Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dendam


__ADS_3

Debby seperti biasa mengendarai mobil dengan kecepatan sedang tanpa sengaja Debby melihat dari spion mobil ada beberapa mobil yang mengikuti dirinya.


" Mobil itu seperti mengikuti ku? apa hanya perasaanku saja. Coba aku belok kanan apakah masih mengikuti ku." ucap Debby


Debby pun membelokkan mobilnya ke arah kanan yang sebelumnya Debby menggunakan lampu sein. Ternyata mobil itupun masih mengikuti dirinya.


" Coba aku belok kiri." ucap Debby


Debbypun membelokkan mobilnya ke arah kiri dan mobil yang dibelakangnya ikut belok ke kiri.


" Sepertinya memang mobilku diikuti." ucap Debby sambil melihat ke arah spion mobil nya.


Tidak berapa lama ponsel milik Debby berdering, tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya langsung Debby menggeser tombolnya berwarna hijau dan langsung di loud speaker.


" Hallo." panggil Debby yang masih mengendarai mobil.


" Debby, bilang sama kak Charli aku pulang nanti malam mau menemani Kak Louis." ucap Angelina


" Ok, nanti aku sampaikan ke kak Char.." ucap Debby menggantungkan kalimatnya karena dari arah berlawanan tiba - tiba menghalangi mobil Debby.


cittttt


brugh


akhhhh


Debby langsung mengerem mobil secara mendadak membuat Debby terbentur stir kemudi hal itu membuat Debby berteriak kesakitan.


" Debby ada apa?" tanya Angelina panik


" Ada mobil tiba - tiba berhenti jadi aku mendadak mengerem mobilku." ucap Debby sambil membawa ponselnya untuk keluar dari mobil.


" Siapa kalian??" teriak Debby karena melihat 4 pria berwajah sangar menggenggam senjata dan diarahkan pistolnya ke arah Debby.


" Kami di suruh tuan Leo untuk membunuhmu?" ucap salah satu pria berwajah sangar.


" Aku tidak percaya kalau kak Leo ingin membunuhku." ucap Debby


" Terserah nona mau percaya atau tidak? terimalah kematianmu nona." ucap pria sangar itu lagi.


Ke empat pria itupun mengarahkan pistolnya ke arah Debby tapi untunglah Dennis, Arlan dan Harlan sudah sampai dan langsung menembak dari jarak jauh karena mobil mereka terhalang oleh 2 mobil yang juga ingin menembak Debby.


dor


akhhhh


dor


Akhhhh


dor


akhhhh


dor


Akhhhh


Karena Debby terkejut membuat ponselnya terjatuh bersamaan matinya ke 4 pria berwajah sangar yang di tembak oleh Dennis, Arlan dan Harlan.


tut tut tut tut tut

__ADS_1


" Debby!!!!" teriak Angelina dengan nada panik.


xxxxxxx


Di Mansion Milik Alex


Louis sedang berlatih berjalan dengan dibantu oleh Leo sedangkan Angelina menghubungi sahabatnya Debby.


Ketika Angelina berbicara dengan nada panik membuat Louis dan Leo mengalihkan pandangannya ke arah Angelina kemudian berjalan ke arah Angelina dan duduk di sofa bersebelahan dengan Angelina. Leo semakin bertambah kuatir ketika Angelina berteriak memanggil nama Debby. Angelina langsung menghubungi mommy Laras, sambungan pertama langsung tersambung.


" Mommy, Debby di serang oleh sekelompok pria bersenjata." ucap Angelina.


" Ok." Jawab mommy Laras


tut tut tut tut tut


Mommy Laras langsung mematikan ponselnya secara sepihak.


Leo yang mendengar Debby di serang sekelompok pria bersenjata mengambil ponselnya di saku kemejanya.


" Kak Leo mau menghubungi anak buah kak Leo untuk segera membunuh Debby sebelum orang tuanya Debby datang bukan?" tanya Angelina sambil berdiri menatap tajam ke arah Leo.


" Apa maksudmu!!!" bentak Leo tidak terima sambil ikutan berdiri.


" Kak Leo jangan berpura - pura orang yang menyerang Debby adalah orang suruhan kak Leo." ucap Angelina tanpa rasa takut sedikitpun.


" Kalau bicara jangan asal bicara kalau tidak ada bukti." ucap Leo membalas tatapan tajam Angelina.


" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Louis dengan nada bingung


" Tadi aku sempat mendengar percakapan Debby dengan salah satu dari mereka kalau orang yang menyuruhnya adalah kak Leo. Benar begitu kak Leo?" tanya Angelina


" Itu tidak benar." ucap Leo dengan nada bingung.


" Jika lewat satu langkah lagi maka kamu akan mati." ucap seseorang pria menodongkan pistol nya ke arah Angelina sambil menuruni anak tangga.


Angelina membalikan badannya menatap pria paruh baya dengan tajam begitu pula dengan Louis dan Leo.


" Paman." panggil Louis dan Leo bersamaan.


" Tembaklah aku tidak takut." ucap Angelina sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu utama.


" Benarkah tidak takut?" tanya pria paruh baya yang di panggil paman oleh Louis dan Leo sambil mengarahkan pistolnya ke arah Angela.


" Paman apa yang paman lakukan?" tanya Louis


" Louis sadarlah dia adik dari tuan Charli, kamu seharusnya membunuhnya." ucap paman dengan nada dingin


" Benar begitu Angelina?" tanya Louis sambil menatap tajam ke arah Angelina.


Angelina membalikkan badannya dan berjalan ke arah Louis hingga menyisakan satu langkah.


" Ya benar, apakah kak Louis ingin menembakku?" tanya Angelina sambil menatap mata Louis.


Louis mengeluarkan sebuah pisau kecil dari balik saku nya kemudian tanpa sadar Louis berusaha untuk berdiri sedangkan Angelina hanya menatap wajah Louis dengan sendu.


" Menembakmu terlalu enak buatmu." ucap Louis sambil menatap tajam ke arah Angelina .


" Lakukanlah jika itu bisa membuat kakak puas." ucap Angelina sambil berjalan mendekati Louis yang tangannya masih menggenggam pisau lipat.


jleb

__ADS_1


Pisau tertusuk pas di perut Angelina membuat darah segar keluar dari perut Angelina tapi Angelina berusaha menahan rasa sakit. Angelina menggengam tangan Louis dengan menggunakan tangan kirinya dan menekannya agar lebih masuk ke dalam perut Angelina.


" Maafkan kak Charli, Kak Max dan kak Baron. Mungkin dengan kematianku bisa mengurangi rasa dendam pada kakakku. Aku mencintaimu sekarang dan selamanya uhuk... uhuk.." bisik Angelina sambil batuk mengeluarkan darah segar dan tidak berapa lama Angelina memejamkan matanya.


brug


Angelina ambruk tapi tubuhnya di tahan oleh tangan kanan Louis karena tangan kirinya memegang pisau. Mata Louis membulat sempurna melihat darah segar keluar dari perut Angelina.


" Angel!!!..." Teriak Louis


Louis langsung menyimpan pisau lipatnya ke dalam saku belakang celana panjang kemudian menggendong Angelina.


" Leo hubungi dokter keluarga." perintah Louis


" Baik." jawab Leo singkat.


" Biarkan saja dia mati dan buang di kandang buaya." perintah pamannya.


" Tidak akan paman." jawab Louis


" Apakah kamu tidak ingat jika kakaknya telah membuatmu menjadi seperti ini?" tanya pamannya


" Aku punya cara sendiri untuk membalas dendam pada mereka bertiga." ucap Louis


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2