
Empat jam acara pernikahan Max dengan Denisa berlangsung meriah. Keluarga Besar Alvonso beserta keluarga
Alvonso anak dari daddy Alvonso dan mommy Laras Dengan Kelly anak dari dokter Kennath dengan dokter Maria. Mempunyai anak kembar 2, laki - laki dan perempuan.
Alvian anak dari daddy Alvonso dan mommy Laras Dengan dokter Amelia. Mempunyai anak kembar laki - laki.
Alviana anak dari daddy Alvonso dan mommy Laras Dengan Arlan. Mempunyai anak 6, 3 laki - laki dan 3 perempuan
Harlan dengan Liani anak dari Ronald dan Clarisa mempunyai anak 1 laki - laki.
Semua berkumpul membuat apartemen yang sangat luas kini sangat ramai dan penuh.
" Denisa dan Max, kapan kalian akan tinggal di Indonesia?" tanya mommy Laras dan daddy Alvonso serempak.
" Denisa sekarang tinggal ikut apa kata Max, mom dan dad." ucap Denisa
" Tiga bulan lagi kami akan pulang ke Indonesia, semua pekerjaan akan kami pindahkan ke Indonesia." ucap Max
" Kami tunggu kedatangan kalian." ucap mommy Laras
" Lebih cepat lebih baik." sambung daddy Alvonso
" Baik Dad, mom." ucap Denisa dan Max serempak.
Mereka mengobrol dan tertawa bersama hingga tidak terasa hari sudah sore. Keluarga besar Ronald dan keluarga dokter Kennath pergi ke hotel di mana mereka menyewa hotel. Begitu pula keluarga besar Alvonso semuanya pulang dan kini tinggal Denisa dan Max yang tinggal di apartemen.
Denisa yang sangat lelah langsung berjalan menuju ke kamarnya untuk mandi sedangkan Max mengunci pintu apartemen.
Max menaiki anak tangga menuju kamarnya dan mendengar suara gemericik air. Max langsung melepaskan seluruh pakaiannya kemudian masuk ke kamar mandi yang kebetulan tidak di kunci oleh Denisa.
__ADS_1
Max melihat Denisa sedang mandi di shower tanpa menyadari kedatangannya. Max memeluk Denisa sambil menikmati air shower.
" Max.. ahhh..." Denisa mendesah ketika tubuhnya dimasuki oleh Max.
Max mematikan air shower kemudian mulai menggoyangkan pinggulnya dari pelan hingga tempo cepat. Tidak berapa lama Max mengeluarkan laharnya ke rahim Denisa.
" Semoga cepat berkembang sayang." ucap Max
Max melepaskan kerisnya kemudian mandi bersama. Selesai mandi Max memakai jubah handuk begitu pula dengan Denisa. Denisa yang sangat lelah langsung berbaring di ranjang sedangkan Max mengeringkan rambutnya.
" Sayang, sini rambutnya aku keringkan." ucap Max sambil berjalan mendekati Denisa yang berada di ranjang kemudian mengeringkan rambut Denisa.
" Kalau kering begini kan enak sayang jadi rambutmu tidak akan bau." sambung Max
" Terima kasih honey, maaf badanku sangat lelah honey." ucap Denisa
" Tidurlah sayang, sebentar lagi aku juga akan tidur." ucap Max
" Oh iya sayang, besok lusa aku ada meating dengan klien dan sepertinya besok kita mesti pindah ke mansionku." ucap Max
" Ok honey." jawab Denisa
" Honey, maaf aku ngantuk sekali, maafkan aku ya? aku tidur duluan." ucap Denisa
" Tidak apa - apa sayang tidurlah." ucap Max
Denisa yang tidak bisa menahan rasa kantuk langsung tertidur pulas. Max mengecek email yang masuk yang dikirimkan oleh sekretarisnya. Setelah membereskan pekerjaan kantor, Max pun ikut berbaring di sebelah Denisa kemudian memeluk Denisa ikut menyusul ke dunia mimpi.
xxxxxx
Tidak terasa sudah dua bulan usia pernikahan Max dengan Denisa. Mereka hidup bahagia, Denisa tinggal di mansion milik Max tidak ada pertengkaran semua dijalani dengan baik. Denisa yang mempunyai sifat pengalah dan merupakan orang yang penurut membuat Max semakin mencintai Denisa istrinya.
" Honey, di kantor lagi ada masalah aku berangkat ke kantor dulu ya?" pamit Denisa
"Baiklah tapi ini yang terakhir kamu kerja karena aku tidak ingin istriku kecapaian." ucap Max
" Baik honey aku janji hari ini adalah hari terakhir aku kerja." ucap Denisa patuh
" Kamu memang istriku yang selalu patuh pada suamimu ini." ucap Max tersenyum bahagia.
Denisa hanya tersenyum memandangi wajah tampan suaminya.
" Sayang main dua ronde dulu ya? setelah itu kamu boleh berangkat kerja." ucap Max
" Baiklah." ucap Denisa pasrah
Max yang mendapat lampu hijau langsung menggendong Denisa dan membawanya langsung ke ranjang. Merekapun melakukan kegiatan olah raga di pagi hari.
Sesuai perkataan Max mereka bermain hingga dua ronde. Denisa langsung berjalan menuju ke kamar mandi dengan di susul oleh Max.
__ADS_1
ahhh..
Max yang sudah tidak tahan melihat tubuh polos istrinya memasuki tubuh istrinya. Setelah menumpahkan benihnya Max dan Denisa mandi membersihkan tubuhnya.
xxxxxx
Kini mereka sudah berpakaian rapi dan berangkat ke kantor. Max mengantar Denisa ke kantor kemudian Max pergi lagi menuju ke kantornya.
Denisa yang sangat sibuk berusaha menyelesaikan pekerjaan sebelum jam istirahat karena Denisa ingin memberikan kejutan suaminya untuk datang ke kantor suaminya dengan membawa makanan yang akan dibelinya nanti di restoran favorit mereka.
Jam 11.30 siang Denisa sudah menyelesaikan pekerjaannya. Denisa keluar kantor dan memesan taksi untuk menuju ke restoran favorit Max dan Denisa. Denisa sedang menunggu pesanannya dan tanpa sengaja melihat Max berjalan bersama seorang gadis kemudian duduk di meja yang bersebrangan.
Denisa langsung memakai kaca mata hitam dan mengikat rambutnya yang biasanya yang selalu di urai. Gadis itu tersenyum genit dan matanya tidak pernah lepas dari memandangi Max suaminya.
Pesanan Denisa sudah datang, Denisa mengambil pesanan makanan kemudian berjalan mendekati meja Max.
" Max, aku pamit dulu." ucap Denisa sambil menahan rasa sakit
Max yang sangat familiar suara istrinya langsung mengangkat kepalanya dan menatap istrinya.
" Sayang, kok kamu tidak bilang kalau mau makan di sini? kamu beli makanan buat siapa?" tanya Max dengan nada cemburu.
" Rencana aku mau beli makanan buat suamiku tercinta tapi sepertinya suamiku sudah makan jadi aku simpan saja. Maaf aku duluan karena ada pekerjaan yang menumpuk." ucap Denisa
" Ya, pergi sana." usir gadis itu tiba - tiba
Max hanya diam hal itu membuat Denisa sakit hati. Denisa berjalan meninggalkan mereka berdua. Denisa berjalan cepat dan langsung melihat ada taksi kosong membuat Denisa langsung naik.
Sepeninggal Denisa, Max menatap tajam ke arah gadis itu.
plak
Max menampar gadis itu sambil menatap tajam ke arah gadis itu.
" Apa hakmu mengusir istriku." bentak Max
" Is.. istri." ucap gadis itu gugup
" Ya, dia istriku, kenapa kaget? ingat ya kamu itu hanya sekretarisku dan aku paling tidak suka kalau kamu ikut campur urusan pribadiku." ucap Max
" Maafkan aku." ucap gadis itu sambil menangis
" Sudah lupakan, aku ingin menyusul istriku." ucap Max
Tanpa menunggu jawaban Max menyusul istrinya menuju ke perusahaan milik istrinya.
xxxx
Denisa yang sangat kecewa dengan suaminya pergi meninggalkan mereka menuju ke mansion milik Max.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Denisa dua mobil mengikuti Denisa menuju ke mansion milik Max.