon suamiku tidak suka di bantah dan tidak mau menerima penolakan. Kalian ada tidak orang yang bisa memindahkan mansion dan mobil atas nama calon suamiku? " ucap Mira


" Kenapa tidak mau Mir, bukannya cewe suka di kasih barang mewah." ledek Denisa.


" Aish enak aja aku bukan cewe matre kali, kamu dan Amora juga sama kan." ucap Mira


" Benar sekali, aku juga sama suamiku memberikan mansion yang kami tempati dan perusahaan atas namaku awalnya aku menolaknya tapi sama seperti calon suamimu, ya sudah aku terima saja. Tapi tanpa sepengetahuan suamiku aku sudah pergi ke sahabatku yang bekerja sebagai notaris untuk mengubah nama mansion dan perusahaan atas nama suamiku. Aku sudah menandatangani dokumen itu tinggal suamiku yang belum, aku simpan di brankas berbarengan dengan dokumen penting suamiku jadi gampang ditemukan." ucap Denisa menjelaskan.


" Sama aku juga diberikan mansion sama mobil sama calon suamiku. Aku juga ingin mengembalikannya. Boleh aku minta nomernya?" pinta Amora


" Sama aku juga minta." ucap Mira


" Ok nanti aku kirim lewat wa." ucap Denisa


" Ok kami tunggu." jawab Amora dan Mira secara bersamaan.


" Oh iya kenapa kita bisa bersamaan ya?" tanya Denisa bingung.


" Entahlah aku tidak tahu." ucap Amora dan Mira bersamaan.


" Amora dan Mira, aku meminta maaf jika seandainya aku banyak salah baik sengaja atau tidak sengaja aku meminta maaf. Kalian adalah sahabat terbaikku." ucap Denisa dan tidak terasa air matanya keluar.


Begitu juga dengan Amora dan Mira keduanya mengeluarkan air matanya. Tiga sahabat hanya saling menatap dengan air mata tidak berhenti seakan - akan hendak berpisah.


" Kamu tidak pernah salah, kamu adalah sahabat terbaikku begitu pula dengan Amora. Maafkan aku jika aku melakukan kesalahan." ucap Mira.


" Aku juga sama." ucap Amora


" Terima kasih sudah menjadi sahabat baikku. Kalian tidak pernah berbuat salah karena kalian adalah sahabat sejatiku" ucap Denisa, Amora dan Mira bersamaan dengan air mata tidak berhenti keluar.

__ADS_1


__ADS_2