
Alex membalikkan badannya dan berjalan ke arah ranjangnya. Alex melihat Inge masih tertidur pulas hanya saja membelakangi dirinya.
" Maaf aku tidak bisa mencintaimu karena dendamku terhadap wanita membuatku seperti ini." ucap Leo sambil berbaring dan membelakangi Inge.
Inge membuka matanya air matanya mengalir dengan deras. Inge menangis tanpa suara agar Alex tidak terbangun.
( " Sebegitu bencinya kah dirimu terhadap wanita honey?" tanya Inge dalam hati ).
(" Aku sangat mencintaimu honey tapi kalau memang honey tidak mencintaiku aku akan pergi dari kehidupanmu." sambung Inge dalam hati ).
Karena lelah menangis akhirnya Inge tertidur dan tanpa sadar mereka membalikkan badannya dan saling memeluk mencari kehangatan. Kepala Inge bersandar di dada bidang calon suaminya.
xxxxxxx
Malampun berganti pagi Alex perlahan membuka matanya dan melihat wajah cantik Inge.
" Perasaan semalam kami tidur saling memunggungi tapi kenapa kami saling memeluk dan kenapa mata Inge bengkak apakah dia mendengar percakapanku dengan pamanku?" Guman Alex tapi masih terdengar oleh Inge yang pura - pura memejamkan matanya.
" Tidak... tidak mungkin dia mendengarnya... tapi kalau mendengarkan juga aku tidak perduli. Diakan sangat tergila - gila padaku dan harta berharganya juga aku yang ambil jadi mana mungkin dia meninggalkan aku paling menangis dan memohon - mohon padaku untuk memintaku mencintai dirinya." ucap Alex sambil melepaskan pelukannya dan turun dari ranjangnya menuju ke arah kamar mandi.
Inge membuka matanya ketika mendengar suara pintu kamar mandi tertutup.
" Aku akan pergi jika memang kamu menginginkan aku pergi dari kehidupan mu dan aku harap kamu menemukan seseorang yang tulus mencintaimu seperti aku mencintaimu dengan tulus." ucap Inge dengan nada lirih.
Inge turun dari ranjang dan memunguti pakaian yang berserakkan di lantai kemudian memakainya sambil menunggu Alex selesai mandi.
ceklek
Alex membuka pintu kamar mandinya dan melihat Inge sedang tersenyum dan Alex pun membalas senyuman Inge.
" Sudah bangun sayang." ucap Alex dengan nada lembut.
" Sudah honey." jawab Inge
Inge berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya sedangkan Alex menghubungi seseorang. Setelah setengah jam Inge keluar dari kamar mandinya dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian setengah gunung kembarnya dan menutupi sebagian paha putihnya yang mulus membuat adik kecilnya kembali menegang.
" Aku mau pesan pakaian apakah honey mau sekalian aku pesankan?" tanya Inge sambil mengambil ponselnya di atas meja.
" Tidak usah sayang, honey sudah memesan pakaian untuk kita." ucap Alex sambil memeluk tubuh Inge yang sudah menjadi candunya.
" Sayang lagi ya?" bisik Alex sambil melepaskan lilitan handuk Inge dan membuangnya secara asal.
Hingga terjadilah penyatuan kembali dan ******* demi ******* keluar dari mulut mereka berdua. Alex tanpa sadar melakukan tanpa pengaman sehingga membuang laharnya selalu di rahim Inge.
__ADS_1
Alex tidak melepaskan adik kecilnya walau Alex sudah mengeluarkan laharnya ke rahim milik Inge. Alex melakukan pemanasan kembali hingga di rasa cukup Alex melakukannya kembali. Alex melakukan berulang - ulang membuat tubuh Inge lemas dan tumbang barulah Alex berhenti melakukannya.
Alex bangun dari tempat tidurnya kemudian menutupi tubuh polos Inge dengan menggunakan selimutnya hingga menutupi kepalanya saja. Alex berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya kembali. Setelah sepuluh menit Alex baru keluar dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya.
Alex menatap Inge yang menatapnya dengan tatapan sendu ke arah Alex.
" Ada apa?" tanya Alex dengan nada bingung.
" Honey jika aku hamil aku minta honey jangan memintaku menggugurkannya biarlah aku yang merawatnya seorang diri. Juga jika seandainya ada dua pilihan aku atau anak kita yang harus diselamatkan aku memintamu untuk mempertahankan anak kita dan berikan anak kita ke keluarga besar Alvonso kalau seandainya honey tidak mau merawatnya." ucap Inge lirih dan masih terdengar jelas oleh Alex dan tidak berapa lama air mata Inge keluar.
deg
deg
Jantung Alex tiba - tiba berdetak sangat kencang ketika mendengar ucapan calon istrinya.
" Jika aku hamil dan honey ingin menyiksaku aku mohon tunggulah sampai anak kita lahir setelah itu honey boleh melakukan nya. Aku pasrah jika akhirnya aku akan di siksa ataupun dibunuh oleh honey. Hanya aku ingin honey harap mengetahui kalau aku sangat tulus mencintaimu." ucap Inge dengan air mata tidak berhenti keluar.
" Kenapa kamu ngomong seperti itu?" tanya Alex dengan nada terkejut.
Ketika Inge bicara terdengar suara ketukan pintu. Alex berjalan ke arah pintu hotel dan membukanya. Anak buahnya membawa dua paper bag ke Alex dan Alexpun menerimanya. Anak buahnya langsung berpamitan dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Alex membalikkan badannya dan memberikan paper bag ke Inge.
" Ini pakaianmu cepat ganti karena sebentar lagi kita akan berangkat ke butik mencoba gaun pengantin." ucap Alex
Inge berdiri dan berjalan dengan tangan kanannya memegang selimutnya sedangkan tangan kirinya memegang paper bag nya menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya kembali.
" Kenapa Inge bicara seperti itu? apakah dia mendengarkan pembicaraan aku dengan paman? kenapa hatiku sangat sakit ketika melihatnya menangis." ucap Alex bertanya - tanya dalam hatinya.
" Akhhhh tidak mungkin aku jatuh cinta padanya. Semua wanita itu sama saja sukanya akan harta apalagi aku tidak percaya keluarga Alvonso seperti itu kurasa mereka berpura - pura baik padaku juga pada adikku." ucap Alex sambil menarik rambutnya dengan kasar.
ceklek
Inge keluar dari kamar mandi dan sudah selesai mandi dan berpakaian rapi. Inge menghias wajahnya hanya menggunakan bedak dan lipstik. Walau sederhana hiasan wajahnya tapi aura kecantikan Inge terpancar keluar.
" Sudah siap honey." panggil Inge
" Sudah sayang." Jawab Alex
Merekapun berjalan bergandengan seperti tidak terjadi sesuatu. Inge yang memang pendiam hanya menyimpannya dalam hati sedangkan Alex yang masa bodoh tidak memperdulikan perasaan Inge sedikitpun.
Alex duduk di kursi pengemudi sedangkan Inge duduk di samping Alex. Alex mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Hanya membutuhkan waktu 15 menit merekapun sudah sampai di mall terbesar milik keluarga besar daddy Alvonso.
__ADS_1
Alex menggandeng tangan Inge hingga ada seseorang yang berjalan ke arah mereka dari arah berlawanan.
bruk
akh..
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx