Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Daddy Alvonso


__ADS_3

" Anakku ada berapa ya? kenapa aku jadi pikun ya?" tanya daddy Alvonso sambil berfikir dengan kepala bersandar di stir kemudi.


" Nomer satu Alvonso sudah ku telp." ucap daddy Alvonso


" Nomer dua Alvian sama sudah ku telp." sambung daddy Alvonso


" Nomer tiga Alviana sama sudah ku telp." sambung daddy Alvonso kembali


" Nomer empat siapa ya? kenapa nama anak sendiri lupa." ucap Daddy Alvonso sambil berfikir


" Sudah ah pusing nomer 5 Denis sama sudah ku telp."


"6. Nomer 6 Denisa tidak mungkin kan lagi sakit." ucap daddy Alvonso


" Berarti satu lagi siapa ya? istriku pertama melahirkan kembar tiga berawal dari Al terus lahiran kedua berawalan d. Berawalan Al Alvonso, Alvian dan Alviana sudah kutelp berarti awalan d Denis, Denisa sudah kuhubungi berarti D itu Debby. Ya ampun apa karena efek tua jadi pikun." ucap daddy Alvonso sambil duduk tegak dan menepuk keningnya.


" Mudah - mudahhan anakku ini tidak seperti kakak - kakaknya." ucap daddy Alvonso berharap.


Daddy Alvonso menghubungi Debby putrinya nomer 4. Panggilan ke dua langsung tersambung


" Hallo Debby lagi apa?" tanya daddy Alvonso


" Lagi bantuin teman cari kekasihnya sudah seminggu tidak ada kabar beritanya. Ada apa dad?" tanya Debby sambil mengutak atik laptopnya.


" Debby, tolongin daddy dulu ya?." pinta daddy Alvonso.


" Minta tolong apa Dad?" tanya Debby


" Mommy kalian lagi ngambek bisa tidak cari posisi mommy dimana?" tanya daddy Alvonso penuh harap.


" Baik dad, sebentar Debby cek." ucap Debby


Terdengar bunyi suara ketik kan laptop tidak berapa lama Debby sudah mengetahui posisi mommynya.


" Daddy, mommy dan ke dua sahabatnya lagi mengobrol dan tertawa bersama di restoran sepertinya habis shophing karena mommy dan ke dua sahabatnya menaruh paper bag di kursi kosong.


" Restoran mana?" tanya daddy Alvonso dengan nada mulai kesal.


" Restoran yang berada di mall terbesar di negara ini." ucap Debby


" Kira - kira masih lama tidak?" tanya daddy Alvonso


" Kayaknya lama dad karena mommy dan ke dua sahabatnya menunggu pesanan makanan." ucap Debby


" Baik makasih sayang." ucap daddy Alvonso


" Daddy ini tidak gratis." ucap Debby


" Debby sejak kapan kamu jadi matre?" tanya daddy Alvonso dengan nada terkejut.


" Sejak kemarin dad." ucap Debby menggoda daddynya.


" Debby, daddy kan sudah memberikan perusahaan cabang masih kurang?" tanya daddy Alvonso


" Ngga akh dad ngurus satu perusahaan saja pusing apalagi mengurus dua." tolak Debby.


" Kamu mau minta apa?" tanya daddy Alvonso

__ADS_1


" Debby ingin daddy jangan marah - marah sama mommy. Denisa hanya minta itu aja." ucap Debby dengan nada serius.


" Daddy jarang marah kok sama mommy kalian, paling bertengkar kecil ya namanya sudah berumah tangga. Suatu saat kalau kamu sudah menikah pasti akan mengalaminya." ucap daddy Alvonso dengan kata - kata bijaknya.


" Terima kasih dad." ucap Debby


" Terima kasih buat?" tanya daddy Alvonso bingung


" Terima kasih atas nasehatnya." ucap Debby


" Ok, ya sudah daddy tutup telpnya. Kamu jaga diri dan terlebih kamu seorang wanita jaga kehormatanmu." pinta daddy Alvonso dengan nada serius.


" Pasti dad." ucap Debby


" Semoga daddy cepat ketemu mommy." sambung Debby


" Ok. bye." ucap daddy Alvonso


" Bye dad." ucap Debby


Ponselpun langsung dimatikan secara bersama."


" Huh sungguh menyebalkan aku yang tersiksa gara - gara ulah anakmu kamu malah tertawa, belanja dan sekarang makan. Awas kamu mommy aku bikin besok pagi ngga bisa bangun." ucap daddy Alvonso sambil tersenyum menyeringai


Daddy Alvonso menghubungi sahabatnya dokter Kennath untuk memberitahukan posisi istrinya. Daddy Alvonso ingin melanjutkan perjalanannya tapi ponselnya berdering membuatnya mematikan mesin mobilnya.


Daddy Alvonso melihat siapa yang menghubungi dirinya dan ternyata sahabat baiknya.


" Ada apa Ronald?" tanya daddy Alvonso


" Istri dan anak - anak kalian kan pintar it tolong carikan istriku dong." pinta Ronald


" Iya nih, tolong donk tanyain ke istrimu atau ke anak - anakmu." pinta Ronald ulang.


" Istrimu ada di mall." ucap daddy Alvonso


" Tahu dari mana?" tanya Ronald bingung


" Istriku juga kabur bersama istrimu dan juga istri Kennath. Kamu pergi ke mall kita ketemu di sana sebelum mereka pergi menghilang lagi." ucap daddy Alvonso


tut tut tut tut


Tanpa menunggu jawaban Ronald, daddy Alvonso mematikan secara sepihak. Menyimpan ponselnya di balik jasnya kemudian menyalakan mesin mobilnya menuju ke mall.


xxxx


Daddy Alvonso kini sudah sampai di mall dan memarkirkan mobilnya. Daddy Alvonso mengenakan kacamata hitamnya walau usianya sudah tidak muda lagi tapi masih tampan dan banyak wanita terpesona padanya.


Daddy Alvonso keluar bersamaan kedatangan ke dua sahabatnya. Daddy Alvonso menunggu mereka keluar dari mobil.



Kini ke tiga pria paruh baya yang masih terlihat tampan menggunakan kaca mata hitamnya. Berjalan santai menuju ke mall untuk menjemput istri - istri mereka.


Para wanita terpesona akan ke tampanan ke tiga pria itu. Mereka berusaha mencari simpati dengan cara berbeda - beda. Ada yang tersenyum, ada yang mengedipkan matanya, ada yang berusaha memamerkan dua gunung kembarnya yang besar. Tapi ke tiga pria tampan itu tidak terpengaruh karena mereka tipe suami yang sangat setia terlebih mereka sudah sangat bucin dengan istri masing - masing.


Tiga orang wanita cantik dengan berpakaian seksi berjalan ke arah pria tampan itu sambil berpura - pura mengobrol kemudian sengaja menabrakkan dirinya.

__ADS_1


bruk


akhhh


bruk


akhhh


bruk


akhh


Ke tiga pria tampan paruh baya itu menahan tangan wanita itu masing - masing dengan tangan kirinya walau mereka tahu kalau mereka sengaja tapi ke tiga pria tampan itu tidak tega kalau mereka terjatuh.


" Terima kasih." ucap mereka serempak sambil tersenyum menggoda.


Tiga pasang mata menatap tajam ke arah ke 3 pria tampan itu. Siapa lagi kalau bukan mommy Laras, Clarisa dan dokter Maria istri mereka. Mereka bertiga berjalan saling berhadapan dengan para suaminya sambil mengobrol.


" Clarisa dan Maria kita ke sana yuk, di sana banyak pria tampan dan masih segar." ucap mommy Laras menujuk segerombolan para pria yang masih muda.


" Ayo." ucap mereka berdua serempak


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2