Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Leo Seorang Psycopath


__ADS_3

Gadis itu mengeluarkan ponselnya dan diberikan oleh Leo dan Leo dengan kasar mengambilnya. Mata Leo membulat sempurna melihat Debby dan seorang pria sambil berpelukan dari arah samping. Foto itu bukan hanya satu tapi banyak dan dengan pria yang berbeda.


Leo mengirim semua fotonya ke ponsel miliknya setelah selesai semua foto Debby yang di simpan gadis pelayan itu di hapus sekaligus menghapus nomer Leo. Setelah selesai ponselnya diberikan oleh gadis pelayan itu.


" Bagaimana tuan, percaya bukan kalau wanita tadi bukan wanita baik - baik." ucap gadis pelayan itu sambil tersenyum karena melihat kemarahan dan cemburu terlihat jelas di wajah tampan nya.


" Apa maumu?" tanya Leo dengan nada dingin


" Aku akan puaskan tuan tapi saya ingin rumah, mobil dan tunjangan hidup tiap bulan 50 juta selama satu tahun anggap saja membeli kehormatan ku." ucap gadis pelayan itu.


" Baik, ikuti aku." ucap Leo


Leo berjalan ke arah kasir untuk membayar makanan yang di makan dirinya dan juga makanan Debby. Setelah selesai membayar Leo berjalan dan diikuti oleh gadis pelayan itu tanpa curiga kalau dirinya dalam bahaya besar yaitu kematian yang sangat menyakitkan. Leo duduk di kursi pengemudi tanpa membuka pintu mobil untuk gadis itu.


Gadis pelayan itu tidak perduli yang penting hidup enak sudah di depan matanya. Gadis pelayan itu dengan percaya dirinya masuk ke dalam mobil di samping pengemudi dan menutup pintunya.


Di dalam mobil tidak ada pembicaraan sama sekali. Leo mengendarai mobil dengan kecepatan sedang agar gadis pelayan itu tidak curiga. Gadis itu melihat sekeliling jalan banyak pohon - pohon tinggi. Jalanan yang sangat sepi tidak ada satupun kendaraan yang lewat.



" Kenapa kita melewati hutan?" tanya gadis pelayan itu mulai rasa kuatir.


" Aku ingin menik***i tubuhmu yang seksi dan juga aku ingin mendengar suaramu yang berteriak karena merasa keenakan." ucap Leo sambil tersenyum manis.


Gadis pelayan itu membalas senyuman Leo dan dengan beraninya menyentuh adik kecil Leo. Leo berusaha menahan dan mengumpat habis gadis pelayan itu yang berani menyentuh tubuhnya.


" Tapi setelah kita melakukan itu aku mau tuan menempati janji tuan untuk membayar ku." ucap gadis pelayan itu.


" Tenang saja aku berikan mansion, perusahaan, uang 100.000.000 setiap bulannya dan mobil mewah serta perhiasan asalkan aku puas dengan pelayananmu." ucap Leo


" Tenang saja pasti tuan sangat puas."ucap gadis pelayan itu.


Tidak berapa lama mereka sampai di sebuah rumah angker yang sudah lama tidak di tempati orang.



xxxxxxxxxxx


Masih ingatkah dengan rumah angker ini? ini sebenarnya rumah milik Max yang sudah lama ditinggalkan oleh Max. Di novel Cinta Satu Malam 2. Ada gambar rumah Max waktu Max menyiksa seorang wanita.


xxxxxxxxxxxx


Leo turun dari mobil dan mematikan mesin mobilnya dan menaruh kunci mobil ke dalam saku jasnya.

__ADS_1


" Ayo keluar." perintah Leo sebelum menutup pintu mobilnya.


Gadis pelayan itu dengan ketakutan berusaha melawan kata hatinya demi kekayaan yang akan dinikmatinya tanpa perlu bekerja. Gadis pelayan itu mengikuti Leo dari belakang.


Sampai di dalam rumah Leo melepas sweater warna biru dan selanjutnya celana panjangnya hingga menyisakan boxernya semua di taruh di sofa. Gadis pelayan itu menatap tanpa kedip sampai berkali - kali menelan salivanya secara kasar melihat tubuh Leo yang atletis, tegap dan perutnya yang kotak - kotak.


Leo berjalan santai dan masuk ke dalam sebuah ruangan diikuti oleh gadis pelayan itu.


" Bukalah seluruh pakaianmu hingga tidak menyisakan sehelai benang pun." ucap Leo


" Baik." jawab gadis pelayan itu dengan semangat.


Gadis pelayan itupun melepaskan seluruh pakaiannya tanpa sehelai benang pun.


" Sudah tuan." ucap Gadis pelayan itu


" Berdiri di sini." perintah Leo sambil menunjuk arahnya.


"Baik." jawab gadis pelayan itu.


Gadis pelayan itu tanpa curiga berjalan dengan tubuh polosnya menuju arah yang ditunjuk. Di kanan kirinya ada sebuah tiang.


" Aku lebih suka bermain dengan cara berbeda jadi untuk pertama aku ingin menutup matamu dengan menggunakan kain. Diam tanpa banyak protes karena aku tidak suka." ucap Leo


Leo menutup mata gadis pelayan itu dengan sebuah kain yang di simpan di lemari milik Max. Setelah selesai melakukannya Leo mengambil rantai dan mengikat ke dua tangan dan ke dua kakinya. Leo tersenyum menyeringai melihat korbannya sudah terperangkat.


Leo melepaskan penutup mata gadis pelayan itu. Setelah selesai Leo mengambil sebuah cambuk dan membalikkan badannya sambil menatap tajam ke arah gadis pelayan itu membuat gadis pelayan itu menatap dengan ketakutan.


" Tuan, apa yang akan tuan lakukan padaku?" tanya gadis pelayan itu.


" Kamu tidak lihat aku membawa apa?" tanya Leo sambil tersenyum devil membuat gadis pelayan itu bertambah takut.


" Cambuk." jawab gadis itu singkat.


" Kamu tahu apa gunanya cambuk?" tanya Leo lagi


" Untuk mencambuk." ucap gadis pelayan itu.


" Bagus sangat pintar." ucap Leo sambil tersenyum menyeringai.


ctas


" Akhhh... sakit..." teriak gadis pelayan itu ketika Leo mencambuk tubuh mulusnya.

__ADS_1


ctas


" Kamu pikir aku tertarik dengan tubuh mulusmu tanpa mengenakan sehelai benangpun hahh!! atau dengan mahkota berhargamu!! bentak Leo.


" Kamu tahu apa yang membuatku tertarik padamu?" tanya Leo berubah dengan nada lembut.


Gadis pelayan itu hanya menangis menahan rasa sakit di tubuhnya hanya bisa menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.


" Aku tertarik padamu karena saat ini aku ingin menyiksa orang dan kebetulan kamu bersedia menjadi korbannya. Hahahaha... Berteriaklah karena tempat ini sangat sepi terlebih pemilik rumah ini tidak pernah ke sini lagi karena sibuk dengan istri tercintanya." ucap Leo sambil tertawa jahat.


" Dasar gila, kau pria psycopath!!" teriak gadis pelayan itu.


" Memang aku adalah pria psycopath dan kamu korban ku. Tangan kananmu yang berani menyentuh tubuh ku akan aku siksa." ucap Leo dengan nada dingin.


ctas


Akh


ctas


akh


ctas


akh


Akhirnya tangan kanannya putus karena berulang - ulang di cambuk. Darah segar keluar dengan deras membuat gadis pelayan itu merasakan kepalanya pusing.


" Kumohon bunuh saja aku, aku sangat tersiksa." mohon gadis pelayan itu dengan nada lemah.


" Tunggulah sebentar lagi kematianmu akan datang. Sekarang ini aku lagi ingin menyiksa hahaha.." ucap Leo sambil tertawa jahat tanpa ada rasa empati terhadap gadis pelayan itu.


" Kamu bangga dengan tubuh mulusnya ini? lihatlah akan ku buat lebih indah lagi." ucap Leo sambil melempar cambuk dan kemudian mengambil pisau lipat di laci milik Max.


Leo mendekati gadis pelayan itu yang sudah mulai lemas karena darahnya yang tidak berhenti keluar dari tangan dan tubuhnya.


" Aku ingin gambar apa ya?" tanya Leo pada dirinya sendiri sambil berpikir dan pisau lipat nya di tempel di salah satu gunung kembar milik gadis pelayan itu.


" Oh iya gambar bunga di sebelah kiri dan sebelah kanan lebah. Hahahaha....iya .... iya seperti nya bagus." ucap Leo sambil tertawa.


Gadis pelayan itu hanya menggelengkan kepalanya sambil menangis berharap pria di depannya tidak melakukan nya.


Gadis pelayan itu sangat menyesal berharap mendapatkan kesenangan malah siksaan yang teramat menyakitkan. Dirinya tidak menyangka kalau Leo Seorang psycopath

__ADS_1


__ADS_2