
.
.
Rumah Sakit Tempat Mira Di Rawat
" Honey." panggil Mira
" Iya sayang." jawab Charli sambil memegang tangan Mira
" Sudah tidur ya?" tanya Mira
" Belum, kok sayangku tidak tidur?" tanya Charli.
" Honey aku meminta tolong bisa tidak?" tanya Mira
" Minta tolong apa?" tanya Charli
" Temani aku tidur, aku takut sendirian." ucap Mira
Tanpa menjawab Charli langsung berbaring di ranjang rumah sakit. Mira langsung memeluk Charli dan kepalanya disandarkan ke dada Charli.
" Sayang, aku minta lagi boleh? aku juga tidak tahu dekat denganmu hawanya kok mesum ya?" tanya Charli pada dirinya sendiri.
" Bukannya tadi siang sudah?" tanya Mira
" Memang sudah tapi aku ingin lagi, boleh ya?" pinta Charli dengan nada memelas.
" Bukannya besok kita akan menikah? kita kan bisa bermain sepuasnya." ucap Mira
" Kalau ciuman boleh?" tawar Charli dengan nada mulai berat
Mira hanya menganggukkan kepalanya tanpa ada rasa curiga. Charli mulai mengecup bibir Mira kemudian meluma**ya. Charli seorang pria psycophat dan juga casanova sangat pintar dalam mencari kelemahan letak sensitif wanita.
Mira tidak berhenti mendesah membuatnya tidak tahan lagi.
" Honey, ahhhh... aku tidak tahan tolong dimasukin" pinta Mira
" Sesuai keinginan mu sayang." ucap Charli
jleb
akhh
Charli menyatukan tubuhnya ke tubuh Mira membuat mereka berdua saling mendesah hingga tidak berapa lama lahar milik Charli masuk ke dalam rahim Mira.
Charli tidak melepaskan kerisnya hanya memandang wajah calon istrinya.
" Sayang, kamu sangat cantik kumohon jangan tinggal kan aku." pinta Charli sambil memohon.
" Justru aku yang memohon padamu jangan tinggalkan aku." pinta Mira
" Aku janji tidak akan meninggalkan mu." ucap Charli
" Sekali lagi ya?" sambung Charli dengan nada berat.
Tanpa menunggu jawaban Charli melakukannya kembali setelah keluar laharnya barulah Charli melepaskan kerisnya sambil berbaring di samping Mira kemudian memeluknya.
" Terima kasih sayang." ucap Charli kemudian mengecup kening Mira sambil menyelimuti tubuh mereka yang polos.
__ADS_1
Charli dan Mira saling berpelukan dan memejamkan matanya tidak berapa lama merekapun sudah tertidur pulas.
xxxxx
Esok paginya Charli dan Mira sudah bangun pagi dan sudah berpakaian. Charli dan Mira menunggu kedatangan MUA yang akan merias Mira begitu pula dengan Baron dan Amora karena hari ini mereka akan menikah di rumah sakit.
Pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh sahabat dan keluarga besar Alvonso karena ke dua orang tua Charli dan orang tua Baron sama sekali tidak datang dengan alasan ibunya sakit. Selesai menikah keluarga besar Alvonso kembali ke hotel untuk beristirahat.
2 Hari Kemudian
Denisa sudah sembuh dan bisa beraktifitas kembali sedangkan Amora dan Mira rawat jalan dan akan tinggal bersama suaminya masing - masing.
" Amora dan Mira juga Denisa jika sudah sembuh tinggal di rumah mommy dan daddy ya? nanti kalau sudah mempunyai anak jika kalian ingin pindah boleh saja." pinta mommy Laras
" Tapi mom?" protes Max, Charli dan Baron
" Kumohon." pinta mommy Laras
" Begini aja mom, bagaimana kalau bulan depan saja kami akan pindah ke mansion mommy dan daddy." ucap Charli
" Baron juga Mom, karena Baron mempunyai perusahaan di sini dan Baron harus mencari orang kepercayaan untuk mengelola perusahaan." ucap Baron
" Max juga sama mom karena beberapa hari perusahaan ada masalah jadi Max bulan depan baru bisa pindah ke mansion milik daddy dan mommy." ucap Max
" Baiklah kalau begitu daddy dan mommy akan tinggal di sini sementara. Apalagi Alvonso, Alvian dan Alviana sudah pulang ke Indonesia bersama keluarganya. Dennis juga pergi mengurus perusahaan di negara xxx." ucap mommy Laras
" Benar mom, sambil kita bulan madu tanpa gangguan anak - anak. Tinggal menunggu Debby dan Dennis menikah." ucap daddy Alvonso
" Aish daddy kenapa namaku di sebut - sebut? aku nikahnya masih lama baru juga umurku mau 19 tahun masih muda untuk aku menikah." ucap Debby
" Daddy sudah tua juga masih memikirkan bulan madu." goda Denisa
" Justru itu makin tua harus romantis." ucap daddy Alvonso.
" Ok." jawab mereka serempak
Merekapun pulang bersama hanya saja dengan mobil berbeda dan arah yang berbeda juga. Daddy Alvonso, mommy Laras dan Debby pulang ke hotel, Max dengan pasangannya Dennisa pulang ke mansion, Mira dengan pasangannya Charli sedangkan Baron dengan pasangannya Amora.
xxxx
Mira dan Charli kini sudah sampai di mansion, Charli mendorong Mira dengan kursi rodanya menuju ke kamar mereka.
" Sayang aku turun sebentar ya nanti aku kembali lagi." ucap Charlin dengan nada lembut sambil mengangkat tubuh Mira dan direbahkan ke ranjang yang empuk.
" Baik honey." jawab Mira.
Charli keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga menuju lantai satu. Charli memerintahkan semua penghuni mansion untuk berkumpul di ruangan aula yang sangat luas.
" Yang tadi saya dorong di kursi roda adalah istriku dan perlakukan istriku secara baik dan layani apapun yang di minta. Istriku mengalami lumpuh, buta dan amnesia jadi dirinya tidak ingat dengan siapapun termasuk kalian yang sudah mengenalnya." ucap Charli
" Maaf tuan kenapa wanita cacat tuan nikahi?" protes salah satu pelayan yang berwajah cantik
Charli mendekati pelayan yang berwajah cantik itu.
plak
Charli menampar pipi pelayan itu membuatnya jatuh tersungkur, kemudian Charli duduk agar tubuhnya sejajar dengan pelayan itu sambil tangan kanannya mencengkram leher pelayan itu.
" Sekali lagi kamu bicara itu pada ku atau di depan istri ku aku tidak akan segan - segan menyiksa ataupun membunuh mu." ucap Charli sambil melepaskan cengkraman nya karena wajahnya sudah memucat hampir kehabisan oksigen.
__ADS_1
Pelayan itupun menghirup nafasnya cepat - cepat melalui mulutnya. Charli berdiri kembali sambil menatap satu persatu penghuni mansion.
" Ini juga berlaku untuk lainnya. Ingat itu!" ucap Charli dengan nada tegas dan tidak ingin di bantah.
Selesai berkata begitu Charli meninggalkan ruangan tersebut menuju ke lantai atas untuk menemui istri tercintanya.
ceklek
Charli melihat Mira sedang duduk dengan bersandar di kepala ranjang.
" Honey." panggil Mira
" Iya sayang, ada apa?" tanya Charli dengan nada lembut.
" Aku lapar honey." ucap Mira sambil tersenyum malu
Charli ikut tersenyum dan mengacak rambut istrinya.
" Mau makan di sini atau di meja makan sayang?" tanya Charli
" Makan di sini saja honey." pinta Mira
" Ok, aku pesan dulu." ucap Charli
Charli menghubungi kepala pelayan untuk membawa makanan. Selesai menghubungi Charli duduk di samping istrinya.
" Sayang nanti setelah makan kita main 2 ronde ya?" bisik Charli
" Suamiku ternyata sangat mesum ya?" goda Mira
" Hehehe... mesum sama istri bolehlah." goda Charli
Mira hanya tersenyum dengan wajah mulai memerah karena perkataan suaminya. Tidak berapa lama makanan di antar oleh kepala pelayan. Charli menyuapi makanan ke mulut Mira setelah selesai barulah Charli makan.
" Honey maaf aku jadi ngerepotin honey terus." ucap Mira dengan nada sedih
" Ngerepotin apa sayang, aku tidak merasakan repot kok." ucap Charli
" Honey menyuapiku dan memberikan aku minum seharusnya sebagai istri aku yang melakukan itu padamu." ucap Mira dengan wajah sedih
" Tidak apa - apa sayang, jangan dipikirkan. Kita main yuk?" ajak Charli
Mira hanya menganggukkan kepalanya dan merekapun melakukan kegiatan olah raga pada siang hari. Selesai melakukan selama dua ronde Charli dan Mira tidur sambil berpelukan.
xxxx
Di tempat mansion yang sama pelayan yang di tampar Charli barusan langsung bangun setelah Charli pergi.
" Anda tidak apa - apa nona?" tanya salah satu pria penghuni mansion
" Tidak apa - apa bagaimana, sakit tahu." ucap pelayan itu
" Mari saya bantu nona." ucap pria itu
Pria itupun mengangkat tubuh pelayan itu ke kamarnya yang lumayan agak jauh dari mansion. Pria itupun merebahkan pelayan itu ke ranjang milik pelayan itu.
" Aku akan ambil air es untuk meredakan sakit di pipi nona." ucap pria itu
Pria itupun pergi dan tidak berapa lama membawa alat kompres. Dengan telaten sambil meniup - niup pipi gadis itu karena pipinya terasa perih. Setelah selesai pria itupun membawa baskom kemudian pergi meninggalkan gadis pelayan yang cantik itu. Baru beberapa langkah gadis pelayan itu memanggilnya hingga dirinya menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Aku masih gadis belum pernah tersentuh oleh pria manapun. Bagaimana kalau aku memberikan tubuhku dan aku menukarnya dengan membunuh istri tuan Charli." ucap gadis itu yang mempunyai rencana pembunuhan.
" Di sini banyak rekaman cctv kalau ketahuan bagaimana?" tanya pria itu yang mulai tertarik dengan penawaran gadis pelayan itu.