Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Masa Lalu Max


__ADS_3

" Kalian nakal ya, di suruh berhenti malah berlari." omel Max


Karena lelah dan kesal Max melihat sebuah pot tanaman yang berada di taman.


pyar


Max melempar pot tersebut ke arah kelinci tersebut membuat sepasang kelinci itupun mati.


" Paman huhuhuhu..." tangis Max pecah


Kepala pelayan itupun berlari mendekati Max. Matanya membulat sempurna melihat sepasang kelinci itu mati dengan cara mengenaskan tertimpa pot dengan tubuh dan kepalanya berdarah.


" Kenapa kelincinya mati tuan muda Max?" tanya kepala pelayan terkejut.


" Waktu Max mengejar kelinci itu, kelinci itu nakal jadi terkena pot huhuhu.." ucap Max sambil menangis


Kepala pelayan bingung dengan ucapan Max tapi kepala pelayan berfikir tidak mungkin Max membunuh kelinci itu mungkin Max tidak sengaja menyenggol pot dan terkena sepasang kelinci tersebut.


" Ya sudah nanti paman membelikan kelinci lagi." ucap kepala pelayan.


" Terima kasih paman." ucap Max


Max pun berjalan ke kamarnya untuk istirahat sedangkan kepala pelayan menyuruh anak buahnya untuk mengubur sepasang kelinci tersebut.


xxxx


Kepala pelayan membelikan kembali sepasang kelinci untuk dijadikan hewan peliharaan untuk mengusir kesepiannya karena Max tidak mempunyai saudara ataupun teman.


Tapi lagi - lagi sepasang kelinci itu mati mengenaskan lagi entah tenggelam di kolam ikan, terjepit di kawat, tertusuk di kawat berduri dan terjatuh dari balkon tempat kamar Max.


Kepala pelayan itupun terpaksa membelikan sepasang kelinci lagi karena Max menangis membuat kepala pelayan tidak tega dan menuruti keinginan Max.


Max bermain bersama sepasang kelinci sambil menggambar sepasang kelinci, sampai salah satu dari kelincinya membuang kotorannya di kertas yang hampir selesai di gambar.


" Dasar kelinci nakal kamu harus mendapat hukuman." ucap Max kesal kemudian kelinci tersebut di tangkap kemudian dicekiknya.


Kelinci itupun kejang - kejang kemudian mati mengenaskan.


" Paman, huhuhuhu.... kelincinya mati." tangis Max histeris.


Kepala pelayan yang di panggil paman itu berlari karena Max menangis histeris.


" Kenapa tuan muda?" tanya kepala pelayan.


" Paman huhuhuhu... kelincinya mati paman huhuhuhu..." tangis Max pecah.

__ADS_1


Paman itu terkejut mendengarnya kemudian menoleh ke samping tampak kelinci tidak bergerak sama sekali.


" Kenapa bisa mati?" tanya kepala pelayan dengan nada heran.


" Aku tidak tahu paman pas lagi gambar, kelinci itu mati paman huhuhuhu." tangis Max


" Kok aneh ya? paman sudah membelikan kelinci yang ke 6 kali sepertinya tuan muda ganti binatang yang lain ya?" pinta kepala pelayan.


" Tidak mau paman aku maunya kelinci paman, kelinci itu imut seperti aku paman jadi aku hanya ingin kelinci." ucap Max.


" Baiklah nanti paman belikan lagi kelincinya, sekarang jangan nangis ya?." pinta kepala pelayan.


" Baik paman, tapi janji belikan lagi ya paman." ucap Max.


" Baik paman janji, sekarang mandi sudah sore." pinta kepala pelayan.


" Baik paman." ucap Max.


Max mandi sambil bersenandung karena akan dibelikan kelinci yang tadi mati dicekiknya. Max tidak mengerti perbuatannya baginya jika ada yang nakal maka akan di cekiknya.


xxxxx


5 Tahun Kemudian


Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun dan kini tanpa terasa umur Max sudah 11 tahun.


" Baiklah Max, maafkan kami Max tidak bisa menemanimu ke sana karena paman dan bibi hari ini akan pergi mengurus bisnis." ucap sang bibi.


" Tidak apa - apa bibi, Max mengerti. Max berangkat." pamit Max.


"Ok. Hati - hati ya Max." ucap sang bibi


" Baik bi." jawan Max singkat.


Max pun menyalami sang bibi dan paman kemudian pergi meninggalkan mansion milik paman dan bibinya menuju mansion milik orang tuanya.


Singkat cerita Max sudah sampai sudah sampai di mansion. Max melihat daddynya sedang berjalan hendak keluar dari mansion.


" Daddy." panggil Max bahagia karena bisa bertemu dengan daddynya.


" Hallo Max, kemana saja? daddy mencarimu tapi tidak pernah ketemu, daddy mencarimu kemana - mana tapi tidak ada." jawab Zain


" Maafkan Max dad, Max tinggal dengan paman dan bibi." ucap Max


" Max, daddy ingin pergi kamu mau ikut Max?"ajak daddy Zain

__ADS_1


" Mau dad." jawab Max semangat bahagia karena dirinya di ajak daddynya.


Max pun membuka pintu di samping pengemudi. Mereka berdua pergi meninggalkan mansion. Zain mengendarai mobil dan tidak berapa lama mereka sampai di bangunan mansionnya yang cukup luas dan di depan pintu gerbang tampak para bodyguard berjaga di dalam gerbang.


Zainpun mengklakson mobilnya dan dua orang bodyguardnya membuka gerbangnya. Zain masuk ke dalam mansion dan memarkirkan mobilnya.


" Max, ayo kita turun." ucap Zain


Max hanya menganggukkan kepalanya dan mereka keluar dari mobil dan masuk ke dalam mansion.


" Max, kamu istirahat di kamar, daddy ingin berbicara dengan paman Hans." ucap Zain


" Baik daddy." ucap Max


" Pengawal, antarkan anakku ke kamarnya." perintah Zain


" Baik tuan." ucap bodyguard.


Bodyguard itupun pergi mengantar Max ke kamarnya sedangkan Zain dan Hans alias Herman masuk ke ruangan kerja milik Zain. Zain duduk di kursi kebesarannya sedangkan Hans alias Herman duduk berhadapan dengan Zain hanya dibatasi oleh meja.


" Herman, bagaimana penculikkan Laras istri dari tuan Alvonso?" tanya Zain


" Sudah tuan, nyonya Laras sudah saya sekap di dalam gudang yang lumayan luas. Kita tinggal menunggu kedatangan tuan Alvonso setelah itu terserah tuan." ucap Herman


" Bagus, saya bangga dengan pekerjaanmu." puji Zain


" Oh ya tuan bagaimana dengan tuan muda Max?" tanya Herman


" Setelah tuan Alvonso dan nyonya Laras mati barulah Max saya akan bunuh karena saya tidak ingin memelihara anak musuhku karena itulah saya sengaja membawanya ke sini." ucap Zain dingin


" Benar tuan, karena bisa saja suatu saat nanti Max akan tahu siapa kita sebenarnya. Tuan sangat pintar untuk menyingkirkan Max sekarang." ucap Herman


" Kita pergi ke gudang sekarang sambil menunggu kedatangan mereka." ucap Zain


" Baik tuan." ucap Herman


Mereka berdua keluar dari ruangan kerja menuju sebuah gudang di mana mommy Laras terikat.


( Author tidak menjelaskan ya karena ceritanya ada di Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2 jadi author langsung loncat ke Max saja ).


Max yang merasa bosan di kamarnya akhirnya keluar dari kamarnya dan berkeliling mengelilingi mansion sampai akhirnya Max berjalan di taman belakang. Max berjalan - jalan dan melihat ada sebuah rumah, Max yang penasaran berjalan dengan perlahan untuk melihat apa yang ada di dalam.


Max melihat seorang wanita sedang duduk terikat di kedua tangan dan kakinya dan Max juga melihat daddynya dan Hans duduk seperti menunggu seseorang. Max bersembunyi untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya.


skip

__ADS_1


( Langsung terpotong karena ceritanya ada di Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2 )


__ADS_2