
" Maafkan aku." ucap Charli
" Apakah kak Charli menganggap aku wanita murahan?" tanya Mira sendu
Charli mendorong tubuh Mira sedikit dan menatap Mira sambil tersenyum dan Mira membalas senyuman Charli.
" Tidak sama sekali, jujur aku mulai menyukaimu memang terasa cepat tapi aku merasa nyaman dekat denganmu. Maukah menjadi kekasihku?" tanya Charli
Mira menatap mata Charli dan tidak ada kebohongan di matanya. Mira hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Charli senang. Charli memeluk Mira dan mengecup pucuk kepala Mira. Kini mereka resmi menjadi pasangan kekasih.
" Aku akan memanggilmu sayang dan kamu memanggilku honey." pinta Charli sambil menatap mata Mira
" Tapi.." ucapan Mira terpotong
" Aku tidak..." ucapan Charli terpotong oleh Mira
" Tidak menerima penolakan." sambung Mira
" Tuh tahu." ucap Charli
auch
Mira mencubit pinggang Charli dan Charli pura - pura meringis karena cubitan Mira tidak berasa.
" Kak Charli maaf sakit ya?" tanya Mira sambil mengusap pinggang Charli
cup
" Kak Charli." panggil Mira kesal karena bibirnya di kecup
cup
" Kak Charli." panggil ulang Mira kesal karena bibirnya di kecup kembali
" Tiap manggil kak Charli cium." ucap Charli sambil mengecup kembali bibir Mira yang sudah menjadi candunya.
" Honey." panggil Mira akhirnya
" Kalau salah hukumannya cium." ucap Charli sambil tersenyum
Mira mendorong pelan sambil cemberut dan membalikkan badannya menuju ke luar ruangan Charli.
grep
Charli memeluk Mira dari arah belakang membuat jantung berdetak kencang. Mira menyadarkan kepalanya di dada Charli.
" Honey, tidak akan mempermainkan perasaanku kan?" tanya Mira
" Tidak sayang, aku hanya meminta kamu jangan mengkhianatiku karena aku sangat membenci pengkhianat. " ucap Charli sambil mengecup leher Mira membuat Mira merasa geli.
" Honey aku ingin kerja lagi." ucap Mira
" Kenapa? aku masih ingin memelukmu." ucap Charli sambil memberi tanda merah di leher Mira.
" Tidak honey kalau begini terus nanti keterusan." ucap Mira yang mulai merasakan bokongnya tertusuk sesuatu benda yang mulai mengeras.
" Tidak apa - apa sayang aku akan tanggung jawab, bolehkan kita melakukan sekarang?" pinta Charli dengan nada mulai berat.
" Tidak honey kita menikah dulu barulah kita bisa melakukannya." ucap Mira sambil berusaha melepaskan tangan Charli yang tangan kirinya memeluk pinggang Mira dan tangan kanan satunya merem*s salah satu gunung kembar milik Mira
" Baiklah seminggu lagi kita menikah." ucap Charli yang masih mengecup leher Mira membuat Mira merasakan geli.
" Cepat sekali." ucap Mira
" Aku tidak sabar kita melakukan itu sayang." ucap Charli dengan nada berat menahan hasratnya.
Mira membalikkan badannya dan menatap wajah tampan kekasihnya.
__ADS_1
" Apakah honey menyukaiku karena hanya ingin melakukan itu? dan setelah kita melakukan itu honey akan meninggalkan diriku?" tanya Mira dengan nada sendu.
ctak
Charli menyetil dahi Mira membuat Mira mengusap dahinya. Charli ikut mengusap dan meniupnya.
" Maaf sayang aku sentil lagi dahimu. Sayang dengerin aku sangat mencintaimu dan aku tidak tahu dekat denganmu membuatku jadi horni karena itu aku ingin memintamu untuk melakukan itu. Walau kita sudah melakukannya aku tidak mungkin meninggalkanmu tapi aku akan menikahimu. Boleh kita melakukannya sekarang sayang?" pinta Charli lagi sambil menahan hasratnya yang memuncak.
Adik kerisnya menggesek ke area pribadi Mira. Mira tersenyum sambil menatap wajah tampan suaminya.
" Honey, aku ingin kita menikah barulah kita bisa melakukannya. Aku mohon honey, itu perbuatan dosa jangan turuti hawa nafsu. Jujur aku juga ingin merasakan bersamamu honey tapi hati kecilku menolaknya. Honey yang sabar ya?" pinta Mira sambil mengusap wajah Charli.
Charli hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil menatap wajah cantik kekasihnya.
" Baiklah aku akan sabar, sekarang aku ingin ke kamar mandi." ucap Charli pasrah.
" Ok. Aku akan melanjutkan pekerjaanku kembali." ucap Mira sambil melepaskan pelukan begitu pula dengan Charli.
Charli berjalan ke arah kamar mandi pribadinya dan membuka seluruh pakaiannya dan bermain solo di kamar mandi.
xxxx
Di Tempat Yang Berbeda
Amora perlahan membuka matanya dan melihat dirinya memeluk seorang pria. Matanya membulat sempurna dan mendongak ke atas tampak Baron masih tertidur pulas.
Amora perlahan melepaskan pelukannya dan melepaskan tangan Baron yang berada di perutnya. Setelah berhasil Amora berusaha duduk dan matanya membulat sempurna ketika tubuhnya tanpa sehelai benangpun dengan tangan gemetar Amora perlahan membuka selimut dan melihat Baron juga tanpa sehelai benangpun.
" Hiks... hiks... apa salahku?" tangis Amora dengan tangan kirinya menahan selimutnya dan tangan kanannya menutupi kedua matanya.
Baron yang sedang tertidur pulas terusik dengan tangisan Amora membuatnya langsung membuka matanya. Baron memeluk Amora supaya berhenti menangis tapi tangisan Amora semakin kencang dan Amora memukul dada Baron. Baron hanya mengusap punggung Amora dan membiarkan Amora memukul dadanya.
" Hiks... hiks... salahku apa kak? kenapa kita melakukan ini hiks... hiks..." tangis Amora
" Sttt dengarkan aku dulu, ada seseorang yang memberikan obat perang***g ke makananmu dan minumanmu waktu kita makan di restoran. Aku sengaja membawamu ke hotel terdekat karena kamu berusaha melepaskan dresmu. Di kamar ini kamu menggodaku, aku berusaha menahannya tapi kamu semakin ganas akhirnya aku tidak bisa menahannya lagi, sayang?" ucap Baron merubah panggilannya.
" Iya sayang sekarang kita sepasang kekasih dan 2 hari lagi kita akan menikah. Aku akan bertanggung jawab." ucap Baron sambil mendorong pelan dan menatap wajah cantik Amora.
" Kita baru bertemu dan dua hari lagi akan menikah." tanya ulang Amora.
" Iya sayang, siapa tahu anak kita sudah tumbuh di sini karena itulah kita secepatnya menikah." ucap Baron
Amora tersenyum bahagia karena laki - laki di hadapannya mau bertanggung jawab.
" Sayang dua ronde lagi ya." pinta Baron dengan nada berat
" Punyaku masih sakit kak." ucap Amora
" Jangan panggil aku kak panggillah honey." pinta Charli sambil mengecup bibir kemudian pindah ke leher Amora.
" Baik honey, ahh..." ucap Amora sambil mendesah
Baron menindih tubuh Amora yang sudah menjadi candunya dan memberikan titik ransangan karena Baron tahu semuanya.
" Honey aku mohon jangan lakukan lagi ahhh..." ucap Amora sambil mendesah.
Amora menutup mulutnya sambil menahan hasratnya. Baron membuka ke dua tangan Amora yang berada di mulutnya agar tetap mendesah.
" Bukalah mulutmu sayang dan jangan tahan desahanmu." ucap Baron sambil tersenyum menyeringai.
Amora berusaha tidak mengeluarkan suaranya tapi karena Baron sangat ahli membuat pertahanannya jebol.
" Honey..ahhh.. masukin ahh... punyamu.... ahh...aku tidak tahan ahh..." ucap Amora sambil mendesah
" Masukin apa sayang?" tanya Baron dengan nada berat sambil tersenyum melihat hasrat Amora yang menginginkan adik kecilnya.
Amora tidak menjawab pertanyaan Baron tapi tangan kanan Amora memegang adik kecil milik Baron dan di masukkan ke area privasinya.
__ADS_1
jleb
ahhh
Akhirnya adik kecil Baron masuk ke area privasi Amora. Baron yang juga tidak tahan mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang hingga keluarlah lahar miliknya. Tanpa melepaskan adik kecilnya hanya menatap wajah Amora dari bawah karena posisi Baron berada di atas Amora.
" Bagaimana sayang, enakkan?" goda Baron
Amora hanya menutup wajahnya karena malu membuat Baron membuka ke dua tangan Amora.
" Jangan ditutupi wajahmu sayang." bisik Baron
" Kita main lagi sesuai janjiku dua ronde." sambung Baron
Merekapun melakukan lagi hingga keluar lahar milik Baron. Baron melepaskan adik kecilnya dan berbaring di samping ranjang Amora. Baron mengirim pesan ke anak buahnya. Setelah selesai Baron meletakkan kembali ponselnya ke meja.
Baron menggendong Amora menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Baron yang mempunyai hasrat yang sangat tinggi mengulanginya kembali karena tidak tahan dengan tubuh Amora. Selesai mandi mereka berdua memakai handuk.
" Sayang ada yang mengetuk pintu kamu jangan buka kamar mandi tunggu aku ya?" pinta Baron
" Baik honey." jawab Amora sambil Tersenyum.
Baron membalas senyuman Amora dan berjalan menuju pintu.
ceklek
Baron membuka pintu dan melihat anak buahnya memberikan dua paper bag. Baron menerimanya dan menutup pintunya kembali. Baron membalikkan badannya dan berjalan menuju ke arah kamar mandi dan memberikan paper bag ke Amora.
Kini mereka sudah berpakaian, Baron dan Amora duduk bersandar di ranjang.
" Honey pakaian wanita kok sudah ada?" tanya Amora
" Aku mengirim pesan ke anak buahku untuk membeli pakaian kita." ucap Baron
" Oh tadi honey mengirim pesan ke anak buah sebelum kita ke kamar mandi?" tanya Amora
" Ya betul, sekarang kita kemana?" tanya Baron
" Antar aku ke apartemen bisa?" tanya Amora
" Bisa, kamu tidak belanja?" tanya Baron
" Belanja apa?" tanya Amora bingiung
" Belanja beli baju, perhiasan atau apa?" tanya Baron
" Tidak aku ingin pulang mau tidur." ucap Amora
" Kita tidur di sini saja bagaimana?" tawar Baron
" Tidak, nanti honey akan melakukan lagi. Ini saja badanku terasa remuk." ucap Amora ketus
Baron hanya tersenyum dan tidak marah karena apa yant dikatakan Amora benar adanya.
" Tapi enakan." goda Baron
auch
Amora mencubit pinggang Baron membuat Baron tertawa karena tidak merasakan sakit di pinggangnya.
" Nakal kamu ya." ucap Baron sambil tersenyum
Amora hanya membalas senyuman kekasihnya.
" Terima kasih sayang aku bahagia dekat denganmu." ucap Baron.
" Sama - sama honey." jawab Amora.
__ADS_1
Baron dan Amora keluar dari hotel dan mengantarkan Amora ke apartemen. Sampai di apartemen mereka mengobrol sebentar kemudian Baron pulang menuju ke mansion sedangkan Amora beristirahat.