
15 menit kemudian Denisa sudah keluar dari kamar mandi dan melihat seorang perawat datang membawa baskom untuk melap tubuh Max.
" Biarkan istriku saja yang membersihkan tubuhku." ucap Max dengan nada dingin
" Baik tuan." ucap perawat dengan tersenyum menahan kesal karena dirinya sangat berharap kalau dirinya bisa menyentuh tubuh Max yang membuat jiwa wanita siapapun meronta - ronta.
Perawat itupun pergi meninggalkan mereka berdua. Denisa mendekati suaminya kemudian membuka membuka pakaian suaminya.
" Honey aku lap tubuhmu ya." pinta Denisa
" Tentu sayang hanya kamu yang berhak menyentuh tubuhku." ucap Max dengan nada lembut.
Denisa dengan lembut melap tubuh Max kemudian mengganti dengan pakaian baru.
" Honeyku memang sangat tampan." puji Denisa
" Kamu juga sangat cantik sayang." ucap Max sambil tersenyum
Denisa membalas senyuman kemudian membuang air yang berada di baskom ke kamar mandi.
ceklek seorang dokter dan perawat datang untuk memeriksa Max.
" Dokter kapan aku bisa pulang?" tanya Max
" Semuanya bagus nanti siang boleh pulang." ucap dokter sambil tersenyum
" Terima kasih dok." jawab Denisa
" Sama - sama nona, permisi." ucap sang dokter
Dokter dan perawat itupun pergi meninggalkan mereka berdua. Tidak berapa lama datanglah perawat membawa nampan yang berisi bubur dan air minum mineral. Denisa menerima nampan tersebut dan menaruhnya di meja. Perawat itupun pergi meninggalkan mereka berdua.
" Honey, makan dulu ya?" pinta Denisa sambil tersenyum menatap wajah tampan suaminya.
" Baik sayang." jawab Max sambil membalas senyuman Denisa.
Denisa menyuapi Max hingga ke suapan ke dua Max menutup mulutnya dan mengarahkan tangannya sendoknya ke mulut Denisa.
" Sayangku juga harus makan." ucap Max
Denisa tersenyum dan membuka mulutnya hingga tidak terasa buburnya pun habis. Denisa memberikan minumannya tapi tangan Max memegang tangan Denisa untuk meminumnya lebih dulu barulah Max meminum bekas mulut Denisa. Selesai meminum Denisa menaruh kembali gelas yang kosong ke meja.l dekat ranjang.
" Honey, kenapa minta pulang apakah tubuhmu baik - baik saja? tidak ada yang sakit?" tanya Denisa
" Tidak sayang, aku baik - baik saja karena perawat sekaligus istri tercintaku merawatku dengan penuh cinta karena itulah aku cepat sembuh." ucap Max sambil menatap wajah cantik istrinya.
Denisa tersenyum malu mendengar pujian suaminya. Mereka bercakap - cakap hingga tidak terasa tidak hari sudah siang Max dan Denisa pulang kembali ke mansion dengan Denisa mengendarai mobil sedangkan Max duduk di sebelah kursi pengemudi.
Awalnya Max menolak tapi Denisa berusaha memberi pengertiannya dengan alasan agar Max agar Max bisa beristirahat di dalam mobil dan cepat sembuh karena perjalanan menuju mansion Max membutuhkan 3 jam mengingat tempat mansion Max jauh dari perkotaan membuat Max akhirnya mengalah.
__ADS_1
Tidak terasa merekapun sudah sampai di masion milik Max. Denisa memarkirkan mobil di garasi Max yang sangat luas.
" Honey ayo kita turun." pinta Denisa yang melihat Max memejamkan matanya
Hening
Hening
Denisa memegang pipi Max dan memanggilnya kembali.
" Honey, bangun kita sudah sampai." ucap Denisa
hening
Hening
Denisa sangat panik membuat Denisa mendekati tubuhnya ke tubuh Max dan memegang bahu Max agar terbangun.
" Hiks... hiks... honey bangun... jangan bercanda." tangis Denisa
" Bhaaaa." ucap Max sambil membuka matanya
bugh
Denisa memukul bahu Max karena telah membuat jantungnya terasa berhenti sedangkan Max hanya tertawa melihat wajah takut Denisa.
" Max, tidak lucu." ucap Denisa kesal sambil membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kencang.
brak
" Sayang, aku hanya bercanda." ucap Max sambil tertawa melihat istrinya yang sangat menggemaskan.
Denisa hanya diam dan menaiki anak tangga menuju kamarnya dan menutupnya dengan kencang.
brak
Max terkejut melihat Denisa marah hingga membanting pintu mobil dan kini pintu kamarnya. Max perlahan membuka pintu kamarnya dan melihat Denisa tidak ada di ranjang kemudian Max berjalan ke arah kamar mandi dan mendengar suara gemerik air. Max membuka seluruh pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun kemudian Max perlahan membuka pintu kamar mandi yang tidak pernah di kunci.
Max masuk ke dalam kamar mandi dan melihat Denisa sedang mandi menggunakan shower tangan kiri Max memeluk tubuh Denisa sedangkan tangan kanannya mematikan shower.
" Max." panggil Denisa
Max melepaskan pelukannya dan menatap tajam ke arah Denisa kemudian membalikan tubuhnya dan menyalakan air di bathup sambil Max masuk ke dalam bathup tanpa memandang Denisa.
Denisa terkejut melihat perubahan wajah Max. Denisa mendekati Max dan ikut masuk ke dalam bathup.
" Max, kamu marah padaku?" tanya Denisa dengan nada lembut
Max hanya diam menatap Denisa dengan dingin kemudian memejamkan matanya.
__ADS_1
( " Kenapa suamiku marah? yang seharusnya marahkan aku karena bercandanya tidak lucu." omel Denisa dalam hati ).
" Max." panggil Denisa lagi
hening
hening
Denisa terdiam dan memikirkan sesuatu kemudian Denisa teringat sesuatu.
" Honey." panggil Denisa merubah panggilannya
Max membuka matanya dan menatap wajah cantik istrinya.
" Honey marah padaku?" tanya Denisa lembut
" Pikir saja sendiri." ucap Max dengan nada dingin
" Honey, maaf kalau aku tadi marah karena aku tadi sangat takut kamu pergi meninggalkan aku." ucap Denisa jujur sambil mengeluarkan air matanya.
hening
hening.
" Honey aku mohon jangan diam saja, aku sangat mencintaimu honey... hiks.. hiks." isak Denisa sambil memeluk tubuh Max
Max membalas pelukan istrinya kemudian membelai punggung istrinya.
" Kamu tahu sayang, aku paling tidak suka jika ada orang yang berteriak, memaki ataupun membanting pintu entah itu pintu mobil ataupun pintu kamar terlebih pengkhianatan." ucap Max tegas
" Maafkan aku honey, aku akan selalu ingat itu." ucap Denisa lirih
Max tersenyum dan menahan tawa sebenarnya Max tidak marah karena dirinya sengaja mendiamkan istrinya karena ingin tahu sikap istrinya kalau di diamkan akan melakukan apa.
" Sudah sayang lupakan kita selesaikan mandi kemudian aku akan memakanmu." bisik Max dengan nada mulai berat.
Adik kecil Max dari tadi sudah mulai menegang ketika melihat tubuh polos istrinya. Denisa yang tidak ingin suaminya marah lagi buru - buru mandi.
" Baik honey, aku akan mandi secepatnya." ucap Denisa.
" Kita mandi pakai shower saja." bisik Max
Denisa hanya menganggukan kepalanya kemudian Denisa dan Max berjalan menuju ke arah shower. Max meraba dua gunung kembar milik Denisa sambil memainkan di pucuk gunung kembar milik Denisa
" Honey, ahhh.." desah Denisa
" Terus sayang, aku sangat senang mendengar suara desahanmu." bisik Max
" Honey... ahhh..." desah Denisa lagi ketika tubuhnya dimasuki oleh Max.
__ADS_1
Max menggoyangkan pinggulnya membuat mereka mengeluarkan desahan demi desahan hingga Max mengeluarkan laharnya. Max mengarahkan tangan kanannya kemudian menyalakan showernya untuk mandi.