Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

Max dan Dennisa kini sudah sampai di mansion dan berada di kamarnya.


" Honey, kapan masuk kerja?" tanya Dennisa


" Minggu depan kerja, kenapa?" tanya Max


" Sabtu atau minggu kita tinggal di hotel milik mommy dan daddy ya?" pinta Dennisa


" Kenapa sayang?" tanya Max


" Mansion ini terlalu jauh dari mana - mana dan aku sedang hamil terlebih musuh sudah dibebaskan oleh mommy karena mereka menyesali perbuatannya tapi kalau tiba - tiba mereka berubah pikiran dan menyerang kita bagaimana? atau bisa juga musuhmu yang lainnya yang mempunyai dendam dan aku dijadikan sandera, aku tidak perduli dengan diriku tapi anak kita?" ucap Dennisa dengan nada lembut.


" Kenapa mommy membebaskan mereka seharusnya diberi hukuman." ucap Max dengan nada kecewa.


" Di masa tua mommy, mommy tidak ingin menambah musuh lagi, berusaha memaafkan kesalahan orang lain dan memberikan kesempatan ke dua." ucap Denisa menjelaskan ke suaminya.


" Aku jadi ingat cerita mommy, dulu waktu mommy hamil kembar 3 ada seseorang yang mengirimkan foto - foto mommy berpelukan dengan pria, memang benar foto itu asli tapi sebenarnya mommy di tabrak oleh seseorang dan pria itu sengaja memeluk mommy dan sayang daddy percaya dengan foto itu. Tidak hanya itu saja ada teman masa kecil daddy yang dulu dijodohkan oma tapi batal karena daddy memilih mommy dan teman masa kecil berusaha merusak hubungan mommy dan daddy sampai pada akhirnya mommy koma. Mirip dengan cerita kita bukan?" sambung Dennisa dengan nada lembut.


" Honey, dulu daddy sepertimu menghukum orang - orang yang mengusikmu tapi mommy selalu memberikan nasehat ke daddy untuk bisa menjaga emosi yang tinggi. Dulu jika ada wanita yang menyentuhnya langsung di hukum kini sudah tidak lagi. Aku ingin honey seperti itu berusaha mengurangi sedikit demi sedikit emosi, aku yakin honey pasti bisa." sambung Denisa sambil membelai rahang suaminya dengan lembut.


Max terdiam dan merenungkan kata - kata Dennisa yang benar adanya.


" Aku juga ingin hidup damai membesarkan anak kita bersama. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak sanggup jika sesuatu terjadi denganmu honey." ucap Dennisa dengan nada sedih


" Maafkan aku sayang, aku janji untuk mengontrol emosiku. Aku juga ingin membesarkan anak kita bersama dan aku juga sangat sangat sangat dan sangat mencintaimu dan juga anak kita." ucap Max sambil memeluk istrinya.


" Baiklah sabtu atau minggu kita tinggal sama mommy dan nanti mansion ini aku akan cari orang untuk merawatnya. Setelah pekerjaan aku selesai kita tinggal di Indonesia, aku akan membeli mansion yang dekat dengan mommy dan daddy dan sementara waktu mencari mansion yang cocok kita tinggal bersama mommy dan daddy." sambung Max


" Terima kasih honey." jawab Dennisa sambil membalas pelukan suaminya.


" Sayang satu ronde yuk setelah itu kita makan malam dan setelah sarapan 2 atau 3 ronde." ajak Max


" Honey kok kamu jadi mesum? biasanya aku yang mesum. Aku sih mau saja tapi hati - hati dan pelan - pelan karena di dalam ada anak kita." ucap Dennisa.


" Ok." Jawab Max singkat


Merekapun melakukan kegiatan olah raga di sore hari.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Max dan Dennisa 2 orang pria dan 2 wanita mengikuti mereka dari rumah sakit sampai ke mansion Max. Salah satu dari mereka menghubungi bosnya.


" Tuan muda, mereka tinggal di mansion yang sangat terpencil jauh dari keramaian." ucap anak buahnya.


" Bagus awasi terus jika tuan Max pergi kerja sandera istrinya dan bawa ke markas karena kelemahan tuan Max ada pada istrinya." ucap pria itu dari sebrang.


" Baik tuan." jawab anak buahnya.


tut tut tut tut


Pria itu langsung mematikan sambungannya ke anak buahnya setelah mendapatkan laporan.


xxxxx


Kediaman Baron dan Amora


Baron membawa Amora ke mansionnya untuk pertama kalinya. Baron memanggil semua penghuni mansion untuk berkumpul.


" Dengarkan semuanya yang di sebelahku adalah istriku, layani istriku dengan baik seperti juga kalian melayaniku. " ucap Baron tegas


Baron menggendong Amora ala bridal style baru dua langkah Baron menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.


Sampai di kamar mereka Baron menurunkan istrinya dan di baringkan di ranjang secara perlahan.


" Sayang, tunggu di sini nanti aku akan kembali lagi." ucap Baron


" Baik honey." Jawab Amora


cup


Baron mengecup singkat bibir istrinya.


" I Love You, persiapkan dirimu hari ini sebelum makan aku ingin kita bermain dua kali tapi setelah makan lebih dari dua kali." bisik Baron


" Honey kenapa bertambah mesum?" tanya Amora


" Mesum sama istri sendiri tidak apa - apakan?" goda Charli sambil meninggalkan istrinya.

__ADS_1


Amora hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya. Pintu tertutup oleh Charli membuat Amora bersandar di kepala ranjang.


" Seandainya aku bisa melihat, alangkah bahagianya aku." ucap Amora dengan nada sedih.


" Aku tidak boleh sedih justru aku sangat sedih melihat sahabatku Mira buta, lumpuh dan amnesia." ucap Amora dengan nada sedih


" Semoga kita bertiga bisa berkumpul kembali dan mempunyai anak - anak yang lucu dan jika sudah besar bisa dijodohkan." ucap Amora sambil tersenyum sendiri sambil membayangkan.


xxxx


Baron menatap satu persatu para penghuni mansion.


" Aku hanya ingin memberitahukan kalau istriku mengalami kebutaan karena ulahku jadi aku minta sama kalian semua apapun yang diminta istriku, layani dengan baik dan jangan membantah sedikitpun. Jika sedikit saja aku melihat istriku terluka dan menangis maka aku tidak segan - segan menghukum kalian. Ingat jangan sekali - sekali membantahnya apalagi membuatnya sedih karena istriku buta." ucap Baron sambil menatap tajam satu persatu.


" Paman, apakah sudah ada 2 pelayan yang aku minta untuk mengurus semua keperluan istriku?" tanya Baron


" Sudah tuan, sebentar lagi mereka datang." ucap kepala pelayan


" Apakah mereka sudah tahu tugasnya?" tanya Baron


" Sudah tuan dan salah satu dari mereka adalah putriku jadi aku bisa mengajari nya." ucap kepala pelayan.


" Bagus, aku percayakan semua padamu. Aku ingin istirahat dulu nanti jam 5 sore antarkan makanan ke kamarku." pinta Baron


" Baik tuan." jawab kepala pelayan


Baron membalikkan badannya dan berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Tanpa sepengetahuan Baron salah seorang pelayan memandang Baron dengan tatapan penuh kebencian dan dendam membara.


Orang itu pergi ke arah kamarnya dan menghubungi bosnya.


" Selamat siang tuan muda, tuan Baron ternyata sudah menikah tapi istrinya buta." lapor orang itu.


" Bagus terus awasi apakah dia masih mencintainya atau tidak? kalau tidak cari kelemahan lainnya tapi kalau memang masih mencintai istrinya culik dan bawa ke markas." ucap tuan muda dari sebrang.


" Baik tuan." jawab orang itu.


tut tut tut tut tut tut

__ADS_1


Tuan muda itu menutup sambungan komunikasi nya. Sedangkan orang itu keluar lagi untuk melanjutkan pekerjaannya agar orang - orang tidak curiga padanya.


__ADS_2