Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Bertemu Kembali


__ADS_3

Max yang tidak tega melepaskan pelukan Denisa dan Denisa keluar dari ruangan laknat tersebut. Denisa melihat Alan sedang menunggu dirinya di luar dengan tatapan sendu.


" Ayo kita pergi dari sini." pinta Denisa sambil menarik tangan Alan.


Max membuka pintu ruangan vvip dan melihat Denisa sedang menggandeng pria lain.


" Cih, tadi di cafe bersama pria lain dan sekarang beda pria lagi. Apa jangan - jangan Nisa bukan gadis baik - baik?" tanya Max dengan menatap tajam ke punggung Denisa yang semakin lama semakin menghilang.


" Kalau aku menemuimu lagi dan melihat kamu bersama pria lain lagi maka jangan salahkan aku jika aku akan menyiksamu." ucap Max dengan nada dingin sambil tersenyum devil.


Max kembali ke ruangan vvip dan melihat mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri.


" Bawa mereka berdua ke markas dan lakukan sampai kalian merasa puas dan setelah puas bunuhlah mereka." ucap Max dengan kata - kata sadis.


Hati Max sangat marah dan kecewa terhadap Denisa karena itulah dia ingin menyalurkan kemarahannya ke Valen dan Alena.


" Ok." jawab mereka serempak dengan semangat.


Mereka keluar dari ruangan vvip tersebut Baron dan Charli membawa Alena dan Valen sedangkan Max berjalan di depan.


" Aku akan pulang ke mansion kalian jika ingin lanjutkan yang tadi silahkan." ucap Max santai sambil meninggalkan mereka.


Max mengendarai mobil dengan sangat kencang.


" Nisa, aku benci kamu!!! awas saja jika aku melihatmu bersama pria lain lagi aku akan menyiksamu karena kamu sudah berhasil mengobrak abrik hatiku." ucap Max dengan nada kesal.


" Katamu kamu menyukai teman masa kecilmu tapi apa? kamu malah bersama 2 pria dan kalian sangat akrab, aku benci kamu Nisa!!!" teriak Max frustrasi.


Singkat cerita Max sudah sampai di mansion dengan kasar Max mendorong pintu dan masuk ke dalam mansion.


brak


Max menutup pintu dengan kasar kemudian menaiki anak tangga menuju kamarnya. Max membuka semua pakaiannya dan mandi dengan air shower untuk mendinginkan amarahnya yang memuncak.


" Bagaimanapun caranya aku akan menyiksamu Denisa sampai kamu memilih untuk mati dari pada hidup." ucap Max sambil memukul dengan kencang di dinding kamar mandi hingga buku - buku tangannya memerah.


Selesai melepaskan kemarahan Max mengambil jubah handuk dan memakainya. Max berjalan menuju ke ranjangnya dan berbaring.


Bayangan bersama Denisa kembali muncul membuat Max semakin frustrasi.

__ADS_1


" Kamu pergilah dari ingatanku Nisa!!" teriak Max


Karena lelah Max pun akhirnya bisa tertidur dengan pulas.


xxxxx


Di tempat lain Denisa dan Alan berjalan menuju ke parkiran mobil. Denisa duduk di samping pengemudi sedangkan Alan duduk di kursi pengemudi.


" Ada apa Al?" tanya Denisa


" Kekasihku selingkuh, aku memergoki dia dengan pria lain. Pria itu langsung aku pukuli hingga babak belur." ucap Alan dengab sendu hatinya sangat sakit dengan kekasihnya karena mengingat sebulan lagi mereka akan menikah.


" Sudahlah mungkin dia bukan jodohmu. Lupakanlah dia, kamu pria baik pantasnya menikah dengan gadis baik." ucap Denisa bijak.


" Terima kasih Nis, kamu memang sahabat, bosku dan saudara yang baik untukku. Semoga kamupun juga menemukan seorang pria cinta pertama masa kecilmu." ucap Alan.


" Amin." ucap Denisa


( " Aku bingung Alan hatiku sudah dipenuhi rasa cinta pada Ali tapi ketika Ali bersama teman - temannya membuat hatiku sangat terluka." ucap Denisa dalam hati ).


" Oh ya nanti mampir beli bensin ya, mobilku lupa ku isi." ucap Denisa sambil tersenyum malu.


" Kamu kebiasaan sering lupa." ucap Alan sambil mengacak rambut Denisa


Alan hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya. Denisa dan Alan benar - benar menjadi sahabat sejati, walau orang mengira Alan dan Denisa pasangan kekasih tapi mereka tidak ada perasaan suka hanya sebatas kakak dan adik atau sahabat dengan sahabat atau bisa juga bos dengan bawahannya.


Alan mengenderai mobil sambil matanya melirik ke kiri dan ke kanan mencari pom bensin setelah mendapatkannya Alan mengenderai mobil menuju pom bensin.


Setelah membeli merekapun melanjutkan perjalanannya kembali menuju ke apartemen mewah milik Denisa.


20 menit kemudian mereka sudah sampai Denisa dan Alan turun dari mobil. Seperti biasa Alan memasukkan bensin ke mobil Denisa. Setelah selesai Alan melanjutkan perjalanannya ke apartemen miliknya.


xxxx


Tidak terasa malam berganti pagi karena hari libur Denisa ingin bermalasan bangun agak siangan. Jam 10 pagi barulah Denisa bangun, membersihkan muka dan menyikat gigi.


Setelah selesai Denisa menuruni anak tangga menuju dapur dan membuka kulkas.


" Kosong, ya ampun aku baru ingat semua bahan belanjaanku ada di mansion Ali. Terpaksa aku belanja lagi deh." ucap Denisa sambil menutup pintu kulkasnya.

__ADS_1


Denisa kembali menaiki anak tangga untuk mandi selesai mandi dan berpakaian Denisa keluar dari apartemen dan mengendarai mobil mewahnya menuju ke supermarket.


Denisa mengambil bahan - bahan seperti yang kemarin di belinya. Selesai belanja dan membayar barang belanjaan Denisa memasukkan barang belanjaan ke dalam bagasi mobil. Setelah beres Denisa berjalan menuju ke restoran karena dirinya sangat lapar.


Denisa menengok ke kanan dan ke kiri mencari meja kosong karena hari libur maka banyak yang makan di luar. Denisa melihat ada seorang pria duduk sendiri dan Denisa mendekati pria itu yang duduk membelakangi dirinya.


" Maaf, apakah kursinya ada yang menempati?" tanya Denisa lembut


Pria itu membalikkan badannya, Denisa dan pria itu membulatkan matanya karena mereka saling mengenal.


" Ali." panggil Denisa tidak percaya


" Nisa." panggil Max bersamaan dirinya tidak percaya kalau dirinya bisa bertemu lagi dengan gadis yang telah berhasil mengisi ruang hatinya yang kosong.


" Boleh aku duduk di sini?" tanya Denisa ulang


" Silahkan." ucap Max dengan nada dingin


" Sudah memesan makanan?" tanya Denisa yang tidak memperdulikan tatapan dingin Max


" Sudah." jawab Max singkat


Denisa hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke arah pelayan restoran. Pelayan itupun menghampiri Denisa.


" Pesan apa nona?" tanya pelayan itu ramah


" Aku pesan ikan gurame bakar dan minumnya lemon tea." ucap Denisa sambil tersenyum dan menaruh buku menu ke atas meja


" Baik nona, di tunggu makanannya." ucap pelayan itu ramah.


" Ok, terima kasih." jawab Denisa lembut sambil tersenyum.


" Sama - sama nona. Permisi." ucap pelayan restoran.


Denisa hanya tersenyum kemudian mengalihkan pandangan ke arah Max. Denisa terkejut melihat Max menatapnya tanpa berkedip.


" Ada apa? apakah aku melakukan kesalahan?" tanya Denisa bingung.


" Siapa laki - laki yang waktu di cafe dan di club?" tanya Max penasaran.

__ADS_1


Denisa berfikir untuk mengingat ke dua pria tersebut. Denisa tersenyum dan menatap wajah Max.


" Mereka berdua temanku." ucap Denisa santai


__ADS_2