Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Kebenaran Yang Terungkap 2


__ADS_3

Akhirnya Denisa sudah sampai di restoran favorit dan berjalan menuju ke ruangan vvip sambil menunggu Alan dan ke dua sahabatnya. Tidak berapa lama ke dua sahabatnya datang. Denisa berdiri menghampiri mereka, mereka cipika cipiki seperti pada umumnya para wanita. Kemudian tiga cewek cantik tersebut duduk sambil mengobrol.


" Hallo Amora apa kabar?" sapa Denisa sambil tersenyum.


" Hallo Denisa, kabarku baik. Sudah lama kita tidak bertemu dan aku lihat kamu tambah gemuk saja nih." ucap Amora tersenyum membalas senyuman Denisa.


" Iya nih beberapa minggu ini nafsu makanku nambah terus. Kemarin saja aku memesan banyak makanan lewat online." ucap Denisa.


" Apa kamu sudah menikah Denisa?" tanya Amora dan sahabatnya bersamaan.


" Sudah hampir 6 bulan pernikahan kami." ucap Denisa


" Kok tidak kasih kabar ke kami, sudah lupa sama sahabat lamamu ya?" ucap Amora cemberut


" Iya nih Denisa sudah lupa dengan kami." ucap sahabat satunya yang juga ikutan cemberut.


" Maaf ponselku rusak dan kartunya juga ikut rusak jadi aku pakai nomer baru." ucap Denisa.


" Oh begitu, tidak apa - apa deh semoga pernikahan kalian langgeng terus." ucap mereka serempak.


" Terima kasih." jawab Denisa sambil tersenyum.


" Kok kamu tahu nomer ponsel kami?" tanya Amora dengan nada terkejut.


" Masa kamu lupa Amora , kan Denisa jago IT apa sich yang tidak bisa." ucap sahabat satunya.


" Hehehe... Maaf aku lupa." ucap Amora


" Aku tahu kamu kan lagi belajar ilmu bela diri dan mengurus bisnis daddymu makanya dirimu sangat sibuk jadi kadang suka lupa" ucap sahabat satunya.


" Hehehe... Betul sekali karena aku pikir - pikir wanita memang butuh bela diri selain melindungi dirinya juga bisa membantu orang lain." ucap Amora


" Kok kamu tahu? kalau Amora belajar ilmu bela diri?" tanya Denisa terkejut


" Kita kan bertemu dua kali sebulan sekali karena kita berdua selalu sibuk. Kamu aja yang sulit kita hubungi." ucap Amora


" Iya - iya maaf, kita pesan dulu baru dilanjutkan obrolannya." ucap Denisa mengalihkan pembicaraan.


" Ok." Jawab mereka berdua serempak.


Denisa mengambil menu makanan sambil melambaikan ke arah pelayan untuk memesan makanan. Denisa memesan makanan yang lumayan banyak membuat ke dua temannya terbengong.


" Tidak salah pesan makanan segitu banyaknya? habis tidak?" tanya Amora


" Habislah." jawab Denisa singkat


" Pasti kamu hamil coba kamu test siapa tahu positif." usul sahabatnya yang satunya.


" Tapi aku takut negatif." ucap Denisa sendu


" Cobalah kan tidak ada salahnya mencoba." ucap Amora.


" Ok deh nanti pulang dari sini aku beli testpack." ucap Denisa

__ADS_1


" Mudah - mudahan positif." ucap mereka serempak.


" Amin." Jawab mereka serempak


" Aku coba suruh asistenku untuk membeli alat testpack saja deh, aku penasaran soalnya hehehe.." ucap Denisa sambil tertawa.


" Iya cepat hubungi sekarang." ucap ke dua sahabatnya serempak dengan semangat.


Denisa tersenyum dan membuka tasnya untuk mengambil ponselnya. Denisa menghubungi asistennya setelah menghubungi Denisa menyimpan kembali ponselnya.


" Hallo Mira apa kabar?" sapa Denisa menyapa sahabat satunya sambil tersenyum.


" Hallo Denisa sudah lama ya kita tidak bertemu." ucap Mira


" Iya benar sudah lama kita tidak bertemu. Aku kangen kalian tahu." ucap Denisa.


" Sama." jawab mereka serempak sambil tertawa.


" Oh iya kita sudah lama tidak berkumpul terakhir kumpul bersama waktu kita lulus sekolah SMA dan setelah lulus kita langsung terpisah karena kuliah sambil bekerja meneruskan perusahaan orang tua kita masing - masing di luar negri." ucap Amora


" Iya benar juga katamu kita bertiga pada sibuk bekerja hingga tidak sempat telephone nan dan beruntung di negara xxxx kita bisa bertemu berkat Denisa." ucap Mira sambil memuji Denisa.


Denisa hanya tersenyum mendengar pujian sahabatnya.


" Denisa kamu kan pintar IT bisa tidak meretas identitas Baron?" tanya Amora


" Cie... kekasihmu ya?" ledek mereka berdua.


" Iya dan besok kami akan menikah." ucap Amora tersenyum malu.


" Wah selamat ya akhirnya ke dua sahabatku tidak jomblo lagi." ucap Denisa


Mereka bertiga tertawa bersama kemudian makananpun datang bertepatan datangnya Alan.


" Hai Alan duduk sebelahku dan kenalkan mereka Amora dan Mira." ucap Denisa yang duduk sendiri sambil memperkenalkan ke dua sahabatnya.


Alan pun memperkenalkan diri ke dua sahabat Denisa. Selesai berkenalan Alan duduk di sebelah Denisa.


" Aku pesan makanan dulu ya." ucap Alan


" Tidak usah makanannya banyak di meja, ambil aja mana yang suka tapi jangan punya ke dua sahabatku ya, nanti dimarahi sama mereka berdua." ucap Denisa usil.


Mereka bertiga tertawa mendengar ucapan Denisa yang suka usil.


" Makananmu yang mana nyonya Max?" tanya Alan


" Semua kecuali yang di piring milik ke dua sahabatku." ucap Denisa


" Whatt tidak salah!!" teriak Alan terkejut.


" Stttt jangan berisik." omel Denisa sambil jari telunjuknya diarahkan ke bibir Alan kemudian melepaskannya


" Hehehe... maaf." ucap Alan sambil tersenyum kuda.

__ADS_1


" Sudah makanlah jangan berisik." omel Denisa


Mereka bertiga terkejut karena Denisa tidak pernah mengomeli orang.


Mereka berempat makan dalam diam tanpa ada suara hanya bunyi suara piring, sendok dan garpu. Tidak berapa lama makanan di meja habis. Denisa, Amora dan Mira membereskan piring - piring dan gelas serta membersihkan meja makan kemudian semuanya ditaruh di tengah - tengah meja. Meja makan yang tadi kotor kini sudah bersih. Alan memberikan test pack dan juga beberapa dokumen yang mesti ditanda tangani.


" Maaf Alan aku ambil test pack ini ya tanda tangannya nanti." ucap Denisa sambil mengambil test pack yang diberikan Alan.


Denisa berjalan ke arah kamar mandi tapi sebelum melangkah Denisa menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.


" Alan ternyata kamu terlambat ke dua sahabatku besok menikah jadi cari cewek lain ya." ucap Denisa sambil melanjutkan jalannya ke arah kamar mandi.


" Padahal aku lagi bingung mau pilih yang mana?" keluh Alan


" Hush, memangnya kita barang." ucap Amora


" Iya nih kak Alan." ucap Mira


" Maaf, hehehe.. punya saudara wanita tidak? kenalin ke aku donk?" pinta Alan


" Aku punya saudara kembar tapi tidak tahu di mana?" ucap Amora sendu


" Kan ada Denisa minta tolong Denisa saja." usul Mira


" Iya.. ya kenapa aku lupa lagi ya?" ucap Amora


Alan dan Mira hanya menepuk dahinya mengingat sahabatnya sering lupa sedangkan Amora hanya menampilkan 2 barisan gigi putihnya seperti senyum pepsodent.


Tidak berapa lama datanglah Denisa sambil tersenyum bahagia dan berdiri di samping Alan sambil menghadap Alan, Alan pun ikut berdiri menghadap Denisa.


" Bagaimana hasilnya?" tanya mereka bertiga serempak.


" Positif." ucap Denisa tanpa sadar memeluk Alan


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


Hingga 10 detik Denisa tersadar.


" Akhhh aku lupa, maaf Alan aku memelukmu karena aku pikir kamu suamiku." pekik Denisa sambil melepaskan pelukannya dan mendorong Alan pelan.


" Tidak apa - apa mudah - mudahhan setelah di peluk aku di peluk oleh kekasihku yang cantiknya seperti kalian dan juga cantik hatinya" ucap Alan


" Emang kamu sudah punya kekasih?" tanya Denisa.


" Belum sih tapi kan berharap boleh." ucap Alan sambil tersenyum.


" Amin." jawab mereka serempak.

__ADS_1


Denisa dan Alan duduk kembali, Denisa menandatangani dokumen tersebut. Setelah selesai Alan meninggalkan meja tersebut.


Kini tinggallah Denisa, Amora dan Mira sambil berbincang, seorang pelayan datang mengambil tumpukan piring kotor. Denisa dan ke dua temannya memesan minuman juice dan air mineral karena mereka masih mengobrol.


__ADS_2