Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Denisa Keguguran


__ADS_3

Denisa membayar uang taksi dan masuk ke dalam mansion. Denisa hendak menutup mansion tapi tangannya di tahan oleh beberapa orang pria hal itu membuat Denisa sangat terkejut.


" Tio.... kau!!! teriak Denisa tidak percaya


" Hahahaha... kenapa kaget!!" ucap Tio tertawa jahat


" Apa maumu Tio!!!" bentak Denisa


" Mauku!!!... kamu mati!!!..." ucap Tio tersenyum sinis


" Apa maksudmu Tio!!" bentak Denisa


" Gara - gara ulahmu sekarang aku impoten dan sekarang aku ingin kamu juga harus menderita yaitu tidak bisa mempunyai anak." ucap Tio sambil tersenyum menyeringai


" Pukuli perutnya cepat!!!" teriak Tio


Para anak buahnya tanpa punya perasaan menendang perut Denisa. Denisa berusaha melawan mereka tapi karena kondisinya lagi lelah dan sedih membuat Denisa kurang kosentrasi sehingga Denisa tidak bisa menahan pukulan demi pukulan yang bertubi - tubi yang menyerang perutnya.


duak


duak


Pukulan yang bertubi - tubi di perut Denisa membuat darah segar keluar dari sela - sela paha Denisa. Denisa yang sudah tidak dapat menahan rasa sakit akhirnya pingsan tak sadarkan diri. Mereka tetap memukuli Denisa dan tidak memperdulikan Denisa pingsan sekalipun.


Setelah puas memukuli Denisa, mereka mencari barang - barang berharga milik Denisa dan Max. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan merekapun menuruni anak tangga sambil membawa kunci mobil milik Denisa dan pergi meninggalkan mansion.


xxxx


Max menuju ke perusahaan milik Denisa tapi menurut security Denisa pergi ke restoran dan tidak kembali lagi hingga sekarang. Perasaan Max semakin merasa tidak enak kemudian menghubungi ponsel Denisa tapi tidak aktif.


Max mengecek gps di ponsel milik Denisa tapi posisi di mana tempat yang tidak dikenal begitu pula Max membuka gps di kalung milik Denisa menuju ke tempat yang tidak di kenal juga kemudian Max membuka gps di cincin milik Denisa menunjukkan ke mansion miliknya membuat Max bingung.


" Di kalung dan ponsel menuju ke kota xxxxx sedangkan cincin pernikahan menuju ke mansionku kenapa bisa berbeda?" tanya Max bingung pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Max menghubungi dua sahabatnya untuk menuju ke kota xxxxx sedangkan Max menuju ke mansion pribadinya.


20 menit kemudian Max sudah sampai di mansion miliknya. Matanya membulat sempurna mobil mewah milik Denisa tidak ada sedangkan pintu terbuka lebar membuat jantung Max semakin berdebar kencang.


Max memarkir mobil secara asal dan langsung berlari menuju ke dalam mansion. Mata Max membulat sempurna melihat Denisa bersimbah darah di sela - sela pahanya.


" Denisa!!!!" teriak Max sambil memeluk Denisa


Tubuh Denisa sudah dingin membuat Max semakin merasa takut. Max langsung menggendong Denisa dan di bawa ke dalam mobil untuk di bawa ke rumah sakit.


Hanya 10 menit Max sudah sampai di rumah sakit dan langsung di bawa ke ugd. Max menunggu Denisa dengan rasa takut yang berkecamuk.


Ponsel milik Max berdering membuat Max mengangkat ponselnya.


" Hallo." panggil Max lirih


" Max, ini mommy perasaan mommy kok tidak enak, Denisa baik - baik sajakan?" tanya Mommy Laras


" Mommy, Denisa di ruang ugd di rumah sakit xxxxx." ucap Max


" Max tidak tahu mom, Denisa pingsan di mansion." ucap Max menjelaskan


" Baik mommy dan daddy akan ke sana." ucap mommy Laras


tut tut tut


Mommy Laras langsung mematikan secara sepihak tanpa menungggu jawaban dari Max. Tidak berapa lama seorang dokter keluar dari ruangan ugd. Max mendekati dokter tersebut dengan perasaan sangat kuatir.


" Dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanya Max


" Boleh ikuti saya ke ruangan ada yang ingin kubicarakan." ucap dokter tersebut


" Baik dok." ucap Max

__ADS_1


" Max, bagaimana keadaan Denisa?" tanya Debby dan Denis tiba - tiba datang.


" Kak Debby tolong jaga Denisa di ugd biar aku dan kak Denis bicara dengan dokter dulu." ucap Max


" Baiklah." ucap Debby


Denis dan Max berjalan mengikuti dokter menuju ke ruangan pribadinya. Denis dan Max duduk berhadapan dengan dokter tersebut.


" Anak tuan kembar tapi maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi nyawanya tidak dapat diselamatkan karena kekurangan darah dan pukulan yang bertubi - tubi di perut istri tuan. Karena pukulan itu pulalah membuat istri anda akan kesulitan mempunyai anak." ucap dokter itu dengan nada sedih.


" Siapa pelakunya Max?" tanya Denis geram


" Aku tidak tahu kak? aku pas sampai di mansion Denisa sudah tidak sadarkan diri. Aku tidak akan mengampuni orang yang telah berbuat jahat pada istriku. Kak Denis titip Denisa, Max akan cari siapa pelakunya." ucap Max dengan mata mulai menggelap


Tanpa menunggu jawaban Max berdiri dan meninggalkan dokter dan Denis menuju keluar. Max sangat marah karena anak yang dinantikannya bersama Denisa Keguguran terlebih anak itu adalah anak kembar.


Max kini di dalam mobil dan menghubungi salah satu sahabatnya.


" Hallo bagaimana?" tanya Max


" Kami sudah menangkapnya, mereka bilang habis menyiksa istri dan juga merampok mansionmu." ucap Charli wakil mafia menjelaskan ke Max


" Tahan dan jangan siksa mereka karena akulah yang akan menyiksa mereka." ucap Max menjelaskan ke sahabatnya Charli


" Ok." jawab Charli singkat


" Mobil, ponsel dan barang berharga milik istriku masih ada sama mereka?" tanya Max


" Mereka rencana mau jual tapi kami berhasil menggagalkannya sehingga barang berharga milik istri dan barang berhargamu masih utuh." ucap Charli


" Bagus, 15 menit lagi saya akan sampai." ucap Max


tut tut tut tut

__ADS_1


Max mematikan ponselnya secara sepihak dan langsung menon aktifkan ponselnya karena Max ingin kosentransi untuk menyiksa mereka.


__ADS_2