
Seorang pelayan membawa sebuah teko yang berisi penuh air dingin tidak sengaja menyenggol kursi yang dekat dengan seorang gadis cantik dan seksi tersebut membuat gadis itu berteriak karena terkejut sekaligus badannya menjadi dingin.
Hal itu membuat semua orang menatap gadis cantik itu termasuk Baron karena posisi mereka saling berhadapan.
bruk
" Maaf nona saya tidak sengaja." ucap pelayan itu sambil berlutut tubuhnya gemetaran karena merasa takut.
Gadis cantik itu tersenyum dan berdiri kemudian mengangkat ke dua bahu pelayan itu.
" Sudah lupakan saja, saya tahu dirimu tidak sengaja. Pesanan saya taruh di meja saja saya akan mengganti pakaian dulu di mobilku." ucap gadis cantik itu dengan nada lembut.
" Terima kasih nona." jawab pelayan itu sambil membalas senyuman gadis cantik sekaligus baik hati.
Gadis itu hanya tersenyum dan berjalan keluar dari restoran tersebut. Tidak berapa lama dia sudah kembali dengan mengganti pakaian baru dengan menggunakan dres berwarna putih menambah kecantikan dan anggun.
Gadis itu berjalan dan duduk di tempat semula, hidangan sudah ada di meja dan gadis itupun makan tanpa curiga.
Semua tidak luput perhatian dari Baron, Baron menatap gadis itu tanpa berkedip hingga kliennya memanggilnya berulang membuat Baron tersadar. Merekapun membicarakan bisnis hingga satu jam lamanya dan klien itupun pulang. Jiwa casanova Baron terbangun dan berdiri mendekati gadis tersebut.
" Boleh aku duduk di sini?" tanya Baron
Gadis cantik itu menghentikan makanannya dan menaruh sendoknya. Gadis cantik itu mengangkat kepalanya dan menatap Baron sambil tersenyum.
" Boleh silahkan." ucap gadis cantik itu.
Baron duduk berhadapan dengan gadis itu sambil menatap tanpa kedip membuat gadis itu gugup.
" Ada apa tuan menatapku? Apakah wajahku jelek atau ada sesuatu dengan wajahku?" tanya gadis itu sambil meraba wajahnya dengan ke dua tangannya seperti mencari sesuatu.
Apa yang dilakukan gadis cantik itu membuat Baron tersenyum dan menahan tawa. Senyum dan tawa Baron yang sudah lama hilang karena Baron hanya tersenyum dan tertawa biasanya berada di dekat ke dua sahabatnya dan tidak berlaku untuk para wanita.
" Aish.. tadi menatapku sekarang tersenyum." ucap gadis cantik itu cemberut dengan memanyunkan bibirnya.
deg
Jantung Baron berdetak kencang melihat bibir seksi gadis itu membuat adik kecilnya menegang dan ingin rasanya membawanya ke ranjang saat itu juga.
__ADS_1
" Kamu lucu dan menggemaskan." ucap Baron sambil berusaha menahan hasratnya.
" Memangnya aku kelinci lucu dan menggemaskan." ucap gadis cantik itu dengan muka cemberut
" Masak sudah cantik begini cemberut." ucap Baron mengeluarkan jurus rayuannya
" Jangan sering cemberut nanti tambah jelek." sambung Baron kembali
duak
Gadis cantik itu menendang kaki Baron membuat Baron mengangkat kakinya dan mengelus kakinya kemudian menatap tajam ke arah gadis cantik itu. Tapi gadis cantik itu tidak merasa takut dan ikut menatap tajam ke arah Baron.
( " Aish... kenapa gadis ini sangat berbeda jika gadis lain berusaha menarik perhatianku tapi gadis ini beda, aku harus mendapatkannya. Jika dia baik aku akan menikah dengannya tapi kalau tidak aku akan membunuhnya." ucap Baron dalam hati).
" Kenapa menendangku?" tanya Baron dengan nada protes
" Salah siapa meledekku. Sudahlah aku lapar mau makan. Tidak pesan makanan?" tanya gadis sambil mengalihkan pembicaraan
Baron melambaikan tangannya ke arah pelayan dan memesan makanan dan minuman.
" Tidak enak aku makan sedangkan tuan belum makan." ucap gadis cantik itu
" Oh, boleh kenalan?" tanya Baron
" Boleh namaku Amora." ucap Amora sambil mengangkat tangannya untuk bersalaman
" Baron. Panggil Baron saja." ucap Baron sambil membalas tangan Amora
" Bagaimana kalau kakak karena kalau panggil nama tidak sopan." ucap Amora.
" Terserah memanggilku apa yang penting jangan memanggil tuan karena kamu bukan pelayanku." ucap Baron
Amora hanya tersenyum dan membuat jantung Baron berdetak kembali. Tidak berapa lama pesananpun datang mereka berdua makan secara diam tanpa bersuara hanya suara dentingan sendok dan garpu serta piring yang saling beradu.
Selesai makan Amora merapikan piring yang sudah dimakannya begitu juga mengambil piring Baron untuk dijadikan satu agar rapih. Bekas sisa makanan yang berceceran di meja dibersihkan Amora dengan menggunakan tissue hingga meja bersih tidak kotor. Hal itu tidak luput perhatian Baron membuat Baron terkesima dan menyukainya.
" Kenapa dibersihkan? bukannya itu tugas pelayan?" tanya Baron terkejut.
__ADS_1
" Pelayan itu gajinya kecil, jadi aku mengurangi pekerjaan mereka agar mereka tidak lelah membersihkan meja kotor." ucap Amora dengan nada lembut
Baron lagi - lagi terkesima dengan gadis tersebut.
" Apakah sudah mempunyai kekasih?" tanya Baron dengan nada kuatir karena dirinya tidak mau merusak wanita yang sudah menikah.
Walau dirinya brengsek tapi Baron bukan tipe orang yang merusak rumah tangga orang kecuali wanita itu memang wanita murahan. Baron akan melakukan hubungan suami istri kemudian membunuhnya.
" Belum." ucap Amora singkat
" Kenapa?" tanya Baron terkejut karena gadis itu selain cantik dan juga seksi siapapun pasti mau menjadi kekasihnya seperti dirinya.
" Bolehkah aku bercerita tapi ceritanya panjang. Aku takut kak Baron akan bosan mendengarnya." ucap Amora
" Tidak cerita saja." ucap Baron santai
" Sebelum orang tuaku meninggal sempat berbicara kalau aku mempunyai seorang adik. Adikku ikut paman dan bibi, kami terpaksa terpisah karena bibi tidak bisa mempunyai anak. Paman dan bibi memohon pada ibuku untuk meminta adikku karena paman dan bibi tidak mempunyai anak, Ibuku merasa tidak tega dengan bibi dan terpaksa memberikan adikku karena bibi adalah adik kandung ibuku. Sejak itulah aku mencari dan tidak berpikiran mencari kekasih." ucap Amora mengakhiri ceritanya.
Baron tersenyum dan bernafas lega, Baron semakin jatuh cinta terhadap Amora dan ingin memiliki dirinya bagaimanapun caranya. Amora tampak gelisah membuat Baron menaikkan salah satu alisnya.
" Kok hawanya panas ya?" tanya Amora tiba - tiba sambil mengibaskan ke dua tangannya ke wajahnya.
" Tidak biasa saja kok." ucap Baron sambil menatap wajah Amora yang sudah memerah seperti menahan sesuatu. Baron baru tersadar jika ada sesuatu dengan Amora.
( " Sial ada yang menjebaknya, aku harus bawa Amora keluar dari restoran ini." ucap Baron pada dirinya sendiri ).
Baron langsung menarik Amora kemudian memberi kode ke anak buah mafianya. Anak buahnya hanya menganggukkan kepalanya mengerti kode bosnya dan langsung berjalan menuju kasir untuk membayar apa yang tadi bos dan gadis itu makan.
Baron membuka pintu mobil dan Amora masuk ke dalam dan duduk di samping pengemudi. Baron memutar tubuhnya dan duduk di kursi pengemudi.
" Panas... panas..." ucap Amora sambil membuka pakaiannya tapi di tahan oleh Baron.
" Kak Baron panas.." rintih Amora sambil menatap wajah Baron dengan sendu
( " Sial, aku akan membawa ke hotel terdekat." ucap Baron dalam hati ).
Baron mencari hotel terdekat setelah menemukan Baron menghentikan mobilnya kemudian membuka pintu mobil. Baron memutar tubuhnya dan membuka pintu mobil, Baron membulatkan matanya sempurna ketika Amora hampir menaikkan dresnya ke atas membuat Baron buru - buru menurunkan dres Amora setelah selesai Baron menariknya keluar sambil memegang tangan Amora.
__ADS_1