Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Kebenaran Yang Terungkap


__ADS_3

" Nyalakan lampunya dan kalian semua duduk dan kamu Alan duduk di sebelahku." perintah Mommy Laras.


ctak


Anggap saja suara saklar lampu.


Baron menyalakan lampu saklar kemudian berjalan menuju kursi. Mommy Laras mengirim pesan wa sambil menunggu balasan mommy Laras menatap ke tiga pria tampan itu dengan tatapan yang sangat kesal dan ketiga pria tampan itu menunduk takut. Tidak berapa lama ponselpun berdering sekali dan mommy Laras mengalihkan pandangannya ke ponselnya.


" Kita menunggu dua orang lagi." ucap mommy Laras


Ke tiga pria tampan terkejut siapa dua orang yang di tunggu mau bertanya tapi mereka bertiga sangat takut melihat wajah mommy Laras yang menatap mereka dengan tatapan horor. Membuat mereka berkali - kali menelan salivanya dengan kasar.


ceklek


Pintu terbuka tampak dua orang wanita cantik membawa dan duduk di samping Max.


" Kak Alviana dan kak Debby." panggil Max terkejut.


Ke dua orang wanita itu menatap horor ke arah Max membuat Max menelan salivanya dengan kasar.


Ya mereka adalah anak - anak perempuan mommy Laras dan daddy Alvonso.


" Alviana tunjukkan rekaman Denisa, Amora dan Mira sedangkan kamu Alan tolong nyalakan proyektornya." perintah mommy Laras


" Baik mom." jawab Alviana.


" Baik nyonya." Jawab Alan bersamaan


Mereka berdua melakukan tugasnya. Alviana membuka laptopnya dan jari lincahnya mengutak atik laptopnya.


" Max terakhir Denisa sama dirimu bukan?" tanya mommy Laras


" Iya mom." jawab Max


" Alviana nyalakan rekaman cctv." perintah mommy Laras


" Rekaman ini sengaja terpotong dan disambung menjadi rekaman yang panjang karena mengambil rekamannya di tempat yang berbeda yaitu yang pertama dari rekaman cctv kantor, rekaman cctv dalam mobil, rekaman cctv anting Denisa dan rekaman cctv mall nanti mommy akan menjelaskan semua dari mana momny ambil rekaman cctvnya." ucap mommy Laras menjelaskan.


" Baik mommy." jawab Max


" Baik tante." jawab Baron dan Charli


" Panggil mommy saja sama seperti Max memanggilku." ucap mommy Laras


" Baik mom." jawab mereka berdua.


Tidak tahu kenapa hati mereka terasa hangat seperti merasakan kasih sayang seorang ibu dan anak.


Mereka semua menatap ke arah proyektor untuk melihat rekaman cctv.


XXXX FLASH BACK ON XXXX


R****ekaman CCTV Perusahaan Denisa berjalan keluar menuju lift setelah masuk ke dalam Denisa tidak berapa lama pintu lift terbuka dan Denisa ke luar dari pintu lift dan berjalan menuju lobby kemudian masuk ke dalam mobil.


Rekaman CCTV Mobil Di dalam mobil tampak Denisa menyalakan musik sambil ikut bernyanyi dengan suara merdu yang enak untuk di dengar. Tidak berapa lama Denisa menghentikan mobil di parkiran mobil dan keluar dari mobil.


Rekaman CCTV Anting Tampak suasana mall megah milik Baron sampai di sebuah restoran favorit Denisa dan Max.


Rekaman CCTV Mall Denisa berjalan dengan anggun hingga Denisa menghentikan langkahnya ke pinggir agar tidak tertabrak orang kemudian membuka tasnya mengambil ponselnya. Menatap sebentar layar ponselnya dan menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo Alan ada apa?" tanya Denisa lembut

__ADS_1


" Pagi nyonya Max, ini nyonya ada dokumen yang harus di tanda tangani." ucap Alan


" Baik datang saja ke restoran favoritku dan juga favorit suamiku." ucap Denisa dengan nada lembut.


" Cie tambah romantis saja." ledek Alan


" Iya donk namanya nikah harus romantis apalagi kamu tahu sendiri kalau aku sangat mencintai suamiku sejak aku masih kecil hingga sekarang." ucap Denisa


" Iya... iya ingat sampai - sampai kalau makan selalu menyebut selamat makan semua, selamat makan sayangku Max begitu pula kalau malam mengecup foto pigura keluarga kemudian dilanjutan foto pigura Max sambil mengecupnya sambil berkata selamat malam Max sayang semoga mimpi indah terus fotonya dipeluk . Aku yakin waktu dulu kamu menyebutkan kata - kata itu tuan Max terbatuk - batuk pas makan dan malamnya mikirin nyonya Max." ucap Alan


Denisa tersenyum mendengar ucapan Alan membuat Denisa teringat dulu.


" Setelah menikah sudah tidak peluk foto piguranya lagikan karena nyonya dan tuan sudah menikah." ucap Alan


" Tidak lagi tapi kalau suamiku pergi beberapa hari kota aku memeluk pakaian suamiku yang baru di pakainya karena aku tidak bisa jauh dari suamiku." ucap Denisa dengan nada sendu


" Aduh jadi pengen menikah dan dirindukan istriku." ucap Alan


" Makanya cari kekasih." ledek Denisa


" Maunya sih begitu, tapi kebanyakan cewe pada matre." ucap Alan


" Eh tidak semua kali aku bukan cewe matre." ucap Denisa


" Hanya kamu doank dan itu juga sudah ada yang punya." ucap Alan


" Tidak juga ke dua sahabatku juga tidak matre. Cepatlah ke sini nanti aku kenalkan dengan ke dua sahabatku sekalian tolong bawa laptopku yang berada di ruanganku kemarin ketinggalan." ucap Denisa


" Baik nyonya Max." ucap Alan


Denisa tersenyum dan mematikan ponselnya dan memasukkan kembali ke dalam tasnya. Denisa berjalan ke tengah karena di pinggir banyak orang lewat.


Seseorang pria dari belakang sengaja menabrak Denisa dan Denisa yang belum siap langsung maju ke depan dan hendak jatuh tapi tangan pria itu menahan tangan Denisa.


"Maaf aku tidak sengaja." ucap pria itu.


" Tidak apa - apa dan bisakah melepaskan tanganku." pinta Denisa.


Pria itu membalikan tubuh Denisa sambil menatap wajah Denisa kemudian memeluknya.


" Darling kemana saja aku cari tidak ketemu." ucap pria itu


Denisa berusaha melepaskan pelukan pria itu setelah berhasil Denisa mendorong pria itu sambil menatap tajam ke arah pria itu.


" Maaf tuan, saya tidak kenal tuan dan jangan memanggilku darling." ucap Denisa tegas


" Apakah kamu tidak ingat denganku darling?" tanya pria tersebut.


" Maaf saya tidak ingat dan bagi saya tidak penting karena saya sudah menikah dan stop jangan memanggilku darling." ucap Denisa


" Lihat semua orang memandang kita, kenapa kamu tega padaku darling." ucap pria tersebut


Denisa menatap sekeliling dan benar saja apa yang dikatakan pria tersebut. Denisa menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menatap horor ke pria yang sok kenal.


" Aduh jantungku?" ucap pria itu sambil memegangi dadanya.


Denisa yang tidak berpikiran buruk langsung memapah pria itu dan berjalan menuju ke kursi yang disediakan mall dan mendudukkan pria tersebut. Pria itu meringis kesakitan sambil memejamkan matanya.


Denisa menidurkan pria itu dan membuka blazernya sebagai bantalan pria tersebut. Denisa menekan dada pria tersebut tapi tidak ada reaksi.


" Nona beri nafas buatan saja kan nona kekasihnya." ucap salah satu pengunjung

__ADS_1


" Iya nona, kalau saya mau saja memberi nafas buatan tapi nona kan kekasihnya." ucap pengunjung ke dua


" Kamu bisa memberi nafas buatan?" tanya Denisa berharap


" Tentu saja." jawab pengunjung ke dua dengan mata berbinar.


" Ok lakukanlah." ucap Denisa


Tanpa banyak bertanya pengunjung ke dua itu melakukannya hingga pria itu tersadar dan memeluk gadis itu atau pengunjung ke dua tersebut.


" Terima kasih darling." ucap pria itu


Gadis itu membalas pelukannya sedangkan Denisa hanya bengong dan tidak berapa lama Denisa pergi meninggalkan tempat itu tanpa mengambil blazer tersebut.


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2