Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Part 1


__ADS_3

cup


Mommy Laras mengecup bibir suaminya sambil mengedipkan matanya tapi lagi - lagi suaminya memalingkan wajahnya.


" Honey, bagaimana kita buat taruhan?" tanya mommy Laras sambil memainkan membelai belalai gajah suaminya dengan lembut.


" Taruhan apa?" tanya daddy Alvonso sambil menahan hasratnya akibat ulah istrinya.


" Jika daddy mengeluarkan suara maka Daddy kalah dan mommy minta daddy harus ikuti semua permintaan mommy tapi jika Daddy bisa menahan suaranya apapun yang Daddy inginkan mommy akan turuti semuanya tanpa membatah. Apakah Daddy mau kita bertaruh?" tanya mommy Laras sambil tersenyum menyeringai menatap wajah tampan suaminya.


" Baik siapa takut." ucap Daddy Alvonso walau dirinya agak takut dengan senyuman istrinya yang mengandung misteri.


" Ingat ya dad, apapun yang mommy lakukan jangan bersuara sedikitpun dan juga diam jangan bergerak sedikitpun." ucap mommy Laras.


" Kok nambah lagi jangan bergerak, kan daddy pegal kalau berdiri terus dan kedinginan." protes daddy Alvonso.


Mommy Laras melepaskan genggaman belalai gajah suaminya dan membalikkan badannya kemudian berjalan meninggalkan suaminya.


" Lho kok Daddy di tinggal?" protes daddy Alvonso kembali karena belalai gajahnya sudah tegang tapi istrinya dengan tanpa bersalah sedikitpun meninggalkan dirinya.


Mommy Laras tidak menjawab dan tetap melangkahkan kakinya menuju lemari yang berada di dalam kamar mandi. Mommy Laras membuka dan mengambil dua handuk kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah suaminya.


" Honey pakai handuk ini setelah itu kita bertaruh di ranjang saja " bisik mommy Laras sambil memberikan handuk ke suaminya.


Daddy Alvonso menerima pemberian handuk dari istrinya kemudian mereka keluar dari kamar mandi menuju ke ranjang.


" Daddy berbaringlah di ranjang dengan terlentang." pinta mommy Laras.


Daddy Alvonso yang penasaran apa yang akan dilakukan oleh istrinya hanya menuruti saja tanpa banyak protes.


Mommy Laras menind*h tubuh suaminya kemudian mengecup kening, kedua mata, pipi dan bibir. Daddy Alvonso hanya memejamkan matanya menikmati sentuhan istrinya tanpa bersuara.


Mommy Laras mencium bibir kemudian dilanjutkan meluma*nya tapi lagi - lagi Daddy Alvonso hanya diam tanpa bersuara. Mommy Laras melanjutkan mengecup leher suaminya memberikan tanda kepemilikan membuat Daddy Alvonso meremas selimut agar dirinya tidak mengeluarkan suaranya.


Mommy Laras mengges*k - ges*k bagian inti*nya ke belalai gajah suaminya sambil tangannya meraba perut kotak - kotak suaminya tapi suaminya berusaha bersusah payah menahan hasratnya yang sudah mulai naik.


Mommy Laras yang tidak hilang akal mengangkat tubuhnya dan wajahnya di dekatkan ke belalai gajah suaminya. Mommy Laras membelai belalai gajah milik suaminya sambil mengecupnya. Perbuatan istrinya membuat dirinya seperti terkena serangan listrik yang tinggi membuatnya semakin meremas sprei agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


Mommy Laras tersenyum menyeringai suaminya yang sedang menahan hasratnya yang sudah mulai meninggi. Mommy Laras memasukkan belalai gajah ke mulutnya dan terkadang menji**t seperti menji**t permen lolipop secara bergantian.


Daddy Alvonso yang sudah tidak tahan memegang rambut mommy Laras kemudian dimaju mundurkan kepala mommy Laras ke belalai gajah suaminya.

__ADS_1


" Ahhh.. sayang... hmmm... ahhh..." desah Daddy Alvonso


Mommy Laras tetap melanjutkan dalam hatinya senang karena suaminya kalah bertaruh. Tidak berapa lama lahar milik suaminya keluar dari belalai gajahnya barulah melepaskan rambut milik istrinya.


uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk


Mommy Laras terbatuk - batuk akibat ulah suaminya sedangkan suaminya hanya tersenyum puas. Mommy Laras bangun dari ranjangnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan mulutnya.


ceklek


Mommy Laras membuka pintu kamar mandinya dan melihat suaminya sedang berbaring sambil senyum - senyum sendiri.


" Daddy kan kalah bertaruh jadi apapun yang mommy minta Daddy harus menuruti keinginan mommy." ucap mommy Laras.


" Baiklah, apa yang mommy inginkan?" tanya Daddy Alvonso penasaran.


" Hmmm... apa ya?" ucap mommy Laras sambil berpikir


" Oh iya selama satu bulan kita melakukan hubungan suami istri satu kali." ucap mommy Laras sambil tersenyum menatap wajah tampan suaminya.


" What?? kalau itu daddy tidak setuju, mommy kan tahu aku sangat suka itu. Itu sama saja Daddy seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga." ucap Daddy Alvonso dengan wajah memelas.


" Mommy, satu ronde ya? setelah itu kita mandi bersama." usul daddy Alvonso.


" Baiklah." Jawab mommy Laras dengan nada pasrah.


Walau sudah berusia kepala 5 hasrat daddy Alvonso sama seperti waktu muda karena tubuh mommy Laras sudah terasa seperti candu bagi Daddy Alvonso. Merekapun melakukan kegiatan olahraga panasnya di siang hari.


xxxxxxx


Sore harinya keluarga inti berkumpul di ruang kerja milik daddy Alvonso dengan di tambah personil Max dan Arlan karena Arlan diam - diam belajar program IT dari istrinya dan juga mengikuti kursus IT sedangkan yang lainnya masih berada di kamar masing - masing.


"Ayo Dennis ceritakan ke kita semua mengenai ada penyusup yang memasang cctv di ruang keluarga." pinta mommy Laras.


" What??" tanya mereka serempak kecuali Dennis, Dennisa, Max dan Arlan


" Siapa yang melakukannya?" tanya Alviana


" Sstttt.. dengarkan dulu jangan ada yang bicara." ucap mommy Laras sambil jari telunjuk ditempelkan di bibirnya.


Dennispun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupinya.

__ADS_1


" Kak Max, mana kotak itu?" tanya Dennis


Max memberikan paper bag ke mommy Laras, mommy Laras membuka paper bag dan melihat di dalam ada kotaknya.


" Max, apakah cctv ini masih berfungsi?" tanya mommy Laras.


" Masih mom dan cctv itu bisa melihat dan mendengarkan suara kita." Jawab Max


" Kalau di simpan di kotak ini apakah orang yang sedang memantau kita mereka juga mendengarkan percakapan kita?" tanya mommy Laras


" Tidak mom, kotak itu khusus kak Alvonso yang membuatnya dan Max meminta beberapa kotak tersebut." ucap Max menjelaskan ke mommy Laras.


" Alvonso kamu memproduksi ini? kok Daddy tidak tahu." tanya daddy Alvonso


" Belum ada sebulan dad itu juga kerja sama dengan Alvian dan Alviana." ucap Alvonso.


" Kok aku tidak di ajak kak?" protes Dennis dan Dennisa bicara serempak.


" Ini proyek sudah lama lain kali kami akan mengajak kalian kerjasama." ucap Alvonso


" Baik kak." Jawab Dennis dan Dennisa bicara serempak lagi.


" Sudah kita bicara serius lagi." ucap mommy Laras.


" Baik mom." Jawab mereka serempak.


" Sekarang kita bagi tugas untuk mengetahui siapa yang berani memasang cctv di ruang keluarga." ucap mommy Laras


" Kita mulai dari mana mom kalau dari awal kita tinggal sini tentu nya memakan waktu yang lama." ucap Alvonso


" Benar kata kak Alvonso mom." ucap Alvian


" Hmmm... bagaimana kalau dari pertama Leo datang ke sini." usul daddy Alvonso.


" Daddy mencurigai menantu daddy?" tanya mommy Laras.


" Tidak mencurigai hanya saja... Daddy sempat bingung kok Alex tahu nomer pin hotel tempat kamar Inge. Tidak salahnya kita mencobanya dulu kalau bukan mereka, daddy sangat senang." ucap daddy Alvonso


" Benar juga dad." jawab mommy Laras.


" Maaf Daddy dan mommy, sejak kapan Alex masuk ke kamar Inge?" tanya Alvian.

__ADS_1


__ADS_2