Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Makan Bersama


__ADS_3

Angelina kembali melanjutkan pekerjaan kembali mencari titik syaraf kaki Louis.


" Akhhhh... sakit..." teriak Louis kembali.


" Kak Louis tahu tidak kenapa kak Louis berteriak ketika kakinya aku sentuh sedangkan aku menyentuhnya juga tidak terlalu kencang sedangkan kak Louis sering memukul tapi tidak merasakan sakit sedikitpun." tanya Angelina


" Kakak tidak tahu, jujur kaki kakak terasa enak dan tidak terasa berat." ucap Louis


" Karena, aku sudah menemukan titik syaraf kaki kak Louis karena itulah kakak berteriak kesakitan." ucap Angelina sambil menurunkan gulungan celana kaki Louis kemudian menarik perlahan kaki yang di sebelahnya sama seperti yang tadi celana panjang Louis digulung oleh Angelina.


" Apakah aku bisa berjalan kembali?" tanya Louis berharap.


" Bisa hanya beberapa kali pengobatan kaki kak Louis bisa digerakkan asalkan kak Louis sering berlatih dan menekan titik syaraf yang tadi aku tekan." ucap Angelina sambil menekan - nekan kaki Louis untuk mencari titik syaraf.


" Akhhhh... sakit..." teriak Louis kembali


" Kakak teriak karena di titik syaraf itulah yang membuat kaki kakak tidak bisa digerakkan." ucap Angelina.


" Akhhhh... sakit..." teriak Louis kembali


" Maaf ya kak, kalau ini bikin kakak tersiksa." ucap Angelina merasa bersalah.


" Tidak apa-apa santai saja, jujur aku sangat senang badanku tiba - tiba terasa enak." jawab Louis.


" Ok." Jawab Angelina sambil tersenyum.


Lima belas menit Angelina sudah selesai dan dengan perlahan menaruh kakinya Louis ke arah pijakan kursi roda.


" Sudah selesai kak, kakak belum makan kan?" tanya Angelina


" Aku tidak lapar." jawab Louis dengan nada datar


" Sudah waktunya makan siang kak, apa kakak mau aku masakin?" tawar Angelina


" Apakah kamu bisa masak?" tanya Louis


" Bisa walau rasanya akan nano - nano." jawab Angelina merendahkan dirinya.


" Nano - nano maksudnya?" tanya Louis dengan nada bingung.


" Ada asem, asin dan manis." jawab Angelina sambil tersenyum menampilkan dua barisan giginya yang putih.


" Pffftttt... hahahaha.." tawa Louis pecah.


Tawa pertama sejak kejadian beberapa tahun yang lalu setelah mengalami kecelakaan. Tawa Louis memenuhi hingga ke lantai bawah.


Debby, Leo, Alex dan mommynya Alex, Louis dan Leo yang sedang duduk di meja makan saling menatap kecuali Debby karena Debby tidak tahu.


" Baru kali ini mendengar suara tawa Louis yang tertawa lepas." ucap Alex dengan nada bingung.


" Benar kak, apa yang dilakukan Angela hingga seperti itu." tanya Leo sambil berfikir.


" Apa yang dilakukan Angela hingga kak Louis tertawa lepas?" tanya Debby penasaran


" Mommy hanya berharap Angela bisa merubah sifat Louis." ucap mommynya.


Tidak berapa lama terdengar suara pintu lift terbuka membuat mereka semua berdiri menatap pintu lift. Tampak kursi roda Louis di dorong oleh Angela.

__ADS_1


" Kak Alex, baru pertama kalinya aku melihat kak Louis tersenyum." bisik Leo


" Benar dik." jawab Alex ikut berbisik.


" Ada ada melihatku? ada yang aneh?" tanya Louis dengan nada dingin.


" Tidak ada apa - apa kak, kita makan bersama ya kak." ajak Leo


" Ya, tapi aku ingin menunggu nona..." ucap Louis sambil menggantungkan kalimatnya.


" Angelina panggil saja Angel jangan pakai nona." jawab Angelina.


" Kak dari tadi kakak tidak kenalan?" tanya Leo bingung.


" Tidak." jawab Louis sambil tersenyum dan tangan kanannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Semuanya langsung menepuk keningnya masing-masing sedangkan Angelina dan Louis hanya tersenyum.


" Kak Louis duduk di sini ya? aku masak dulu." ucap Angelina sambil mendorong kursi roda milik Louis ke samping mommynya.


" Ok." jawab Louis sambil tersenyum


" Kalau mommy, kak Alex dan Leo serta Debby lapar makanlah dulu." ucap Louis


" Tidak, mommy menunggumu." ucap mommynya.


" Aku juga." jawab mereka serempak.


" Baiklah terserah mommy, kak Alex, Leo dan Debby ." ucap Louis


" Debby apakah kamu tidak jijik melihatku?" tanya Louis tiba - tiba sambil menatap mata Debby.


" Tidak kak, kenapa jijik?" tanya Debby


" Biasanya jika orang melihatku langsung jijik dan takut. Mereka menyebutku dengan sebutan monster." jawab Louis sambil tertawa hambar.


" Tapi tidak semua orang seperti itu kak." jawab Debby sambil menatap Louis


" Hanya keluargaku, kamu dan Angel yang mengatakan itu padaku. Apakah keluargamu setuju dengan adikku Leo mengingat kakaknya mempunyai cacat wajah dan lumpuh?" tanya Louis yang masih menatap mata Debby.


" Sifat keluargaku tidak pernah merendahkan orang lain karena prinsip keluargaku jika diperlakukan seperti itu bagaimana rasanya? Semua orang tidak menginginkan cacat dan lumpuh tapi jika itu terjadi atas kehendak Tuhan apakah kita bisa menolaknya? Aku sangat mencintai kak Leo apa adanya dan keluargaku tidak mempermasalahkan dengan siapa anak - anaknya menikah asalkan orang itu bertanggung jawab dan setia dengan pasangannya." ucap Debby


" Jika suatu saat adikku menyakitimu apa yang akan kamu lakukan? apakah kamu dan keluargamu menyerang adikku?" tanya Alex penasaran.


" Tidak karena itu urusan rumah tangga masing-masing. Jika suatu saat itu terjadi aku akan meminta kak Leo kalau aku adalah wanita terakhir yang di lukai atau bahkan di bunuh sekalipun." ucap Debby sambil pandangannya beralih ke Alex


" Apakah kamu tidak takut mati?" tanya Alex


" Mati dan hidup seseorang sudah di tulis oleh Tuhan dan jika ternyata takdirku harus mati di tangan kak Leo aku rela asalkan aku adalah wanita terakhir yang terbunuh." ucap Debby sambil memandangi wajah Leo dengan tatapan sendu.


" Apa permintaan terakhir mu di saat kamu mati?" tanya Louis


" Aku akan meminta ke kak Leo agar mengambil semua organ pentingku." ucap Debby sambil menahan air matanya agar tidak keluar.


" Buat apa?" tanya mereka serempak dengan nada terkejut.


" Mata, jantung, hati, ginjal bisa digunakan oleh orang yang membutuhkan nya karena itulah aku meminta kak Leo memenuhi permintaan terakhir ku." jawab Debby dan tidak terasa air matanya sudah mulai keluar.

__ADS_1


Leo yang mendengar hal itu langsung berdiri mendekati Debby dan Debby pun ikut berdiri.


" Aku tidak akan mungkin melukai ataupun menyakitimu karena aku sangat mencintaimu." ucap Leo sambil memeluk Debby.


" Terima kasih aku mempercayaimu honey." jawab Debby sambil membalas pelukan Leo.


Leo melepaskan pelukannya begitu pula dengan Debby. Leo perlahan mendorong Debby kemudian menghapus air mata Debby dengan menggunakan ke dua ibu jari tangannya kemudian mereka pun duduk kembali.


" Makanan sudah matang." ucap Angelina sambil membawakan sepiring xxxx masakan pertama untuk cowo karena selama ini Angelina tidak pernah memasak buat cowok kecuali ayahnya dan kakaknya Charli.


" Rasanya enak tidak ya? " tanya Louis


" Mudah-mudahan enak dari bentuknya sih seperti nya enak." ucap Debby sambil tersenyum jahil ke atas Angelina.


" Aku tidak mencobanya mudah-mudahan enak." jawab Angelina.


" Kita makan bersama yuk." ajak mommynya Alex, Louis dan Leo


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2