
Kini Max sudah sampai di kota J, Max juga sudah membeli mansion yang agak jauh dari perkotaan karena Max tidak menyukai suara kebisingan. Walau jarak perjalanan dari mansion menuju ke perusahaan membutuhkan waktu selama 3 jam lebih tapi bagi Max tidak masalah.
" Tidak menyesal aku membeli mansion ini suasana sangat sepi dan tidak ada seorangpun pelayan." ucap Max sambil berkeliling melihat mansion yang baru dibelinya sebulan yang lalu.
Max mengelilingi mansion hingga Max melihat ada pintu di pojok lantai bawah.
" Ada pintu, di dalamnya ada apa ya? aku penasaran." ucap Max bicara sendiri.
kriettt
Max yang penasaran dan ingin tahu di balik pintu, Max membuka pintu tersebut kemudian masuk ke dalam dan melihat ada anak tangga seperti ruangan bawah tanah.
" Gelap sekali, apa itu.. seperti sepasang mata menatapku? apakah didalam gudang bawah tanah ada hantunya? hehehe... aku tidak takut.. walau kamu berwujud seram sekalipun aku tidak takut." ucap Max tersenyum miring.
Max mengeluarkan ponselnya dan menyalakan senter yang berada di layar ponselnya hingga suasana gudang agak terang. Max menuruni anak tangga sambil mencari saklar lampu.
ceklek
Max menemukan saklar lampu kemudian menekan tombol hingga ruangannya menjadi terang benderang.
" Tempat ini sangat bagus buat aku menyiksa orang yang berani bermain - main denganku." ucap Max sambil berkeliling melihat ruang bawah tanah.
" Waowww... ternyata ruangan ini memang banyak alat - alat untuk penyiksaan. Mungkin sebelum aku menempati mansion ini ada orang yang seperti diriku seorang psycopath. Maafkan aku mommy Laras dan daddy Alvonso karena Max susah untuk menghilangkan jiwa psycopath karena itulah Max sengaja pindah ke negara J." ucap Max.
xxxx Flashback On xxxx
Daddy Alvonso selama dua minggu mengajarkan Max tentang bisnis dan selama dua minggu pula Max belajar dengan sungguh - sungguh dan tidak sia - sia daddy Alvonso mengajarkan ke Max karena Max cepat mengerti.
Max kini menjadi seorang CEO menggantikan pekerjaan daddy Alvonso yang dimana perusahaan itu dulunya milik almarhum daddy Zain Alionso.
" Reno masuk ke ruanganku?" perintah Max melalui sambungan ponselnya.
" Baik tuan." ucap Reno
Reno adalah wakil CEO kepercayaan daddy Alvonso yang mengurus perusahaan Zain Alionso karena daddy Alvonso hanya sekali - kali datang ke kantor untuk mengecek kondisi perusahaan dan juga datang di saat perusahaan ada masalah karena daddy Alvonso sangat mempercayai orang - orang kepercayaannya.
tok tok tok tok
" Masuk." ucap Max
ceklek
__ADS_1
Reno membuka pintu ruangan CEO kemudian menutup pintunya. Reno berjalan dan duduk berhadapan dengan Max yang dihalangi oleh meja.
" Saya membaca laporan keuangan kenapa banyak perbedaan, mana yang benar?" tanya Max dengan nada datar sambil memberikan laporan keuangan.
Reno mengambilnya dan mengecek laporan keuangan yang di buat oleh manager keuangan.
" Maaf tuan, kalau boleh saya tahu mana yang berbeda?" tanya Reno
" Saya sudah tandai perbedaan selisihnya sangat banyak? siapa yang membuat laporan ini?" tanya Max
" Manager Keuangan tuan." ucap Reno
" Hubungi dia ke sini! dan kamu tetap di sini" perintah Max
" Baik tuan." ucap Reno
Reno menghubungi manager keuangan untuk datang ke ruangan CEO. Setelah 5 menit kemudian manager keuangan itupun datang ke ruangan Max.
" Bisa dijelaskan kenapa laporan ini bisa berbeda?" tanya Max dengan nada dingin dan datar sambil memberikan laporan keuangan.
Manager keuangan itu menerima laporan yang di buat oleh anak buahnya. Setelah agak lama manajer keuangan itu mengembalikan laporan keuangan itu di meja Max.
" Maaf tuan, saya tadi tidak sempat mengecek dan langsung menandatangi laporannya." ucap manager keuangan.
Manager keuangan bergedik ngeri melihat senyuman Max yang mengerikan.
" Baik tuan." ucap manager keuangan
" Kalian berdua keluarlah." perintah Max
" Baik tuan." ucap mereka serempak
Merekapun keluar dari ruangan Max dan kini Max hanya sendiri di ruangan tersebut.
" Aku merasa kamu berbuat curang, aku akan mengecek cctv diruanganmu." ucap Max
Max pun membuka cctv di bagian divisi keuangan dengan menggunakan laptopnya. Di hari ke lima belas masuk kerja Max diam - diam memasang cctv di semua divisi ketika semua istirahat makan siang. Max sengaja melakukan itu untuk mengetahui kinerja dan kejujuran para anak buahnya.
Rekaman CCTV On
Tampak manager keuangan masuk ke ruangan divisi keuangan dan menemui salah satu staf keuangan.
" Pokoknya saya tidak mau tahu pokoknya laporan ini jangan sampai bos kita curiga kalau saya korupsi uang perusahaan kalau tidak kamu akan saya keluarkan kerja." ucap manager keuangan
__ADS_1
" Maaf pak saya tidak bisa, lebih saya keluar kerja dari pada saya sangat tersiksa karena tidak jujur dengan bos yang sangat baik pada keluargaku." ucap salah satu staf keuangan.
" Baiklah mulai sekarang saya pecat, keluar dari kantor ini!!" perintah manager keuangan
" Baik pak." jawab salah satu staf keuangan sambil membawa tasnya dan meninggalkan ruangan divisi keuangan.
" Kamu kerjakan ini, lakukan jangan sampai laporan yang salah ketahuan bos!!" perintah manager keuangan
" Maaf tuan lebih baik saya keluar." ucap staf keuangan kedua.
" Silahkan pergi!!" usir manager keuangan
4 staf divisi keuangan keluar hingga staf yang ke 5 mau mengerjakan karena diimingi uang yang sangat banyak.
Rekaman CCTV Off
" Sudah aku tebak ternyata kamu tidak jujur, tunggulah ajalmu." ucap Max sambil tersenyum menyeringai.
Max pun melanjutkan pekerjaan mengecek dan menandatangani berkas dokumen. Hingga tidak terasa hari sudah sore. Max menghubungi manager keuangan untuk menunggu di lobby perusahaan.
" Kamu ikutlah aku!!" perintah Max dengan nada dingin
" Mau kemana tuan?" tanya manager keuangan bingung
" Ikutlah nanti akan tahu." ucap Max
" Baiklah." jawab manager keuangan dengan nada masih bingung.
Akhirnya mereka pergi meninggalkan perusahaan Max menuju mansion milik daddy Zain dan mommy Angela. Max memarkirkan mobil kemudian turun dan diikuti oleh manager keuangan.
" Maaf tuan kenapa kita ke sini?" tanya manager keuangan.
" Saya mendapatkan informasi dari daddy Alvonso kalau pekerjaanmu sangat bagus karena itu kamu aku hadiahkan mansion ini. Maukah kamu tinggal di mansion ini selamanya?" tanya Max sambil tersenyum devil
Mata manager keuangan berbinar mendengar ucapan Max.
" Benarkah tuan?" tanya manager keuangan tidak percaya. Manager keuangan tidak mengerti arti makna perkataan Max.
" Ya benar. Maukah tinggal di sini." tanya Max ulang
" Saya mau tuan, terima kasih." ucap kepala manager tersenyum bahagia sambil melihat sekeliling mansion yang sangat luas tanpa melihat perubahan wajah Max.
" Ikuti saya." perintah Max
__ADS_1
" Baik tuan." ucap kepala manager dengan semangat mengikuti langkah Max sampai menuju ke samping mansion.