
Leo pun mulai mengukir tato di sebelah kiri gunung kembar milik gadis pelayan itu. Gadis pelayan itu ingin memberontak tapi tubuhnya sangat lemas. Setelah selesai Leo melakukannya di sebelah kanan gunung kembarnya.
" Lihatlah bagus bukan gambar ku." ucap Leo setelah selesai bergambar.
" Aku sudah puas sekarang, aku mau mandi dulu tunggu di sini dulu ya? aku mau mandi dan ingat jangan mengintip aku mandi kalau tidak aku cungkil matamu." ucap Leo
Leo pergi ke luar menuju kamar pribadinya yang bersih untuk membersihkan dirinya di kamar mandi. Selesai mandi dan memakai pakaian yang sengaja di simpan di lemari Milik Max, Leo tanpa memperdulikan gadis pelayan itu pergi meninggalkan nya untuk pulang ke mansion miliknya.
xxxxx
Di Mansion Milik Max
Pagi hari Dennisa dan Max masih tertidur pulas sambil berpelukan setelah melakukan kegiatan olah raga di malam hari. Hingga Dennisa terpaksa membuka matanya karena perutnya terasa di aduk - aduk. Dennisa terpaksa terbangun dan berlari ke kamar mandi dengan tubuh masih polos tanpa sehelai benang pun.
Hoek.... Hoek...
Max yang sedang tertidur pulas langsung terbangun ketika istrinya melepaskan pelukannya secara paksa. Max berjalan dengan cepat ke arah kamar mandi tanpa sehelai benang pun sama seperti istrinya.
Max memijat tengkuk istrinya dengan lembut kemudian membersihkannya dengan air dengan menggunakan tangannya tanpa ada rasa jijik sedikitpun. Setelah mualnya hilang Max menggendong Dennisa di ranjang.
" Minum dulu sayang." ucap Max dengan nada lembut sambil memberikan gelas yang berisi air mineral.
" Terima kasih honey." ucap Dennisa sambil tersenyum dan mengambil gelas untuk di minum. Setelah selesai Dennisa memberikan gelas yang masih setengahnya diberikan ke Max.
Max menerima gelas pemberian Dennisa dan menaruhnya di meja dekat ranjang. Tiba - tiba perut Max terasa di aduk - aduk. Max langsung berlari ke arah kamar mandi.
Hoek.... Hoek...
Dennisa yang melihat suaminya muntah berusaha bangun dari ranjang.
" Sayang, kamu berbaring saja. Aku tidak apa - apa hanya mual mungkin masuk angin." ucap Max
Setelah perutnya terasa enak, Max membersihkan mulutnya. Max berjalan ke arah ranjang dan berbaring memeluk Dennisa sambil mengelus perut Dennisa. Dennisa tersenyum begitu pula dengan Max ikut tersenyum.
" Honey sabtu dan minggu ini kita tidak jadi tinggal di hotel tempat mommy dan daddy ya?" pinta Dennisa
" Kenapa sayang?" tanya Max sambil tangan kirinya mengelus perut Dennisa dan tangan kanannya membelai rambut Dennisa.
" Aku ingin kita berdua di sini dulu karena aku ingin menikmati dua hari bersamamu. Hari senin kan honey kerja jadi sebelum honey berangkat kerja antarkan aku dulu ke hotel. Kalau honey kerja kan waktu bermesraan hanya pagi dan honey pulang kerja." ucap Dennisa menjelaskan.
Max tersenyum dan sangat bahagia mendengar ucapan istrinya.
" Kok honey senyum sih." ucap Dennisa sambil cemberut
cup
Max mengecup bibir istrinya secara singkat.
" Sayang, aku senyum karena aku senang mendengarnya. Kamu mau makan apa sayang?" tanya Max
" Aku lagi pengen makan rujak honey." ucap Dennisa
__ADS_1
" Kok sama ya? aku juga ingin makan rujak padahal masih pagi." ucap Max
" Kan sehati." ucap Dennisa sambil tersenyum
Max tersenyum dan mengecup kembali bibir istrinya.
" Baik sayang, suami yang tampan ini akan membuat rujak untuk kita berdua." ucap Max percaya diri.
" Baiklah suamiku yang sangat tampan, istri cantikmu akan menunggu rujak buatan suamiku yang tersayang." puji Dennisa sambil tersenyum.
Max pun ikut tersenyum kemudian turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi.
skip
Kini Max sudah selesai membuat rujak sebanyak dua piring bertepatan dengan kedatangan Dennisa yang sudah selesai mandi dan berpakaian santai.
Max menaruh 2 piring buah - buahan berikut bumbu rujaknya ke meja makan. Mereka duduk berdampingan sambil menikmati rujak di pagi hari.
" Honey untung di mansion ini ada pohon mangga, kedondong dan jambu jadi kalau pengen rujak tidak usah beli tinggal metik." ucap Dennisa sambil mengambil mangga muda dan langsung dimasukkan ke mulutnya tanpa menggunakan bumbu.
" Benar sayang. Aku jadi ingat dulu waktu kak Alviana hamil kak Alvonso jatuh dari pohon mangga dan aku ke timpa badannya. Sudah begitu kak Alviana memintaku, kak Alvonso dan kak Alvian untuk menyiapkan rujak." ucap Max mengenang masa lalunya.
" Lain kali kita kerjain ke tiga kakakku ya." ucap Dennisa.
" Aish jangan nanti anak kita ikutan usil !kayak daddy." ucap Max
" Kok daddy di sebut?" tanya Dennisa dengan nada bingung.
" Kamu kan tahu sayang kalau daddy itu orangnya usil banget, ngga aku ngga mau anakku ikutan usil kayak opanya." tolak Max
xxxxx
Di Hotel Milik Daddy Alvonso
Daddy Alvonso dan istrinya mommy Laras masih tertidur pulas sambil berpelukan. Tiba - tiba hidung daddy Alvonso seperti tergelitik.
hammmm.. cihhhhh
hammmm.. cihhhhh
hammmm.. cihhhhh
hammmm.. cihhhhh
Daddy Alvonso langsung terbangun dari tidurnya karena hidungnya terasa gatal begitu pula dengan istrinya merasa terganggu karena mendengar suara bersin suaminya.
" Honey sakit?" tanya mommy Laras sambil meletakkan punggung tangan kanannya ke kening suaminya.
" Tidak sayang, seperti nya pagi - pagi begini ada yang ngomongin daddy makannya daddy bersin - bersin." ucap daddy Alvonso.
" Ah itukan cuman mitos honey." ucap mommy Laras.
__ADS_1
" Kalau benar ada yang ngomongin daddy, daddy sumpahin kalau makan ke selek." ucap daddy Alvonso menyumpahin mereka yang ngomongin dirinya.
" Tidak baik ngomong gitu honey, kita tidur lagi ya? masih ngantuk " ucap mommy Laras.
" Baiklah, daddy juga ngantuk." ucap daddy Alvonso
Mereka berdua tidur sambil berpelukan dan tidak berapa lama merekapun sudah tertidur pulas.
xxxxx
Di Mansion Milik Max
uhuk uhuk uhuk uhuk
Dennisa tiba - tiba terbatuk dan Max buru - buru mengambil gelas dengan tangan kanannya dan memberikannya ke Dennisa sedangkan tangan kirinya mengelus punggung Dennisa agar batuknya reda.
Setelah reda merekapun melanjutkan memakan rujak. Baru saja Max mengambil mangga muda tiba - tiba Max terbatuk-batuk.
uhuk uhuk uhuk uhuk
Dennisa memberikan minuman ke suaminya Max dan Max meminumnya agar batuknya reda. Dennisa mengusap punggung Max agar batuknya berkurang setelah reda mereka saling menatap.
" Apa daddy tahu ya kalau kita ngomongin sampai kita keselek." ucap Max
" Mungkin, sudahlah honey kita makan sampai habis rujaknya dan jangan ngomongin orang tua nanti kualat kayak tadi." ucap Dennisa.
" Baiklah." jawab Max singkat.
Merekapun melanjutkan makan rujaknya hingga habis sampai dua piring. Selesai makan rujak Max mencuci piring, pisau dan ulekkan untuk membuat bumbu rujak.
" Untung aku bawa ulekkan dari Indonesia jadi bisa digunakan di negara ini." ucap Dennisa
" Benar sayang di negara ini tidak tahu apa itu ulekkan dan kegunaannya untuk apa." ucap Max
" Sebenarnya ada tapi bentuknya beda lebih enak memakai produksi negara kita sendiri." ucap Dennisa
" Iya. Benar kita kan cinta Indonesia." ucap Max.
" Ya benar." jawab Dennisa
" Oh ya habis ini kita kemana?" tanya Max
" Kita keliling mansion sini aja honey, aku lagi malas keluar." ucap Dennisa
" Kamu tidak bosan sayang?" tanya Max
" Tidak honey, apalagi aku sangat suka dengan suasana mansion ini." ucap Dennisa
" Terserah sayangku saja, aku nurut saja" ucap Max
" Aku mandi dulu ya? kamu duduk di sini saja nanti aku ke bawah." ucap Max
__ADS_1
" Ok." jawab Dennisa.
Max pun naik ke atas untuk membersihkan dirinya setelah selesai mandi dan memakai pakaian santai Max turun ke bawah menemui istrinya.