
Charli langsung melepaskan pelukannya ketika mendengar suara bariton seorang pria, Charli dan mommy Laras menatap ke arah samping. Tampak daddy Alvonso sedang menatap tajam ke arah mereka.
" Daddy." panggil mommy Laras, Denisa dan Charli bersamaan.
grep
Daddy Alvonso langsung memeluk pinggang mommy Laras dari arah samping secara posesif.
" Daddy sudah tua juga pakai cemburu." ledek Denisa.
" Iya padahal kan lumayan di peluk brondong." goda mommy Laras
ctak
Auch
" Daddy sakit." ucap mommy Laras manja sambil mengusap keningnya yang di sentil oleh daddy Alvonso.
" Makanya jangan centil." ucap daddy Alvonso sambil mengusap kening mommy Laras sambil meniup kening istrinya.
" Ih mommy dan daddy tidak di rumah tidak di luar rumah lebay." omel Denisa
" Biarin, kalau iri minta sama Max. Ayo mommy kita pulang daddy ingin enak - enak." ucap daddy Alvonso vulgar.
" Daddy!!!" teriak mommy Laras dan Denisa
Max dan Charli hanya bengong melihat sifat daddy Alvonso berkata vulgar di depan mereka. Max dan Charli berharap dirinya bisa seromantis seperti ke dua orang tua Denisa.
" Ssttt jangan teriak - teriak daddy masih dengar. Ini rumah sakit bukan pasar" ucap daddy Alvonso sambil jari telunjuk kanannya diarahkan ke mulutnya.
" Hahaha... daddy ternyata lucu juga." ucap Denisa sambil tertawa.
Mommy Laras, Max dan Baron ikut tertawa.
" Baru tahu ya kalau daddy lucu. Ayo sayang kita pulang." ucap daddy Alvonso sambil mengecup bibir istrinya.
" Auch sakit sayang." ucap daddy Alvonso pura - pura kesakitan karena mendapat cubitan di pinggang dari istrinya.
" Mommy, bawa pulang daddy." ucap Denisa
" Aish kamu ngusir daddy awas ya nanti uang saku daddy potong." ancam daddy Alvonso pura - pura marah.
" Tidak takut dad, kan ada suamiku yang tersayang." goda Denisa sambil memegang tangan suaminya.
__ADS_1
" Kalau begitu gaji suamimu daddy potong." ucap daddy Alvonso
" Oh tidak bisa dad, kan aku kerja di perusahaan sendiri." ucap Max pura - pura protes.
" Sejak kapan kok daddy tidak tahu ya?" tanya daddy Alvonso sambil pura - pura berfikir.
Semua yang ada di situ tertawa melihat tingkah daddy Alvonso yang menggemaskan.
" Sudah ah semakin tambah ngelantur kalau bercanda, kita pulang dad." pinta mommy Laras
" Ok, darling kita pulang yuk?" jawab daddy Alvonso
" Daddy kok sebutan mommy beda tadi pertama mommy, terus sayang sekarang darling." protes Denisa
" Terserah daddy donk memanggil apa, karena cinta daddy buat mommy seorang." ucap daddy Alvonso
cup
Mommy Laras mengecup bibir suaminya sambil tersenyum.
" Terima kasih honey." jawab mommy Laras
" Sama - sama sayang." jawab daddy Alvonso
" Kenapa malu? malu daddy hilang di bawa oleh angin." ucap daddy asal
Mommy Laras menarik suaminya untuk pulang.
" Tuh lihat mommy kalian tidak sabar mau ngajakin enak - enak." goda daddy Alvonso.
" Aish... daddy nyebelin." ucap mommy Laras sambil melepaskan tangannya yang tadi menarik suaminya kemudian berjalan dengan cepat.
" Mommy tunggu." teriak daddy sambil mengejar istrinya.
Mereka tertawa melihat mommy Laras dan daddy Alvonso sebagai pasangan romantis padahal usia pernikahan mereka hampir 29 tahun.
" Denisa, ke dua orang tuamu sangat harmonis ya? aku lihat kasih sayangnya berbagi." ucap Charli.
" Waktu aku kecil kedua orang tuaku selalu romantis. Bertengkar juga jarang karena itu semua anak - anaknya pada betah di rumah. Tentu saja kasih sayangnya berbagi karena kami semua saling menyayangi dan tidak pernah bertengkar. Paling hanya saling menggoda contohnya seperti tadi." ucap Denisa.
" Iya benar." sambung Max tiba - tiba.
" Apa maksudmu Max?" tanya Charli bingung
__ADS_1
" Aku jadi ingat dulu waktu aku dikeroyok orang, aku bertemu 3 anak kembar. Mereka menolongku dan memberikan ganti rugi dengan menggunakan uang jajan. Salah satu dari anak kembar 3 itu bernama Denisa yang sekarang sudah menjadi istriku ini mengobatiku. Hingga mommy Laras datang menjemput ke tiga anak kembar. Aku pikir mommy Laras sama seperti nyonya - nyonya yang angkuh tapi ternyata aku salah. Mommy Laras mengajakku ke mobil dan mengobatiku. Kemudian mengajakku pergi ke mall bersama ke tiga anak kembar. Ke tiga anak kembar duduk menunggu di restoran sedangkan aku dan mommy pergi ke butik untuk membeli bajuku. Bajuku yang bau dan kotor kini berganti dengan baju yang baru. Kami makan bersama di restoran tapi ada beberapa wanita menghinaku dan juga mommy. Aku sangat marah dan ingin memukul mereka tapi mommy Laras menggenggam tanganku agar aku tenang. Tiba - tiba datang daddy dan ke tiga anak kembarnya dan mempermalukan mereka." ucap Max menginggat masa lalunya.
" Aku diangkat sebagai anak di beri tempat tinggal dan pendidikan hingga menjadi sarjana. Aku bisa sesukses ini berkat mommy, daddy dan ke tiga kakakku yang begitu baik." ucap Max tidak terasa air matanya mengalir.
Denisa mengusap punggung Max membuat Max menatap wajah istrinya.
" Aku bersyukur menjadi bagian keluargamu Denisa. Maafkan aku jika aku sering menyakitimu." ucap Max tulus
" Sudah lupakan yang penting kita menatap masa depan kita bersama anak kita." ucap Denisa
" Terima kasih sayang, aku sangat bersyukur mempunyai istri sebaikmu." ucap Max dengan nada tulus.
" Aku juga bersyukur mempunyai suami sebaik dirimu." puji Denisa
" Ehemmm.." ucap Charli berdehem
" Hehehe... sorri." ucap mereka berdua sambil tersenyum.
" Tidak apa - apa santai saja. Oh iya apakah keluarga besarmu tahu kalau Max seorang psycophat?" tanya Charli penasaran.
" Mommy, daddy dan ke tiga kakak kembarku sudah tahu sejak tinggal bersama kami." ucap Denisa
" Tahu dari mana?" tanya Max penasaran
Denisa pun menceritakan semua tanpa ada yang di tutupinya.
XXXX FLASH BACK ON XXXX
Sepulang dari restoran mommy Laras, ke tiga anak kembarnya Debby, Denis dan Denisa serta anggota baru Max langsung pulang ke mansion untuk mandi dan beristirahat.
Sorenya mereka bangun dan mandi sore, selesai mandi dan berpakaian mereka semua berkumpul di ruang keluarga kecuali mommy Laras, Alviana, Debby dan Denisa karena mereka akan masak bersama.
Selesai memasak mereka makan bersama dalam diam tanpa ada suara sama sekali hanya suara piring dan sendok yang saling beradu. Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Mommy, daddy butuh bantuan untuk mengerjakan dokumen." pinta daddy Alvonso
" Ok." jawab mommy Laras tanpa curiga.
" Alvonso, Alvian dan Alviana kalian bertiga ikut daddy." pinta daddy Alvonso
" Kenapa dad?" tanya mereka bertiga
" Kalian sudah besar jadi kalian harus belajar tentang bisnis dan memimpin perusahaan. Umur kami semakin bertambah jadi perusahaan daddy yang banyak akan daddy bagi - bagikan ke anak - anak daddy jadi mulai sekarang mommy ajarin caranya ke mereka bertiga di ruang kerja daddy. Nanti daddy ikut bantu ngajarin." ucap daddy Alvonso
__ADS_1
" Ok dad." jawab mereka serempak.