Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Penyesalan Charli


__ADS_3

Baron mendekati mommy Laras dan menatapnya dengan sendu. Mommy Laras menggenggam tangan Baron dan membalas tatapan mata Baron.


" Apakah kamu masih mencintai Amora walau Amora buta? atau pergi meninggalkannya?" tanya mommy Laras


" Aku akan tetap mencintainya dan tidak akan pergi meninggalkannya." ucap Baron


" Apakah kamu tidak lelah mengurusnya? karena Amora tidak bisa melakukan apa - apa dan apakah kamu akan sabar menghadapi sikap Amora yang sangat menyebalkan?" tanya mommy Laras


" Aku sangat mencintainya Amora apa adanya. Apapun yang terjadi aku akan berusaha sabar. Mommy aku butuh bantuanmu." pinta Baron


" Pinta apa?" tanya mommy Laras


" Amora sangat membenciku tolong bilang padanya kalau aku sangat mencintainya dan menerima dirinya apa adanya. Aku sungguh - sungguh menyesal melakukan itu dan juga tolong bilang padanya aku sangat ingin menemuinya. Baron juga memohon agar diberi kesempatan ke dua." ucap Baron.


" Baiklah mommy akan mencoba memberikan nasehat ke Amora." ucap mommy Laras sambil melepaskan tanganya karena mommy Laras tanpa sengaja melihat wajah suaminya mulai memerah tanda cemburu.


" Terima kasih mom." jawab Baron lega


Baronpun duduk kembali dan kini Charli mendekati mommy Laras. Mommy Laras memegang tangan Charli.


" Apa yang terjadi?" tanya mommy Laras tanpa basa basi karena daddy Alvonso wajahnua semakin memerah dan sebentar lagi akan ada asap keluar dari ke dua telinganya.


xxxx Flash Back On xxxx


Charli menunggu di ruang icu dan duduk di kursi di samping ranjang Mira karena Mira terluka parah dibandingkan Amora. ke dua tangan dan ke dua kakinya dan kepala ditutupi dengan kain perban.


" Sayang sadarlah, maafkan aku." ucap Charli lirih sambil membelai pipi yang masih membengkak bekas tamparannya.


" Maafkan aku, pasti semua badanmu sakit karena ulahku. Bangunlah sayang kamu bisa membalasku dengan memukulku atau membunuhku aku rela karena apa yang kulakukan adalah salah tanpa menyelidiki terlebih dulu. Aku mohon apapun yang terjadi jangan pergi meninggalkanku karena aku tidak sanggup kehilanganmu." ucap Charli lirih


Karena lelah Charli tertidur sambil tangannya menggenggam tangan Mira. Setengah jam lamanya Charli tertidur. Perlahan jari jemari bergerak membuat Charli yang sedang tertidur pulas menjadi terganggu.


Charli langsung menegakkan tubuhnya kembali dan menatap mata Mira yang perlahan mulai membuka.


" Kenapa gelap? ini siapa? kenapa kakiku tidak bisa digerakkan?" tanya Mira beruntun sambil ke dua tangannya menggenggam erat tangan Charli.


" Sayang maafkan aku, aku Charli sayang disini terang dan tidak gelap." ucap Charli


" Honey, hiks.. hiks... kakiku honey hiks.. kenapa tidak bisa digerakkan? kenapa semua hiks.. kenapa semua gelap?" tanya Mira sambil menangis terisak.


" Sayang aku akan panggil dokter dulu." ucap Charli


Charli pun memencet tombol yang berada di dinding di atas kepala Mira. Tidak berapa lama dokter pun datang.

__ADS_1


" Maaf tuan silahkan menunggu di luar." pinta perawat


" Saya akan menunggu di sini, menunggu calon istriku karena aku ingin tahu apa yang terjadi dengan calon istriku." ucap Charli sambil menatap tajam ke arah dokter dan perawat itu.


Dokterpun membiarkan dan langsung mengecek kondisi Mira. Setelah agak lama dokter itu menghembuskan nafasnya perlahan dan menatap wajah Charli.


" Nona lumpuh dan..." ucapan dokter itu menggangtung karena tidak sanggup mengatakannya.


" Lumpuh dan apa dokter?" tanya Charli panik


" Lumpuh dan buta." ucap dokter akhirnya


deg


deg


" Dokter bohongkan!!!" bentak Charli


" Tidak itu yang terjadi." ucap dokter


" Tidak... tidak..." teriak Mira histeris sambil menangis karena dirinya tidak percaya kalau dirinya buta dan tidak bisa melihat.


Dokter itupun memberi suntikan penenang agar Mira tidak histeris lagi. Perlahan - lahan Mira pun diam tenang tidak histeris lagi dan perlahan menutup matanya.


" Bisa karena lumpuhnya tidak permanen tapi jika sudah sembuh dan bisa berjalan lagi jangan terluka lagi karena tulang - tulangnya masih belum begitu lemah bahkan bisa mengakibatkan kehilangan nyawa." ucap dokter itu.


" Kalau begitu tinggal matanya saya akan cari mata agar calon istriku bisa melihat." ucap Charli.


Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya dan meminta ijin untuk pergi meninggalkan Charli dan Mira. Charli mendekati Mira dan duduk di kursi di samping kekasihnya.


" Maafkan aku, seandainya saja aku bisa menahan emosiku aku tidak akan menyiksamu. Maafkan aku sayang, maafkan aku." ucap Charli sambil menangis.


Penyesalan Charli teramat dalam terhadap orang yang di cintainya.


" Aku berjanji selama kamu buta dan tidak bisa jalan, aku akan merawatmu. Mata dan kakiku akan membantumu, aku akan mencari mata agar kamu bisa melihat apapun caranya." ucap Charli.


" Aku akan membunuh agar bisa mendapatkan mata untukmu sayang, setelah itu aku berjanji untuk tidak membunuh orang lagi kecuali orang itu melukaimu sayang." ucap Charli bersungguh - sunguh.


Charli membelai wajah Mira sambil tidak bosan menunggu Mira tersadar. Satu jam lamanya Charli menunggu akhirnya efek obat bius mulai hilang Mira tersandar dan membuka matanya perlahan. Mira menangkap tangan Charli dan menahannya.


" Honey, apakah ini honey?" tanya Mira tidak terasa air matanya keluar kembali.


" Iya sayang, aku Charli maafkan aku." lirih Charli

__ADS_1


" Honey apakah besok pernikahan kita batal?" tanya Mira lirih


" Tentu saja pernikahan kita batal." ucap Charli


deg


Mira menghembuskan nafasnya perlahan dirinya sudah yakin kalau Charli akan membatalkan pernikahan karena dirinya cacat. Berbeda dengan Charli membatalkan pernikahan karena Mira sedang sakit karena Charli akan menikah dengan Mira jika sudah keluar dari rumah sakit.


" Bisa tinggalkan aku sendiri." pinta Mira


" Kenapa? aku ingin menemanimu." ucap Charli


" Aku lagi ingin sendiri. Aku mohon tinggalkan aku." pinta Mira sambil menutupkan matanya.


" Baiklah." ucap Charli


Charli berjalan menuju ke pintu kemudian membukanya lalu menutup pintunya tapi Charli pura - pura berjalan kalau dirinya keluar padahal dirinya berada di situ.


Charli berjalan perlahan mendekati Mira dan menatapnya. Mata Charli membulat sempurna ketika melihat Mira menarik infusnya. Membuat Charli melangkahkan kakinya dengan cepat setelah dekat Charli memeluk Mira. Setelah agak lama Charli melepaskan pelukannya kemudian menatap wajah calon istrinya.


" Sayang apa yang kamu lakukan? kenapa kamu ingin melepaskan infusmu?" tanya Charli dengan nada lembut.


" Hiks..hiks... aku cacat, aku sekarang wanita yang tidak berguna, tidak ada pria yang hiks.. hiks menyukaiku. Lebih baik aku hmpphttt..." ucapan Mira terpotong karena Charli ******* bibirnya.


Mira hanya diam tidak membalas ciuman Charli, Charli menggigit bibir bawah Mira agar terbuka setelah terbuka lidah Charli masuk ke dalam mulut Mira. Setelah beberapa saat Charli melepaskan ciumannya.


" Sayang apakah kamu akan meninggalkanku?" tanya Charli sambil membelai wajah Mira


" Maksudnya?" tanya Mira


" Katanya kamu bilang tidak ada pria lain yang menyukaimu lagi. Aku sangat mencintaimu sayang nanti setelah kamu keluar dari rumah sakit kita akan menikah." ucap Charli


" Tapi katamu pernikahannya batal?" tanya Mira


" Bukannya batal tapi di tunda maaf aku salah menjawabnya, sayang kan lagi sakit makannya pernikahannya batal tapi kalau sayang besok mau menikah tidak masalah. Kita akan menikah di rumah sakit." ucap Charli


" Tapi aku kan lumpuh dan juga buta, aku tidak bisa menjadi istri yang sempurna tidak bisa masak, menyiapkan air hangat untuk mandi dan menyiapkan pakaian untukmu." ucap Mira sedih


" Aku mencintaimu sayang aku akan terima apa adanya dirimu. Maafkan aku, jangan tinggalkan aku. Aku berjanji akan menjadi suami yang baik dan belajar untuk menahan emosi." ucap Charli


" Terima kasih honey." jawab Mira sambil tersenyum.


Charli tersenyum melihat Mira tersenyum tapi senyumannya tiba - tiba mendadak memudar.

__ADS_1


__ADS_2