
" Sayang kamu makan dulu ya?" pinta Denisa dengan nada lembut.
" Baik sayang." ucap Max sambil tersenyum.
Max pun membuka bungkusan paper bag yang telah diberikan mommy Laras kemudian memakannya. Selesai makan dan minum Max duduk di samping ranjang istrinya.
" Sayang tidur di sebelahku ya?" pinta Denisa sambil menggeser tubuhnya.
" Sayang badanku besar nanti kamu kesempitan dan tidak enak kalau tidur. Biarkan aku tidur di sofa saja." ucap Max
" Tidak mau sayang aku ingin tidur di peluk." ucap Denisa manja
Max tersenyum dan berbaring di ranjang saling berhadapan dan memeluk istri tercinta.
" Sekarang tidur sayang, aku sangat mencintaimu." ucap Max tulus
cup
cup
Max mengecup kening kemudian bibir Denisa.
" Aku juga sangat mencintaimu." ucap Denisa tulus sambil tersenyum menatap wajah tampan suaminya.
" Apakah wajahku ada yang aneh sayang?" tanya Max sambil memegangi wajahnya.
" Tidak ada sayang." ucap Denisa
" Lalu kenapa memandangku?" tanya Max bingung
" Sayangku bertambah tampan, aku tidak bosan memandang wajah tampan suamiku." ucap Denisa sambil membelai wajah suaminya.
" Sayang, tidurlah." pinta Max sambil memejamkan matanya.
" Kenapa sayang." tanya Denisa bingung
" Kalau kamu seperti itu adik kecilku nanti susah untuk ditidurkan." ucap Max yang masih memejamkan matanya.
Denisa yang mengerti maksud suaminya hanya tersenyum dan kepalanya dibaringkan di dada suaminya.
" Aku mencintaimu sayang semoga mimpi indah." ucap Denisa
" Aku juga sangat mencintaimu sayang dan semoga mimpi indah kita sama." ucap Max yang matanya masih terpejam.
Denisa tersenyum kemudian memejamkan matanya dan tidak lama merekapun sudah tertidur pulas mengarungi mimpi yang indah.
xxxxx
Pagi harinya Denisa perlahan membuka matanya dan mengangkat kepalanya untuk melihat wajah tampan suaminya. Denisa mengangkat tangan kirinya yang ada infusnya dan membelai wajah suaminya.
grep
Max menahan tangan istrinya yang membelai wajahnya.
" Auch.. sakit." ucap Denisa lirih
Max terkejut dan langsung melepaskan tangan Denisa yang ternyata tangannya di infus. Max langsung berdiri dan memencet tombol yang berada dekat dengan ranjang Denisa.
" Maaf sayang aku tidak tahu. Apakah tanganmu sakit?" tanya Max dengan nada panik.
Max melihat selang infus Denisa yang sudah ada darah Denisa. Tidak berapa lama seorang dokter cantik dan perawat datang menemui mereka.
" Pagi tuan dan nona, ada yang bisa kami bantu?" tanya dokter ramah
" Dokter selang infus istriku keluar darah." ucap Max panik
Dokter tersebut memperhatikan selang infus Denisa kemudian membenarkannya hingga darah yang berada di dalam jarum suntikkan dan selang tidak ada lagi.
__ADS_1
" Sudah selesai tuan dan nyonya. Ada lagi yang bisa kami bantu?" tanya dokter itu dengan tersenyum ramah ke arah Max
" Kapan saya pulang dok?" tanya Denisa
" Karena nyonya hanya di kuret siang ini bisa pulang." ucap dokter tersenyum ramah
" Kuret? apa itu kuret dokter?" tanya Denisa bingung
" Kuret atau kuretase adalah prosedur untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Kuret biasanya diawali dengan dilatasi, yaitu tindakan untuk melebarkan leher rahim (serviks). Oleh karena itu, prosedur ini sering kali disebut dilatasi dan kuretase (dilation & curettage). Kuret juga dapat digunakan untuk mengeluarkan janin yang meninggal akibat keguguran dan mengeluarkan plasenta yang masih menempel di dalam rahim setelah persalinan (retensi plasenta)." ucap dokter menjelaskan ke Denisa
" Maksud dokter saya... saya hamil dan mengalami keguguran?.." tanya Denisa terkejut
" Benar nyonya." jawab dokter tersebut
" Tapi kenapa bisa?" tanya Denisa dengan mata mulai mengembun
" Akibat pukulan di perut nyonya membuat nyonya keguguran dan juga kesulitan mendapatkan anak." ucap dokter tersebut menjelaskan.
" Tidakkkk!!! itu tidak benarkan dok?" teriak Denisa sambil menangis.
Denisa menangis histeris dirinya tidak percaya mengalami kenyataan yang sangat pahit.
" Dokter pergilah." usir Max dengan nada dingin
" Baik tuan." ucap dokter tersebut sambil tersenyum ramah.
Dokter dan perawat itupun pergi meninggalkan mereka berdua.
( " *Huh aku sudah senyum cantik seperti ini tapi pri**a tampan itu* tidak memperhatikanku sama sekali, walau bagaimanapun caranya akan aku rebut pria terkaya itu." ucap dokter cantik itu dalam hati sambil tersenyum licik ).
" Sayang jangan menangis ya? hatiku sangat sakit jika kamu menangis." ucap Max lirih sambil memeluk Denisa.
" Apakah itu benar sayang?" tanya Denisa sambil menangis dan membalas pelukan suaminya.
" Iya sayang, maafkan aku karena tidak jujur padamu." ucap Max sambil membelai punggung istrinya.
Max membiarkan istri tercintanya memukul punggungnya.
" Aku tidak sanggup untuk menceritakannya sayang." ucap Max jujur
Denisa melepaskan pelukannya dan mendorong pelan suaminya kemudian menatapnya dengan tatapan sendu.
" Sayang, kata dokter aku akan kesulitan mendapatkan anak. Aku rela jika kita berpisah dan dirimu bisa menikah lagi dengan gadis yang bisa memberikanmu seorang anak." ucap Denisa yang tidak sesuai dengan kata hatinya
Max menatap wajah Denisa yang sendu dan air mata yang tidak berhenti mengalir keluar. Max menghapus dengan mengunakan ke dua ibu jarinya.
" Sayang aku sangat mencintaimu dengan tulus, tidak ada wanita yang lain yang bisa menggantikanmu. Aku tidak perduli kita tidak mempunyai anak asalkan kamu selalu ada di sisiku." ucap Max sambil memeluk Denisa.
ceklek
Pintu ruang perawatan terbuka tampak mommy Laras dan daddy Alvonso beserta anak - anak, menantu dan cucu - cucunya masuk ke dalam ruang perawatan. Denisa dan Max melepaskan pelukan dan menatap mereka sambil tersenyum.
Daddy Alvonso menatap mata Max dan Max pun membalas tatapan daddy Alvonso
" ***Ada apa?" tanya daddy Alvonso dari tatapan matanya
" Denisa tahu dari dokter kalau Denisa keguguran dan tidak bisa mempunyai anak." jawab Max
" Lalu?" tanya daddy Alvonso
" Max berusaha menghibur dan tidak akan mungkin meninggalkan istriku." jawab Max
" Terima kasih Max." jawab daddy Alvonso
" Sama - sama dad. Max sangat mencintai Denisa." ucap Max
" Daddy percaya padamu Max." ucap daddy Alvonso***
__ADS_1
" Kenapa daddy dan Max saling menatap?" tanya kak Alvonso bingung
" Kita sedang mengobrol." jawab daddy Alvonso
" Tapi dad, aku tidak mendengar daddy dan Max mengobrol." ucap kak Alvonso bingung
" Iya dad, aku juga tidak mendengar." ucap anak - anaknya serempak
" Mengobrol lewat tatapan mata bukan lewat mulut." ucap daddy Alvonso santai
" Kok bisa dad?" tanya mereka serempak
" Bisa dong, paman Kennath dan paman Ronald juga bisa mengobrol lewat tatapan mata." ucap daddy Alvonso.
" Ajarkan kami dad." pinta mereka serempak
" Nanti daddy ajarkan." ucap daddy Alvonso
Merekapun mengobrol bersama kadang serius dan kadang tertawa membuat Denisa melupakan akan kesedihannya.
.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1