
Kini Max sudah sampai di mansion tempat di mana daddy Zain dikubur oleh dirinya di mansion waktu menculik mommy Laras.
" Hallo apa kabar tuan Max." sapa sang dokter foreksik
" Baik bro, ayo ikut aku di taman belakang." ajak Max.
" Ok." jawab temannya singkat
Mereka berdua berjalan ke taman belakang, banyak tanah gundukan tanpa nama karena Max tidak mengetahui nama - nama yang telah dibunuh oleh keluarga besar Alvonso.
" Tuan Max, banyak sekali tanah gundukan?" tanya sang dokter foreksik
" Memang di sini banyak terkubur para bodyguard daddy bahkan asisten daddy Hans. Aku ingin kamu outopsi jenasah daddyku." ucap Max
" Memang kenapa Max?" tanya sang dokter foreksi dengan nada bingung.
" Waktu aku berumur 6 tahun aku, daddy dan mommy liburan dan pada malam harinya mommy tertembak dan meninggal di tempat sedangkan daddy terluka dan di bawa ke rumah sakit, tapi di ruangan operasi daddy meninggal. Orang tuaku di kubur berdampingan." ucap Max
" Lalu kenapa di outopsi?" tanya sang dokter foreksik dengan nada bingung.
" Karena setelah pemakaman mommy dan daddy, aku dan paman Hans bertemu dengan daddy." ucap Max
" Apa maksudmu tuan Max? mana mungkin orang sudah dikubur bisa hidup kembali." ucap sang dokter foreksik tidak percaya
" Karena aku masih kecil belum mengerti dan sekarang aku sudah mengerti. Aku ingin kamu outopsi jenasah yang mirip daddyku jika memang jenasah ini daddyku maka aku akan pindahkan dekat makam mommyku dan pria yang bersama mommyku akan aku pindahkan. Aku juga ingin tahu identitas yang mirip daddyku." ucap Max
" Maksud tuan Max di antara mereka berdua ada yang asli dan ada juga yang palsu dengan menyamar sebagai tuan Zain." ucap sang dokter foreksik.
" Tepat sekali, bodohnya aku karena aku baru tersadar sekarang." ucap Max sendu
" Sudahlah yang penting tuan Max sudah menyadari sekarang. Aku jadi penasaran siapa yang asli dan palsu." ucap sang dokter foreksik.
" Ok, aku akan suruh orang untuk gali kuburan daddyku." ucap Max
" Ok." jawab sang dokter foreksik
Max pun memanggil dua orang bodyguard untuk membongkar makam daddynya sedangkan Max berjalan mengelilingi mansion tersebut.
" Aku ingin ke ruang kerja daddy, siapa tahu ada petunjuk." ucap Max
Max pun masuk ke dalam ruang kerja daddynya yang sudah banyak debu membuat Max menutup hidungnya, karena sudah bertahun - tahun tidak ditempati membuat debu lumayan banyak dan pengap membuat Max menutup pintu ruang kerja milik daddynya.
Max yang sudah lelah berkeliling kembali ke tempat di mana temannya sedang mengecek.
" Bro, aku pulang dulu ya nanti kabarin hasilnya." pinta Max.
" Ok." jawab sang dokter foreksik singkat.
Max pun meninggalkan temannya menuju mansion milik daddy Zain dan mommy Angela. Sampai di mansion Max berjalan mengelilingi mansion mengenang masa lalu.
" Selamat siang tuan Max." sapa salah seorang pelayan
" Selamat siang, aku ingin ke kamar orang tuaku." ucap Max
__ADS_1
" Silahkan tuan." ucap salah seorang pelayan itu.
Zain berjalan memasuki kamar orang tuanya dan duduk di ranjang mengambil foto pigura foto orangtuanya dan juga dirinya waktu kecil.
" Mommy, daddy sepertinya baru kemarin Max di tinggal oleh mommy dan daddy. Max merindukan kalian berdua." ucap Max sendu sambil membelai foto ke dua orang tuanya kemudian mengecupnya.
Karena sedih Max berbaring di ranjang milik orang tuanya sambil memeluk foto keluarga, tidak berapa lama Max tertidur lelap.
" Max." panggil mommy Angela
" Mommy, Max rindu." ucap Max menangis sambil memeluk mommy Angela
" Max." panggil daddy Zain
" Daddy, Max juga rindu." ucap Max sambil memeluk ke dua orang tuanya.
Mereka bertiga saling berpelukan.
" Max, mommy mohon jangan bersedih terus kalau kamu sedih mommy dan daddy ikuta sedih. Max tidak ingin mommy dan daddy sedihkan?" tanya mommy Angela
" Tidak mom." jawab Max yang masih memeluk mommy dan daddynya.
" Anak pintar, tersenyumlah Max karena jika kamu tersenyum mommy dan daddy juga ikut tersenyum." ucap daddy Zain sambil membelai rambut Max.
" Baik mommy dan daddy, Max berjanji tidak akan bersedih lagi." ucap Max
" Anak pintar, mommy dan daddy sangat mencintai dan menyayangimu Max." ucap mommy Angela sambil tersenyum.
Mommy Angela dan daddy Zain berjalan mundur dan semakin lama semakin menghilang.
Max terbangun dari tidurnya kemudian menatap foto keluarga.
" Mommy dan daddy, Max berjanji untuk tidak terlarut dalam kesedihan." ucap Max
4 Bulan Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan Max sudah mendapat kabar dari sahabatnya mengenai hasil outopsi. Max mengendarai motor menuju ke rumah sakit di mana temannya bekerja.
Singkat cerita Max sudah sampai dan bertemu dengan temannya.
" Bagaimana hasilnya?" tanya Max tanpa basa basi
" Pria yang di kubur itu bukan tuan Zain." ucap sang dokter foreksik.
" Berarti pria itu operasi wajahnya yang menyerupai daddyku." ucap Max
" Ya benar sekali." ucap sang dokter foreksik
" Kamu kenal siapa pria itu?" tanya Max
" Dia bernama Zainal, dia mempunyai adik kandung bernama dokter Diana yang mati dengan cara mengenaskan ditemukan di tengah jalan yang sangat sepi." ucap sang dokter foreksik.
" Baik, terima kasih atas informasinya. Aku minta tolong kuburkan pria itu entah dimana karena aku tidak sudi dia di kubur di mansion daddyku." ucap Max sarkas
__ADS_1
" Ok." jawab sang dokter foreksik singkat
" Aku pulang dulu untuk menyelidiki lebih lanjut ada hubungan apa dengan orang tuaku dan aku juga ingin tahu apakah ada hubungannya dengan kematian paman Zul dan tante Helena." ucap Max
" Ok." jawab sang dokter foreksik singkat lagi.
Max pun pulang ke mansion milik mommy Laras dan daddy Alvonso. Sampai di mansion Max masuk ke kamarnya untuk menyelidiki lebih lanjut.
3 jam lamanya Max mengutak atik laptopnya dan tidak berapa lama terdengar suara pintu di ketuk. Max menutup laptopnya kemudian berjalan untuk membuka pintu kamarnya tampak mommy Laras menunggu di depan pintu kamar Max.
" Max waktunya makan siang." ucap mommy Laras
" Baik mom." jawab Max
Max pun makan bersama keluarga , selesai makan Max meminta ijin untuk ke kamar karena ingin mengerjakan tugas sekolah.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx