Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Angelina dan Louis 2


__ADS_3

Angelina memeluknya dengan erat agar Louis tidak bisa melepaskan pelukannya dan kepalanya bersandar di bahu Louis.


( " Maafkan aku kak Louis karena perbuatan kakakku , kak Louis jadi seperti ini aku berjanji agar kakak bisa sembuh." ucap Angelina dalam hati ).


Angelina tanpa sadar keluar air matanya, air mata kesedihan mengingat betapa menderitanya kak Louis akibat ulah kakaknya dan juga ke dua sahabatnya. Air mata Angelina jatuh mengenai tangan Louis membuat Louis terkejut.


" Kenapa kamu menangis? aku tidak perlu belas kasihanmu." ucap Louis


" Aku tidak mengasihanimu kak." jawab Angelina


" Aku bukan kakakmu." ucap Louis dengan nada ketus.


" Karena kak Louis lebih tua dariku karena itulah aku memanggil dengan sebutan kakak. Kak Louis apakah kak Louis mau berjalan?" tanya Angelina.


" Hahahaha.." tawa Louis tapi bukan tawa lucu tapi tawa hambar.


" Apakah kamu menghinaku? aku saja memukul kakiku saja tidak terasa." ucap Louis


" Aku tidak ada sedikitpun ingin menghina kakak, apakah kakak mau mencobanya?" tanya Angelina.


" Baiklah tapi dengan satu syarat jika tidak berhasil kamu pergi dari kamarku." ucap Louis dengan nada dingin.


" Baiklah tapi dengan satu syarat juga." pinta Angelina


" Syarat apa? Apakah masalah biaya? tenang saja aku sanggup membayarnya asalkan aku bisa jalan, tapi aku yakin kamu tidak akan mungkin bisa. Benarkah begitu?" tanya Louis dengan nada meremehkan.


" Tidak, aku hanya meminta kak Louis menghubungi pelayan untuk membersihkan lantai kakak." jawab Angelina sambil melepaskan pelukannya.


" Baiklah." Jawab Louis.


Louispun menghubungi kepala pelayan tanpa membalikkan badannya sedangkan Angelina hanya berjalan mengambil tong sampah yang sudah berantakan kemudian mengambil pecahan keramik yang berukuran besar dan dimasukkan ke dalam tong sampah.


" Biar pelayan saja yang melakukannya." perintah Louis


" Sambil menunggu pelayan datang aku punguttin pecahan keramik dan piring." ucap Angelina yang sedang berjongkok.


Tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu.


tok


tok


tok


" Masuk." jawab Leo dengan nada dingin

__ADS_1


ceklek


Seorang pelayan membuka pintu membuat Angela berdiri dan melihat ketiga orang pelayan membawa dua sapu, dua pel dan tong sampah ukuran besar. Angelina berjalan ke arah kak Louis untuk mendorong kursi rodanya.


" Kita ke arah sebelah sana karena di sana tidak ada pecahan keramik." pinta Angelina dengan nada lembut.


Kamar Louis yang sangat luas dan tidak semua terkena pecahan keramik dan piring membuat Angelina mendorong kursi rodanya agar para pelayan membersihkan lantai tersebut.


" Boleh aku memulai sekarang?" tanya Angelina


" Hmmm." jawab Louis yang berupa deheman.


Angelina berjalan ke arah Louis kemudian membalikkan badannya dan duduk di lantai.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya Louis dengan nada terkejut.


" Mau melihat kaki kak Louis apakah bisa merasakan sakit." ucap Angelina.


" Aku bilang tidak akan mungkin bisa, lihatlah." ucap Louis sambil memukul-mukul kakinya yang tidak merasakan sakit sedikitpun.


" Kak Louis jangan, nanti kakinya akan memburu dan terluka jika dipukuli terus." ucap Angelina sambil menahan ke dua tangan Louis.


" Walau terluka juga tidak ada gunanya untukku." ucap Louis


" Siapa bilang, sekarang kak Louis tenang dan melihat apa yang kulakukan." ucap Angelina.


Louis menatap wajah Angelina yang sangat cantik sedang serius menggulung celana panjang Louis kemudian tangan Angelina yang mungil memegang kaki milik Louis. Sedang asyik memandangi Angelina tiba - tiba dirinya merasakan kesakitan teramat sangat.


" Akhhhh... sakit..." teriak Louis


" Pelan - pelan." perintah Louis sambil menahan rasa sakit.


" Ini sudah pelan kak." jawab Angelina


Angelina melakukan lagi mencari titik syaraf dan tidak berapa lama terdengar suara orang menjerit kesakitan.


" Akhhhh... sakit..." teriak Louis kembali.


Tidak berapa lama pintu terbuka secara paksa bersamaan ke 4 pelayan tersebut sudah selesai mengerjakan tugasnya. Tangan kanan Alex di angkat ke atas tanda agar ke 4 pelayan tersebut pergi meninggalkan kamar milik Louis.


Alex dan Leo melihat Louis sedang di pijat oleh Angelina. Ke dua pria tampan itu berjalan ke arah Angelina dan Leo.


" Akhhhh... sakit..." teriak Louis kembali.


" Apa yang kamu lakukan pada kakakku hah!!!" bentak Leo

__ADS_1


Sedangkan Alex menarik tangan Angelina dengan kasar membuat Angelina berdiri sambil menahan rasa sakit pada pergelangan tangannya yang di genggam erat oleh Alex.


" Aku sedang mengecek kaki kak Louis." jawab Angelina dengan jujur.


" Kalau mengecek saja tidak mungkin kakakku kesakitan." bentak Leo kembali.


" Aku kan sudah bilang jangan sakiti kakakku, jangan mentang - mentang kamu sahabat Debby calon istriku makanya berbuat seenaknya dengan kakakku." omel Leo


Tangan kanan Leo di angkat ke atas dan Angelina tahu dirinya akan di tampar, Angelina hanya diam dan memejamkan matanya seakan pasrah jika dirinya di tampar.


" Leo, jangan lakukan itu apa yang dikatakan oleh gadis itu benar adanya." ucap Louis membela Angelina karena dirinya tidak tega melihat Angelina terluka.


" Tapi dia membuat kakak menjerit kesakitan." ucap Leo.


" Memang benar, tapi kamu tahukah kalau selama ini aku tidak merasakan sakit jika ke dua kakiku aku pukuli. Nona tolong lanjutkan lagi." pinta Louis


" Tapi kak..." Protes Alex dan Leo bersamaan.


" Tinggalkan kami berdua." perintah Louis memotong kalimat Alex dan Leo


" Baiklah." jawab Alex sambil melepaskan pergelangan tangan Angelina yang sudah memerah akibat digenggam kuat oleh Alex


" Baiklah kak." jawab Leo sambil menurunkan tangan kanannya yang tadi ingin menampar Angelina.


Mereka berdua meninggalkan Angelina dan Louis berdua di kamar. Mata elang Louis melihat pergelangan tangan Angelina memerah mrmbuat dirinya merasa bersalah.


" Bisa ambilkan obat di laci di sebelah ranjangku?" tanya Louis


" Bisa kak." jawab Angelo sambil membalikan badannya dan berjalan ke arah ranjang kemudian Angelina membuka lacinya dan mengambil kotak obat untuk diberikan ke Louis.


Louis yang menerima pemberian kotak obat langsung membukanya dan mengambil salep.


" Tangan kananmu taruh di pahaku." perintah Louis


Tanpa membantah Angelina menaruh tangannya dan diletakkan di paha Louis. Louis membuka tutup salep dan diberikan ke Angelina.


" Pegang dengan tangan kirimu." perintah Louis


Lagi - lagi Angelina menuruti tanpa protes sedikitpun. Tangan kiri Louis memegang tangan lembut Angelina membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang.


Louis berusaha menutupi kegugupannya dengan mengoleskan pergelangan tangan Angelina sambil meniupnya. Angelina merasakan aroma mint keluar dari mulut Louis.


" Masih sakit?" tanya Louis dengan nada lembut berbeda yang tadi sangat ketus membuat Angelina terkejut kemudian tersenyum.


" Sudah mendingan, kita lanjutkan yang tadi." ucap Angelina sambil menutup salep kemudian diberikan ke Louis.

__ADS_1


" Baiklah." jawab Louis singkat sambil menerima salep kemudian menyimpan kembali salep obat tersebut ke tempatnya.


__ADS_2