
" Sayang, kamu bertambah tampan." bisik Angela
cup
Angela mengecup bibir suaminya dan memeluknya Zain pun membalas pelukan istrinya.
" Sayang, kamu selalu memujiku apakah kamu tidak pernah bosan?" tanya Zain sambil membelai rambut istrinya
" Tidak sayang karena wajahmu memang sangat tampan dan aku tidak akan pernah bosan memandangmu apalagi memujimu sayang karena itu memang benar adanya." ucap Angela berkata jujur
" Terima kasih sayang, semua yang ada pada diriku hanya milikmu seorang." ucap Zain sambil mengecup pucuk kepala Angela.
" Begitu pula dengan diriku sayang. hoam... aku ngantuk banget sayang." ucap Angela sambil kepalanya bersandar di dada Zain.
" Tidurlah sayang, aku juga ngantuk." ucap Zain
" I Love You." bisik Angela sambil memejamkan matanya.
" I Love You Too." bisik Zain kembali
Tidak berapa lama mereka tidur sambil berpelukan sedangkan Hans sudah pulang ke rumahnya.
xxxxx
Pagi hari Angela perlahan membuka matanya, Angela menatap sekeliling kamar tidak melihat Zain suaminya.
ceklek
Seorang perawat datang dan membersihkan tubuh Angela membuat Angela merasa segar kembali. Selesai melap tubuh Angela suster itupun pergi meninggalkan Angela.
ceklek
Seorang bodyguard datang dan berjalan mendekati Angela.
" Pagi nyonya." sapa bodyguard
" Pagi pak, apakah bapak melihat suamiku?" tanya Angela
" Tuan sedang pergi katanya ada urusan pekerjaan yang harus diselesaikan." ucap bodyguard itu ramah.
" Jam berapa suamiku berangkat?" tanya Angela lagi
" Jam 6 pagi sudah berangkat." jawab bodyguard
" Apa nyonya membutuhkan sesuatu?" sambung bodyguard
" Tidak pak. Terima kasih pak." ucap Angela
" Sama - sama nyonya kalau begitu saya akan keluar." ucap bodyguard
Angela hanya menganggukkan kepalanya. Bodyguard itupun pergi meninggalkan Angela sendiri.
xxxxx
Di sebuah gudang seorang wanita cantik terikat di kedua kaki dan di ke dua tangannya. Zain berjalan mendekati wanita itu membuat wanita cantik itu terkejut dan membulatkan matanya sempurna.
" Tuan Zain." panggil wanita itu terkejut
" Apa kabar sahabatku dokter Diana?" sapa Zain sambil tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Zain berjalan menuju ke sebuah kotak berukuran besar yang di taruh di atas meja yang lumayan besar kemudian membuka kotak itu sambil memilih senjata yang akan digunakannya. Zain melihat sebuah cambuk dan Zain mengambilnya. Zain mendekati dokter Diana sambil menatap tajam.
" Tuan Zain aku ini sahabat baikmu dan juga dokter pribadimu kenapa aku di ikat?" protes dokter Diana
" Hans." panggil Zain
Hans yang melihat tuan Zain menggunakan cambuk mengerti apa yang di perintahkannya. Hans bersama bodyguard melepaskan ikatan ke dua tangan dan ke dua kakinya membuat dokter Diana senang karena dirinya di lepas.
" Terima kasih tuan Zain." ucap dokter Diana dengan suara menggoda sambil tersenyum.
" Lepaskan aku! apa kalian tidak tahu aku ini sahabat baik tuan Zain." ucap dokter Diana angkuh sambil berusaha melepaskan tangannya tapi di tahan oleh Hans dan bodyguard tuan Zain.
" Tuan Zain suruh mereka melepaskan aku" pinta dokter Diana sambil tersenyum.
klek
klek
( Anggap saja suara di ikat menggunakan rantai )
Tangan kanan dokter Diana di ikat menggunakan rantai oleh Hans begitupula dengan tangan kirinya oleh bodyguard Zain.
Senyuman manis mendadak berubah ketakutan karena melihat mata Zain sangat menakutkan terlebih ke dua tangannya di ikat dengan menggunakan rantai.
" Tuan Zain, apa salahku?" tanya dokter Diana dengan nada ketakutan.
" Apakah kamu tidak tahu salahmu?" tanya Zain sarkas
ctar
akh
Zain mencambuk dokter Diana membuat dirinya berteriak kesakitan
ctar
akh
Zain mencambuk dokter Diana kembali.
" Kamu ingat waktu di taman di mana istriku koma dan kamu memberitahukanku isi rekaman pembicaraanmu dengan istriku." ucap Zain dengan nada satu oktaf.
" Ya saya ingat." ucap dokter Diana lirih menahan rasa sakit di tubuhnya.
" Apakah isi rekaman itu asli?" tanya Zain dengan nada mulai tinggi.
" Tentu saja asli, tuan Zain dengar sendirikan kalau itu suara nyonya?" ucap dokter Diana lirih.
ctar
akh
Zain mencambuk ulang dokter Diana.
" ASLI APA PALSU!!!!!" Bentak Zain
" Asli." jawab dokter Diana tetap pada pendiriannya karena dirinya merasa yakin tidak ada orang yang mengetahuinya.
Zain berjalan kembali ke meja dan menaruh kembali alat cambuknya. Dokter Diana yang melihat Zain menaruh cambuknya merasa lega karena Zain percaya padanya.
__ADS_1
Dokter Diana tersenyum sambil menatap wajah Zain dengan menahan rasa sakit di tubuhnya.
" Syukurlah tuan Zain percaya padaku, aku tidak mungkin berbohong, lepaskan aku tuan Zain." pinta Dokter Diana dengan suara menggoda dan penuh percaya dirinya.
" Hans." panggil Zain dengan nada dingin tanpa menjawab ucapan Dokter Diana.
Hans mengeluarkan ponselnya, dokter Diana pun mendengar suara percakapan dirinya dengan Angela. Tubuhnya terasa membeku dan matanya membulat sempurna dirinya tidak menyangka kalau perbuatannya diketahui oleh sahabatnya yaitu Zain.
" Ada lagi kebohongan yang kamu sembunyikan?" tanya Zain dengan tatapan tajam
" Ti... dak ada." jawab dokter Diana dengan nada gugup
sretttt
akh
Zain menggores pipi dokter Diana dengan menggunakan pisau yang baru di ambilnya hal itu membuat pipi dokter Diana mengeluarkan darah segar membuat dokter Diana merintih kesakitan.
" Ada lagi yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Zain dengan nada keras
" Baiklah aku akan mengaku sekarang. Aku menyewa sepasang kekasih yang sedang hamil untuk berpelukan kemudian aku memotretnya. Aku meminta mereka melakukan hubungan suami istri dan aku merekamnya kemudian aku menyewa orang untuk mengedit wajah wanita itu menjadi wajah nyonya Angela kemudian mengirim foto dan video tersebut ke dirimu." ucap dokter Diana menjelaskan.
" Kenapa kamu lakukan itu!!!" bentak Zain
" Karena aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu. Kamu sahabatku apakah kamu tidak tahu kalau aku selalu mencari perhatianmu tapi tidak sedikitpun kamu memperdulikanku. Kamu malah mencintai wanita murahan itu dan menikah dengannya karena itulah aku ingin kalian berpisah dengan melakukan ini. Aku sudah lama merencanakan ini, aku sangat senang ketika wanita murahan itu koma dan aku sangat berharap agar dia dan anakmu mati." ucap dokter Diana menjelaskan.
Dokter Diana tidak mengatakan tuan Zain lagi tapi kamu. Dokter Diana menumpahkan semua perasaan yang selama ini dipendamnya.
plak
akh
jleb
akh
Zain yang mendengar ucapan itu menampar dokter Diana kemudian menusuk ke perut dokter Diana.
" Dia bukan wanita murahan tapi kamulah wanita murahan. Istri dan anakku tidak tahu apa - apa tapi kamu membuat ke dua orang yang kucintai menderita dan hampir saja pergi meninggalkan aku." ucap Zain sambil tersenyum menyeringai kemudian menusukkan pisaunya lebih ke dalam perut dokter Diana.
" Sa... kit.. a..ku... men...cintai...mu.." ucap dokter Diana terbata
" Tapi aku tidak mencintaimu karena aku sangat mencintai istri dan anakku. Terimalah kematianmu, sahabatku.." ucap Zain sambil tersenyum sinis
Zain menarik pisau tersebut dan di arahkan ke arah jantung dokter Diana.
jleb
akh
Dokter Diana pun langsung mati dengan cara mengenaskan.
" Hans buat wanita murahan itu seakan mati karena mengalami kecelakaan." ucap Zain sambil membalikkan badannya meninggalkan ruangan itu.
" Baik tuan." ucap Hans
Hans meminta dua orang bodyguard untuk membuang mayat di jalan yang sepi tanpa ada cctv dengan menggunakan plat nomer palsu.
" Kematian dokter Diana yang cantik sangat mengenaskan ya? padahal aku sangat tertarik dengan tubuhnya." ucap salah satu bodyguarnya ketika membuang mayat dokter Diana di tengah jalan.
__ADS_1
" Sama aku juga, tapi sayang sudah menjadi mayat. Ya sudah kita pergi nanti ada yang lihat." ucap salah satu temannya.
Merekapun meninggalkan mayat dokter Diana di tengah jalan yang sepi di lalui oleh orang lain ataupun kendaraan lain.