Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Max Pindah


__ADS_3

" Ini surat kerja samanya, silahkan di baca." ucap Zain tanpa basa basi memberikan berkas kerjasamanya ke Rizky pemilik ceo perusahaan Ava Corp.


" Terima kasih tuan." ucap Rizky sambil menerima berkas kerjasamanya.


Rizky pun membaca surat perjanjian tersebut, matanya membulat sempurna dan menaruh berkas itu dengan kasar.


" Apa ini maksudnya tuan Zain!!" teriak Rizky dengan menatap tajam ke arah Zain.


" Sssttttt... saya tidak suka orang teriak. Baiklah saya akan katakan kenapa saya melakukan seperti ini. Pertama dalam proyek itu saya yang mengeluarkan modal, ke dua proyek tersebut menggunakan orang - orangku dan ke tiga anda hanya menunjukkan tempat lokasinya. Saya juga bisa menunjukkan lokasinya dan mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan uang. Terserah padamu setuju atau tidak?" ucap Zain sambil menatap tajam ke arah tuan Rizky dengan aura menggelap.


glek


Tuan Rizky menelan saliva dengan kasar dan berusaha menutupi kegugupannya.


" Bagaimana kalau tuan Zain 60 % dan saya 40 %." tawar tuan Rizky mencoba bernegoisasi.


" 90 % saya dan anda 10 %." ucap Zain sambil ke dua tangannya di lipat di dadanya dan bersandar di kursi kebesarannya.


" Apa??? kenapa turun lagi?" protes tuan Rizky


" Apa saya naikkan lagi keuntungan saya?" tanya Zain sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Baiklah." jawab tuan Rizky pasrah sambil menandatangani dokumen tersebut.


Selesai menandatangani tuan Rizky meninggalkan Zain sendiri di ruangannya.


xxxxxx


Tempat Kediaman Mansion Zain Alionso


" Max, paman dan tante akan pulang ke negara Australia, kamu ikut kitakan?" tanya tante Helena


" Tante, Max menunggu daddy katanya daddy akan datang." ucap Max


" Max, daddy tidak mungkin datang kan mommy dan daddy sudah pergi jauh." ucap paman Zul


" Paman, daddy masih hidup kemarin daddy datang ke rumah sebelah." ucap Max bersikeras.

__ADS_1


" Max, daddy sudah meninggal." ucap paman Zul lirih hatinya sangat sedih kehilangan kakak tersayangnya.


" Paman, daddy masih hidup belum meninggal." protes Max.


Paman Zul menatap istrinya untuk meminta pendapatnya dengan menggunakan kode mata. Tante Helena menghela nafasnya perlahan.


" Max sayang, daddy lagi sibuk nanti kalau sudah tidak sibuk lagi daddy akan menjemput Max." ucap tante Helena


" Tunggu dua hari ya tante kalau daddy tidak datang, Max pindah dan ikut tante dan paman ." pinta Max dengan mata sendu ingin menangis.


Tante Helena yang melihatnya tidak tega begitu pula dengan paman Zul.


" Baiklah Max, setelah dua hari kamu ikut paman dan tante ke Australia." ucap tante Helena akhirnya.


" Terima kasih tante dan paman." ucap Max sambil memeluk tante Helena.


Tante Helena pun memeluk Max sambil membelai punggung Max. Selesai berpelukan Max melepaskan pelukan dan berjalan ke kamarnya. Tante Helena dan paman Zul masuk ke dalam kamarnya.


" Istriku kenapa kamu ikutin kata Max? kita kan tahu kalau kakakku sudah meninggal." ucap paman Zul


" Saya tahu suamiku tapi kamu lihat sendiri wajah Max, aku sungguh tidak tega melihatnya." ucap tante Helena sendu


" Benar sayang, dulu jujur aku sangat takut ketika bertemu dengan kakakmu, wajahnya seperti tidak bersahabat, dingin dan kaku tapi terakhir kita bertemu sangat berbeda terlebih istrinya sangat baik dan sopan." ucap tante Helena sambil terisak


Mereka menangis sambil berpelukan masing - masing menyalurkan kekuatan.


" Kita tidur sayang sudah malam." ucap paman Zul


" Mari sayang." jawab tante Helena


Mereka berdua tidur karena hari sudah malam sedangkan Max hanya berbaring dan menatap langit - langit kamar.


" Mommy, kenapa secepat ini meninggalkan Max, Max sangat merindukan mommy. Daddy kenapa tidak datang? kenapa kemarin daddy tidak menciumi Max seperti yang biasa daddy lakukan." ucap Max sendu.


Max mengambil foto ke dua orang tuanya yang berada di pigura dan memeluknya. Tidak berapa lama Max pun tertidur pulas.


Dua Hari Kemudian

__ADS_1


Tidak terasa waktu cepat berlalu dan sudah dua hari Max menunggu daddynya datang tapi sampai sekarang tidak datang. Tante Helena sudah menyiapkan kopernya hanya tinggal menunggu Max.


" Max nanti siang kita berangkat ke Australia, pakaianmu sudah disiapkan belum? kalau belum biar tante siapkan pakaianmu." ucap tante Helena


" Belum tante." ucap Max


" Ayo tante bantu." ucap tante Helena


"Baik tante." ucap Max


Tante Helena dan max masuk ke dalam kamar Max dan memasukkan pakaian Max ke dalam koper Max.


" Max, foto pigura yang di meja di bawa tidak?" tanya tante Helena.


" Tidak tante Max membawa foto mommy, daddy dan Max ukuran kecil. Suatu saat nanti Max akan kembali ke mansion ini." ucap Max


" Ok." Jawab tante Helena singkat.


Tidak berapa lama pekerjaan pun selesai. Tante Helena menuruni anak tangga bersama Max sambil membawa koper. Mereka makan sarapan bertiga selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga sambil memanggil penghuni mansion.


Semua penghuni mansion berkumpul di ruang keluarga. Paman Zul dan tante Helana membawa 4 koper dan di taruh di sofa.


" Tante temani Max di rumah sebelah." pinta Max


" Ok." jawab tante Helena singkat


" Tante Helena dan Max keluar meninggalkan mereka yang sedang berkumpul.


Paman Zul yang melihat istri dan Max yang telah pergi keluar menghembuskan nafas lega karena paman Zul tidak tega jika melihat ponakannya bersedih lagi.


" Kita tahu semua kalau tuan Zain dan nyonya Angela meninggalkan kita semua. Jujur ini terlalu berat dan pukulan terberatku karena kakak kesayanganku meninggalkanku secepat ini." ucap paman Zul


" Benar tuan, kami sangat terpukul karena kami sangat senang kehadiran nyonya Angela membuat suasana lebih hidup." ucap kepala pelayan tidak terasa air mata keluar mengingat kebaikan nyonya Angela.


" Nyonya Angela sangat baik menolong kami tanpa pamrih, tuan Zain juga ikutan berubah lebih perduli dengan kami." ucap salah satu sopir tidak terasa air mata juga ikuttan keluar mengingat kebaikan nyonya Angela.


Mereka semua terdiam hanya saja semua mata berkaca - kaca mengingat kebaikan tuan Zain dan nyonya Angela.

__ADS_1


" Terima kasih atas pengabdian kalian semua. Maaf kami akan pulang ke Australia sambil membawa Max. Untuk kalian kami memberikan dua pilihan tetap tinggal di sini atau mencari pekerjaan lain kami tidak akan melarang atau marah jika kalian ingin pindah bekerja." ucap paman Zul


" Sebelum tuan Zain meninggal, tuan Zain sempat memberikan surat untuk memberikan kompesasi satu orang sebesar Rp. 100,000,000 . Kalian bisa memakainya untuk usaha atau terserah kalian gunakan untuk apa." ucap paman Zul.


__ADS_2