Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Bertemu Kembali


__ADS_3

" Kalau begitu ajak sahabatmu saja nanti aku kenalin sama kakakku." ucap Leo


Debby menatap mata Dennis untuk meminta pendapatnya dan Dennis lagi - lagi hanya menganggukkan kepalanya sambil memberikan kode lewat mulutnya tanpa bersuara.


" Baiklah,mau aku bawakan apa?" tanya Debby


" Terserah apa saja asalkan jangan racun." ucap Leo


" Bagus juga idemu honey, nanti setelah makanannya sudah aku beli di restoran aku kasih racun." ucap Debby


" Tidak apa - apa kalau kamu tega sama aku." ucap Leo


" Tegalah masa tidak tega sama honey nanti aku kasih racun yang tidak ada penawarnya." ucap Debby usil


Hening


Hening


" Hallo honey." panggil Debby karena Leo tidak menjawab perkataannya.


" Hmm..." ucap Leo


" Honey tidak penasaran racun apa yang aku ingin berikan ke honey?" tanya Debby


" Tidak, kenapa?" tanya Leo


" Yang aku berikan adalah racun cinta agar honey cintanya hanya padaku hahahaha..." ucap Debby sambil tertawa.


hening


hening


" Honey apakah honey menganggap aku serius memberikan racun?" tanya Debby


" Mungkin iya atau mungkin tidak." ucap Leo.


" Tidak mungkinlah aku meracuni honey karena aku mencintai..." ucap Debby terputus karena Leo memutuskan secara sepihak.


" Dennis kok kak Leo marah kan aku hanya bercanda." ucap Debby dengan nada panik


" Mungkin kak Leo bukan tipe orang yang suka bercanda." ucap Dennis.


" Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Debby dengan nada sedih.


" Temuilah kak Leo dan katakan kalau kak Debby hanya bercanda." usul Dennis karena tidak tega melihat kakak kesayangannya sedih.


" Baiklah kak aku pergi sekarang." ucap Debby.


" Coba ajak Inge kalau tidak bisa kamu berangkat sendiri tapi kabarin kami kalau ada masalah jangan melakukan tindakan sendiri karena musuh terlalu kuat." jawab Dennis.


" Ok. Terima kasih kamu memang adikku yang terbaik." puji Debby


" Sebentar lagi jam 10 pagi ada jadwal kuliah, nanti kak Debby aku absenin." ucap Dennis.


" Terima kasih adikku yang tampan." puji Debby sambil tersenyum dan Dennis pun membalas senyuman Kakaknya.


Debby berdiri dan berjalan menuju ke arah Inge yang sudah selesai meminum juice alpukat.


" Inge kamu hari ini ada jadwal kuliah?" tanya Debby


" Ada tapi habis jam makan siang, kenapa?" tanya Inge


" Kalau begitu temani aku ke kantor Leo." ucap Debby sambil menarik tangan Inge.

__ADS_1


" Ok. Maaf teman - teman aku duluan ya." ucap Inge sambil berpamitan dengan teman - teman kampusnya.


" Ok hati - hati." jawab mereka serempak.


Debby dan Inge keluar dari kampus sambil menunggu taksi lewat. Setelah agak lama taksi pun datang Debby dan Inge menghentikan taksi itu dan naik ke dalam taksi.


" Pak perusahaan xxxx." ucap Debby


" Baik nona." jawab sopir taksi.


Taksi itupun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


" Kok kak Debby tahu alamat perusahaan Leo?" tanya Inge


" Tahulah apa sich yang tidak tahu dari keluargaku." ucap Debby dengan nada bangga


" Iya... iya keluargamu memang hebat bisa mencari identitas seseorang baik masa lalu maupun masa sekarang." ucap Inge sambil tersenyum.


" Terima kasih atas pujiannya. Ini berkat mommy yang mengajarkan anak - anaknya tentang program IT dari sejak kecil." ucap Debby.


" Mommy kak Debby memang hebat ya? dan juga keluarga besar kak Debby sangat baik dan tidak sombong." puji Inge


" Sudahlah jangan di puji terus nanti aku terbang lagi." ucap Debby sambil tersenyum.


" Sebenarnya ada apa sih kak kok kita ke perusahaan Leo?" tanya Inge


Debbypun menceritakan semuanya hingga Debby mengeluarkan air mata karena takut Leo marah padanya.


" Aku kan hanya bercanda... hiks..hiks.. aku takut dia marah dan tidak mau menemuiku." ucap Debby terisak sambil memeluk Inge dari arah samping.


" Positif thinking saja siapa tahu ponselnya lowbat atau ada masalah di kantor." ucap Inge sambil tangan kirinya menghapus air mata Debby dan tangan kanannya membalas pelukan Debby sambil mengusap - ngusap punggung Debby.


Tidak terasa merekapun sudah sampai di perusahaan milik Alex. Debby membayar dua lembar kertas dan diberikan ke sopir taksi.


" Maaf nona ini kelebihan." ucap sopir taksi itu.


" Terima kasih nona, semoga nona selalu bahagia dan masalah dengan kekasih nona cepat diselesaikan." ucap sopir taksi itu yang mendengarkan percakapan mereka berdua.


" Terima kasih pak." jawab Debby sambil menutup pintu mobil.


Inge dan Debby berjalan menuju ke arah lobby dan banyak pasang mata memperhatikan mereka berdua, Debby dan Inge berjalan menuju ke resepsionis.


" Selamat pagi." sapa Debby dan Inge ramah


" Pagi, ada yang bisa saya bantu nona?" tanya resepsionis dengan ramah.


" Aku ingin bertemu dengan tuan Leonard Ferguson." ucap Debby


" Apakah nona ada janji dengan tuan Leonard?" tanya resepsionis dengan ramah.


" Belum." jawab Debby


" Maaf kami tidak bisa mengijinkan nona untuk menemuinya." ucap resepsionis dengan ramah.


" Kena.. ucapan Debby terpotong karena mendengar suara bariton yang sangat familiar di telinganya.


" Kamu punya mata tapi tidak di pakai apa perlu aku congkel matamu hah!!!" bentak Leo


" Kamu tidak lihat pakaian kami jadi basah hah!!!" bentak Alex


Debby dan Inge saling memandang kemudian membalikkan badannya dan melihat Alex dan Leo keduanya berkacak pinggang dan seorang office boy paruh baya duduk di lantai dengan kaki gemetar.


" Kamu senggol Alex kalau aku senggol Leo dan pakai kacamata. Aku ingin tahu reaksi mereka berdua apakah mereka marah sama kita atau berhenti marah." bisik Debby

__ADS_1


" Baiklah aku juga sebenarnya penasaran apakah kak Alex menyukaiku atau tidak." bisik Inge


Debby dan Inge mengambil kacamata hitam yang disimpan di dalam tas kemudian memakainya. Debby dan Inge berjalan ke arah mereka dan dengan sengaja menabrak dirinya ke arah Alex dan Leo.


Perbuatan mereka membuat semua jantung karyawan yang bekerja di perusahaan milik Alex berdetak kencang pasalnya ke dua bosnya paling anti dirinya di senggol.


bruk


akhhhh


bruk


akhhhh


Debby menabrak tubuh tegap Leo tapi tubuh Leo sangat kuat membuat Debby nyaris terjatuh ke lantai untung saja tangan Leo menahannya kalau tidak bokong Debby akan terasa sakit karena mencium lantai marmer karena Debby sengaja menabraknya dengan kekuatan penuh. Leo membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Debby


" Kalau jalan itu lihat - lihat? lepas kacamata nya." bentak Leo


" Maaf." ucap Debby singkat sambil membuka matanya dan menatap mata Leo dengan sendu.


" Sayang." panggil Leo terkejut sambil memeluk Debby dan Debbypun membalas pelukan Leo.


" Honey, kenapa ponselku dimatikan?" ucap Debby.


" Ponselku lowbat dan di kantor lagi ada masalah. Ayo kita pergi keruangan ku." ajak Leo sambil melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Debby dan berjalan ke arah pintu lift.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2