Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Denisa Setuju Menikah


__ADS_3

Max tersenyum melihat wajah Denisa yang bersemu merah. Max berjalan menuju ke kamar mandi dan mendudukkan Denisa di closet.


" Kalau sudah selesai kabarin aku." ucap Max dengan nada lembut.


Denisa hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Max pun keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya secara perlahan. Max berjalan menuju ke sofa sambil membuka ponselnya untuk melihat pekerjaan kantor.


" Max." panggil Denisa


Max yang mendengar suara Denisa langsung menyimpan ponselnya di saku jasnya kemudian berjalan menuju ke kamar mandi kemudian menggendong Denisa menuju ke ranjang yang empuk.


" Mau makan apa?" tanya Max


" Apa saja." ucap Denisa


" Baiklah aku akan pesan makanan." ucap Max sambil mengeluarkan ponselnya.


Denisa hanya menganggukkan kepalanya.


" Apakah punyamu masih sakit?" tanya Max


" Apa maksudmu?" tanya Denisa bingung


Max memegang tangan Denisa dan diarahkan ke bagian privasi milik Denisa. Denisa yang mengerti langsung menarik tangannya.


" Sudah tidak lagi, memang kenapa?" tanya Denisa bingung


" Aku ingin kita melakukan itu lagi, aku janji akan bermain dengan pelan." ucap Max dengan mata sudah berkabut gairah.


" Tapi..." ucapan Denisa terpotong oleh Max


" Sekali saja, aku mohon." ucap Max memohon


" Tidak." tolak Denisa


" Baiklah, bagaimana kalau aku cium aja." pinta Max sambil tersenyum.


Denisa hanya menganggukkan kepalanya karena mendapat persetujuan dari Denisa, Max menindih tubuh Denisa dan mulai mengecup bibir Denisa yang sudah menjadi candunya.


Ciuman singkat kemudian berlanjut ke luma**n tangan kiri Max menahan tubuhnya sedangkan tangan kanannya memainkan salah satu gunung kembar milik Denisa yang masih tertutup di balik kemeja Denisa. Denisa tanpa sadar mengeluarkan desahan membuat Max tidak bisa menahan dirinya lagi.


Max membuka kancing kemeja milik Denisa sambil Max mengecup leher Denisa kemudian memberikan tanda kepemilikan. Entah bagaimana tubuh mereka kini sudah polos tanpa sehelai benangpun.


Max menggunakan instingnya memberikan pemanasan membuat Denisa tidak dapat menahan dirinya.


" Max, aku mohon masukin punyamu." pinta Denisa sambil menahan gabut gairah.


Max yang mendapatkan lampu hijau memasukkan perlahan miliknya ke privasi Denisa.


ahhh


Denisa mengeluarkan desahan ketika tubuhnya dimasuki oleh Max membuat Max semakin semangat. Max menggoyangkan pinggulnya dari tempo lambat dan lama - lama menjadi cepat. Max mengeluarkan laharnya ke milik Denisa.


Sesuai janjinya Max hanya bermain satu ronde, Max menutupi tubuh Denisa dan dirinya dengan selimut. Max memeluk Denisa sambil tersenyum menatap wajah Denisa yang sudah lelah.


" Terima kasih sayang kita menikah yuk?" pinta Max


Denisa menganggukkan kepalanya tanda setuju. Max yang melihat Denisa setuju sangat bahagia. Denisa setuju menikah membuat Max merasa lega.


" Baiklah dua hari lagi kita akan menikah sekalian mengundang keluarga besar." ucap Max tersenyum bahagia

__ADS_1


" Apakah tidak terlalu cepat?" tanya Denisa


" Lebih cepat lebih baik, apa sekarang aja." ajak Max


" Bagaimana kalau tiga minggu lagi." pinta Denisa


" Seminggu lagi dan tidak ada penolakan." ucap Max tegas


" Baiklah." ucap Denisa pasrah.


" Ok sip." ucap Max tersenyum bahagia.


" Besok aku pergi ke kantor." ucap Denisa


" Libur dulu kamu kan masih sakit." ucap Max tegas


" Aku sudah mendingan apalagi obatnya sangat manjur, badanku sudah tidak sakit lagi." ucap Denisa


" Kita tunggu besok kalau besok masih sakit berarti kamu libur tapi kalau sudah sehat maka kamu boleh kerja." ucap Max


" Baiklah." ucap Denisa pasrah


Tidak berapa lama bel apartemen milik Denisa berbunyi. Max membuka selimutnya kemudian memakai celana panjang dan dilanjutkan memakai kemejanya.


" Aku kebawah sebentar, ku rasa pesananku sudah datang." ucap Max sambil berdiri dan keluar dari kamar Denisa.


" Ya." jawab Denisa singkat


Max menuruni anak tangga dan berjalan menuju ke pintu utama. Max membayar makanannya kemudian menutup pintunya kemudian menguncinya. Max berjalan menuju ke dapur dan mengambil dua piring kemudian memindahkan makanannya ke piring tersebut.


Max membawa dua piring ke kamar Denisa, sambil tersenyum Max menaruh ke dua piring ke meja. Max berjalan mendekati Denisa dan mengangkat Denisa agar berbaring di kepala ranjang.


Denisa menahan selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya. Max mengambil piring kemudian menyuapi Denisa. Awalnya Denisa menolak tapi Max memaksanya membuat Denisa pasrah.


" Aku ke bawah dulu ya mau mencuci piring." ucap Max


Denisa menganggukkan badannya, Max membawa piring dan gelas kotor ke bawah sedangkan Denisa memejamkan matanya karena tubuhnya masih sangat lelah.


Max mencuci piring kemudian menaruh di tempat semula. Max menaiki anak tangga menuju ke kamar Denisa.


ceklek


Max membuka pintu kamarnya dan melihat Denisa sedang tertidur pulas. Max pun ikut berbaring dan mengangkat kepala Denisa agar kepala Denisa berbaring di dada Max kemudian memeluknya. Denisa membalas pelukan Max dan menggunakan dada Max sebagai bantalannya.


xxxxx


Pagi hari, Denisa perlahan membuka matanya dan perlahan melepaskan tangan Max yang erat memeluk dirinya. Setelah berhasil Denisa turun dari ranjangnya dan berjalan menuju ke kamar mandi. Selesai mandi Denisa memakai jubah handuk dan berjalan menuju ke lemari pakaian.


Denisa mengambil pakaian dan membawanya ke kamar mandi. Denisa kini sudah rapih dan memakai pakaian kantor. Max membuka matanya dan melihat Denisa sudah memakai pakaian rapih.


" Mau kemana?" tanya Max


" Mau kerja." jawab Denisa singkat


" Memangnya sudah tidak sakit lagi?" tanya Max memastikan.


" Sudah tidak lagi." jawab Denisa


" Aku antar ya." ucap Max

__ADS_1


Max terbangun dan berjalan menuju ke kamar mandi. Selesai mandi Max memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya. Max berjalan menuju ke lemari pakaian dan memakai pakaian milik kak Alvian.


" Max, kenapa mengganti baju tidak di kamar mandi?" protes Denisa


" Memang kenapa?" tanya Max polos


" Apakah kamu tidak malu?" tanya Denisa


" Tentu tidak, bukannya kita sama - sama tahu dalam dan luar milik kita." ucap Max sambil menatap Denisa dengan mesum


" Dasar mesum." ucap Denisa sambil memalingkan wajahnya.


" Mesum hanya sama kamu doank." ucap Max


" Max, aku ingin kamu berkata jujur padaku?" ucap Denisa


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2