Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Kedatangan Mommy Laras


__ADS_3

Charli berdiri tegak kemudian membalikkan badannya untuk mengambil cambuk di tempat persembunyiannya.


ctas


ctas


ctas


ctas


Charli mencambuk berulang - ulang dan tentu saja membuat tubuh mulus Mira kini terluka dan darah segar membasahi ranjang. Kain seprei putih kini berubah menjadi merah karena darah Mira.


Setelah puas melakukannya Charli tanpa punya rasa empati menarik tubuh Mira yang sudah lemah dan dimasukkan ke bathup kemudian Charli menyalakan air hingga penuh air jernih kini berubah menjadi darah, darah dari tubuh Mira.


Mira hanya diam dan tidak bergerak sama sekali dan gelembung udara juga tidak ada.


deg


Jantung Charli berdetak kencang seakan takut kehilangan Mira tapi di sisi lain di sangkalnya kemudian Charli mengangkat tubuh Mira yang sudah mulai dingin.


Charli menggendongnya dan perlahan tubuh Mira diletakkan di ranjang. Charli mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya yang basah.


Charli berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian miliknya dan juga pakaian milik Mira. Charli memakai pakaiannya kemudian dilanjutkan memakaikan pakaian Mira.


Setelah selesai berpakaian dengan rambut mereka yang basah dan berantakan. Charli menggendong Mira untuk di bawa keluar kamarnya kemudian Charli dengan langkah lebar menuruni anak tangga menuju ke pintu utama.


Kepala pelayan yang melihat bosnya sedang menggendong nona Mira langsung cepat - cepat membuka pintu utama agar tuannya bisa keluar.


Charli mendudukkan Mira di kursinya di samping pengemudi sedangkan Charli duduk di kursi pengemudi. Charli mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit.


" Aku harap kamu tidak mati karena masih ada penyiksaan yang ke dua hingga kamu memintaku untuk minta di bunuh."ucap Charli sambil melirik Mira dengan sinis kemudian matanya mengarah ke depan.


Tidak berapa lama Charli sudah sampai, Charli menghentikan mobilnya dan membuka pintu mobil dan menutupnya kemudian berjalan dengan langkah lebar memutar tubuhnya kemudian membuka pintu mobil samping pengemudi dan membuka sabuk pengaman Mira kemudian menggendongnya kemudian menutupnya dengan kaki kanannya.


Tubuh Mira semakin bertambah dingin dan mulai membiru membuat Charli semakin bertambah takut kehilangan Mira. Charli melangkah dengan lebar sambil berteriak memanggil suster.


Singkat cerita Charli duduk di ruang ugd dan telinganya mendengar suara teriakan Baron dan tidak berapa lama Baron datang sambil menggenggam tangan Amora.


Amora di bawa ke dalam ruang ugd dan Baron duduk di samping Charli tapi Baron belum tahu beda dengan Charli yang sudah tahu keadaan Baron.


" Baron, siapa wanita itu?" tanya Charli penasaran


" Charli, kamu ada di sini siapa yang sakit?" tanya Baron terkejut dan menjawab pertanyaan Charli dengan pertanyaan.


" Wanita itu adalah calon istriku tapi pernikahan kami besok batal karena dia selingkuh." ucap Baron tanpa menyebutkan namanya karena masih kesal dan dendam.


" Dan kamu menyiksanya?" tebak Charli


" Ya benar, bagaimana denganmu?" tanya Baron


" Nasib kita sama." ucap Charli


" Aku akan menghubungi Ali kalau besok kita tidak jadi menikahi wanita yang mata duitan." ucap Baron dengan nada dingin.


" Ya katamu benar, hubungi Ali." ucap Charli


Baron mengambil ponselnya hendak menghubungi Max tapi mata elangnya melihat Max seperti dirinya yang tadi menggenggam tangan seorang wanita yang pakaiannya dipenuhi oleh noda darah.


Setelah istrinya masuk ke dalam Max berjalan sambil menunduk lesu dan duduk di samping Charli.

__ADS_1


" Ali." panggil mereka serempak


Kepala Max yang menunduk di angkat ke atas dan menatap wajah ke dua sahabatnya.


" Kalian berdua ada di sini?" tanya Max terkejut


" Ya aku habis menyiksa wanita itu dan pernikahanku batal." ucap Charli yang enggan menyebutkan nama kekasihnya.


" Aku juga sama, Ali ada apa ke sini? siapa yang sakit?" tanya Baron yang penasaran.


" Istriku, aku menyiksanya karena membuatku sangat kecewa." ucap Max lirih.


" Kenapa nasib kita bertiga sama ya? mencintai seorang wanita dengan tulus malah dipermainkan." keluh Charli sambil menatap ke arah pintu ugd


" Ya benar." jawab Max dan Baron.


Mereka bertiga terdiam tanpa ada pembicaraan. Hingga suara wanita yang familiar di telinga Max membuatnya terkejut.


" Max!!!" Teriak seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan anggun.


" Mommy." panggil Max tidak percaya sambil menatap laki - laki di sebelah mommynya.


Ya wanita itu adalah mommy Laras dan sebelahnya seorang pria bernama Alan orang kepercayaan Denisa sambil membawa tas yang agak besar.


" Mommy sakit." rengek Max


Mommy Laras menjewer telinga Max dengan kencang dan Max sama sekali tidak berani melawan membuat ke dua sahabat Max terkejut pasalnya di antara mereka bertiga paling sadis adalah Max, tapi kenapa ketika telinganya di jewer seorang wanita Max tidak berani marah dan membalasnya apalagi sebutan mommy bukankah katanya mommynya sudah meninggal atau apakah ibu mertuanya pikir mereka berdua.


" Kita ke ruang meating rumah sakit dan kalian berdua ikut denganku dan juga kamu Alan." perintah Mommy Laras tegas dan masih menarik telinga Max.


" Tapi mommy siapa yang menjaga istriku." ucap Max


" Iya nyonya." jawab bodyguard


" Kalian berdua jaga putriku sebentar lagi kakak - kakaknya datang." ucap mommy Laras


" Baik nyonya." jawab mereka serempak.


" Cepat jalan!!" ucap mommy Laras dengan nada kesal.


Ke tiga pria tampan itu yang biasa sangat sadis menyiksa bahkan membunuh sangat patuh terhadap mommy Laras dan mengikuti arah langkah kaki mommy Laras. Seperti emak memarahi anaknya ke tiga pria tampan itu hanya menundukkkan kepalanya.


" Mommy sakit." Rengek Max


" Mommy tidak perduli, ini tidak sesakit apa yang dirasakan istrimu." ucap mommy Laras sambil matanya menatap tajam ke arah Max.


Max terdiam dan hanya mengikuti mommy Laras karena pegal mommy Laras melepaskan tangannya yang menjewer Max seperti anak kecil, Max mengusap telinganya yang pasti sudah memerah.


Mommy Laras berjalan dan pindah posisi di samping Max dan menarik telinga satunya Max yang belum di jewer.


" Mommy sakit? lihat semua orang menatap kita." bisik Max


" Kalian mau mata kalian tidak ada di tempat semula melainkan berada di tangan kalian?" tanya mommy Laras sambil menatap tajam ke arah mereka.


Merekapun menggelengkan kepala kemudian mereka semua berlari meninggalkan mereka. Ketiga pria tampan itu sangat terkejut ternyata ada juga emak psychopath yang sudah emak - emak walau sudah tua tapi masih terlihat cantik.


" Alan buka pintunya." ucap mommy Laras.


" Baik nyonya." jawab Alan

__ADS_1


Alan berjalan mendahului mereka semua dan membuka pintu ruang meating.


" Masuk semuanya dan Alan kamu ikut masuk dan tutup pintunya, Baron nyalakan lampu saklar." ucap mommy Laras menunjuk ke arah Baron.


" Saya tante?" ucap Baron bingung menunjuk dirinya sendiri.


Baron tentu saja terkejut karena dirinya tidak mengenal mommy Laras tapi kenapa mommy Laras kenal dirinya begitu pula dengan Charli dan Max.


" Ya kamu Baronkan?" tanya mommy Laras dengan nada kesal


Baron yang selalu bersikap dingin dan tidak punya rasa empati hanya menganggukkan kepala tanda benar kalau dirinya Baron.


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2