
Inge yang melihat Alex ingin menendang office boy langsung memegang tangan Alex dan menariknya. Alex yang merasa tangannya di tarik dari arah belakang langsung menahan tubuhnya sambil mendorong tubuh Inge dengan sekuat tenaga nya hingga Inge terjatuh.
bruk
" Aakhhhh.. sakit.." rintih Inge sambil mengusap bokongnya yang mencium lantai marmer.
Alex yang merasa familiar dengan suara Inge langsung membalikkan badannya. Matanya membulat dengan sempurna karena melihat orang yang semalam dipikirkan ternyata datang tanpa di duga.
" Inge, maafkan aku." ucap Alex sambil menarik tangan Inge perlahan.
" Sakit." ucap Inge sambil mengelus bokongnya yang sakit.
" Maafkan aku karena tidak tahu kalau itu dirimu." ucap Alex
wushhh
Alex langsung menggendong Inge ala bridal style dan membawanya ke dalam lift khusus CEO dan bertemu dengan adiknya Alex dan Debby yang sedang bergandengan tangan. Semua karyawannya sangat terkejut melihat dua orang wanita bisa menaklukan dua pria arogant dan tidak pernah punya rasa empati sedikitpun.
Leo menekan tombol tempat ruang kerja mereka berdua.
" Kamu kenapa Inge?" tanya Debby usil karena dirinya tahu kalau Inge tubuhnya di dorong oleh Alex.
" Tadi ada angin topan mendorong tubuhku hingga jatuh. Kak Alex aku masih bisa jalan." ucap Inge
" Pffftttt... hahahaha.." tawa Debby pecah
Alex menatap tajam ke arah Inge dan Debby tapi mereka berdua tidak takut malah ikut menatap tajam.
" Kalian berdua tidak takut padaku?" tanya Alex sambil menurunkan Inge.
" Tidak, memang kak Alex hantu?" tanya Debby dan Inge serempak.
" Apakah kalian takut hantu?" tanya Leo
" I... iya.. memangnya di lift ini ada hantu?" tanya Inge sambil memeluk lengan Alex dengan kencang dengan wajah mulai pucat.
" Masa sih di lift ini ada hantunya?" tanya Debby sambil memeluk lengan Leo dengan kencang dan wajahnya di sembunyikan ke dada bidang Leo.
Leo dan Alex saling memberikan kode kemudian tersenyum jahil.
" Iya dulu ada seorang yang mati terbunuh tanpa kepala." ucap Leo menahan senyum
" Setiap orang naik ke lift ini selalu dihantu hantu tanpa kepala." sambung Alex
" Hantu itu mengatakan kakak kepalaku mana? hihihi...." ucap Leo menirukan suara hantu.
Debby langsung memeluk tubuh Leo begitu pula dengan Inge memeluk Alex.
" Sudah cukup jangan diteruskan." pinta Debby dan Inge serempak.
" Pffftttt hahahaha..." tawa Alex dan Leo pecah melihat Debby dan Inge memeluknya.
Debby dan Inge melepaskan pelukannya dan menatap kesal ke arah Leo dan Alex yang masih tertawa.
Ting
Pintu lift terbuka Debby dan Inge keluar dari pintu lift sambil cemberut diikuti oleh Alex dan Leo. Alex dan Leo hanya tersenyum karena melihat Debby dan Inge sangat menggemaskan.
" Sudahlah sayang jangan cemberut nanti cantiknya hilang." goda Leo sambil menarik tangan Debby menuju ke ruangan wakil CEO.
Debby mengikuti Leo ke arah ruangannya dengan wajah masih di tekuk.
" Ayolah jangan cemberut nanti tambah jelek." ucap Alex
__ADS_1
Inge menatap tajam ke arah Alex kemudian berjalan mendahului Alex. Alex hanya mengikuti dari arah belakang ketika Inge salah jalan ke ruangan Alex membuat Alex menarik tangan Inge.
" Arah jalannya salah yang benar lewat kanan bukan ke kiri." ucap Alex
Inge hanya diam mengikuti langkah Alex dan merekapun masuk ke dalam ruangan Alex.
grep
Alex memeluk Inge dari arah belakang sedangkan Inge berusaha melepaskan pelukan Alex.
" Biarkan seperti ini dulu." pinta Alex sambil menghirup aroma Inge yang membuatnya tenang.
Inge membiarkan Alex memeluknya walau jantungnya berdetak kencang.
( " Mungkinkah aku jatuh cinta padanya? tapi secepat itukah aku jatuh cinta pada kak Alex? tidak... tidak aku tidak boleh jatuh cinta padanya karena kak Alex adalah seorang psycophath.. aku takut pada kak Alex tapi mommynya kak Alex baik padaku dan mommy nya kak Alex dalam bahaya. Sudah cukup orang itu membunuh ke dua orang tuaku tapi jangan membunuh orang tuanya kak Alex." ucap Inge dalam hati ).
" Inge." panggil Alex sambil membalikkan badannya dan menatap wajah Inge seperti memikirkan sesuatu.
Hening
Hening
cup
Alex mengecup bibir Inge membuat Inter terkejut dan menatap tajam ke arah Alex
" Ciuman pertamaku." pekik Inge
cup
" Kak Alex." ucap Inge kesal
" Aku balikin ciumannya." ucap Alex dengan nada santai.
Perut Alex tiba - tiba berbunyi membuat Alex sangat tingkah dan langsung membalikkan badannya untuk duduk di kursi kebesarannya.
" Kak Alex lapar?" tanya Inge sambil duduk berhadapan dengan Alex.
" Dari kemarin sore sampai sekarang belum makan." ucap Alex.
" Kenapa tidak makan?" tanya Inge dengan nada kuatir.
" Lihatlah pekerjaan menumpuk dan hari ini harus sudah selesai jadi aku tidak sempat makan." ucap Alex.
" Tapi kak Alex kesehatan itu lebih penting dari pekerjaan." Ucap Inge
Inge berdiri dan mendekati Alex membuat Alex bingung dan menaikkan salah satu alis matanya. Inge menarik perlahan tangan Alex sambil menatap wajah tampan Alex begitu pula Alex menatap wajah cantik Inge yang membuatnya tidak bisa tidur karena memikirkan Inge, tanpa di sadari oleh Inge maupun Alex bahwa mereka sudah mulai saling menyukai.
" Kita makan dulu nanti setelah selesai makan baru kerja lagi." ucap Inge dengan nada halus.
" Tapi pekerjaanku?" tanya Alex
" Aku akan bantu." ucap Inge
" Memangnya bisa?" tanya Alex
" Bisalah makanya kita makan dulu." ucap Inge.
" Aku pesan makanan dulu jadi kita tidak perlu keluar." usul Alex.
" Ok." Jawab Inge sambil melepaskan tangannya tapi tangannya di tarik oleh Alex.
greb
__ADS_1
Tubuh Inge jatuh di pangkuan Alex, Alex mengecup bibir Inge yang sudah mulai menjadi candunya dan Inge merasakan bokongnya ada yang mengganjal.
" Kak Alex kumohon jangan, Kitakan bukan pasangan kekasih." ucap Inge sambil berusaha mendorong tubuh Alex.
Alex menatap mata Inge begitu pula dengan Inge.
" Mungkin ini terlalu cepat tapi jujur aku mulai menyukai mu. Maukah kamu menjadi kekasihku?" tanya Alex
" Apa yang membuat kak Alex menyukaiku?" tanya Inge penasaran
" Aku merasa nyaman dekat denganmu." ucap Alex
" Apakah setiap wanita yang kak Alex kenal diperlakukan seperti ini?" tanya Inge
ctak
" Aduh sakit." ucap Inge sambil mengelus keningnya.
" Aku bukan pria yang suka menggombal ataupun menggoda." ucap Alex sambil mengelus kening Inge sambil meniupnya.
Inge hanya menutup matanya menikmati sentuhan Alex terlebih bau harum tubuh Alex yang membuat dirinya merasa tenang.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1