Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Foto dan Makan Bersama


__ADS_3

" Oh ya mommy dan Daddy akan membagi - bagikan 16 jam tangan khusus yang diproduksi oleh perusahaan Alvian, jam tangan untuk wanita dan pria." ucap Daddy Alvonso.


" Jam ini ada GPS-nya dan ada tombolnya jika dalam keadaan bahaya bisa menekan tombolnya maka semua pemilik jam bisa melacak dimana kalian berada." sambung mommy Laras.


" Setelah foto langsung mengambil jam tangannya dan langsung di pakai, di lepas jika tidur atau mandi." ucap mommy Laras.


Daddy Alvonso dan mommy Laras memakai jam tangan terlebih dahulu.


" Anak pertama kami Alvonso Taylor bersama menantu kami Kelly dengan ke dua anak kembarnya laki - laki dan perempuan." ucap Daddy Alvonso


Keluarga kecil Alvonso berjalan ke depan dan seorang fotografer memotret mereka kemudian mengambil 2 jam tangan. Setelah selesai mereka berjalan ke tempat tadi mereka duduk.


" Anak ke dua kami Alvian bersama menantu kami dokter Amelia dengan ke dua anak kembarnya keduanya laki - laki." sambung mommy Laras.


Keluarga kecil Alvian berjalan ke depan dan seorang fotografer memotret mereka kemudian mengambil 2 jam tangan. Setelah selesai mereka berjalan ke tempat tadi mereka duduk.


" Anak ke tiga kami Alviana bersama menantu kami Arlan dengan ke enam anak kembarnya, 3 laki - laki dan 3 perempuan."sambung Daddy Alvonso bergantian berbicara dengan mommy Laras.


Keluarga besar Arlan berjalan ke depan dan seorang fotografer memotret mereka kemudian mengambil 2 jam tangan. Setelah selesai mereka berjalan ke tempat tadi mereka duduk.


" Putra angkat kami Harlan dengan Liani dan mempunyai anak 1 laki - laki.


Keluarga kecil Harlan berjalan ke depan dan seorang fotografer memotret mereka kemudian mengambil 2 jam tangan. Setelah selesai mereka berjalan ke tempat tadi mereka duduk.


" Putri ke empat kami Debby bersama tunangannya yang sebentar lagi akan menikah minggu ini dengan Leo." sambung mommy Laras.


" Sekali lagi selamat datang dan bergabung di keluarga besar Alvonso." ucap Daddy Alvonso sambil menepuk bahu Leo.


" Terima kasih Daddy." jawab Leo sambil tersenyum.


Debby dan Leo berjalan ke depan dan seorang fotografer memotret mereka kemudian mengambil 2 jam tangan. Setelah selesai mereka berjalan ke tempat tadi mereka duduk.


" Putra kami yang ke lima yang masih jomblo siapa lagi kalau bukan Dennis." ucap daddy Alvonso sambil tersenyum jahil.


" Aish Daddy nyebelin jangan ditambahin kata jomblo, malu tahu dad." ucap Dennis sambil cemberut.


" Mommy, Daddy nakal tuh nanti malam Dennis tidur sama mommy ya?" ucap Dennis merajuk dan memeluk mommynya seperti anak kecil.


pletak


Daddy Alvonso menjitak kepala Dennis sambil berkacak pinggang membuat Dennis mengusap kepalanya.


" Enak saja tidur sama mommy, cepat cari istri jadi kalau mau tidur sama istrimu." omel Daddy Alvonso.


" Daddy jangan bertengkar dengan Dennis malu di lihat anak, menantu dan cucu kita, mau nanti malam tidak di kasih jatah." bisik mommy Laras sambil tersenyum menyeringai.


" Hehehehe jangan mommy ku yang cantik. Ayo Dennis anak mommy dan daddy yang paling tampan silahkan foto." ucap daddy Alvonso.


" Baik Daddy yang takut sama mommy." jawab Dennis sambil tersenyum jahil.


Semua orang tertawa melihat sikap daddy Alvonso dan Dennis.


Akhirnya Dennis berjalan ke depan dan seorang fotografer memotret mereka kemudian mengambil 1 jam tangan. Setelah selesai mereka berjalan ke tempat tadi mereka duduk.

__ADS_1


" Putri ke enam kami Dennisa bersama menantu kami Max. Selamat atas kehamilan putri kami semoga berjalan lancar dan semoga saja anaknya kembar." ucap Daddy Alvonso.


Keluarga kecil Max berjalan ke depan dan seorang fotografer memotret mereka kemudian mengambil 2 jam tangan. Setelah selesai mereka berjalan ke tempat tadi mereka duduk.


Sepasang mata menatap tajam ke arah Max dan Dennisa. Pria itu hanya mengepalkan tangannya untuk menahan amarahnya.


" Acara selanjutnya makan bersama." ucap daddy Alvonso dan mommy Laras bersamaan.


Merekapun berjalan ke arah meja untuk mengambil makanan. Para wanita melayani pasangannya mengambilkan makanan kecuali Dennis karena Dennis belum ada pasangannya.


" Honey kamu suka acaranya?" tanya Debby sambil mengambil piring kemudian di isi makanan untuk tunangannya kemudian diberikan ke tunangan bernama Leo.


" Sangat suka, kok kamu tidak bilang kalau ada acara pertunangan. Ajukan tidak enak dengan keluargamu." ucap Leo sambil mencolek hidung Debby kemudian menerima piring yang sudah berisi makanan.


" Aku juga baru tahu kalau hari ini kita bertunangan." ucap Debby sambil mengambil piring untuk dirinya. Debby hanya mengambil nasi sedikit begitu pula dengan lauknya.


" Kok kamu tadi mendadak pergi dan tahu - tahu sudah ganti baju." tanya Leo penasaran sambil berjalan berdampingan dengan Debby menuju kursi untuk mereka duduk bersama.


" Tanganku di tarik oleh kak Alviana dan di bawa ke ruangan kemudian di suruh mengganti pakaian dan aku di dandanin oleh adikku Dennisa, awalnya aku menolak dan bertanya ada acara apa tapi kakakku Alviana dan Dennisa tidak memberitahukan aku." ucap Debby menjelaskan.


Leo hanya menganggukkan kepala tanda mengerti


" Keluargamu sangat akur ya?" ucap Leo


" Ya benar keluarga kami sangat akur dan saling membantu tanpa pamrih." ucap Debby


Leo lagi - lagi hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.


" Aku ingin bertanya jika salah satu ada yang terluka apa yang akan kamu lakukan?" tanya Leo


" Maksudnya?" tanya Debby menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


" Maksudku jika misalnya aku ternyata orang jahat dan melukai salah satu keluarga mu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Leo


" Pertama aku akan bertanya kenapa honey melakukan itu." ucap Debby


" Kemudian?" tanya Leo penasaran


" Aku meminta padamu untuk melukai diriku terlebih dahulu sampai honey puas." ucap Debby sambil menatap Leo dengan sendu.


" Setelah puas aku boleh melukai salah satu keluargamu?" tanya Leo.


" Tidak." jawab Debby.


" Aku tidak mengerti." ucap Leo bingung.


" Aku akan meminta padamu akulah orang yang terakhir honey bunuh." ucap Debby sambil mengusap wajah tampan suaminya.


deg


deg


Membuat jantung Leo berdetak sangat kencang mendengar ucapan Debby.

__ADS_1


" Sudahlah jangan dipikirkan, jodoh, hidup dan mati seseorang rahasia Ilahi. Jika memang takdirku mati di bunuh olehmu aku hanya bisa pasrah dan tidak akan melawan." ucap Debby


" Kenapa tidak melawan?" tanya Leo penasaran.


" Di keluargaku selalu mengajarkan untuk menghormati pasangannya." ucap Debby.


" Kita makan dulu ya sebentar lagi kan acaranya sudah mau selesai." sambung Debby.


" Ok." jawab Leo singkat.


Merekapun makan tanpa banyak bicara hingga makanan Merekapun habis tanpa sisa hanya tinggal piring dan sendok.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2